처음 200줄입니다.
POLISI
Dasar penjahat! Kau tak seperti Mbali! Mbali…
Polisi, tangkap dia! Tangkap dia!
Penipu ini!
Hei! Kemari!
Ayo, Teman-Teman! Dia di sisi ini! Ayo!
Ini dia!
- Hei! Apa yang terjadi? - Minggir!
Hentikan dia!
Hei, kau! Kau! Berhenti!
Tangkap dia di sana!
Darahku…
…adalah darah saudaraku.
Yang Mulia.
Wali Meyer melawan Malan mengonfirmasi
bahwa pengadilan ini punya kewenangan menyatakan seorang saksi tak kooperatif
jika perilakunya bersifat merugikan…
Keberatan, Yang Mulia.
Dia yang panggil saksi.
Jawabannya tak mendukung kasusnya, namun itu bukan berarti tak kooperatif.
Saya rasa dewasa ini dalam Kekerasan Berbasis Gender,
aksi emosional telah menggantikan penuntutan yang semestinya.
Cukup, Tuan Schultz.
Kalau ini? Ini kasus kekerasan berbasis gender.
Terdakwa adalah tokoh masyarakat.
Taruhannya bukan hanya bersifat legal, namun juga sosial.
Penghindaran saksi tak hanya menghalangi pengadilan, sistem hukum,
namun juga kebenaran yang juga hak korban.
Ya, Sayang!
Semuanya dimohon berdiri.
Terdakwa dinyatakan bersalah atas semua tuduhan.
Hukuman akan mencerminkan beratnya kejahatan ini
dan harga diri para korban.
Oh, Mbali
Oh, Mbali Mereka yang mengenalnya
- Belum pernah melihatnya seperti ini - Oh, Mbali
Oh, Mbali
Mereka yang mengenalnya Belum pernah melihatnya seperti ini
Belum pernah yang seperti ini
Belum pernah yang seperti ini
Belum pernah yang seperti ini
Belum pernah …
Harus kuakui, kau cukup brilian tadi.
Makasih. Biasanya tak ada penonton. Kau di bidang hukum?
Semacam itu.
Hukum berada di belakang pekerjaan kami.
Bahkan kurasa kami punya kasus yang bisa kau bantu.
Aku bekerja untuk Negara, maka tak bisa. Maaf.
Ini urusan pribadi.
Tentang kakakmu.
Kakakku sudah meninggal. Dia…
Dia meninggal 13-14 tahun silam.
Aku tak… Aku tak mengerti.
AKU MATI DEMI IBU
Kita membangun Gaz’lam untuk menghentikan urusan narkoba ini!
Kami mengemis kepadamu. Kami memohon.
Kau melanjutkan urusan busuk ini!
Kau ingin merusak hariku!
Berengsek! Kau tak mendengarkan!
- Hei, Mos! Mos… Jangan ganggu anak itu. - Enyahlah!
- Enyahlah! - Enyahlah!
Hei, Mos. Tunggu, Bung. Jangan ganggu anak itu.
Kau akan dibebaskan besok, bukan?
Hei, Gaz’lam pun tetap ada besok.
- Hormat! - Tak pernah berakhir!
Bahkan di luar penjara, itu akan tetap ada.
Hormat!
Tundukkan kepala!
Tahanan.
Mos Besar.
Komandan Kilo. Komandan Raja.
Moses yang terkenal. Hormat, Pria Hebat.
- Hormat! - Mereka menunggumu.
Ini untukmu.
Makasih.
Tundukkan kepala!
Tahanan.
Tentu, Bos.
Lihat dirimu!
Kau tahu apa tentang cerutu Kuba?
- Lihat pria ini. - Lupakan, Bung.
Kau akan dibebaskan.
Tapi sungguh, Mos, Saudaraku…
Aku akan merindukanmu!
Dia akan menangis. Lihat dia.
- Dia bahkan merajuk. - Kau yang merajuk.
Untuk apa aku menangis?
- Ada apa? - Mari kita rayakan.
- Hormat. - Ya!
- Hormat! - Ya!
- Hormat. - Ya!
Hormat!
MaZet… Lihat ini.
Miras jeli rasberi yang enak.
Isinya lengkap.
Dengar, aku tahu jika menyangkut perencanaan,
- kau genius. - Salam!
