처음 164줄입니다.
=Love The Way You Are=
=Episode 1=
Poster ini harus
ditempel dengan rata.
Tidak boleh ada sedikit pun gelembung.
Kau lihat di atas,
dua bagian itu,
masih miring.
Kau harus memperbaikinya.
Suo Nan.
Besok sebaiknya pakai kembali
merek parfum kita sendiri.
Sekarang masih jam kerja.
Besok lalu lintas tamu akan ramai.
Manajer Yin.
Kalian semua harus perhatikan.
Hari ini ulang tahunmu.
Hal-hal ini
serahkan saja pada adik-adik kita.
Kau...
cepatlah pergi bersenang-senang.
Terima kasih.
Selamat ulang tahun.
Kak Yike, selamat ulang tahun.
Terima kasih.
Kalian juga cepatlah pulang makan malam.
Baiklah, yang harus kuingatkan
juga sudah kusampaikan semua.
Jangan lupa bantu aku mengawasi mereka.
Tenang saja.
Pergi dahulu.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Kak Yike,
selamat ulang tahun.
Terima kasih.
Kak Yike,
selamat ulang tahun.
Semangat, semuanya.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Kak Yike.
Kak Yike.
Ponselmu tertinggal.
Terima kasih.
Sama-sama.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa nanti.
Halo.
Halo, Yiran.
Hebat sekali.
Kuberi tahu, aku baru berpikir untuk meneleponmu.
Ini.
Jas bermerek untuk suami masa depan.
Jika kau seorang pria,
aku pasti mau menikah denganmu.
Aku tak mau menikah dan punya anak agar selamat sentosa.
Sebaliknya kau.
Kenapa kau yang berulang tahun,
tetapi masih harus mengejar waktu
untuk mengantar hadiah untuknya?
Bukankah Zelin
jarang-jarang bisa pulang?
Baiklah, baiklah.
Pacar baru lagi?
Kelihatannya muda sekali.
Bisa diandalkan atau tidak?
Aku ini pacaran, bukan menikah.
Asal senang saja.
Kalian cepatlah pergi bersenang-senang.
Nanti setelah aku selesai berkeliling
ke konter yang terakhir,
aku juga harus menjemput Zelin di bandara.
Tunggu sebentar.
Hari ini kau yang berulang tahun.
Kau berencana
melewati ulang tahun dengan pakaian ini?
Pagi ini aku
sengaja berdandan sebentar.
Tidak.
Setidaknya kita
beli sepasang sepatu hak tinggi, oke?
Kau cepat naik ke atas motor.
Semoga kau memiliki malam yang membahagiakan.
Oh, iya.
Hadiah ulang tahun masih seperti dahulu.
Baiklah.
Selamat ulang tahun.
Aku mencintaimu.
Pak, ini selimut untuk Anda.
Nona, air Anda.
Ada yang bisa saya bantu?
Baiklah, mohon tunggu sebentar.
Nona.
Bagaimana? Apa Anda suka?
Aku mau yang ini saja.
Tolong bantu bungkuskan
sepatu olahraga ini, terima kasih.
Baiklah.
Aku di luar.
Kau bisa menemukanku begitu keluar.
Halo, Ayah.
Halo, Ibu.
Malam ini
aku tidak pulang makan.
Begitu saja dahulu.
Iya.
Permisi.
Apa benar dengan nomor akhir 0625,
Pak Xu?
Benar.
Mobil Anda sudah tiba.
Sebelah sini.
Pak Xu, silakan lewat sini.
Ayah, cepat katakan jika ada perlu.
Ponselku sudah hampir kehabisan daya.
Ayah.
Hari ini aku dan Zelin
sudah memesan sebuah restoran.
Kami tidak makan di rumah.
Begitu saja dahulu.
Ponselku sudah hampir kehabisan daya.
Kalau tidak, sebentar lagi
tidak bisa menerima telepon dari Zelin.
Baik, sampai jumpa.
Halo, Zelin. Kau sudah turun dari pesawat?
Aku menunggumu di gerbang kedatangan.
Kau keluar saja pelan-pelan.
Di Beijing?
Kalau begitu, katakan padaku lebih awal.
Aku jawab telepon dahulu.
Pergilah.
Cepat.
Halo, Kakak.
Untuk apa kau meneleponku sekarang?
Kuberi tahu padamu,
tidak boleh pamer kemesraan di hadapanku.
Aku sudah ditelantarkan.
Aku tahu.
Apa? Aku tidak mendengar jelas.
Kubilang,
kau bersenang-senanglah.
Baiklah, aku sedang senang.
Kau juga harus bersenang-senang.
Aku mencintaimu. Tutup dahulu.
Cepat.
Waktunya makan.
Makan.
Aku datang.
Jangan main lagi.
Segara datang.
Cepat.
Iya, aku datang.
Lihatlah.
Sudah waktunya makan, kenapa masih
memainkan tongkat golf?
Makan.
Makan.
Ini, mangkuknya.
Daging semur merah?
Yang Zelin berikan,
tongkat golf itu,
begitu lihat sudah tahu harganya mahal.
Itu adalah simbol identitas.
No comments yet. Be the first to leave one.