처음 200줄입니다.
Servis yang benar. Pelatih Jang melakukannya dengan baik.
Baiklah. Akan aku berikan lagi.
Bersiap.
Hebat! Pukulan bagus. Sekali lagi.
Ayo istirahat.
Kumohon…
GELANGGANG OLAHRAGA MAPO DEPOSIT 2.400.000 WON
Bagus!
Kau sudah gajian?
Di depan sini ada restoran daging baru.
Mereka menjual samgyeopsal …
- Mau makan bersama? - Hebat.
Kau yang traktir.
Sudahlah. Kau memang tak bisa diharapkan.
Uang untuk belikan anak-anak ayam goreng pun tak ada.
Benar. Kudengar kau akan menjadi pelatih di desa.
Itu sekolah yang dilatih oleh seniorku yang seorang penembak dahulu.
Dia akan sediakan rumah, dan gaji lebih jika aku melatih di sana.
Namun, lokasinya lima jam dari Seoul. Kau mau ke sana?
Mustahil. Itu sama saja menyuruh mengasingkan diri.
Benar. Jadi, masih kupertimbangkan.
Hyeon-jong. Besok kau menjadi wasit, 'kan?
Jika tim yang kusebutkan bermain, berpihaklah kepada mereka. Ya?
Meskipun kok keluar garis, bilang saja masuk.
Aku sudah bilang tak mau. Itu merisaukanku.
Pasti dipecat jika ketahuan.
Aku ketua organisasi. Kenapa khawatir?
Bukankah kau butuh uang?
Bagaimanapun, kita dulu adalah atlet.
Harus adil meski tak ada uang.
Jika terus berpikiran begitu,
kau akan kehilangan uang, relasi,
bahkan prinsip hidupmu tadi itu.
Hubungi aku setelah berpikir ulang.
Yang benar saja.
JEONG-YONG
- Kenapa lagi? - Bisakah bantu aku pindahan?
Bayarannya 200 ribu won. Mau?
Sungguh? 200 ribu won?
Namun, bahuku bisa cedera karena itu.
- Memang di mana? - Pusat kebugaran…
Yang benar saja.
Pusat kebugaran? Kau sudah gila? Aku tak mau!
Aku juga kesal. Kapan kau bayar biaya sewa?
Halo.
Jangan berbasa-basi.
Jika tak bayar tunggakan empat bulan senilai dua juta hari ini,
keluarlah dari rumahku.
Aku sudah gajian.
Aku bisa langsung membayarnya.
Astaga. Kau hanya selalu berjanji begitu.
Cara bicaranya galak sekali.
Aku sudah bilang akan bayar.
Aku punya dua juta won.
Syukurlah. Tunggakan biaya keanggotaan,
dan pelatihan Hae-kang dua juta.
Pak, maksudku bukan itu…
Tolong jangan terlambat membayarnya.
Apa?
Ini membuatku gila.
Pak, tapi…
Kenapa biaya pelatihannya sangat mahal sampai dua juta won?
Kami akan ke Saipan.
Rupanya begitu. Jika tak ikut ke sana, apa ada pelatihan di sini?
Benar. Namun, jika tak ikut pelatihan di sana,
dia tak bisa ikut pertandingan musim semi.
Jika begitu, apa tak bisa Hae-kang dimasukkan ke daftar dahulu?
Aku harus membayar sewa hari ini, jadi, uangku kurang satu juta.
Aku berjanji akan bayar besok.
Maaf, Pak.
Dia baru bisa didaftarkan jika sudah bayar penuh.
Rupanya begitu.
Sisa berapa orang yang bisa masuk daftar?
Yang belum membayar ada lima orang,
dan yang bisa masuk hanya satu orang lagi.
Baiklah. Besok aku akan datang lagi.
Namun, aku tak tahu harus membayar biaya pelatihan.
Kami sudah memberi surat pemberitahuan kepada anak-anak.
Lebih dari sebulan lalu.
- Samakan langkah kakinya. - Satu, dua, tiga, empat.
Satu, dua.
Satu, dua.
- Pelatih Yoon! - Halo. Kemari.
- Baik. - Baik.
Tak bayar biaya keanggotaan, dan biaya pelatihan lapangan.
Kalian masalahnya? Atau orang tua kalian?
Maaf, Pak.
Tahu hanya ada sisa satu tempat, 'kan?
Keliling lapangan 30 kali.
Juara pertama bisa ikut pelatihan.
Bersiap, semuanya. Pemanasan dengan benar.
- Baik. - Baik.
- Hei. Lari yang benar. - Tentu saja.
Pasti pemenangnya Hae-kang atau Him-chan.
