릴리스 정보

우리는 오늘부터 Woori the Virgin E03 220516-NEXT-VIU
우리는 오늘부터 Woori the Virgin E04 220517-NEXT-VIU
다음의 해설 RuoXi
Ep. 3

태그

other
게시일: 2022-05-17
다운로드: 22
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

"Episode 3"

Kehamilan dan keibuan

berperan besar dalam kehidupan seorang wanita.

Tentu saja. Melahirkan adalah usaha besar.

Beberapa wanita kesulitan kembali bekerja setelah melahirkan,

dan beberapa orang akhirnya berhenti bekerja.

Ini masalah sosial.

Benar. Mereka sering membicarakannya di berita.

Ada novel tentang itu. Apa judulnya?

Aku tidak mau kehilangan kendali atas hidupku.

Woo Ri, apa ini artinya kamu berubah pikiran?

Aku ingin membuktikan kepada diriku bahwa hidup bisa tetap sama

bahkan setelah melalui kehamilan dan persalinan.

Bahkan pasangan menikah ragu untuk punya anak zaman sekarang.

Memiliki bayi jauh lebih sulit daripada dugaanmu. Bayi itu...

Tidak. Aku tidak akan menyebutnya sekadar bayi lagi.

Ya. Mari kita namai "Palu".

"Palu"? Apa itu nama janinnya?

Tidak, sebut saja seperti itu. Tidak ada alasan di balik itu.

Aku memanggilnya "Palu" karena tidak mau menyebutnya bayi.

Aku sudah memutuskan.

Aku akan pergi menemui pasangan itu.

No Man Chul.

No Man Chul.

Apa yang kalian lakukan?

Woo Ri, itu pasti mengejutkanmu.

Kamu baik-baik saja? - Ya, aku baik-baik saja.

Kamu masih harus mewawancaraiku, bukan?

Kamu mau ke dokter dahulu?

Wawancara saksi bisa menunggu sampai besok.

Kang Jae, aku akan menemui dokterku.

Baiklah, Woo Ri.

Aku tidak bisa pergi selagi mereka memeriksa TKP.

Benar. Aku akan pergi sendiri.

Aku akan membawanya ke dokter.

Tidak apa-apa. Aku bisa pergi sendiri.

Aku akan pergi denganmu. Kita bisa pergi sekarang, bukan?

Tentu. Kalau begitu, datanglah ke kantor polisi bersama istrimu besok.

Tentu, aku akan membantu semampuku.

Bantu mereka berbenah.

Serta cobalah menenangkan pasien.

Baiklah.

Nona Lee. Rapatmu sudah selesai, bukan?

Ya. - Silakan lewat sini.

Kang Jae, kamu yang menemukannya.

Kamu menyadari sesuatu?

Aortanya dipotong dengan pisau bedah.

Dia kehabisan darah dan mati dalam 30 detik.

Ini persis sama dengan modus operandi Pimpinan Kim.

Bukan hanya Pimpinan Kim yang menusuk targetnya di leher.

Selain itu, ada banyak pisau bedah di rumah sakit ini.

Selidiki secara objektif tanpa bias.

Pertimbangkan semua kemungkinan dan sisir semuanya.

Diska keras untuk kamera pengawas hilang.

Apa?

Tim forensik belum menemukan apa pun.

Ini tidak akan mudah.

Astaga. Itu pasti seseorang yang sangat mengenal rumah sakit ini.

Pertama, mari cari tahu siapa punya hubungan dendam dengannya.

Hei, Detektif Kang. Minta Forensik menyelesaikannya.

Apa kamu ingat melihat orang yang mencurigakan di TKP hari ini?

Halo, terima kasih sudah berkunjung.

Kamu pasti sangat takut.

Astaga, jantungku masih berdebar.

Ya, itu menakutkan.

Namun, masalahnya, aku datang untuk membicarakan sesuatu.

Benar. Apa yang terjadi kemarin? Semua baik-baik saja?

Aku tidak pernah mengira akan mengatakan ini,

tapi aku memutuskan untuk mempertahankan Palu.

Apa? Mempertahankan apa?

Maaf. Bayinya. Aku akan mempertahankan bayi ini.

Apa? Kenapa?

Apa? Apa maksudmu kenapa?

Jangan salah paham.

Itu keputusan besar untukmu.

Kenapa kamu tiba-tiba membuat keputusan itu?

Tidak ada alasan khusus.

Aku hanya sangat bersyukur telah dilahirkan ke dunia ini.

Apa?

Aku Katolik. Setiap nyawa berharga.

Benar, aku mengerti.

Kamu tidak menginginkan bayinya?

Kudengar kamu tidak bisa membuat bayi lagi.

Aku mau. Aku sangat menginginkan bayinya.

Aku hanya tidak mengira kamu akan memutuskan mempertahankan bayinya.

Namun, kamu sedang bekerja saat ini. Jika tiba-tiba hamil...

Lagi pula, dramanya akan berakhir dalam tiga bulan,

jadi, aku akan tetap di rumah dan bersantai setelah itu.

Aku ingin menulis drama sendiri,

jadi, ini pas.

Aku akan mencobanya kali ini.

