Decoupled

Decoupled

Indonesian 자막 다운로드

시즌 1

릴리스 정보

Decoupled S01E03 Champion of Maids 720p NF WEB-DL DD5 1 H 264-KHN
다음의 해설 UFSIMV
EPS 03

태그

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
720p
720
게시일: 2021-12-19
다운로드: 18
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

SERIAL NETFLIX

Shru, punggungku sakit.

Bawah, karena postur tubuh buruk.

Atas, pasti karena pernikahan.

Kau bicara kepadaku?

Ini sangat misterius.

Aku tertarik dengan asimetri ini.

Kau tanpa celana dalam, tetapi memakai bra.

Bersiap untuk konferensi video?

Kau tahu, Sayang?

Pakai kekuatan pengamatanmu untuk hal lebih berguna di rumah.

- Akan ada tamu? - Ya. Wawancara pembantu.

Itu dia. Kini aku harus memahami ini.

Bra penting bagi perempuan?

Ya, Arya. Andai ibumu tahu itu.

Kau datang untuk wawancara?

- Siapa namamu? - Lakshmi.

Lakshmi. Kau tahu pekerjaannya?

Bersih-bersih?

Aku ingin rumah ini super bersih.

Jangan ada yang terlewat.

Setiap sudut rumah

harus dibersihkan setiap hari.

Berapa hari libur dalam sebulan?

Dua hari.

Tidak, aku mau empat.

Itu tidak mungkin. Aturan kami dua hari libur.

Coba tanyakan ke Tuan.

Kau tidak diterima.

Dia tak diterima karena cantik.

Karena dia cantik? Astaga. Jangan asal bicara.

Kau tahu itu benar. Tunggu, biar kubuktikan.

Sungguh, mirip teori Darwin.

Jika pembantunya seksi, nyonya pasti menolak,

jadi, semua pembantu di Gurgaon hanya cantik di dalam.

PEMBELA PEMBANTU RUMAH TANGGA

Astaga!

- Kau kencing di sana? - Tidak, Nyonya.

- BAB? - Kubersihkan dengan Harpic.

Bohong. Kedengarannya bukan Harpic.

Harpic tidak berbunyi.

- Jangan sok pintar. - Sial!

Ada kakus untukmu di atap, gunakan itu.

Jangan kotori kamar mandi majikan.

Ada apa?

Dia memakai toilet ini.

Tidak!

Hei, kau membentak Ibu?

Dia terus menanyaiku seperti polisi.

Dengar, jaga bicaramu, atau kuusir.

Aku bisa pergi sendiri.

Dia arogan sekali.

Kurang ajar.

Tak akan ada yang mau menerimamu.

Lalu? Tak akan mati kelaparan.

Sawahku lebih luas dari Tatvam.

Aku mandiri. Punya izin kerja juga.

Itu ideku.

Aku juga punya Aadhar.

Kurang ajar sekali.

Pemerintah akan memberiku tunjangan.

Ini alasanku menentang gagasan transfer tunai.

- Kau mau ke mana? - Aku berhenti!

Sudah kubilang jangan pilih pembantu macam itu.

Kita lanjutkan?

Kapan kau diizinkan terbang?

Kau tak lagi membahayakan penerbangan sipil?

Ada pejabat mengagumiku.

Sampai besok.

Shruti, soal masalah itu.

Tidak. Jangan membahasnya lagi.

- Sudah kuputuskan. - Pikirkanlah.

Kita akan ke Mumbai

untuk hari jadi pernikahan orang tuamu.

Kau akan merusaknya dengan perceraian kita?

Aku harus beri tahu anggota keluarga yang lain.

Jika tidak, bukan perceraian namanya.

Shruti, dengarkan aku.

Ibumu akan memberi tahu ayahmu, lalu Rohini.

Tolonglah, demi aku.

Demi kau? Kenapa?

Kumohon. Mentalku belum siap.

Beri aku waktu dua atau tiga bulan.

Anggaplah membantu kawan lama.

Aku tak berutang kepadamu. Nihil.

Madan, cegat dia.

Salam.

Jika ingin teruskan, kau harus membayar.

- Apa? - Bukan apa-apa.

Berbalik.

Yang atas sudah? Agak ke bawah. Ya.

Berbalik.

- Tanganmu kuat. - Silakan lewat.

CHETAN BHAGAT SATU RENCANA PEMBUNUHAN

ARYA IYER PAKAILAH AKU, SAYANG

Kembalikan. Hanya karena kau dari BITS Pilani,

jangan merasa sedih menjadi nomor dua. Kembalikan, "Sayang".

Kau yang kembalikan, Pemalas.

