처음 200줄입니다.
Bagaimana dengan pengisian formulir peminatanmu?
Begitulah.
Begitulah bagaimana?
Itu...
Ayahku tidak setuju.
Tidak setuju?
Apakah kamu sudah memperjuangkannya?
Apakah kamu tidak mengisi Universitas Yunhai?
Kenapa tiiba-tiba suaramu begitu keras?
Karena...
Karena aku ingin bertemu denganmu setiap hari.
Bukankah dulu kita bertemu setiap hari?
Justru karena bersama denganmu setiap hari,
sepertinya aku menganggap kehadiranmu
menjadi sesuatu yang sudah sepantasnya.
Belasan tahun ini,
sudah kita disia-siakan kita begitu saja.
Aku ingin menghargai setiap detik dan menit mulai hari ini.
Apakah kamu mengerti maksudku?
Namaku Xiao Tu.
Orang yang berbicara denganku di depanku ini
adalah adikku.
Adik Chaochao, aku akan membantumu.
Jangan menangis lagi.
Jangan takut, Kakak akan menggandengmu kelak.
Pahit sekali.
Ibu Angkat!
Chaochao sudah meminumnya!
Dilarang memuntahkannya.
Mudah ditipu sama seperti saat kecil.
Keringatmu banyak sekali.
Akhirnya Ling Chao kami sudah tumbuh besar.
Tapi, dia juga tumbuh menjadi aneh.
Sedang apa?
Dilarang menghindariku.
Dilarang menelantarkanku seorang diri.
Dilarang menjaga jarak denganku.
Mengerti?
Kamu gila, ya?
[Episode 1, Anak Laki-Laki Harus Memperhatikan Keselamatan di Luar]
Tidak masuk akal.
Ujian mengarang dengan nilai tertinggi 60,
aku ingin bertanya,
bagaimana bisa kamu mendapat
nilai setinggi 29?
Aku... aku hanya
salah menulis kata memberontak saja,
jadi dikurangi 1 poin.
Jangan mencari alasan.
Mengarang dengan tema
"Orang yang Paling Imut",
kenapa Ling Chao lagi?
Ada lagi, sebelumnya,
"Hal Kecil yang Paling Sulit Dilupakan",
dan sebelumnya, sebelumnya lagi,
yang paling...
yang paling apa aku sudah lupa.
Aku tidak mengerti,
apakah Ayahmu
tidak pantas menjadi tokoh utama
dalam karanganmu?
Sebelumnya, sebelumnya, sebelumnya lagi,
"Ayahku",
aku menulis kamu, 'kan?
Ini masih lumayan.
"Ayahku", kamu tidak menulis aku,
kamu mau menulis siapa?
Tentu saja,
kami melihat masalah,
tidak boleh hanya satu bidang saja.
Katakanlah,
ujian di kelas kali ini,
kamu peringkat berapa?
29?
Lalu, ada berapa murid totalnya di kelasmu?
Lihat, 30.
Tentu saja,
kita awalnya karena taekwondo,
makanya masuk SMA I.
Pasti berbeda dengan
anak yang masuk
melalui ujian.
Kita bahkan masih
mengalahkan satu orang murid.
Benar.
Teruslah berusaha.
Ayah bangga padamu.
Ayah Angkat.
Peringkat ke-30 absen ujian karena flu perut.
Ka... kamu anak SMA Dua yang lompat kelas,
untuk apa memedulikan masalah anak SMA Satu?
Kamu ingin menutup mulutnya, ya?
Jika kamu bisa meniru setengahnya saja dari Chaochao,
aku bahkan bisa terbangun dari mimpi dengan tertawa.
Kamu mendapat nilai berapa?
680.
Aku lebih tinggi 10 poin dari setengah nilainya.
Pergilah.
Rumah ini tidak bisa menampungmu lagi.
Bawalah kertas ujianmu,
pergilah sejauh mungkin.
Baik.
Ayo, ayo, ayo, jangan makan lagi.
Kalian mau pergi ke mana?
Bukankah rumah ini tidak bisa menampungku lagi?
Aku kabur ke tempat Ibu Angkatku.
Kamu pulanglah lebih awal.
Jangan terlalu lama di rumah Ling Chao.
Di luar sangat berbahaya.
Aku tahu.
Ayah Angkat, Ibu Angkat, sampai jumpa.
Hanya di gedung sebelah saja,
ada bahaya apa?
Biarkan dia pulang lebih malam.
Lebih baik jangan pulang.
Melihatnya membuat kepalaku sakit.
Siapa yang menyuruhmu mengatakannya?
Malah mengatakannya.
Ibu, kamu sudah pulang?
Baru saja pulang.
Ibu Angkat.
Kelinci Kecil.
Rindu sekali padamu.
Aku juga merindukanmu.
Tebak, aku belikan kamu apa.
Imut sekali.
Tidak tahu siapa yang anak kandung?
Ibu.
Cantik, cantik.
Sandalku sudah rusak.
Punyamu itu,
nanti aku ambil lem
dan merekatkannya untukmu.
Kucarikan untukmu.
Pakai ini saja.
Pakai ini saja.
Pakailah dulu.
Ayo.
Imut.
Merah muda jelek sekali.
Jika suatu hari aku meninggalkanmu,
apa yang akan kamu lakukan?
Aku akan pergi mencarimu.
Bagaimana jika tidak menemukanku?
Aku akan terus mencari.
Terus mencari.
Kamu sedang apa?
Aku baru saja melihat adegan seru.
Mencari sampai aku tua.
Mencari sampai aku mati.
Bisakah bersikap lebih baik pada komputer tuamu ini?
Jangan dinyala-matikan terus.
Kamu masih tahu ini komputerku?
Kulihat kamu menggunakannya dengan ahli.
Berikan kertas ujianmu.
Peringkat ke-29.
Di rumah, aku hanya bisa menonton acara jam 8 bersama Ayahku.
Biarkanlah aku menonton dua episode.
Satu episode, oke?
Boleh.
Panggil aku Kakak.
Dasar pembangkang, mau memberontak, ya?
Saat kecil, kamu sangat patuh,
masih bisa memanggilku Kakak.
Tidak seperti sekarang, begitu melimpaui batas.
Maksudmu, melampaui batas, 'kan?
Dengan tinggi dan IQ-mu,
tidak pantas menjadi Kakakku.
Sebaiknya kamu menulis membangkang
dan melampaui sebanyak 100 kali dulu.
Kenapa salah menulis kata dalam karangan
disebut karakter Tongjia,
sedangkan saat aku salah menulis kata, langsung mengurangi nilaiku?
Di dunia ini,
hanya tulisan satu orang
yang pantas disebut karakter Tongjia.
Siapa?
Orang yang sudah mati.
Aku sedang mencuci baju.
Ling Chao, tolong buka pintunya.
Baik.
Ling Chao,
selamat malam.
Kamu...
Sudah begitu malam, kenapa mencariku?
Ini biskuit cokelat buatanku.
Pertama kali membuatnya, mungkin tidak terlalu enak.
Ibuku bersikeras menyuruhku turun
dan memberikannya sedikit padamu untuk dicicipi.
Biskuit cokelat?
Aku suka sekali.
Xiao Tu!
Kenapa kamu ada di sini?
Apakah kamu tidak punya rumah sendiri?
Kami adalah saudara kandung beda ayah dan beda ibu.
Rumahnya adalah rumahku.
Apakah ada masalah?
Diam.
Kunyah.
Terima kasih.
No comments yet. Be the first to leave one.