처음 200줄입니다.
Tuan!
Akhirnya...
...aku menemukan harapan untuk kembali ke istana.
Aku akan menjadi perawat.
Aku dengar kerajaan menerima perawat dari provinsi untuk dilatih di istana.
Kalau berjalan lancar, aku bisa menetap di rumah sakit kerajaan.
Aku akan kembali ke istana.
Aku akan kembali dan...
Membalas dendam kepada orang-orang yang membuatmu menjadi begini.
Aku ingin belajar ilmu kesehatan.
Tolong ajariku.
Kebahagiaan berhubungan dengan apa?
Jantung.
Selanjutnya?
Kemarahan berhubungan dengan hati, kecemasan berhubungan dengan paru-paru.
Pikiran berhubungan dengan hidung, kesedihan berhubungan dengan paru-paru.
Seseorang bisa menjadi sedih saat hati melemah.
Ketakutan datang dari ginjal dan perut.
Ketakutan terjadi saat yin dan yang bercampur di dalam darah.
Apa? Menghukum? Kau mau membalas dendam?
Ya, Tuan.
Aku akan kembali ke istana dan mencari sebuah cara.
Kau harus berhenti belajar jika itu alasannya.
Pengobatan untuk menjaga orang lain.
Bagaimana kau bisa mempelajarinya jika ada kemarahan di hatimu?
Aku tak bisa mentolerirnya.
Bagaimana mungkin orang yang penuh amarah memegang jarum?
Hentikan sekarang juga!
Dia benar.
Seseorang yang penuh amarah tak bisa menjadi petugas kesehatan luar biasa.
Aku menjadi petugas kesehatan yang luar biasa karena amarah.
Tapi ada waktu di mana harus menentukan antara amarah dan pengobatan.
Penderitaanku sudah kuserahkan kepadamu.
Kurasa kau sudah membuat keputusan.
Kau tahu karakteristik orang yang sukses dalam segalanya?
Mereka sederhana dan bersemangat.
Tapi ada yang jauh lebih penting.
Yaitu mengetahui realita, dan berdiri di atasnya.
Seseorang harus tahu cara memimpin, dan menggunakan kekuasaan dengan benar.
Kini itu yang kau tuju.
Dan kalau kau berhasil, kau bisa mencapai keduanya seperti yang kuharapkan.
- Kau sudah mengemas semuanya? - Ya.
Papan pengenalnya?
- Kau benar. - Astaga, ini dia.
Baiklah, aku akan segera kembali.
Kau punya uang untuk pergi?
Uang?
Astaga, aku hampir pergi ke Jeju tanpa membawa uang sama sekali. Berikan aku uang.
Ini.
Bagaimana aku bisa pergi ke Jeju hanya dengan sedikit uang?
Kau tak mau pergi?
Ini bahkan masih kurang untuk bisa pergi ke neraka.
Kupikir kau sudah terlambat. Kau tak mau pergi?
Baiklah, aku akan pergi.
Apa yang kau bawa di sini?
- Baju. - Lalu?
Sepatu jerami.
Hanya itu?
Dan sedikit anggur.
Kenapa kau membawa anggur ke Jeju?
Jangan keluarkan botolnya.
Apa ini?
Apa ini?
Aku butuh itu semua untuk perjalananku. Kenapa semua dikeluarkan?
Kenapa kau membutuhkan ini semua?
- Berikan ini kepada Jang-geum. - Apa ini?
Kau tahu dia sangat menyukai kesemek kering.
Dia tak bisa memakannya karena dia seorang budak di sana.
Kau benar. Kau memang yang terbaik.
Aku akan ikut bersamamu kalau tak ada pesanan anggur dari kantor pemerintahan.
Aku tahu.
- Aku akan segera kembali. - Baiklah.
Ada apa?
Astaga, kau seperti ingin pergi berperang atau semacamnya.
Pergilah sekarang.
Sedang apa kau?
Aku akan segera kembali.
Astaga.
Bagaimana aku bisa ke Jeju dengan ini?
Kau mungkin tak tahu soal ini.
Baek-hwoi, Jeonjeong, Sangsung...
...Chansook, Seungmyung, Seung-eub...
...Younghwang, Yeahpoong, Jichang, Seungjang.
Jang-geum. Jang-geum!
Jang-deok bilang kau boleh keluar sekarang.
Dia terlalu keras.
Kau tak bisa menjadi lebih baik lagi, tapi kenapa dia mengurungmu...
...di gua dingin untuk melatihmu?
Kurasa dia cemburu karena kau lebih baik darinya, 'kan?
Lihat warna wajahnya.
Bagian bawah mata berwarna biru dan kuning.
kurasa pasien sakit kepala karena tak bisa membuka matanya.
- Apa kau merasa pusing? - Ya.
- Kau tak mau bicara? - Tidak.
- Kau ingin muntah? - Ya.
Rasakan denyut nadinya. Kau bisa berbaring?
Apa itu benar?
Ya.
Nadinya seperti kelereng bergulir, jadi aku yakin.
Bagaimana caramu mengobatinya?
Aku harus menusukkan jarum akupunktur di tengah pergelangan tangan dan pelipis.
Karena tangan dan kaki pasien dingin, aku harus memberinya sup serat tanaman.
Tusukkan jarumnya.
Tusukkan saja.
Dimulai dari awal.
Kalau pembuluh darah tertusuk saat akupunktur wajah, pasien akan menjadi buta.
Kalau menusuk pembuluh darah di belakang lutut...
...pasien akan tiba-tiba jatuh, dan wajahnya menjadi pucat.
Kalau paru-paru yang tertusuk saat akupunktur jantung...
