처음 200줄입니다.
REVENANT
KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI HANYALAH FIKSI
ADEGAN MELIBATKAN AKTOR CILIK DIREKAM DALAM SITUASI AMAN
"EPISODE 5"
Pak Kim?
Pak Kim, kau di dalam?
Sedang apa kau di sini? Aku mencarimu ke mana-mana.
Kurasa perkataanmu benar, ada sesuatu di desa ini.
Boneka jeraminya sudah ditemukan?
Boneka jeraminya tidak ada. Bu Park membakarnya.
Apa?
Dia memanggil hantu gentayangan ke desa ini
karena ingin melihat putrinya lagi.
Apa maksudmu dia memanggil hantu?
Bagaimana caranya?
Kita harus mencari tahu
metode yang dia pakai untuk memanggil hantu gentayangan itu.
Jangseung…
Belokan kedua...
Ada apa dengan jangseung ?
Jangseung tidak hanya berfungsi sebagai dewa penjaga kota.
Mereka juga memainkan peran penting lainnya.
Jangseung terletak di ibu mata angin desa,
"JENDERAL MERAH DARI SELATAN"
berfungsi sebagai kompas untuk para pelancong saat itu.
Tapi bukan itu saja.
Jangseung yang bertuliskan arah-arah ke tujuan terkenal,
fungsinya mirip dengan papan penunjuk arah zaman sekarang.
INI BAEKCHAGOL, KURANG DARI 10 RI KE GERBANG MENUJU JEPYEONG
LAUT KUNING 30 RI KE BARAT DAN HANYANG 220 RI KE TIMUR LAUT
Singkatnya,
jangseung seperti GPS di zaman mereka.
Dia menggunakan jangseung .
Dia tidak membuat jalan untuk manusia,
melainkan untuk hantu.
Apa yang kau lakukan?
Ini bukan yang asli, tapi isinya hasrat
dari banyak orang yang mengadakan upacara saat itu.
Kita bisa mengulur waktu.
- Pastikan videonya tetap menyala. - Profesor Yeom!
Kau mau ke mana, Profesor Yeom?
Gerbang yang dilalui hantu seharusnya ada di timur laut.
Kemungkinan besar jangseung -nya di utara, tempat matahari tidak bersinar.
TOKO
Apa?
JENDERAL HITAM DARI UTARA
Jenderal Merah dari Selatan, Jenderal Merah dari Selatan,
Jenderal Merah dari Selatan...
Jenderal Merah dari Selatan...
Jenderal Merah dari Selatan...
Dia mengubah utara menjadi selatan.
Gerbang untuk hantu di utara.
Dia menghalangi jalan menuju akhirat dan mengurung para hantu.
Ayah.
Ini aku, Sanyeong.
Ayah,
apa Ayah...
mengenaliku?
Bukan...
aku.
Apa...
maksud Ayah?
Bukan Ayah?
Aku takkan membiarkan siapa pun menyakiti putriku.
Tolong hentikan, Bu.
- Putrimu sudah mati. - Dia belum mati!
Lihat, dia jelas masih hidup!
Kau mau semua penduduk desa mati?
Aku harus menghentikan ini,
jadi, terserah kau saja.
Maafkan aku.
Aku tidak punya pilihan.
Aku salah.
Kumohon, biarkan aku
bersama putriku sehari saja.
Tolong minggir.
Kumohon padamu!
Kubilang, tolong minggir.
Tidak, kumohon.
Jangan begini.
Tidak, jangan! Tidak!
Tidak, kumohon. Tidak!
Tidak!
Apa maksudnya Ayah tak punya pilihan?
Maafkan aku, Sanyeong.
Maafkan aku.
Ayah?
Ayah?
Ayah.
Ayah?
Ayah,
masih banyak...
yang ingin kuceritakan.
Masih ada banyak hal yang belum sempat kukatakan.
Ayah.
Banyak sekali yang ingin kutanyakan!
Ayah!
Kau baik-baik saja?
Tunggu, aku akan memanggil dokter.
Aku melihat ayahku.
Apa maksudmu?
Ayahku ada di sana.
Dia muncul sebagai hantu gentayangan?
Kau yakin itu dia?
