처음 200줄입니다.
Berawal dari penyelamatan Bola Agung.
Dicuri oleh Si Bengis,
monster itu meneteskan air liur dan hasratnya untuk menguasai
siapa saja yang memasuki wilayahnya.
Tapi ada beberapa yang melawan.
Sebuah aliansi anak-anak lingkungan bersatu
dan berjuang merebut Bola Agung.
Saat rintangan datang,
Benny "Jet" Rodriguez...
dibantu sepatu ajaib yang membuat
anak berlari lebih cepat dan melompat lebih tinggi
berjuang demi masa depan lapangan.
Hercules, Si Bengis,
musuh bagi anak-anak bebas
akhirnya terkalahkan.
Waktu berlalu,
dan selama 3.000 hari,
Bola Agung, penyelamatannya,
dan bahaya dari apa yang pernah terkurung di balik pagar lapangan kiri,
hampir terlupakan.
MUSIM PANAS 1972
Rumor berkembang tentang bayangan Si Bengis.
Akhirnya, saat sembilan anak baru datang ke lapangan pada 1972,
sesuatu yang lama dan baru menanti.
Hanya aku yang tahu tentangnya.
Namaku Johnnie Smalls.
Saat itu musim panas saat anak bernama David Vincent Durango
mengajariku pelajaran hidup berharga,
dan menjadi pahlawan pertama yang pernah kukenal.
Tapi meski kejadian musim panas itu terjadi di lapangan,
itu tak ada kaitannya dengan bisbol.
Setelah satu tahun yang panjang,
Jonathan Buckminster Smalls,
pemenang proyek sains kelas tiga sekota.
Hadirin sekalian,
roket Saturn Apollo.
Semoga sukses, Astro Jake.
Dek penerbangan...
Ini Kontrol Misi.
Kita siap meluncur.
Musim panas antara kelas enam dan tujuh
adalah yang terbaik dan terburuk.
Kartun, tentara, dan telepon iseng tak lagi penting
karena kau fokus pada jerawat, bau badan, dan bau napasmu.
Saat itulah momen itu tiba.
Satu momen hebat dalam hidup berisi semua potensi masa depanmu.
Kau punya dua pilihan.
Mulai menapaki kesuksesan,
atau membenci diri selamanya.
Kau seharusnya bilang, "Maaf."
Halo.
Kau cepat sekali. Terima kasih.
Kau seharusnya bilang, "Sama-sama."
Dah.
Momen pertama keduanya sempat bicara
bukanlah momen hebat dalam hidupnya.
Momen itu bagi David
baru datang 99 hari kemudian.
Hei, David, ayo main bisbol.
Ya, David. Ayo.
Ayo ke lapangan.
David.
Namanya Hayley Goodfairer. Keren.
Sammy bilang dia pindah ke sini sebulan lalu.
Ayahnya semacam pakar di pemerintahan.
Ayahnya lama bekerja di Selatan, jadi dia dari sekitar sana.
Usianya hampir 13 tahun. Dia lahir di penghujung tahun.
Kau tahu dari mana, Jari?
Misi hidupnya adalah mengetahui semua fakta wanita.
Kudengar dia jadi liberal.
Tarq, dia perempuan. Siapa peduli?
Aku cuma beri tahu.
Kalian buang waktu.
Kita masih punya masalah, andai kalian lupa.
Jika kita tidak cari solusi,
musim panas pertama kita di lapangan akan berakhir.
Sial. Dia benar. Ayo.
Lapangan itu bagaikan
- kerajaan bisbol David. - Sepuluh,
- sembilan... - Musim panas itu,
- Singleton, - delapan...
kapten tim Liga Kecil,
- berniat merebutnya. - tujuh, enam...
Itu persaingan sengit.
Suatu hari, aku terjebak di tengahnya
dan nyaris tak bisa melihat hari esok.
- Seratus hari bisbol. - Aku tak sabar.
Ini sangat seru.
Entahlah.
Hei, Teman-teman, siapa anak itu?
Hei.
Benda apa itu?
Astaga.
Dia anggota mereka.
Dia akan meledakkan lapangan. Tangkap dia!
- Ayo! - Lima, empat, tiga, dua, satu.
Mulai menyala.
Astaga!
Awas!
Itu dia! Tangkap dia!