Pasti Him-chan yang menang. Selamat.
Hentikan. Aku jadi merasa bersalah di depan Hae-kang.
Omong kosong.
Dengan satu kaki pun aku menang.
Benar. Hae-kang juga kuat berlari.
Tetap saja tak bisa kalahkan Him-chan. Dia mantan pelari.
SMP JEONGSEOK
YOON HAE-KANG
LEE HIM-CHAN
Yoon Hae-kang. Kau juara pertama.
Dasar. Kau memang berbakat.
Semangat!
Keluar.
Angka penentu.
PANITIA, JURI
Masuk.
- Masuk. - Hebat!
Wasit! Jangan bercanda!
Kenapa itu dikatakan masuk?
Hei! Kau sudah disuap, 'kan?
- Apa… - Apa katamu?
Kenapa kau bicara begitu?
Sudah jelas itu keluar!
Kok itu masuk dulu, baru keluar.
- Sejak awal jatuh di luar! - Jika terlalu marah,
- bisa saja terlihat begitu… - Jelas keluar!
Tenang. Memang tipis sekali dari garis…
Kau berkata masuk, padahal keluar!
Kami kalah karena kau!
- Kenapa kau? - Tenanglah.
- Teganya kau! - Kumohon!
- Menangkan kami! - Apa yang akan kau lakukan?
Gi-yeong, kau butuh uang, 'kan?
Katakan saja masuk di dalam garis.
Tenang saja. Tidak perlu khawatir.
Hari ini, Hyeon-jong melakukannya, dan tak ada masalah…
PUSAT KEBUGARAN
Aku pasti gila. Kenapa ke sini?
DALAM PERBAIKAN LIFT RUSAK
Astaga.
Dia menyebalkan.
Di mana tempatnya?
Astaga, sakit sekali.
Astaga.
Jeong-yong sialan.
KLUB BISBOL
Halo.
Halo, Pak.
Halo, Pak Yoon.
Ya.
Maaf, Pak.
Bisakah kau beri aku waktu sampai besok?
Uangku masih kurang 300 ribu won.
Apa nama Hae-kang tak bisa dimasukkan lebih dulu?
Kau belum dengar dari Hae-kang?
Pak Pelatih beri tempat terakhir
untuk anak yang juara pertama saat tes stamina.
Hae-kang yang juara pertama.
Apa benar begitu?
Meskipun begitu, aku akan tetap bayar.
Kau tak perlu membayar biaya pelatihannya.
Tidak. Aku harus membayarnya.
Itu adalah sebuah kewajiban.
Para orang tua sangat hebat.
- Yoon Hae-kang! - Ya!
Dia kompetitif sekali. Dan sangat cepat.
Aku iri kepada Hae-kang. Dia ikut pertandingan tanpa bayar.
Hae-kang memang paling unggul.
Namun, orang tua marah karena Hae-kang jadi pemain inti tanpa bayar.
Pelatih juga pasti mau pakai dia.
- Kau benar. - Kau benar.
Lemparanmu bagus belakangan ini. Staminamu juga meningkat.
Terima kasih.
Aku sudah bicara kepada kepala pelatih.
Pemain untuk pertandingan musim semi
adalah Him-chan.
Apa? Bukan aku?
Kau bilang lemparanku semakin baik.
Aku juga menang lomba lari tadi.
Kau tahu aku sudah berusaha keras.
- Dia membayar. - Apa?
Ayah Him-chan membayar biaya pelatihan tadi.
Para orang tua sangat hebat.
Ayah Him-chan bekerja di perusahaan besar sebelum berhenti bekerja.
Tolong jaga Him-chan.
Setelah tahu harus ada biaya pelatihan, dia kerja paruh waktu di toserba,
dan bekerja di pasar setiap pagi hari.
Astaga.
Ayam goreng! Ada acara apa?
Kau pulang malam sekali, Nak.
Ya. Aku bermain dulu dengan teman-teman.
Harum sekali.
Kudengar akan ada pelatihan?
Kenapa tak bilang ayah bahwa harus bayar?
Aku lupa.
Yang juara pertama lari bisa masuk daftar.
Namun, aku juara dua.
Ayah tahu Him-chan, 'kan? Dia mantan pelari.
Aku akan menang darinya lain kali. Jangan khawatir.
Ayam gorengnya dingin. Aku pulang duluan.
Mohon bayar biaya pengobatan Yoon Hae-in dalam dua hari.
Total biaya pengobatan 258 ribu won.
FEBRUARI, 2021
Sudah kemas semua barang?
Apa kau mau begini terus?
Hae-in, katakan juga kepadanya
No comments yet. Be the first to leave one.