Dia bilang, "Bukan aku."
Katanya dia menyesal dan tidak punya pilihan.
Lalu dia menghilang.
Sanyeong!
Tunggu sebentar. Hanya boleh satu wali.
Aku walinya. Aku ibunya.
Izinkan aku memeriksa...
- Sanyeong! - Kau di sini.
Ada apa denganmu?
Kenapa kau terus berurusan dengan Sanyeong?
Tekanan darah dan denyut nadinya normal.
Tapi dia tetap harus diperiksa di rumah sakit besar...
Kenapa kau memedulikan putriku?
Dia mau diperiksa atau tidak, biar aku yang urus.
Jadi, jangan hubungi Sanyeong lagi.
Sanyeong. San…
Cukup, Bu.
Apa yang terjadi? Kenapa kau bisa masuk rumah sakit?
Aku ingin pulang.
Ada apa denganmu? Kau marah kepada Ibu?
Tahukah kau betapa cemasnya Ibu saat mendengar kau...
Ibu berbohong soal apa lagi?
Ibu bilang Ayah sudah meninggal padahal dia masih hidup dan sehat.
Ibu juga merahasiakan soal kampung halaman Ibu?
- Hentikan. - Apa yang terjadi di sini?
Kenapa Ibu menyuruhku meninggalkan tempat ini?
Ibu bilang hentikan.
PERKIRAAN TANGGAL KELAHIRAN
25 Februari,
di tahun aku berusia lima tahun.
Ada apa di tanggal itu?
Tertulis "perkiraan tanggal kelahiran".
Hari apa itu?
RUMAH SAKIT UMUM BYUNGCHEON
Itu tanggal kelahiran adikmu.
Yang meninggal di sini.
Tanggal kelahiran adikmu yang meninggal di sini.
TAHUN 2002
Anak kedua kita akan lahir dua bulan lagi.
Menurutmu anak kita laki-laki atau perempuan?
Aku ingin anak perempuan seperti Sanyeong.
Tapi kurasa
yang ini mungkin laki-laki karena gerakannya berbeda
dari saat aku mengandung Sanyeong.
Anak kedua itu akan mati.
Aku akan membunuhnya.
Sayang?
Sanyeong.
Kemarilah. Tidak apa-apa.
Semuanya baik-baik saja.
DESA BAEKCHAGOL
Ibu!
- Astaga. - Ibu.
Astaga, sedang apa kau di sini?
- Kau datang sendirian? - Ya.
Astaga, kau pasti lelah.
Astaga.
Apa? Kau ingin melahirkan di sini?
Aku merasa nyaman jika di dekat Ibu.
Bagaimana dengan Sanyeong?
Aku ingin membawa dia, tapi ibu mertuaku sangat menentangnya.
Aku akan menjemputnya begitu pulih setelah melahirkan.
Kau bilang tidak suka perdesaan dan menikahi pria dari Seoul.
Lalu kau berhenti berkunjung setelah melahirkan Sanyeong.
Kenapa tiba-tiba bersikap begini?
Gangmo setuju kau melakukan ini?
Ada apa?
Ada apa?
Katakan.
Entahlah.
Ibu, aku takut sekali.
Ada apa?
- Entahlah. Aku hanya sangat takut, Bu. - Nak, tidak apa-apa.
Kau mungkin salah dengar.
- Begitukah? - Tentu saja.
Bagaimana bisa seorang ayah mengatakan itu tentang anaknya?
Kau bilang dia menyayangi Sanyeong.
Memang benar.
Istirahatlah hari ini.
- Ya, Ibu juga harus tidur. - Baiklah.
Tidurlah.
Anak kedua itu harus mati.
Anak kedua itu harus mati.
Anak kedua itu harus mati.
Tidak!
Kau harus makan sesuatu agar energimu kembali.
Sangat disayangkan bayinya meninggal, tapi kau harus bertahan hidup.
Kau tidak memikirkan Sanyeong?
Ayolah, sesuap saja.
Kau benar.
Gangmo datang hari itu.
Gangmo?
Ibu yakin
itu dia?
Ya.
Ibu sangat sibuk mencemaskanmu dan menelepon 119,
No comments yet. Be the first to leave one.