처음 198줄입니다.
Enyah kau.
Dasar tolol.
Enyah!
Kuat juga.
Mati saja!
Azusa, kumohon. Lepaskan aku.
Azusa, tolong.
Tunggu sebentar.
Buka pintu-nya.
Ayo isi lagi...
- Cepatlah. - Ini yang ke-2.
1,2,... 3!
"Kematian Bagi Penerima Pesan".
"HP" ini pinjaman Sekolah.
Ditandai dengan "Gantungan"...
agar tidak tertukar...
begitu deh.
Kau senang sekali.
Tentu saja senang, ini kan: "Wisata Kelulusan"!
Ayo kita foto-foto: "Wisata Kelulusan"!
Emiri, sedang hubungi "Pacar Korea-mu" ya?
Iri deh, Emiri punya Pacar yang menunggu di seberang.
Bukan begitu.
- Coba lihat foto-nya. - Eh, tunggu...
Aku juga mau.
- "Tampan"! - Benar lho!
Hey, kalian. Lihat kesini!
Hideki, Hiroyuki, ayo kalian juga.
Wisata Kelulusan di Korea...
kita akan senang-senang...
- di Korea. - Apaan sih?
- Tidak lucu. - Di Korea...
Wisata Kelulusan?
Bila "Itu" tidak terjadi, pastinya aku tidak disini.
"Ikut Bersama Mereka".
Kau tau maksud-ku?
PAM, setelah "Kematian-mu". Keaadaan sedikit berubah.
Kupikir hal itu...
menyadarkan mereka, dari Dosa-dosa nya.
Dan membuat Jera.
Namun aku salah.
Ternyata, mereka cuma...
"Sadar Untuk Sementara".
Mereka akan "Biasa" lagi. Dan "Melupakan" semua-nya.
Melupakan-mu...
Semua jadi "Sia-sia",
Aku tidak terima itu.
Kudengar dari Kakak-ku, di kapal ini pernah terjadi "Pembunuhan".
Saat itu Kakak-ku tidur di "Kasur Bagian Bawah".
Ia terbangun karena mimpi ada "Seseorang" di kamar.
Seketika itu terdengar suara "Merintih Di Kasur Atas"...
"Aku Kesakitan".
"Aku Kesakitan", "Aku Kesakitan". "Aku Kesakitan", "Aku Kesakitan".
Itu cuma "Karangan-nya".
Sinyichi, kenapa tertawa?
Apa menurutmu itu "Lucu"?
Ayo makan "Pantat-ku"...
Mati lampu?
Azusa, HP-mu berbunyi.
Itu bukan "Ringtone-ku".
Tapi itu dari "HP-mu".
"Tidak Berguna".
Bilang apa?
- "Tidak Berguna"... - Coba lihat.
Azusa, ini dari "Kau".
- Kenapa bisa? - Mana aku tau.
Tapi waktu-nya "Aneh".
Untuk: "Besok Siang".
Azusa: "Gantung Diri".
- Seram sekali. - Apa-apaan ini?
Apa maksud-nya?
Jangan-jangan: "Gambar Iseng"?
- Tapi seperti "Asli"? - Iya sih.
Sangat mirip.
Seperti kasus: PAM.
Lihat ini.
Benar-benar sama.
- Ulah siapa? - Entahlah?
- Takehiro: Yang kirimkan padaku. - Tapi aku dikirimi kau: Teruya.
- Benarkah? - Kalau aku dikirim: Minori.
Tapi karena takut langsung ku-hapus.
Sampai sekarang belum diketahui "Pengirim-nya".
Jangan-jangan ini: "Kutukan-nya PAM"?
Jangan bicara asal!
Awas ada "Kutukan"...
Kalian mau kembali ke kamar? Jangan bilang-bilang "Guru".
Minori, kau...
Ayo pergi.
- Sudahlah. - Tak disangka...
Hiroyuki & Aku, baik-baik saja. Ternyata ini "Perbuatan Minori".
Jangan terpencar-pencar. Ayo ikuti para "Guru".
Baris yang tertib. Cepat.
Perhatian semua.
Harap tenang. Dengarkan ini.
