처음 191줄입니다.
[Diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Jiulu Feixiang]
Terbang lebih cepat!
Kita sudah hampir terlambat menghadiri pernikahan Raja Naga!
Terbang lebih cepat!
Kita sudah hampir terlambat menghadiri pernikahan Raja Naga!
Langit di atas,
dan gunung dan sungai akan menjadi saksi.
Naga Suci Tianyao dari Luochuan bersedia memperistri Su Ying dari Sekte Guanghan.
Baik siang dan malam, bahagia setiap kali saling melihat.
Seumur hidup,
tidak akan berpisah selamanya.
Siluman Naga Tian Yao telah banyak berbuat jahat,
pantas dihukum mati.
Aku ingin membuat sebuah zirah dengan menggunakan sisik nagamu
untuk melindungi kekasihku yang sesungguhnya.
Kekasih yang sesungguhnya?
Ternyata,
pernikahan ini...
Ini adalah
acara pemakamanmu.
Selama ini kau memanfaatkanku.
Gigi Naga Api Merah.
Kau seharusnya senang bisa mati di tanganku.
Serahkan Sisik Pelindung Hati.
Aku tidak akan membiarkanmu berhasil.
Pil dan sisik bersatu? Cepat berikan padaku!
Seluruh rencanamu akan menjadi upaya yang sia-sia!
Kau sudah kehilangan Sisik Pelindung Hati.
Kini kau bagaikan panah yang lemah.
Aku akan mencabik-cabik tubuhmu dan menebarkan potongan tubuhmu ke dunia,
lalu, menyegelmu untuk selamanya.
Ibu tidak berguna,
tidak mampu menyembuhkanmu yang lahir dengan kelainan jantung.
Ada orang yang bilang,
sungai ini bisa membuat seseorang mendapatkan kehidupan yang baru.
Semoga Langit menunjukkan belas kasihan
agar kau bisa terbang ke selatan seperti angsa
dan pada suatu hari nanti,
kau bisa kembali lagi.
Sejak mulai bisa mengingat, aku sudah hidup terlantar di jalanan.
Tidak pernah kenyang dan berpakaian hangat.
Aku sering bermimpi.
Di dalam mimpiku ada sebuah rumah yang menghalau angin dan hujan,
ada makanan yang hangat,
- Terima kasih, Ayah. - serta ada ayah dan ibu yang memelukku.
Jual bakpao!
Bakpao daging yang baru matang!
Aku sangat ingin punya keluarga seperti orang lain.
Aku mengira ini hanya akan menjadi mimpi.
Hingga ada seorang Dewa dari Gunung Bintang yang membawaku pulang.
Dia menggendongku dan memberitahuku,
mulai sekarang dan ke depannya, Gunung Bintang akan menjadi rumahku.
Guru, lihat, anak perempuan ini sangat malang.
Kau tidak punya sandaran dan hidup sebatang kara.
Mulai sekarang dan ke depannya,
Gunung Bintang akan menjadi rumahmu.
Rumahku?
Memurnikan jiwa demi mencapai pencerahan,
mengusir gangguan hati dan perasaan yang tidak pantas.
Memurnikan jiwa demi mencapai pencerahan,
mengusir gangguan hati dan perasaan yang tidak pantas.
Pada 20 tahun lalu,
Kepala Sekte Guanghan, Master Su Ying,
membunuh Siluman Naga.
Sejak saat itu, Suku Siluman melemah.
Sekte Xuan generasi kita semakin harus menghargai masa kini
dengan giat berkultivasi, tidak boleh sampai tertinggal.
Apakah kalian mengerti?
Ujian tahunan akan segera dimulai.
Semua orang sedang puasa biji-bijian,
hanya nafsu makanmu saja yang masih begitu kuat.
Kakak Ziyue,
aku sudah melewatkan jam makan dua kali, aku sangat lapar.
Bukankah kau datang kemari untuk puasa biji-bijian?
Benar.
Kau sudah 10 tahun naik gunung,
selain teknik fisik, apa lagi yang kau bisa?
Bahkan Kesadaran Spiritual pun belum terbuka,
tidak punya Energi Spiritual sedikit pun.
Para saudara seperguruan dari puncak lain yang masuk sekte bersamamu
sudah lama menjadi Murid Bintang Empat.
Hanya kau saja yang masih berbintang satu.
Mengendarai pedang juga tidak bisa.
- Kakak, jangan mempersulitnya lagi. - Benar.
Orang yang Kesadaran Spiritualnya pun belum terbuka
mana mungkin bisa mengendarai pedang?
- Benar. - Benar.
Benar, mana mungkin bisa mengendarai pedang.
Siapa bilang aku tidak bisa?
Dia bisa mengendarai pedang?
Oh iya, meski Kesadaran Spiritualku belum terbuka,
tapi aku masih bisa meminjam Energi Spiritual di sekitar
untuk terbang dan mengendarai pedang.
- Itu pedangku! - Siapa tidak bisa?
