처음 200줄입니다.
Ada apa?
Ayah makannya berantakan sekali.
Apa bisa Ayah hidup sendiri?
Kalau makan daging biasanya Ayah tak sampai begini.
Ibu buru-buru pulang kantor, tapi toko dagingnya sudah tutup.
Kenapa Ibu tak beri tahu? Aku bisa pergi beli.
Ren, hari ini kamu mengomel terus.
"Keluarga harmonis bercanda tawa saat makan bersama."
Ayah, …
… jangan lupa banyak makan sayur, ya.
Baiklah, Ayah akan makan selada.
Oh, ya.
Saus oriental itu …
Bagaimana cara membuatnya?
Jadi, … minyak wijen …
Apa lagi, ya, Bu? Apa pakai jahe juga?
Beli saja di toko swalayan.
Tapi, Bu …
Cukup membahas itu.
Ayah mau ke mana?
Ada apa?
Mau cari angin dulu.
Ayah belum selesai mengemas barang-barang.
Ren.
Biarkan saja.
Semoga musim hujan segera pergi.
Aku sangat benci hujan.
OHIKKOSHI 'BERPINDAH'
Ren!
Kamu mau ke mana?
Cepatlah.
Kenapa orang dewasa berada di tempat seperti ini?
Kamu sendiri kenapa bisa di sini?
Ini jam istirahat.
Aduh, sakit …
Kamu …
Apa yang kamu lakukan?
Jungkir balik!
Ini dia!
Pukul Ayah kalau bisa.
Ayo berdiri dan balas pukul!
Ya, seperti itu.
Lagi.
Baiklah, cukup.
Sering-seringlah berlatih …
… agar tubuhmu menjadi lebih baik.
Coach , terima kasih atas segala ilmunya.
Aduh.
Senior, ayo berangkat.
Ren, kalau kamu tak kembali nanti bisa dimarahi.
Jangan mengganggu!
Ini adalah momen kebersamaan keluarga.
Jadi, …
… Ayah pamit dulu.
Jaga dirimu, ya.
Ayah.
Ya?
Bukan apa-apa.
Hanya memanggil.
Kembalilah.
Kembalilah ke sekolahmu.
Akhirnya.
Ayah kangen Ibu?
Apa?
Ayah mau kembali lagi?
Bego.
Kak Kenichi.
Silakan tehnya.
Terima kasih. Tapi, aku minum ini saja.
Ren? Ren, kamu ada di mana?
Ini tehnya.
Habiskan, ya.
Ya.
Nuno?
Ya.
Ayah kangen rumah, ya?
Kamu!
Kamu sedang apa?
Tidak ada.
Ini kubawa ke atas, ya.
Ya.
Nuno.
Ya?
Bawa ini ke atas.
Ya.
Kamu kenapa?
Suatu hari …
… tempat ini dan lemari di kamarku akan terhubung.
Seperti ada sihirnya.
Baguslah.
Bagaimana jika kita gali lubang dan merahasiakannya dari Nazuna?
Di mana?
Di sini?
Atau di sini?
Senior?
Senior!
Ini tempat tinggalmu, 'kan?
Tolong bersemangatlah sedikit.
Tentu saja ini tempatku.
Kenapa pula Yukio memarahiku?
Tega sekali perkataanmu.
Kau mulai bertingkah seperti Nazuna.
Malah, lebih mirip kau daripada anakku.
Ya, 'kan?
Baiklah. Ayo kita buat.
Di mana? Di sini?
Aduh.
Aduh, sakit. Apa yang kamu lakukan?
Jangan ditutup.
Ini juga bawa ke atas.
Ya.
Apa kamu punya kaos ganti?
Badanku basah berkeringat.
Ya, ada di tasku.
Di lantai atas.
Ya.
Apa lagi?
Sejak kapan Kak Nunohiki dan Kak Wako pacaran?
Entahlah, sudah lama.
Sebab, saat kelas tiga, Kak Nunohiki melamarku.
Sayang sekali, ya.
Tidak perlu disesali.
Ren.
Sesekali teleponlah Ayah.
Ayah akan membawamu jalan-jalan.
Bukan itu yang sedang kubahas.
Benar juga.
Kita sedang membahas Yukio.
Fotonya terbakar.
Sudah. Itu berbahaya.
Biar Ayah saja.
Jangan mendekat. Biarkan saja.
Baiklah, baiklah, baiklah. Kamu saja yang ambil.
Cepatlah.
Ren …
Ren?
Kamu di kamar?
Aku pulang.
Selamat datang.
Hei, Ibu tahu?
Rumah Ayah ternyata lebih berantakan dari rumah kita.
Kalau begitu terus, lama-lama Ayah bisa tertumpuk sampah.
Ren, …
… kamu tak sekolah, ya?
Apa Ayah menyuruhmu datang?
Ya sudahlah.
Ayo kita makan malam.
Kamu sudah lapar, 'kan?
Ibu akan memasak sekarang?
Tidak.
Hari ini adalah awal baru hidup kita berdua.
Ayo kita keluar dan bersenang-senang.
Awal baru?
Ya.
Mulai kini, …
… bolehkah Ibu ikut bergabung juga?
Kenapa?
Ibu bilang tidak menyukainya.
Ibu pernah mengeluhkan itu pada Ayah.
Bokong dan pinggang Ibu agak kendur belakangan ini.
Ibu perlu mengencangkannya sedikit.
Aku rasa mustahil.
Setiap pulang Ibu mengeluh: "Aduh, lelah sekali seperti mau mati."
Ibu tak pernah berkata seperti itu.
Ya, Ibu pernah.
Baiklah, Ibu takkan ulangi lagi.
Banyak hal yang akan berubah.
Ibu tak bisa lagi berkata seperti itu.
Berubah? Memangnya, apa yang berubah?
Misal, …
… kita sedang makan seperti ini.
Lalu, Ibu harus buru-buru pergi.
Selama ini, …
… Ayah yang mengurusmu, 'kan?
Kalau sekarang?
Andai saja aku punya kakak.
HOSHINO NAZUNA
Mulai sekarang, Ibu akan menggunakan nama ini.
Kenapa diganti?
Bukan diganti. Itu nama gadis Ibu.
Ibu seperti sudah cerai saja.
Memangnya masalah jika Ibu melakukannya?
Jangan. Pisah rumah saja cukup.
Ayo bersulang.
Untuk awal baru hidup Ren dan Ibu.
Akhirnya aku bebas!
Lihat.
Rumah kita jadi luas, Ren.
Ibu mengganggu tetangga.
Lalu, …
… jika Kenichi menandatangani ini, aku bebas sepenuhnya.
Waktuku akan menjadi hakku.
Tak ada yang bisa menghalangiku.
Minggir.
FORMULIR CERAI GUGAT
Kenichi kesayangan Ayah sudah pergi.
Padahal dia tak perlu melakukan itu.
Semenjak Ayah tiada, segalanya berubah.
Dia meninggalkan rumah ini.
Berikanlah dia sedikit teguran!
No comments yet. Be the first to leave one.