처음 200줄입니다.
INI ADALAH KARYA FIKSI. PARA TOKOH, ORGANISASI,
NAMA TEMPAT, DAN INSIDEN, TIDAK AKURAT SECARA HISTORIS.
Ayah…
Ayah.
Ayah sangat sedih
tak bisa melihatmu
tumbuh dewasa, putraku.
Ayah…
Yang Mulia.
Putra Mahkota.
Kemarilah.
Silakan bicara, Yang Mulia.
Saat ayah memikirkan orang sepertimu
akan mewarisi takhta yang ayah jaga dengan darah dan keringat,
itu membuat ayah begitu murka
hingga ayah tak rela
menutup mata.
Ayah begitu khawatir
kau akan mengeksekusi Gyeongin yang masih amat muda itu
akibat kebencianmu terhadap ayah.
Maka, berjanjilah kepada ayah
bahwa kau akan melindungi adikmu.
Yang Mulia,
itu bukan cara memohon yang baik.
Ayah harus memohon dengan air mata,
dan bersujud sepenuh hati.
Terkutuk kau…
Baiklah.
Ayah akan mengawasi…
bagaimana duniamu akan berubah,
dan bagaimana…
kau menanganinya.
Kau makhluk menjijikkan!
Ayah!
Tunjukkan rasa hormatmu.
Kembalilah, Baginda Raja!
Kembalilah, Baginda Raja!
Kembalilah, Baginda Raja!
- Baginda Raja! - Baginda Raja!
- Baginda Raja! - Baginda Raja!
- Baginda Raja! - Baginda Raja!
Yang Mulia.
Takhta kerajaan yang Ayah jaga dengan darah dan keringat…
akan kujaga dengan baik.
Maka, pergilah dengan tenang.
Tampil dengan baik, aku hidup.
Tampil dengan buruk, aku mati.
Mari kita bersenang-senang!
Ini dia!
Apa kalian tahu
hal apa yang paling mengerikan
di delapan wilayah Joseon?
- Apa itu? - Aku tahu!
Yang paling mengerikan itu harimau!
- Harimau? - Tentu bukan!
- Kesemek kering! - Atau wabah?
Atau orang Jepang?
- Tentu bukan. - Lalu, apa?
- Bukan semua itu. - Lalu?
Dia jauh lebih mengerikan dari wabah
dan lebih mengerikan dari orang Jepang
yang akan memotong hidung dan telingamu!
Itu adalah…
Siapa?
Bahkan setan pun akan meludahinya
dan menghindari anjing gila ini!
Anjing gila!
Dia…
bajingan!
- Apa? Bajingan? - Bajingan?
Terkutuk kau!
Beraninya kau berjalan mendahuluiku
sementara aku, Sang Raja, ada di sini?
Pengawal!
Seret dan pecut dia!
Kenapa ragu?
Jangan berhenti sampai dia mengaku.
- Baik. - Baik.
Tunggu.
Kumohon…
Kumohon, ampunilah aku.
Baiklah.
Siapa ketua komplotan pengkhianat ini?
Sebutkan namanya.
Sebut namanya!
Pangeran Neungchang.
Neungchang?
Maksudmu, kakek dari Pangeran Gyeongin?
Benar.
Yang Mulia,
apa keputusanmu?
Segera tangkap pengkhianat itu!
Pengkhianat?
Siapa yang mengatakannya?
Aku ingin segera menemui Ibu Suri!
Yang benar saja.
Itu mustahil.
Lagi pula, bisa apa kau setelah menemui Ibu Suri?
Terkutuk kau, Shin Chi-soo!
Apa yang kau katakan kepada Paduka Raja
dengan lidah busukmu itu?
Kau kira aku akan tinggal diam?
Begitu aku dibawa ke hadapan Paduka,
akan kuungkap seluruh kejahatanmu!
Ibu, tolong aku!
Ibu!
Beraninya kau! Tidak!
Lepaskan Pangeran!
Terkutuklah kalian. Berani-beraninya menyentuhku!
Pangeranku!
Pangeranku!
Paduka Raja!
Teganya kau bersikap keji kepada ibumu ini?
Setelah memenggal ayahku yang tak berdosa,
kini, kau rebut putraku yang tak bersalah dariku.
Apa kau tak takut kutukan para dewa?
Paduka Raja!
Yang Mulia,
Pangeran Muda
tak mungkin memimpin pengkhianatan.
Pangeran Neungchang telah dihukum,
tetapi mohon pahami, Pangeran Muda tak bersalah.
- Yang Mulia. - Yang Mulia!
Jangan ampuni dia!
Namanya muncul dari mulut pengkhianat.
Kepala Badan Sensor telah lalai
dengan memohon pengampunan bagi Pangeran Muda.
Yang Mulia,
kau harus menghukum dia
untuk mencegah kejahatan terjadi di masa depan.
Yang Mulia.
Walau bersalah, bukankah dia keluargamu?
Bila kau menghukumnya dengan berat,
kau akan dikritik
telah menyimpang dari jalan raja yang bijak.
Beri dia kemurahan hatimu.
Yang Mulia,
perkataan Kepala Badan Sensor
sama seperti memintamu berhenti membasmi para pengkhianat.
Beri hukuman tegas, tak hanya kepada pengkhianat
yang mengguncang fondasi negeri ini, tetapi juga Kepala Badan Sensor
dan Inspektur Jendral.
Wakil Menteri Kehakiman sudah bertekad
membunuh Pangeran Muda.
Keputusan ada di tangan Paduka Raja.
Kak, kenapa baru datang sekarang?
Kakak tahu berapa lama aku menantikan Kakak?
Yul,
dengarkan perkataanku baik-baik.
Aku harus…
mengirimmu pergi untuk beberapa waktu.
Jadilah anak yang baik, makan yang banyak, dan tunggu aku di sana.
Maka, aku akan menjemputmu.
Kakak janji, ya?
Aku anugerahkan kepada Shin Chi-soo
yang melindungi negeri dari para pengkhianat
Lencana Kehormatan Tertinggi
dan gelar sebagai Adipati Goseong.
Yang Mulia.
Kemurahan hatimu tak terukur, Yang Mulia!
Apa kalian menikmatinya?
Bayarlah bila kalian menikmatinya!
Lihat dia, dia begitu kelelahan.
Apa ini? Kau harus bayar lebih.
Astaga, tunggu!
Kau mencuri uang kami, ya?
Astaga…
Wajahnya rupawan untuk seorang berstatus rendahan!
Beraninya kalian!
Karena kalian masih begitu haus darah,
aku tak boleh berhenti menggila, 'kan?
Dasar! Kalian lebih gila dari aku.
Hei!
Terima ini!
Apa maksudmu
tak bisa membayar kami sepeser pun?
Jangan bilang kalian mengharap bayaran
setelah mengolok-olok raja di halamanku?
Namun, Tuanku!
Kau minta kami menghibur dengan cara apa pun.
Mengapa jadi begini?
Diam kau!
Bersyukurlah aku tak melaporkanmu.
Jadi, enyahlah!
Tuanku!
- Hei! - Dia menyuruh kalian pergi!
Tuanku!
Enyah!
Jutawan bijak apanya?
Makan ini, dasar bajingan tua!
Apa-apaan?
Bocah tengik,
kenapa kau meludahiku?
Dasar jorok.
Mau apa lagi kau?
Tadinya akan kurelakan,
- tetapi aku tak bisa. - Apa?
Kau mau ke mana? Hei!
Kakak!
Ada makanan tidak, ya?
No comments yet. Be the first to leave one.