Pakailah Aku, Sayang. Judul sampah.

Ini perlakuan yang diterima pembantu di rumah ekonom Prof. Basu.

MENGUNGGAH…

Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88

India bersatu!

Penulis Pulp Fiction Mengungkap Ekonom Kemiskinan

PM tak lagi mengikuti ekonom terkenal Shovan Basu

Sedang apa kau?

Punggung atasku sakit, Kawan.

Jangan di sini.

Punggung atasku nyeri, Kawan.

Harap maklum. Aku sudah menikah.

Aneh. Ini tempat ibadah, bukan pusat kebugaran.

Bawa dia keluar. Kau lihat? Dia berolahraga.

Tak boleh olahraga di sini, Pak.

Di mana bosmu?

Pergi. Ada Nyonya.

Dengar.

Kamar mandimu di mana?

Apakah sama dengan kamar mandi bosmu atau terpisah di atas?

Nyonya.

Nyonya!

Aku bilang apa?

- Halo, Shruti. - Hai, Pak Basu.

- Masuklah. - Tidak usah.

Sesuai janjiku, aku sudah bicara ke Melinda kemarin.

- Melinda? - Melinda Gates.

Ya, tentu saja.

Melinda akan datang bulan depan.

Itu bagus.

- Dengan Bill. - Lebih bagus.

Aku bisa perkenalkan kau.

Kau baik sekali, Pak Basu.

Kau bicara apa, Shruti? Itulah gunanya tetangga.

Terima kasih.

Shruti, satu lagi.

Telah terjadi insiden yang sangat buruk.

- Arya? - Ya.

Aku baru mulai mengikutimu setengah jam lalu.

- Terima kasih. - Luar biasa tindakanmu ke keluarga itu.

Ramai di Twitter.

Rohini!

- Ibumu memanggil? - Dia tahu.

- Ro! - Mengaku sajalah.

Ro, kau merekam sesuatu di rumah Pak Basu?

Ya.

- Kau kirim ke ayahmu? - Tidak.

Kenapa muncul di Twitter?

Kuunggah dari akun Ayah.

Pak Basu, kami akan segera tangani ini. Aku berjanji.

Jangan khawatir. Percayalah.

Shruti, WC-nya bocor.

Makanya kami melarang pembantu memakainya.

Sebenarnya, setelah bercerai,

aku tak bisa menyelesaikan masalah ini sendiri.

Baik. Akan kubereskan ini, Pak Basu.

Maaf telah membuatmu repot.

Nanti kukabari lagi. Terima kasih.

Katakan. Bagaimana kau unggah?

- Kau tahu kata sandinya? - Ya.

- Beri tahu Ibu. - Tidak bisa.

Ayah sudah menggantinya.

Baik. Kenapa kau lakukan ini, Ro?

Itu sangat tak baik, Sayang.

Kenapa? Perlakuan mereka sangat buruk.

Pantas untuk mereka.

- Halo? - Hapuslah cuitan itu, Arya.

Tidak mau.

Kecuali kau setuju tak memberi tahu ibumu tentang kita.

Sial. Maaf.

Permisi. Bisa pesan secangkir kopi hitam?

Sial.

Kenapa? Kau kira aku pelayan?

- Tidak… - Apa?

Semua pramugari melayanimu setiap saat?

Tidak, aku spontan saja. Maaf.

Bukan masalah besar. Hanya kesalahpahaman.

Tunggu. Kau aktivis itu?

Baru kali ini dijuluki itu.

Ya, kau orang yang membela pembantu itu.

Kau bahas pembantu sepanjang pagi.

- Aku lupa. Arya… - Arya Iyer.

- Aku Masha. - Masha.

Seperti nama Rusia, kecuali nama lengkapmu Mahasweta Devi.

- Itu bahasa Sanskerta. - Tunggu.

Enam puluh empat bulir padi?

Ya.

Pria berwawasan luas dan pembela pembantu. Kau sungguhan?

Aku seharusnya mencela… Mentertawai diri sendiri, tetapi…

Kau ingin bilang "mencela diri", mengira aku tak paham.

- Ya. - Karena aku pramugari bodoh?

Tidak.

Penulis fiksi dilatih tak memakai istilah yang sulit diucapkan orang India.

Kau pintar.

- Kau mau ke mana? - Mumbai.

- Fly India? - Ya.

Sampai jumpa di pesawat.

Mungkin aku akan minta kopi.

Kau boleh minta apa saja.

- Dia diserang pekan lalu. - Sungguh?

Mereka pasti baca bukunya.

- Arya? Hai. - Hai.

Decoupled subtitles in other languages

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left