처음 141줄입니다.
Terjemahan sari kata oleh Aman
Ampun.
- -
Intinya, acara minggu depan jangan berantakan seperti tahun lalu, Vin.
- Bagaimana tendanya? - Ayah?
Mengapa pintunya tidak ditutup?
Siapa saja peserta wanitanya?
Ayah.
Sepi sekali.
Apa Siska ikut?
Kalah sama mantan.
Ka.
Lalu?
Ka, mengapa ada darah?
Mungkin itu warna merah kue, Nay.
Bukan.
Bukan.
Bukan, Ka, warnanya beda.
Berarti minggu depan kita berangkat naik bus agar lebih aman.
Tidak, aku sendiri.
Ayah?
Ayah!
Ayah!
Yah? Ayah!
Yah.
Ayah tidak apa-apa?
Ada apa ini?
Mengapa rumahnya berantakan sekali?
Mengapa tidak ditutup jendelanya?
Ayah tidak apa-apa, 'kan?
Ayah.
- Ayah. -
Tidak semua anak kembar hobinya sama.
- -
Naya! Nay!
- Naya! - Ya? Ada apa, Ka?
- Ada apa? - Naya!
- Naya! - Ka?
- Naya! - Raka!
- Naya! - Ka!
- Nay! - Ka! Ya!
- - Ayah!
Ayah! Ada apa dengan Ayah?
Tidak tahu! Saat aku masuk sudah seperti ini!
Yah?
Tolong! Tolong bantu angkat!
Aku akan menelepon ambulans.
[merapal dalam bahasa Jawa sambil menggeram]
Ayah?
Ka!
Ayah!
Aku berlindung…
Tidak ada daya dan kekuatan, kecuali pertolongan Allah.
Alhamdulillahi rabbil alamin.
Itu ilmu hitam.
Ya.
Silakan dilanjutkan oleh anggota keluarga.
- Astagfirullah. - Allahu Akbar.
- Ayo. - Ayo, bantu.
- Ayo. - Mari bersama-sama.
Bismillahirrahmanirrahim.
Tidak ada daya dan kekuatan, kecuali pertolongan Allah.
Kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.
Sudah meninggal…
Insyaallah.
Aku bimbing dari sini saja, Pak RT.
Silakan dilanjutkan.
Bapak mau bicara sebentar.
Begini…
Sepertinya kita tidak boleh lanjut
pemakaman malam ini.
Hujannya masih deras.
Kalau pun nanti reda,
di daerah pemakaman pasti banjir.
Kita lanjutkan besok pagi saja, ya.
Bagaimana?
- Tidak apa-apa, Pak. - Baiklah.
Tidak apa-apa jika Bapak tinggal?
- Tidak apa-apa. - Ya?
- Asalamualaikum. - Alaikum salam.
- Mari, Kak. - Ya, Mas, terima kasih.
- Mbak, asalamualaikum. - Alaikum salam.
- Asalamualaikum. - Alaikum salam.
Nay.
Apakah menurutmu perkataan mereka benar?
Soal apa?
Aku memercayai Ayah.
Tapi mengapa Ayah memegang ini di saat-saat terakhirnya?
Sudah kubilang, aku memercayai Ayah.
Sudah.
Tidak usah dibahas lagi.
Apa kau tidak merasa aneh?
Selama ini Ayah suka menyimpan rajah seperti ini.
Tidak ada alasan masuk akal mengapa Ayah meninggal dengan janggal, kecuali…
- Ada kaitannya sama ilmu hitam. - Raka, cukup!
Tidak seharusnya kita membicarakan ini
di depan Ayah.
Biarkan saja orang-orang itu mau bicara apa.
Kita yang lebih tahu.
- -
- -
Temui Ki Mang?
- -
- Raka! - Naya.
Tadi aku menemukan sesuatu di kamar Ayah.
Tadi aku… Aku lihat ada…
- Lihat apa? - Ada sesuatu!
Ada…
Raka.
Mengapa bisa tiba-tiba hilang?
Mengapa bisa begitu, Ka?
Kita lapor polisi, ya.
Untuk apa, Nay?
Mau bilang Ayah diculik oleh setan?
Lalu, bagaimana? Kau punya solusi apa?
Tadi aku menemukan ini di kamar Ayah.
Coba kau bandingkan.
Rajah yang itu berbeda dengan yang ini.
Ini masih kelihatan baru.
"Temui Ki Mang"?
- Ki Mang siapa? - Mana aku tahu, Nay?
Aku yakin pasti ada sesuatu yang terjadi di kamar Ayah.
Dan foto ini satu-satunya petunjuk kita.
Keluarga Ayah?
Ini keluarga Ayah?
Kita harus pergi ke sana.
Pasti mereka tahu sesuatu soal Ayah.
Desa Rangu?
Tahu apa kau soal desa itu?
Biar aku cari di internet!
Tidak bisakah kau bicarakan dulu denganku?
- Jangan buat keputusan sendiri! - Nay!
Apa kau tidak ingin tahu misteri keluarga kita?
Siapa ibu kita?
Siapa kakek dan nenek kita?
Mengapa selama ini Ayah menyembunyikan asal-usul keluarga kita?
Nay, kau mau alasan apa sama tetangga
kalau mereka tahu jenazah Ayah tiba-tiba menghilang begitu saja?
Setidaknya, kita bisa memberi alasan Ayah dimakamkan di kampung pakai ambulans.
Nay.
Kita harus cari tahu soal keluarga kita.
No comments yet. Be the first to leave one.