처음 200줄입니다.
SAMSARA ABADI
EPISODE 1
JEMBATAN KEHAMPAAN
(aku berdiri di Penghukuman Surgawi ini untukmu.)
Perjuangan masa laluku
semua sia-sia.
Rasa rindu pun
tak ada gunanya.
LIMA RATUS TAHUN YANG LALU
Ini satu-satunya garis keturunan kuno,
Teratai Empat Daun.
Jangan disentuh.
Dewa Langit, ini seperti bunga biasa.
-Apa kau yakin ini obat mujarab? -Ya, aku yakin.
Selain itu, kedua teratai ini tumbuh dari akar yang sama.
Mereka berbagi kekuatan mistik.
Makanya lebih kuat dari Teratai Empat Daun biasa.
Atau, kenapa Yang Mulia Kaisar mengadakan Perjamuan Kolam Giok
dan berbagi pemandangan ini dengan Roh, Iblis, dan Neraka?
Dewa Bintang Ji Du.
Kau berhubungan dekat dengan Dewa Ying Yuan.
Apa dia akan menghadiri perjamuan hari ini?
Dewa Ying Yuan itu penyendiri.
Kurasa dia tak akan datang.
Pasti dia sedang bermain catur dan minum teh di istananya.
Semuanya.
Semuanya.
Dalam beberapa hari,
Raja Iblis akan merayakan ulang tahunnya.
Harta karun ini
adalah kado yang sempurna dari Alam Langit.
Tetua Shuo Hua!
Jenderal Huo De?
Tetua Shuo Hua.
Walau Raja Iblis dianggap sebagai Dewa Agung,
tapi usianya baru 10.000 tahun.
Bukan! Sepuluh ribu tahun kurang beberapa hari.
Semua dewa agung di Alam Langit ini
lebih tua darinya.
Anak kecil seperti dia belum cukup umur untuk memiliki harta ini.
Aku takut kesehatannya akan terganggu dan dia menyalahkan kita.
Apa aku benar?
Jenderal Huo De!
Sebagai komandan prajurit langit,
kau berani tak menghormati Raja Iblis dengan penghinaan seperti itu?
Kupastikan, teratai ini akan kudapatkan!
Dewa Ying Yuan, cuaca menjadi gelap.
Teh ini paling enak dinikmati saat bunga mekar.
Salam, Dewa.
Yang Mulia tak adil pada Alam Roh, Iblis, dan Neraka.
Aturannya rumit dan kuno!
Enam Alam harus punya pemimpin baru.
Alam Roh dan Iblis sudah lama merasa tak puas.
Tapi mereka pengecut
dan tak berani bertarung bersamaku.
Kau adalah tetua dari Alam Iblis.
tapi kau mempermalukan alammu.
Jika ucapanmu itu benar,
Raja Iblis pasti akan membahasnya dengan Yang Mulia Kaisar.
Atau maksudmu kekacauan hari ini
adalah perintahnya?
Ini adalah ideku!
Tidak ada hubungannya dengan dia.
Bunuh saja aku
jika memang kau mau!
Aku tak akan membunuhmu.
Kembali dan katakan padanya.
Setelah Perang Penciptaan,
Enam Alam sudah menyetujui perdamaian.
Alam Iblis bisa mengingkari janji,
tapi kami Alam Langit akan menepati janji.
Tak akan ada pertumpahan darah di Kolam Giok
atau pun di Enam Alam.
Bagus sekali!
Salam, Yang Mulia Kaisar.
Jumlah yang tak setia hanya sedikit
dari Enam Alam.
Aku sangat yakin
selama Dewa Ying Yuan ada di sini,
Enam Alam akan damai.
Alam Roh dan Alam Neraka
akan selalu setia pada Alam Langit.
Pedang yang patah dan teratai mekar
adalah bukti bahwa Enam Alam sudah menghentikan pertarungan
dan hidup damai.
Setelah teratai mekar,
lalu menjelma menjadi manusia.
Ini jelas merupakan tanda kemakmuran.
Dewa Ying Yuan.
Karena kau yang menyelamatkan mereka berdua,
silakan memberi mereka nama.
Taman penuh dengan bunga segar,
terwujud dalam bentuk dua wanita cantik.
Sementara waktu mungkin berlalu,
penampilan akan tetap sama.
Untuk sang kakak,
Zhi Xi.
Kebahagiaan terukir, kesedihan ditempa.
Yang kuat akan layu,
yang lemah akan mengesankan.
Untuk sang adik, Yan Dan.
Ini sudah terlambat! Kenapa kau masih tidur?