Ya!
Halo!
- Ya! - Saudara-Saudara, dengarkan aku.
Diam, Anjing!
Jika kulakukan semuanya dengan caraku, cara Scarra,
kalian tak akan berseragam jelek ini, tapi berpakaian bergaya.
Baiklah, kita persilakan Jenderal Moses dan dengarkan hal yang ingin dia katakan.
Darahku…
…adalah darah saudaraku!
- Darah saudaraku… - …adalah darahku!
Darahku…
…adalah darah saudaraku!
Saudara-saudaraku.
Besok, apa pun yang terjadi,
Gaz’lam akan selalu ada.
Di sini dan di luar sana.
Maka hari ini, kita merayakan.
Kita akan makan jeli.
Kita bersenang-senang.
Wah …
Darahku…
…adalah darah saudaraku!
Darah saudaraku…
…adalah darahku.
- Darahku… - …adalah darah saudaraku!
- Halo, Saudara-Saudaraku. - Halo.
- Pemimpin! - Hei, Laras Pendek.
Laras Pendek, Bung.
Kami akan merindukanmu.
Kupu-kupu.
Darah saudaraku…
- Kalian menyukai itu. - Tidak.
Tidak, Bung. Tidak…
- Itu kesukaanmu. - Pak Tua, ini barang-barangmu.
Pemimpin, awasi semuanya untuk kami saat kau keluar, ya?
- Benar. - Hormat.
Jika berada di posisimu,
aku akan langsung pergi ke Durban untuk berenang di pantai.
Bukankah ada bir dingin?
- Bir! - Yang sedingin es!
Hei, hati-hati dengan anjing ini!
Hajar dia!
Buat dia jera!
GEREJA, TUHAN ADALAH KASIH
- Roh itu sedang bangkit. - Tuhan!
Roh Kudus. Yang Maha Kuasa.
Haleluya!
Amin!
Saudara-Saudaraku!
- Amin! - Mari kita berdoa.
Nama-Mu berkuasa.
Kami memohon kepada-Mu saat ini…
Halo, Gadis Gereja.
- Kemari. - Hentikan! Astaga.
- Dengan tali gerejamu. - Jangan terang-terangan.
- Lihat gaya rambut baruku. - Coba kulihat…
Lebo Mathosa!
Hei.
Aku akan mengantarkan Ntombi. Aku akan segera kembali, ya?
Ada apa? Semua beres?
Hanya sebuah kasus.
Sejak kapan kau bawa pulang kasus?
- Itukah kebiasaan advokat? - Semacam itu.
Jangan pulang terlambat.
Kau mulai lagi, bersikap seperti ibuku.
- Dah. - Tutup pintunya.
Astaga. Baiklah, Ibu.
Sphe, kau mau bermain dengan kakakmu?
Ya.
Mbali, ambilkan es krim juga untuk Sphe.
Baiklah.
Mbali!
Mbali!
Agnes.
Kau pantas mendapat nilai sempurna karena banyak akal.
Kau gemetar… Ada apa lagi?
Kau gemetar?
- Kita sudah sepakat. - Tidak, tadinya sepakat.
Kau cenderung lupa siapa pemimpin di sini.
Dari semua hal yang kau sebutkan,
apa yang paling kutunggu?
Aku sudah ingin melihat kejadian besok.
Agnes, kenapa kau tak membiarkanku pergi?
Aku sudah lama di sini, 18 tahun penuh.
Aku tak memercayaimu.
Sebentar lagi, kau akan mengatakan aku tak terkendali.
Andai kau tak membunuh bisnisku,
kita akan membicarakan cara untuk maju.
Aku sudah bukan pengadu.
Aku tak melakukannya lagi. Jika bukan aku, orang lain akan melakukannya.
Saat benar-benar kupikirkan,
kau sangat penting di sini.
Jika kau pergi, para pembuat onar ini akan bersama siapa?
Agnes.
Hei, pergilah!
Hei, Tahanan! Kemarilah!
Kepala Sipir, apa aku akan keluar?
Kemarilah. Ulurkan tanganmu.
Hei! Apa yang sedang kau lakukan?
Pergilah! Kau sedang apa?
Kemarilah.
Ambil. Pegang ini.
Semoga berhasil di pengadilan besok.
No comments yet. Be the first to leave one.