- Tema Acara-nya: "Menemukan Jalan Di Negeri Seberang". - Kami mengerti.
Mencari: "13 Petunjuk".
Temukan secepat-nya, di Foto melalui HP, dan segera kirim.
- Paham? - Ya.
- Terutama kau: Teruya. - Siap.
"Lihat Sekitar-mu".
Ini bertujuan agar kalian terbiasa "Berinteraksi" dengan orang disini...
- Lebih tampan asli-nya. - Sudah dong, bikin malu.
Mari...
Ayo, dimulai.
"Masih Hidup".
- Besar sekali. - Cepat Difoto.
Siap.
"Gurita Besar".
- Foto Pelabuhan. - Coba lihat.
- Bagus lho. - Tentu saja.
Sekarang kemana lagi?
- Langsung ke Hotel saja? - Ayo, menuju Penginapan.
Kau kemana saja? Aku di "Pusan Tower"...
"Pusan Tower"? Cepat sekali!
Benarkah?
Masa sih?
Sinyichi, ayo cepat!
Lambat sekali.
- "King-kong Laut"? - "Keong Laut"...
- Hebat. - Keren!
Azusa dimana?
- Tidak bersama, Mizue? - Tidak.
Kemana sih mereka?
- Kita "Telpon" saja. - Ide bagus.
- "Nada Sibuk". - Benarkah?
- Coba lagi. - Ya.
"Tidak Berguna"...
"Tidak Berguna".
Azusa.
Siapa sih?
Tidak!
JANGAN!
Azusa.
Saat PAM "Mati Tergantung", kau dengan santai bilang:
"Dia Pantas Mati".
Iya, benar.
Maksud-mu: Kusunoki Azusa?
Dia tidak bersama kami.
Ya, Ya.
Aku paham.
Bu Guru, Azusa kenapa?
Dia hilang di: "Pasar Jagalchi".
Masa sih?
Ibu mau ke "Kantor Polisi". Kalian bisa bantu mencari?
Baik.
Dia kenapa sih?
PAM...Selanjutnya siapa ya?
Apa Azusa sudah ditemukan?
Entahlah. Pak Kibe masih mencari-nya.
Belum ketemu.
- Coba hubungi yang lain? - Baik.
Ingat "Pesan Aneh" kemarin?
Sepertinya Azusa menghilang tepat seperti "Waktu Di HP".
Seram sekali.
Itu "HP-ku".
"Apa itu"?
"Mustahil"!
Itu suara-mu: Teruya.
Jangan bercanda.
Teruya.
Apa itu?
"Kematian Bagi Penerima Pesan"...
"Kirim Ulang" saja. Aku pintar bukan?
Teruya.
- Lihat. - Oh iya.
HP ini kenapa sih? "Tidak Bisa Ngetik"?
- Sialan rusak. - Payah deh.
Tapi 5 Menit lalu belum rusak. Pasti ada "Sesuatu".
Ya: Pasti ada "Sesuatu".
Mungkin... "Sesuatu" di kepala kalian ya.
Aku?
"Apa itu"? "Mustahil"!
- Sore ini jalan-jalan? - Baiklah kalau begitu.
Mayat Azusa ditemukan.
Benarkah?
Menurut Polisi: "Bunuh Diri".
Bagaimana mungkin?
Dia: "Gantung Diri".
Apakah mirip... "Foto HP-nya"?
Lihat ini...
Kau yang "Merekam"?
Itu bergerak sendiri.
Ya ampun. Seram-nya...
Lihat.
Apa itu?
Benarkah "Kutukan"?
Bisa jadi...
Tapi "Kutukan" siapa?
PAM?
Itu tidak mungkin... "Masih Hidup"..
dia masih "Koma" kan!?
- Jangan-jangan... sudah "Mati"? - Hentikan!
Ibu akan ajarkan: "Bahasa Isyarat".
Ini: "Perahu".
- Perahu... - Perahu...
(Aku Sulit Untuk Bisa Konsentrasi Saat Ini)
(Dengar...Bahasa Isyarat Itu Sangat Diperlukan)
(Kita Perlu Untuk Bisa Mengungkapkan Perasaan)
No comments yet. Be the first to leave one.