처음 200줄입니다.
Kenangan musim panas dari bertahun-tahun lalu.
Kunang-kunang kecil yang kutemukan di beranda rumah Nenek.
Nenek berkata padaku bahwa kunang-kunang
tak bisa hidup tanpa air bersih, sungai yang mengalir,
dan alam yang asri.
Kapan pun musim panas datang,
aku akan ingat kunang-kunang kecil
di tangan kecilku hari itu.
Kilau cahaya kecil, mungil…
yang bisa
padam sebentar lagi.
- Benarkah? - Pagi!
Selamat pagi.
AKUNTANSI, DEPARTEMEN DESAIN INTERIOR DAN PERENCANAAN
- Nona Yamada. - Ya?
Telepon tentang kafe-restoran di Nishiazabu.
Halo. Ini Yamada.
Ya. Kami belum mempresentasikannya,
tapi begitu diputuskan kami akan mulai secepatnya.
Hotaru, tanyakan tim desain bagaimana perkembangan mereka.
Baiklah.
Hei, kayu jati di luar anggaran kita!
Kayu lapis takkan menonjolkan teksturnya. Itu tak bisa dikompromi.
Ini bukan soal kompromi. Aku hanya minta fleksibilitas.
Itu sama saja!
Aku sudah merangkum hasil akhir penelitiannya.
Oh, cepat sekali.
Kita akan tetap gunakan kayu jati.
Apa kau yakin?
Pak Yamada, kita akan gunakan kayu jati.
- Hei! - Departemen Penjualan, kalkulasikan lagi.
Lagi?
Pak Kaname, kapan kita bisa mulai mengerjakan
cabang Nakameguro?
Perusahaan konstruksinya belum…
Rencana konstruksinya sudah siap.
Kita belum mengirimkan PO,
tapi akan kukonfirmasi apa kita bisa mulai
tepat waktu jika kita kirimkan minggu ini.
Oh, sungguh.
Aku Futatsugi dari Departemen Akuntansi!
Ini kue sus yang terbatas bagi 200 orang pertama!
Aku mengantre saat makan siang untuk membelinya.
Apa? Hei, mana Manajer Takano?
Klien menelepon menanyakannya.
Apa? Maksudmu klien itu?
Kita dapat mengubah kompleks bioskop Urawa?
Belum. Kita masih menunggu hasilnya.
Menunggu, ya.
Aku ragu kita akan mendapatkannya.
Kita melawan saingan terlama,
dan terbesar di industri ini, bukan?
Perusahaan baru seperti kita takkan dianggap serius, bukan?
Memenangkan tawarannya sepertinya sulit.
Tidak, aku percaya diri soal itu.
Kami percaya diri.
Kami lakukan semua yang kami bisa.
Kaname, ayo makan kue sus.
Makanlah sendiri.
Oh, manajer.
Hasil presentasi sudah keluar.
Proyek renovasi kompleks bioskop…
Konsep dari Desain Interior kita, terutama dari
sudut pandang karyawan wanita kita, diterima dengan baik oleh klien,
jadi, kita menangkan tender itu.
Hebat!
Kini renovasi sudah jadi bagian besar dari perusahaan kita,
tak berlebihan untuk mengatakan bahwa
nasib perusahaan bergantung pada proyek ini.
Terus perhatikan sampai pembukaan.
- Aku mengandalkan kalian. - Pasti!
Aku terkesan.
Sudah kuduga kita akan mendapatkannya.
Kau di sini?
Tentu saja.
Kue sus?
Bersulang!
Bersulang!
"Terutama konsep dari karyawan wanita kita
diterima dengan baik oleh klien."
- Ya! - Bersulang!
Bersulang!
Di mana Hotaru?
Dia langsung pulang. Mungkin dia ada kencan atau apa.
Apa dia punya seseorang seperti itu?
Jika dia buru-buru pulang,
pasti ada pria yang menunggunya, kan?
Kalian harus memperbaiki kehidupan cinta kalian juga
sebelum jadi Himono Onna.
Himono Onna?
Ya, Himono Onna.
Tampaknya, akhir-akhir ini banyak terjadi pada wanita berusia dua puluhan.
Apa…
Contohnya, dia mungkin tampak seperti pekerja kantor berpenampilan glamor,
tapi begitu dia pulang, dia ganti baju memakai kaus.