Begitu rupanya.

Aku akan menagih biaya medis dan pengeluaran lainnya.

Itu sudah cukup.

Aku tidak butuh uang yang ditawarkan kepadaku tempo hari.

Jangan khawatir.

Apa?

Uang? Dia menawarimu uang?

Ya.

Astaga.

Terkadang dia bisa sangat lancang.

Aku minta maaf mewakilinya.

Tidak apa-apa.

Aku mengerti betapa putus asanya dia.

Jika butuh sesuatu, hubungi saja aku.

Itu pasti keputusan yang sangat sulit bagimu.

Aku tidak tahu cara berterima kasih.

Kamu tidak perlu berterima kasih.

Aku membuat keputusan ini demi diriku sendiri.

Hasil tesnya tampak bagus.

Tidur Anda nyenyak, bukan?

Ya. - Apa Anda mual di pagi hari?

Belum.

Aku senang

kamu dan bayinya sehat.

Ya, aku juga.

Aku merasa sangat lelah hari ini.

Sebenarnya, ada sesuatu.

yang ingin kutanya langsung kepadamu dan istrimu.

Apa itu?

Aku tumbuh tanpa ayah.

Tentu saja, aku sangat bersyukur kepada ibu dan nenekku,

tapi aku ingin bayi ini tumbuh di keluarga yang sempurna.

Memiliki semua yang dibutuhkan

dan menerima banyak cinta dari Ibu dan Ayah.

Aku ingin bayinya lebih bahagia daripada orang lain.

Aku memutuskan ini karena aku yakin kamu dan istrimu bisa melakukan itu.

Benar, bukan? Kamu akan melakukan itu, bukan?

Itu...

Kubilang aku ingin bercerai.

Aku tidak mau bercerai.

Saat kamu bilang akan melakukan ini, rasanya tidak nyata.

Aku baru sadar sekarang.

Aku merasakan beban tanggung jawab di pundakku.

Keluarga sempurna untuk bayi itu.

Ya, tentu saja. Tentu!

Astaga!

Jadi, soal bayinya, dia memutuskan untuk mempertahankannya.

Bagus. Itu bagus.

Sudah kubilang. Uang menyelesaikan semua masalah.

Namun, dua juta dolar itu... Dia tidak minta semuanya, bukan?

Mari kurangi sedikit. - Benar, bukan?

Berapa yang akan Ayah kurangi demi kebahagiaan Ayah sendiri?

Hei, kamu sudah bicara dengannya? Makin banyak, makin baik.

Aku menghapus semuanya

dan menjadikannya nol. Puas?

Kamu... Bagus!

Ayah seharusnya malu.

Begini, uang tidak menyelesaikan segalanya.

Dia tersinggung karena ditawari uang.

Dia membuat keputusan itu karena dia percaya setiap nyawa berharga.

Aku yakin Ayah tidak bisa memahaminya.

Dia tidak mau uangnya?

Lupakan saja. Kenapa kamu mengkritik ayah?

Astaga. - Hei, hentikan.

Begitu kabar kematian penusukan menyebar,

rumah sakit akan bangkrut.

Jangan libatkan media!

Pagi ini, terjadi pembunuhan

di yayasan medis besar di Gangnam

yang terkenal dengan prosedur operasi plastik.

Korbannya, No, adalah pria berusia 20-an.

Dia ditemukan tewas ditikam di lift rumah sakit.

Jadi, No Man Chul sudah mati.

Kabarnya dia bekerja di rumah sakit.

Dia tewas di TKP

segera setelah ditikam. - Ibu.

Apa Ibu membunuhnya?

Memangnya ibu Profesor X?

Bagaimana bisa ibu membunuh orang dengan duduk di kursi roda ibu?

Ibu menyewa seseorang untuk melakukannya?

Polisi akan menyelidiki semua pegawai yayasan

dan mereka yang terkait dengan korban.

Mereka yang mengabdikan hidup untuk anak-anak mereka.

Ibu selalu berpikir mereka sangat menyedihkan.

"Mereka pasti tidak punya tujuan lain."

"Itu sebabnya mereka ingin menumpang di kesuksesan anak-anak mereka."

Ibu selalu berpikir begitu.

Namun, begini,

sejak ini terjadi pada kaki ibu karenamu,

kesuksesanmu adalah satu-satunya fokus ibu

dan pengabdian ibu.

Jika bisa membuatmu sukses,

ibu tidak peduli siapa yang mati,

meskipun itu ibu.

Ibu sungguh tidak peduli.

Jadi?

Apa Ibu membunuhnya?

Jika ketahuan, ibu yang akan ditangkap.

Kamu akan baik-baik saja, Tuan Putri ibu.

Ibu! - Ibu tidak melakukannya!

Ibu berpikir harus membunuhnya jika dia menghalangi,

tapi bukan ibu.

Benar, bukan? Bukan Ibu, bukan?

Adakalanya alam semesta menjagamu.

Apa?

Kamu tidak bisa hamil,

tapi orang asing muncul hamil dan bilang akan melahirkannya.

Ada bedebah yang ingin kamu singkirkan,

dan dia tewas.

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left