Dia ke sana!
Kembali. Kau tak bisa kabur.
- Kami tangkap kau. - Kembali!
Kau bisa lari, tapi tak bisa sembunyi.
Tangkap dia. Dia melompati pagar.
Kembali kau, Nakal! Naik!
Ayo. Dia pasti di sekitar sini.
Kenapa tak memilih yang seukuran kalian?
Kenapa kau di sini?
Aku tinggal di sini.
Kau tinggal di sini?
Di sebelah lapangan?
Aku tak tahu apa pun soal lapangan, apa pun itu.
Tapi ini rumah pribadi, dan kalian masuk tanpa izin.
Apa maksudnya?
Bocah itu meledakkan markas kami.
Bukan urusanmu. Serahkan dia dan kami akan pergi.
Kalian saja yang pergi atau kutelepon polisi?
Tempat itu akan terbakar habis. Boleh pinjam selangmu?
- Kami mohon. - Kami mohon.
Ayolah.
- Kami mohon! - Kami mohon!
- Markasnya terbakar. - Baiklah, silakan.
Cepat!
- Cepat! - Buka gerbangnya!
Ayo, ikuti aku.
- Ikuti aku. - Cepat!
Ikuti aku!
Lebih cepat, Teman-teman.
Ini. Biar kusiram.
- Mari kubantu. - Lepaskan.
- Lepaskan dia. - Lepaskan dia.
Biarkan dia menyiramnya.
Terima kasih.
Untuk apa?
Mereka anak-anak konyol.
Mungkin bagimu.
Bagiku, mereka seperti anjing rabies.
Anak-anak kelas enam.
Sangat berbahaya.
Sebaiknya kau pergi selagi mereka sibuk.
- Baiklah. - Cepat!
Tapi...
datanglah besok pagi.
Kenapa?
Aku menyelamatkanmu, kini kau harus mematuhiku.
Baik...
Yang tak dibutuhkan anak
di hari pertama liburan musim panas adalah musuh.
Kini aku punya lima.
Tapi aku juga punya teman baru.
Karena aku dan Hayley,
David akhirnya sampai pada momen hebat dalam hidupnya.
Apa aku harus meratakan seluruh lapangan?
- Hai, Ayah. - Hai, Sayang.
Roger, kau tahu menyebut Hayley dengan nama panggilan manis itu seksis.
Tak baik untuk perkembangan harga dirinya.
Kini, dia setara dengan anak laki-laki.
Baiklah. Maaf... Maaf, Sobat.
Itu jauh lebih baik.
- Aku pergi. Kau, jaga dirimu. Dah. - Dah, Bu.
Sampai jumpa, Sayang. Partner.
Ayah, ini temanku...
- Johnnie. - Ya.
Hei, Johnnie.
Senang bertemu denganmu, John.
Ya, senang bertemu denganmu, Johnnie.
Oh, ya. Johnnie juga suka roket.
Hayley... Tidak.
Ayah, ayolah. Itu logo NASA.
Aku dapatkan itu... Ya, itu dia.
Johnnie, roket model, hobi yang menarik.
Dengan segala hormat, Pak, aku sangat menyukai roket.
Benarkah?
Aku juga.
Boleh tanya, Pak, apa yang sedang kau kerjakan?
Boleh saja. Tapi jika kuberi tahu, aku harus...
- Ayah. - Apa?
- Tak apa. Aku tahu dia bercanda. - Tidak juga.
- Ya, Pak. Aku paham. - Ya.
Sampai jumpa, Sobat.
Pasti, Pak.
Sampai nanti, Sayang.
- Gagah. - Ya.
Dah, Ayah.
Lupakan. Kau butuh izin keamanan untuk masuk ke sana.
Di garasimu sendiri?
Bengkel ayahku.
Ambil selang itu. Tugasmu banyak.
Markasnya diubah menjadi rumah boneka.
Apa itu boleh?
Apa yang boleh?
Gadis-gadis di lapangan bisbol.
Sedang apa kalian di sini?
Kau katakan itu kemarin. Hanya itu kata-kata yang kau tahu?
Lagi pula, ini bukan urusanmu.
Kalian tak boleh ke sini.
Kami juga berhak bermain di sini.
Bermain apa?
Bisbol.
No comments yet. Be the first to leave one.