처음 200줄입니다.
Jasa Penerjemahan Film, Series dan Konten! Silahkan WA ke 0895333122239
Tidak.
Kuncinya salah.
Kuncinya salah, mainkan lagi.
Astaga!
Biarkan saja.
Mengapa kau omeli dia? / Nada piano tidak selaras.
Ini. / Mainkan, ayo.
Minum ini, kau sakit. Istirahat, ya?
Saksham, sudah malam. Pulanglah.
Jangan, duduk saja.
Tapi..,
Mainnya belum benar./ Ajari saja besok.
Jangan berhenti hingga kau pelajari cara mainkan instrumen musik dengan benar.
Kau harus hormati.
Atau, catatannya akan marah.
Jika salah satu nada saja, semuanya ikut salah.
Ayo, mainkan! / Terserahmu!
Kau tak pernah menurut!
Kau mengubah rumah menjadi tempat sampah!
Dan ada piano raksasa ini!
Kau sedang sakit, jadi aku harus lakukan semua kerjaan!
Terserahlah!
Kakek, besok aku kembali dan mainkan nadanya dengan benar.
Nada piano yang salah, harus diatur ulang.
Baik, kakek, kuperbaiki besok. / Baiklah.
Selamat malam. / Selamat malam, Nak.
Selamat malam, nenek! / Malam! Langsung pulang!
Siapa juga yang mau tinggal di sini?
Kita hanya terjebak di sini.
Dia terobsesi dengan..,
Musik sialan! Menyebalkan sekali!
Dia tak akan menyerah.
Ada apa?
Kau gagal?
Apa..,
Hei, Saksham! Lihat yang terjadi padanya!
Kau kenapa?
Saksham, lihat yang terjadi padanya! / Kakek!
Kau kenapa? / Kakek!
Kumohon, bangun!
Di sana!
Kita di sini. / Bawa kopernya!
Hati-hati.
Ayo.
Ingat yang kubilang? / Salam.
Sudah bawa bolaku? Aku minta bawakan.
Jangan berisik!
Pankaj adalah adek ketiga.
Apa abang yang lain datang? / Adeknya dalam perjalanan.
Sudah dikabari.
Semua sedang bekerja.
Salam, Bibi. / Salam, Bibi.
Pankaj sudah sampai.
Salam, Paman.
Halo, paman. / Halo.
Apa kabar?
Tuhan memberkati. / Masuklah.
Bagaimana anakmu? / Tuhan memberkatimu.
Dia anaknya.
Salam.
Ayah telah tiada.
Kemari, peluklah.
Aku ingin bicara ke ibu. / Tentu.
Dia semakin gemuk.
Kau bicarakan aku? / Bukan, tapi Pankaj.
Oh. / Dia semakin gemuk.
Ya.
Kakak ipar telah tiada, nak.
Mari ke ruangan itu. Lepaskan sepatu itu.
Kemari. / Ayo.
Kau lapar? / Akan kuambilkan makan.
Dia beruntung.
Ayo, buka.
Panditji, apa ini benar? / Ya.
Baiklah. / Kau harus periksa.
Kurasa ia tambahkan bedak. / Ini milikmu yang lama..,
Bagaimana kerjaan yang lain? / Aku harus ikat berapa simpul?
Beritahu aku. / Tiga.
Pankaj, kau seharusnya memakai pakaian putih.
Biarlah.
Neetu belum datang?
Penerbangannya terlambat.
Dia akan sampai pukul 16:00.
Kau kemari naik apa?
Bis. / Baiklah.
Tiket keretanya penuh. / Sebelah atas sana!
Biarlah, biar kupesan.
karena sekarang sedang libur natal.
Liburan atau bukan, tiket kereta tetap susah didapat.
Kami naik taksi.
Taksi. / Sejauh itu?
Kemari.
Yang penting mereka sampai tepat waktu.
Halo, paman./ Tuhan memberkatimu.
Kapan sampainya?
Aku datang paling pertama.
Aku berangkat, setelah ibumu menelpon.
Ayo, kita harus beli sayuran.
Aku tahu kau akan telat.
Lagipula, dia adik perempuanku.
Pekerjaan tak bisa dihindari, 'kan? / Benar.
Paman, senang kau datang, Jika tidak..,
Jika tidak?
Keadaan akan semakin sulit.
Benar./ Paman pasti lelah, silahkan duduk.
