처음 109줄입니다.
ZainuddinAri
ZainuddinAri mempersembahkan
Umar bin Khattab
ZainuddinAri mempersembahkan
Umar bin Khattab
ZainuddinAri mempersembahkan
Umar bin Khattab
ZainuddinAri mempersembahkan
Umar bin Khattab
Episode 13
Uhud 7 Syawal
Tahun Ke-3 Hijriah
Rasulullah memerintahkan kalian agar tak beranjak dari tempat kalian.
Tetaplah berdiri tegak untuk hadapi musuh
meskipun ada sekumpulan burung menghadang.
Allah Maha Esa.
Ayo kemari, kita bertarung.
Demi zat yang aku berada di tangan-Nya.
Tak kutinggalkan dirimu sampai pedangku mempercepatmu ke neraka, atau mengantarku ke surga.
Wahai anak pamanku! Aku memuji Allah yang Mahapengasih.
Allah Maha Esa.
Bukankah kau telah siap membunuhnya?
Anak pamanku, ia memuji Allah Mahapengasih saat ia tersungkur di atas tanah.
Ayo Bani Abdidar! Ayo lindungi barisan belakang!
Tebaskan semua senjata yang tajam.
Allah Maha Esa.
Kalau kalian maju akan kita peluk, kami hamparkan kasur yang empuk.
Kalau kalian mundur kita akan berpisah, perpisahan tanpa cinta kasih.
Kembalilah ke medan perang! Kembalilah berperang!
Harta rampasan perang.
Tetaplah di tempat kalian, jangan beranjak pergi.
Hamzah.
Hamzah telah terbunuh.
Kembali ke Rasulullah, kaum muslimin! Ayo kembalilah ke Rasulullah!
Hamzah.
Kami membalas kalian, Abu Bakar, perang demi perang yang begitu berbekas.
Hampir hilang sabar Uthbah, diriku, saudaraku, pamanku dan Bakri.
Kau telah mengobati dirimu dan kau telah laksanakan perintahku.
Kau telah mengobatinya, Wahsyi, dada seorang gagah berani.
Jadi terima kasih Wahsyi, aku sangat senang sampai aku dikubur.
Kemarilah, Abu Dasmah! Kau telah jalankan tugasmu, telah datang waktu pembebasan.
Oh... Alu Hubal.
Oh... Alu Hubal.
Aku bebas, bebas, bebas, bebas, bebas, bebas, bebas, bebas, bebas.
Siapa yang mengizinkanmu?
Ada apa denganmu? Memang apa yang telah kulakukan?
Jangan sentuh apa pun tanpa izinku!
Sombong sekali, padahal tak sampai kupakai perhiasan itu di leherku.
Memang siapa yang lebih berhak atas itu? Apa kau mengkhususkan itu untukmu?
Bagus sekali, apa kaukira orang akan melihatmu karena perhiasan ini, Binti Uthbah?
Siapa yang ingin pamer di depan orang? Memang ada orang di sini?
Apa Hindun memberikan syarat bagaimana kau menggunakannya?
Itu milikmu, bisa kaugunakan sesukamu kalau kau tak menjualnya.
Siapa yang memakai perhiasan itu saat kita menikah besok?
Ada apa denganmu? Bukankah kau merdeka? Kau sudah bebas, 'kan? Bagaimana dengan janjimu?
Ya, aku memang sudah bebas, lalu bagaimana?
Pinjamkan aku dengan apa yang kaupunya?
Bukan begitu, bagaimana mungkin aku menikahimu sedangkan kau adalah budak tuanmu.
Apa mungkin tuanmu membebaskanmu karena jasa Wahsyi?
Jauhkan itu dariku, sebenarnya aku sebagai budak untuk jadi pembantu, bukan tawanan.
Kurang ajar, diamlah!
Pekerjaan begitu banyak, tak ada seorang wanita terhormat di Quraisy kecuali semua ingin memiliki ini.
Ya, itu memang lebih berharga dariku.
Tidak, Wahsyi. Kau belum bebas, kau akan mengetahuinya besok.
Ibnu Walid, kau sungguh hebat bisa membalas rasa dendam kami.
Saat kau bermalam di Mekah, semua membicarakan dan memujimu, aku ikut senang.
Tapi aku tak seperti yang kaurasa.
Sebenarnya apa yang mereka bicarakan?
Ya, kita tahu dendam untuk siapa, tapi kita tak tahu dari siapa.
Kita telah bersumpah dengan perang kemarin, dengan Bani Kinanah.
Dan kami bertemu muka dengan anak paman kami serta mengajak budak untuk ikut berperang.
Sudah kebiasaan bangsa Arab menjaga hak anaknya untuk balas dendam.
Sekarang kita dendam dari diri kita untuk diri kita.
Dan kita akan mengajak juga para budak.
Aku tak habis pikir kenapa orang Yatsrib masih menerima Muhammad.
Seolah mereka tak sadar telah kalah.
Ada apa, Wahsyi?
Tak apa-apa Tuan, tak ada apa-apa.
Apa yang ia lakukan di sini? Ikut duduk bersama kita?
Kaubilang tak ada apa-apa, siapa yang menyuruhmu duduk di sini?
Apa kau mau mengejek pertemuan kami?
Kalau kau tak ada kerjaan, pergi saja, dan urus kudaku, akan kuberi kau upah.
Apa budak punya hak untuk ikut serta dengan pertemuan kita,
dan berharap bisa bersama dengan kita?
Lalu berharap merasakan kenikmatan yang tak pernah mereka dapatkan?
Apa yang telah Muhammad lakukan benar-benar buruk, ayahku telah dibunuh oleh budaknya.
Kalau begitu tak ada cara lain kecuali balas dendam.
Lalu Wahsyi, ia membusungkan dadanya sambil berkata, "Aku telah membunuh Hamzah."
Sungguh orang yang dibunuh lebih baik dari yang membunuh.
Lihat jalanmu, Budak!
Raihanah! Berhenti!
Menjauhlah, orang yang tak menganggapku.
Sekarang terlihatlah orang yang menganggapmu.
Tidaklah lelaki merdeka dan wanitanya kecuali salah satunya melamar?
Aku bertekad untuk membelimu dari tuan dengan perhiasan itu, lalu kita menikah.
Terlambat, semua sudah berlalu.
Kurang ajar. Bicara apa kau? Bukankah itu yang kauminta dariku?
Tidak setelah itu, Wahsyi!
Aku berserah diri dan mengikuti Muhammad.
Kaulakukan itu?
Kalau ingin kau buka aib tuanku, lakukanlah!
Demi Allah aku tak lebih baik dari Sumayyah binti Khoyyat, atau Bilal bin Rabah.
Bilal bin Rabah, Wahsyi.
Orang Quraisy! Meskipun kita berbeda dalam hal agama,
tapi musuh kita sama, Muhammad dan sahabat-sahabatnya.
Telah datang kaum yang merusak perdagangan, padahal kita yang menguasainya,
mereka adalah Muhammad dan sahabatnya.
Jadi aku datang kepada kalian membawa muslihat yang akan mematahkan sistem mereka.
Pertama kita masuk dari kotanya, adapun Ghatafan harus siapkan enam ribu pasukan.
No comments yet. Be the first to leave one.