처음 200줄입니다.
[Drama Populer tvN High School King of Savvy]
[Direktur licik dan sembrono berusia 18 tahun, Seo In Guk]
Direktur Lee.
Kerja bagus.
Kamu mengagumkan.
Kamu menangani kontrak Singapura yang sulit itu.
Sungguh pahlawan perusahaan.
Tidak.
Ini sudah semestinya kulakukan.
Presiden sedang menunggumu.
Ayo pergi.
Ayo.
Direktur Lee kita.
Kamu sungguh harta bagi COMFO.
Proyek Singapura ini adalah proyek kita yang tersulit.
Akhirnya kamu berhasil.
Direktur, waktunya sebentar lagi.
Jam berapa mulainya?
Jam 10 pagi.
Berapa menit lagi?
Tepatnya 25 menit lagi.
Waktu agak mepet.
Apa mata pelajaran hari ini?
Segmen pertama Bahasa Korea, segmen kedua fisika,
segmen ketiga matematika, segmen keempat penalaran teori.
Penalaran teori?
Aku sangat suka mata pelajaran itu.
Mana catatanku?
Ini.
Kenapa tebal sekali catatannya?
Astaga.
Direktur, ponsel.
- Ponsel. - Lemparkan kemari.
Aku pergi dulu.
Jika tidak tahu jawabannya, pilih saja yang ketiga.
- Jangan jawab sembarangan. - Aku tahu, pergi dulu.
Kamu harus kembali untuk rapat.
Mengerti?
Lee Min Suk.
Ke arah berlawanan.
Arah berlawanan.
Halangi dia.
Lee Min Suk.
Kakak.
Kerja bagus.
Keren sekali.
Kerja bagus.
Ayo!
Ayo.
Sekaranglah puncaknya.
Berapa skornya sekarang? Tiga lawan tiga.
Kita harus menang dalam 10 menit.
Fokus menyerang.
Apa yang harus kalian perhatikan?
Kecurangan.
Mereka suka bermain kasar.
Harus gunakan kesempatan.
Lebih lincah lagi, oke?
Ya.
Berjuang, Lee Min Suk.
Semangat.
Bermainlah dengan lebih baik.
Hei, kamu.
Terutama kamu, Lee Min Suk.
Mereka pasti akan sengaja menabrakmu.
Jangan mudah emosi.
Pelatih, anak kecil yang akan begitu.
Aku bukan orang bodoh.
Dasar.
Aku mengerti.
Pergilah.
Ayo!
Ya, Guru.
Aku sedang dalam perjalanan menangkapnya.
Ucapanmu benar.
Tentu saja tidak boleh begitu sering pulang cepat tanpa alasan.
Guru, sejak kecil dia sedikit gila.
Itu... apa itu?
Dia pernah digigit anjing di lingkungannya.
Akhirnya dia terlalu marah dan balas menggigit anjing itu.
Guru, saat itu aku demi mengganti rugi...
Dasar...
Itu tidak penting.
Aku akan segara membawanya ke sana.
Ya.
Jung Yoo Ah.
Aku sungguh hampir gila karenamu.
Panjang umur.
Hei.
Dasar pengecut.
Kamu menabrak orang dengan tubuhmu karena tidak cukup kuat?
Kamu menyebut dirimu pria?
Merasa dirimu sangat luar biasa, bukan?
Lihat apa?
Coba pukul aku kalau berani.
Hei.
- Lepaskan. - Apa hebatnya kamu.
- Hei, berhenti. - Kemari kalau berani.
Aku akan menghajarmu, dasar pengecut.
Kami tidak bisa bertanding. Silakan naiklah ke atas.
Orang itu curang, memperlakukan Kakak Min Suk kami seperti itu.
Kamu harus ke atas.
Paman, kamu juga tahu.
Orang itu yang curang.
Yoo Ah.
Jung Yoo Ah, cepat kemari.
Cepat ke atas.
Yoo Ah.
Hei.
Kamu mahu ke mana?
Kakak, apa kamu ini polisi?
Aku tidak bisa pergi. Aku harus melihat Kak Min Suk.
Kubilang tidak boleh.
Wali kelasmu menyuruhku menjemputmu.
Tidak peduli, lepaskan.
Sadarlah, Bodoh.
Sekarang apa orang bernama Min Suk atau apa pun itu penting?
- Kamu harus pulang sekarang. - Hei.
Lepaskan aku.
Lepaskan. Aku tidak akan melepaskan dia.
Sialan.
Hei.
Lepaskan.
Kekuatan bocah itu sungguh besar.
Hei, pertimbangkan lagi dia.
Apakah kalian kelelahan?
Seharusnya pasti sangat lelah.
Rasanya seperti mahu mati, kan?
Baru saja 30 menit.
Kekuatan fisik kalian sebagai atlet hanya begini saja?
Angkat pantat kalian.
Berdiri.
Sudah kubilang jangan menghalangi mereka.
Kenapa otak kalian begitu bodoh?
Kalah dalam permainan tidak malu.
Mengacaukan sendiri barulah memalukan.
Pelatih, langsung marahi aku saja.
Sudah jelas sedang memarahiku.
Kamu tahu salah tapi masih sombong?
Kamu...
buang permen di mulutmu.
Kamu pikir dirimu ini Michael Jordan?
Lee Min Suk.
Kumohon berpikirlah sebelum bertindak.
Pemain itu harus mencetak poin, bukannya memamerkan tinju.
Juga pacarmu itu.
Kalian berdua memang pasangan serasi.
Dia bukan pacarku.
Lalu, siapa dia?
Apa dia istrimu?
Bukan, dia hanya...
seorang penguntit.
Orang-orang memilihnya sebagai Presiden.
Dia membuat orang-orang bahagia.
Orang-orang memilihnya sebagai Presiden.
Seperti dalam kalimat ini,
kata benda atau kata ganti
dapat digunakan.
Ada pertanyaan?
Kita lanjutkan.
Segalanya tidak bisa lebih buruk, dia berpikir terlalu banyak.
Kalimat yang seperti ini
sering muncul dalam ujian.
Tidak ada?
Di mana dia?
Aku tidak tahu.
Hei, Beruang.
Bangun dulu.
Mana Lee Min Suk?
Aku tidak tahu.
Kamu sudah lihat di lapangan hoki?
Tidak melihatnya.
Bukankah tadi dia tidur?
Apa dia sedang ke toilet?
Hei, perhatikan juga teman sekelasmu.
Beginilah anak muda zaman sekarang.
Semua hanya fokus pada diri mereka sendiri.
Sebenarnya dia ke mana?
- Dasar. - Dasar Gila.
Sialan.
Tidak ada tempat duduk.
Senior, duduklah di sini.
Kami sudah selesai.
Terima kasih.
Min Suk, kamu mahu ramen cup?
- Aku mahu Kimbap. - Ada sesuatu di mulutmu.
Senior, aku belum memakannya.
Terima kasih.
Berhenti.
Berhenti.
Bocah, simpan kembali.
Cepat simpan kembali.
Saat kamu belajar berjalan, aku sudah bisa berlari.
Beraninya kalian menggoda senior?
Pergi.
Aku bilang pergi.
Pergi.
Aduh, Yoo Ah sudah datang.
Suamiku Lee.
Kamu akan terus memikat gadis lain?
No comments yet. Be the first to leave one.