Aku bukan mau istirahat, Gajraj. Ada banyak kerjaan.
Kami sudah di sini, Paman. Istirahatlah.
Neetu bagaimana? Dimana dia? Kapan sampainya?
Jadwal pesawatnya telat. Dia akan segera sampai.
Benar./ Hanya ada satu penerbangan ke Mumbai?
Ayahnya baru meninggal.
Paman, ia tahu ayahnya meninggal. Dia akan segera tiba.
Kau tinggal di dekatnya, di Raebareli..,
...tapi dia datang dari Mumbai. / Tolong ambilkan air!
Kau tak paham? / Ya.
Siapa yang bilang..,
Kakak ipar, kau sudah sampai! / Kemarilah.
Kapan sampainya?
Kapan? Aku sudah duduk 4 jam di sini.
Aku sampai dulaun.
Kau 7 menit lebih awal dibandingku.
Aku sampai 1 jam lebih awal. / Dengar dia?
Kami datang bersama. / Kalian datang bersamaan.
Ya, tapi..,
Neetu sudah sampai. / Neetu sudah sampai.
Dia akhirnya sampai./ Periksa agar yakin.
Dia datang sendirian.
Halo, paman Neetu./ Kau tak bersama istrimu?
Biar kubawakan.
Tak apa. Dia sudah sampai. Biar dia temui ibunya dulu.
Aku tak mau.. / Mau bagaimana lagi?
Mari./ Mana Ibu?
Panditji, cepatlah.
Lepaskan sepatumu.
Lihat, anak kesayanganmu di sini.
Kendalikan dirimu.
Hei, hibur ibumu.
Kendalikan dirimu. / Tenang, Ibu.
Putraku..,
Laali, sudah makin larut.
Ya. / Kita harus pergi.
Cepatlah! / Ibu.
Ayah sudah tiada.
Ayo, bangun.
Tunggu aku.
Paman! / Paman!
Mengapa ia tinggalkan kita seperti ini?
Ramprasad! / Hei!
Hei! Hei! / Hati-hati!
Dudukkan dia! / Biar kubantu!
Hati-hati!
Mengapa dia langsung kemari? / Apa dia pernah mendengarkan?
Kenapa? Dia sulit mendengar? / Bukan itu maksudku.
Aku ingin lihat wajahnya untuk kenangan terakhir.
Silahkan saja. / Ya.
Baiklah.
Salam. / Pergi!
Kenapa dia dimarahi? / Kutahu bensin mobilnya mau habis.
Ia bilang, kami akajn bantu bila perlu. / Kau yang mengantarnya.
Bibi yang lebih tua juga di sini. Mereka di dalam.
Ia masih hidup? / Diam!
Panditji! / Ya?
Semua siap? / Ya.
Kita bawa dia? / Ya, ayo.
Tunggu, paman. Kupanggil Ibu. / Baiklah.
Pergilah.
Bu, sudah saatnya.
Ayo.
Ikut.
"Nama Dewa Rama adalah kebenaran."
"Nama Dewa Rama adalah kebenaran."
"Nama Dewa Rama adalah kebenaran."
"Nama Dewa Rama adalah kebenaran."
"Nama Dewa Rama adalah kebenaran."
"Nama Dewa Rama adalah kebenaran."
Seberapa besar rumahnya? / Sangat besar!
Besar sekali!
Karena kami juga keluarga besar.
Kami tak muat di rumah kecil.
Tak ada anak kecil lagi.
Tapi, aku ingin anak lagi. / Hei, lepaskan aku!
Diam, kalian semua!
Dengar, pulang lebih awal sore ini!
Kita akan makan bersama, aku tunggu!
Aku segera kembali, Savitri.
"Nama Dewa Rama adalah kebenaran."
"Nama Dewa Rama adalah kebenaran."
"Nama Dewa Rama adalah kebenaran."
"Nama Dewa Rama adalah kebenaran."
"Nama Dewa Rama adalah kebenaran."
Krematorium Chandmal
Berapa harga kayunya? / Rs. 400 per ton.
Sungguh? / Ya.
Di kapung kami, biasanya Rs. 200.
Kau benar, kak.
Pak, harganya sudah pas.
Siapa juga yang menawar di tempat kremasi?
Apa yang kau..,
Dia benar. Mereka meunggu kayunya.
No comments yet. Be the first to leave one.