Dia lalu mengikat rambutnya begini, diikat ke atas,
dan menggaruk bokongnya. Dengan camilan di satu tangan,
dia membuka sekaleng bir dan menenggaknya.
Di akhir pekan, dia lebih suka langsung pulang
daripada ikut kencan buta.
Lalu, saat libur, dia hanya makan dan tidur.
Kau takkan merasakan kehadiran pria di sekitarnya.
Yah, tapi aku tak merasa ada yang seperti itu di perusahaan kita.
Tak diragukan lagi, menyenangkan berada di rumah!
Kau lapar?
Oh. Sering bicara pada diri sendiri juga
salah satu ciri Himono Onna.
Seperti bicara pada TV atau bicara pada kucing.
Silakan, makan.
Apa dia pacarmu?
Kau punya pacar sekarang?
Astaga, tiba-tiba saja, kau sudah punya pacar!
Kadang, dia akan menggeliat di bantal tubuhnya.
Bantal tubuh?
Tanpa pacar, dia tak punya pilihan selain memeluk bantal itu!
Itu menakutkan!
Itu mereka datang! Ini malam pekerja!
Cepat pindah posisi jadi wanita-pria.
- Hai! - Selamat malam!
Tapi…
Jika usiamu dua puluhan dan kau sudah menyerah soal cinta, kau celaka!
Selamat malam! Silakan duduk.
Kami menunggu kalian. Selamat malam.
Semua orang jatuh cinta, ya.
Yah, tentu saja. Ini musim panas. Musim untuk jatuh cinta.
Kurasa aku harus jatuh cinta dan merasakan hatiku berdebar.
Merasakan hatiku berdebar?
Terakhir kali aku merasakan hatiku berdebar adalah…
saat aku menaiki tangga stasiun!
Itu sungguh membuat hatiku berdebar!
Apa kau mau pergi?
Jadi, kau mau pergi. Aku mengerti.
Aku tak apa-apa.
Aku suka bersantai begini di rumah.
Aku lebih suka bermalasan
daripada bermain cinta!
Menurut Jacques Lacan,
wanita tak ada di dunia ini.
Dengan kata lain, sulit untuk mendefinisikan wanita dengan jelas.
Halo!
Aku Futatsugi dari Departemen Akuntansi!
Bercanda.
Hanya ini tas yang kau bawa?
Ya.
Bagaimana dengan sisa barang-barangmu?
Istriku akan mengambilnya.
Kenapa kau harus pura-pura tak masalah dengan itu dan memberikan
semuanya padanya?
Bagaimana kau akan hidup sekarang?
Aku punya semuanya di rumah orang tuaku.
Tak apa. Akan kubawakan.
- Aku bisa. - Kubilang akan kulakukan.
Tinggallah di rumahku. Ya?
Karena aku juga sendirian.
Pertama, tak mungkin kau tinggal sendiri.
Kenapa kau bilang begitu?
Karena kau…
orang yang mudah kesepian.
Hei, kubilang akan kubawakan untukmu. Hei!
TAKANO
Astaga!
Orang mati?
Sial!
Dia hidup!
Dokkoi Shoichi!
Dokkoi Shoichi?
Guts Ishimatsu!
Guts Ishimatsu?
Manajer?
Itu Manajer Takano…
Kenapa kau di sini?
Eh?
Selamat siang!
Aku Amemiya. Namaku Hotaru Amemiya.
Ini dia.
Amemiya?
Ya!
Wow, tapi kebetulan memang bisa terjadi, bukan?
Aku tak tahu rumahku tadinya milik orang tua Manajer Takano.
Ini bukan rumahmu. Ini masih rumah orang tuaku.
Tapi kau menikah
dan tinggal dengan istrimu, bukan?
Aku dengar kau hidup dengan elegan
di apartemen kelas atas di Tokyo.
Karena alasan yang tak dapat dihindari,
aku harus meninggalkan apartemenku dan kembali ke sini.
Alasan yang tak dapat dihindari…
- Apa ini? - Itu teh.
Aku tahu ini teh. Tapi kenapa teh?
Maksudku… Bagaimanapun, kau tamu.
Dan kau minum bir?
Yah, aku haus.
Begitu.
Kenapa minum bir di tengah hari?
Dan kenapa teh di botol untukku?
Apa aku langsung minum dari botolnya?
Hei, apa tak ada semacam cangkir di rumah ini?
Ya.
Ya?
Ya, ada.
No comments yet. Be the first to leave one.