Yan Dan! Bangun!
Cepat sembunyikan pusaka yang kita dapatkan.
Kakakmu akan datang!
Kakakku?
Salam, Peri Zhi Xi.
-Di mana Yan Dan? -Dia tak ada di sini.
Kakakku memang hebat.
Kau bisa menembus mantraku.
Zhi Xi, bukankah seharusnya kau bekerja di Paviliun Sihir sekarang?
Kenapa kau di sini?
Apa yang kau inginkan?
Kenapa kau tak ikut ujian?
Apa kau mau menjadi pelayan langit selamanya?
Jangan salah paham.
Aku mengerti.
Aku hanya bawahan. Aku sudah cukup beruntung
bisa mengurus Perpustakaan.
Kalian berdua pergi saja.
Akan kuambilkan buku "Ensiklopedia Kehidupan Air Laut Timur"
untuk Dewa Langit Bei Ming.
Aku permisi.
Zhi Xi, kau adalah wakil kurator Paviliun Sihir,
tapi tanpa pelayan langit seperti kami,
pekerjaanmu akan jauh lebih berat.
Jangan pernah membuat alasan.
Katakan. Kenapa kau tak ikut ujian?
Aku sama sekali tak tertarik dengan sihir langit.
Yan Dan, pahamilah.
Lu Ming bisa menjadi pelayan langit
karena dia dari Alam Roh.
Tapi kau berbeda.
Kau terlahir sebagai dewa.
Semua orang sangat berharap padamu.
Terlebih lagi, potensi dan bakat sihirmu jauh lebih unggul.
Tolong berusahalah sedikit lebih keras.
Apa kau tahu para penggosip itu
bertaruh pada ujian ini
dan yakin kau tak akan lulus ujian?
Jangan khawatir.
Sudah ada kau.
Zhi Xi, kau cerdas, pekerja keras, dan hebat.
Masa depanmu cerah.
Bekerja keraslah, agar aku bisa memakai namamu untuk mengintimidasi orang.
-Omong kosong. -Zhi Xi, aku serius!
Aku sudah punya rencana.
Aku hanya akan mengandalkanmu.
Aku tahu kau sangat menyayangiku.
Aku bisa tenang menjadi pelayan langit.
Peri Zhi Xi.
Bi Yi dari Paviliun Sihir mencarimu.
Ini tentang upacara itu.
Baiklah. Aku akan ke sana.
Jika kau tak tertarik dengan Alam Langit,
bacalah lebih banyak buku tentang sihir langit.
Aku mengerti. Ini pasti hal yang serius.
Kembalilah bekerja.
-Kita bicara lagi nanti. -Jangan khawatirkan aku.
Pergilah!
Hampir saja.
Jika dia tahu kita yang memulai taruhan,
apa dia akan membunuh kita?
Pelankan suaramu.
Apa yang kau lakukan?
Ini pusakamu. Ambillah!
Seperti ini caramu membagi hasil?
Ini terlalu sedikit.
Apa?
Kita hanya dapat itu karena aku cukup berani.
Baiklah.
Jadi,
apa kau mau ikut Upacara Penjemputan Bintang?
Upacara apa itu?
Itu upacara yang dipimpin oleh Paviliun Sihir.
Kau lahir pada waktu yang tak tepat, makanya tak tahu.
Upacara ini diadakan setiap 500 tahun sekali.
Kita semua akan berkumpul di Sudut Surgawi
dan menerima berkah langit dari empat dewa.
Kudengar pemandangan di sana sangat menakjubkan.
Makanya, para pelayan langit
menyebutnya Upacara Penjemputan Bintang.
Kedengarannya seru.
Apa kau punya ide untuk menyelundupkanku ke sana?
Menyelundup di sana? Itu mustahil.
Sudut Surgawi dijaga ketat.
Pelayan rendahan seperti kita tak bisa masuk sama sekali.
Kita harus memikirkan cara lain.
Zhi Xi, selamat atas promosimu.
Kau pejabat langit termuda sekarang.
Ya. Peri Ying Deng, kurator petahana Paviliun Sihir
baru menjadi wakil kurator pada usia 800 tahun.
Jangan berkata begitu.
Aku hanya beruntung.
Kurator, semuanya sudah siap.
Berjaga-jagalah di sana.
Kurator, di sana terlalu jauh.
Pandanganku akan terhalang.
Hanya mereka yang siap untuk naik yang bisa memasuki Sudut Surgawi.
Jika Paviliun Sihir tak bertanggung jawab atas penerangan,
No comments yet. Be the first to leave one.