...pasien akan terengah-engah, mengangkat dagu, dan kesulitan bernapas.
Tak ada yang bisa menemukan tempatnya sebaik darimu.
Kenapa dia membuatmu melakukan ini saja?
Orang yang berlatih militer bisa mengingat tempat untuk menyakiti orang lain.
Tapi orang yang berlatih teknik pengobatan menghapal tempat untuk menyelamatkan orang.
Jadi kami bisa menemukan tempatnya bahkan saat sedang tidur.
Kau menghapalkan hal yang sama setiap hari?
Itu kesalahan dalam proses belajar.
Aku tahu. Aku juga membuat kesalahan saat masih belajar.
Lalu kenapa kau melatihnya lebih keras, daripada menghiburnya?
Itulah kenapa kini dia jauh lebih takut untuk menusukkan jarum.
Aku tahu rasanya karena pernah mengalaminya juga.
Alasan Jang-geum tak bisa menusuknya bukan karena aku memarahinya...
...tapi karena dia tak maafkan diri yang membahayakanku karena kesalahannya.
Dia membutuhkan banyak waktu untuk diberikan hukuman.
- Tapi... - Aku tak memutuskan kapan dia bebas.
Tapi dia sendiri.
Ini sudah terlalu lama.
Semakin lama, dia akan semakin menyadari betapa pentingnya nyawa seseorang.
Tapi aku hanya khawatir karena ini terlalu membahayakan jantung dan tubuhnya.
Kalau begitu, kenapa kau tak mengajarinya?
Dayang Seo.
Aku harus berlatih. Tolong pergi.
Itu adalah kesalahan. Semua orang membuat kesalahan.
Dari semua kesalahan yang dibuat, hanya kesalahan petugas kesehatan...
...yang bisa mengambil nyawa seseorang.
Kalau Jang-deok tak segera memberikan resepnya padaku...
...dia bisa meninggal.
Itulah perbedaan antara memasak dan teknik pengobatan.
Aku sombong.
Aku sombong memilih pengobatan hanya karena ingin kembali ke istana membalas dendam.
Petugas Jung benar.
Tapi aku tak mau menyerah dengan keduanya.
Tak bisa. Entah bagaimana, aku ingin berhasil dengan keduanya.
Jang-deok pasti mendisiplinkanku agar aku bisa mengosongkan pikiranku.
Tapi pikiranku penuh dengan balas dendam untuk Dayang Han.
Aku tak bisa mengosongkan pikiranku.
Dan aku tak bisa memegang jarum karena hal itu.
Kupikir jika ada keinginan dan tak menyerah, aku bisa lakukan apa saja.
Ini pertama kalinya aku menyadari ada hal yang tak bisa kulakukan.
Tapi aku akan melakukannya.
Aku akan melakukannya.
Jadi tolong pergi.
Kita harus memberikan 300 kuda di Pulau Woo kepada raja kali ini.
Aku tahu.
Kapal-kapal yang membawanya selalu diserang bajak laut Jepang.
Jadi kupikir kau harus membawa prajurit dan menjaga kapal hingga Pangkalan AL.
Baiklah. Tapi kau akan kekurangan prajurit jika aku membawa mereka.
Tak apa?
Ada petugas di kantor pemerintahan, dan prajurit yang berjaga.
Lagi pula, aku bisa membuat rakyat menjadi prajurit, jadi jangan cemas.
Bagaimana jika bajak laut Jepang menyerang tiba-tiba?
Ini hanya sebentar. Tak akan ada masalah.
Jangan khawatir. Dan bawa Jang-deok bersamamu.
Untuk apa?
Ada laporan mengenai banyak prajurit sakit di Pulau Woo.
Mereka memintaku mengirimkan petugas medis, jadi bawa dia.
Baik.
Peringatkan prajurit yang tertinggal agar tak malas berjaga...
...saat kekuatan utama militer sedang pergi.
Baik, jangan khawatir, Tuan.
- Ayo pergi. - Baik.
- Ini bagus. - Benar.
Kau bisa merawat semua pasien selagi dia pergi, 'kan?
Tak bisa jadi perawat baik karena dia hanya melatihmu, tak beri kesempatankupunktur.
Apa yang kalian lakukan pada pasien saat dia tak ada?
Kami suruh mereka pulang. Atau Tabib Park dari klinik pribadi akan merawat mereka.
Kalau begitu panggil Tabib Park.
Untuk apa? Kau bodoh sekali. Ini adalah kesempatanmu.
Ya, kau harus memberi layanan yang luar biasa agar terkenal.
Kau takut dia akan memarahimu nanti? Tak apa.
Minggir. Minggir!
Minggir!
Jang-geum! Jang-geum! Cepat kemari!
- Apa yang terjadi? - Ada pasien darurat. Ini darurat!
Paman!
- Kau mengenalnya? - Ya.
Paman! Kau bisa melihatku?
Paman!
Jang-geum.
Paman! Apa yang terjadi?
Aku harus mulai dari mana? Aku sudah lama naik kapal.
Tapi tak pernah melihat ada yang mabuk laut separah ini.
Dia mulai mabuk begitu naik kapal...
...meminta turun, bahkan mau melompat ke laut.
Selama itu, dia tak makan apa pun?
Tentu saja tidak. Tak bisa makan apa pun. Kukira akan melihatnya mati di kapal.
Paman, aku akan menyelamatkanmu. Jangan khawatir.
Kurasa aku bisa melakukannya padamu. Jangan khawatir.
Sedang apa kau? Kau tak akan melakukannya?
Ini bukan tempat yang berbahaya.
No comments yet. Be the first to leave one.