Yan Hui, kembalikan pedangku!
Menjadi baik atau jahat, bergantung pada niat.
Manusia ataupun siluman dapat mengubah niat hati.
Berisik sekali!
- Hidup mengikuti takdir, - Bisakah kau berhenti?
hidup nyaman di mana pun.
Selama kondisi hatimu baik...
Waktunya makan!
Cepat! Ayo makan!
Taruh dengan benar.
Waktunya makan!
Cepat.
- Waktunya makan. - Berbaris, ya.
Mari.
Satu per orang.
Maaf.
Terima kasih.
Yan Hui, mengapa kau ada di sini?
Benar.
Di sini.
Lihat perilaku kalian ini.
Murid Gunung Bintang selalu puasa biji-bijian setiap tahun,
kau juga selalu datang kemari setiap tahun.
Sebenarnya kau datang untuk memakan bakpao di penjara kami, 'kan?
Aku sudah tahu mengapa orang tuamu membuangmu,
pasti karena kau terlalu kuat makan.
Kau sembarangan bicara.
Guru bilang aku terlahir dengan kelainan jantung.
Mungkin karena alasan ini, makanya orang tuaku baru membuangku.
Kelainan jantung?
Lalu, bagaimana kau bisa hidup sampai sekarang?
Tentu saja karena gurunya sudah menyembuhkannya.
Apakah nyaman?
- Nyaman. - Tidak.
Mana yang tidak nyaman?
Telingaku tidak nyaman.
- Bagaimana jika aku mengorek telingamu? - Tidak mau.
Dewi Yan Hui, musik dewa ini terus diputar setiap hari.
- Selama kondisi hatimu baik... - Kepalaku pun sudah mau meledak.
- Kau matikan saja. - Benar!
- Benar, matikan saja. - Berisik sekali.
Tidak boleh, musik dewa ini dikembangkan dengan teknik meditasi.
Bisa membersihkan jiwa spiritual kalian,
membantu kalian menyingkirkan niat jahat dan membantu kultivasi kalian.
- Sembarangan bicara. - Aku tidak sembarangan bicara.
Kau lihat dia, saat baru datang, wajahnya tampak ganas dan jahat
dan menakuti banyak siluman kecil.
Kau lihat wajahnya sekarang, sudah menjadi tampan, benar, 'kan?
Benar, 'kan?
Kau juga sudah menjadi cantik.
Benarkah?
Aku sudah kenyang memakan bakpao.
Lalu, aku juga sudah selesai memijat.
Aku akan kembali dan berkultivasi dulu.
Tunggu.
Untuk apa kau terburu-buru?
Dengan teknik fisikmu itu,
menurutku berkultivasi atau tidak, hasilnya sama saja.
Berkultivasi selama apa pun, tetap tidak akan ada kemajuan.
Oh iya, Dewi Yan Hui, kau pernah bilang
mau menegakkan keadilan untuk kami saat salju turun.
Sekarang salju pun sudah mencair, tapi kami masih ditahan di sini.
Aku mau kembali ke Qingqiu, tidak boleh ditunda lagi.
Yang menahan kalian adalah Aula Kedisiplinan.
Sekarang Aula Kedisiplinan dikendalikan oleh Bibi Ling Fei.
Aku mendengar, selama ini Bibi sedang memburu rubah berekor sembilan.
Dia sudah memburu selama 20 tahun, tapi masih belum ketemu.
Bibi pun menjadi terobsesi.
Bukankah kau juga ditahan di sini karena hal ini?
Jika keluar sekarang, mungkin saja kau bisa mati.
- Benar. - Kalian tenang saja.
Setelah guruku selesai berkultivasi tertutup,
dia pasti akan menegakkan keadilan untuk kalian.
Kau jangan membahas gurumu lagi.
Kultivasi gurumu sudah bertahun-tahun belum selesai juga.
Selain itu, sejak Su Ying membunuh Siluman Naga,
Sekte Xuan kalian menjadikannya sebagai pemimpin.
Siapa lagi yang mau menuruti Gunung Bintang?
- Benar. - Apa yang kau bicarakan?
Tetua Aula Kedisiplinan tiba!
Gawat.
[Ling Fei, Tetua Aula Kedisiplinan Gunung Bintang]
Kalian tidak berguna!
Sebenarnya di perbatasan wilayah Sekte Xuan mana
rubah berekor sembilan dari Qingqiu itu bersembunyi?
- Aku tidak tahu. - Tidak tahu.
Aku tidak tahu.
Cambuk.
Aku tanya sekali lagi.
Rubah berekor sembilan ada di mana?
Aku sungguh tidak tahu.
Lihat para rubah kecil ini,
dilihat saja bisa tahu mereka baru berubah wujud.
Mereka mana mungkin tahu rubah berekor sembilan ada di mana.
Cambuk lagi.
Dewi, jangan cambuk lagi.
Rubah berekor sembilan adalah Suku Kerajaan Qingqiu.
No comments yet. Be the first to leave one.