처음 200줄입니다.
Kau bertemu aku bukan untuk menebus sesuatu.
Atau untuk membuat alasan.
Ini adalah kesempatan.
Jadi hari ini aku akan..
melakukan sesuatu untuk negaraku.
Apa kau tahu apa yang akan terjadi kalau hantu berpura-pura jadi manusia?
Su Hyeon.
Dengan tumbuhnya obsesi dalam dirimu..
kau akan merasa bersalah pada dirimu sendiri..
dan kau akan dipenuhi dengan kemarahan.
Ryu Su Hyeon.
Kalau kau punya kesadaran, lepaskanlah keserakahanmu itu.
Kalau kau tidak mau gentayangan sebagai roh jahat, pergilah ke alam baka.
Su Hyeon.
Hei, Su Hyeon.
Kau masih di sini.
Bukan, bukan begitu.
Aku baru saja datang, Penulis Han.
Sekretaris Kang.
Benar. Aku sudah di rumah, ya.
Maafkan aku.
Kau terus-terusan tersenyum aneh sambil tidur.
Dan aku bertanya-tanya apa ini efek dari pengobatannya.
Aneh. Apa kau bilang aku tersenyum dengan aneh?
Penulis Han.
Aku tahu kau sedang berpacaran dengan seseorang,
tapi boleh aku jujur?
Aku tidak berpacaran.
Silakan.
Kalau tingkahmu kampungan seperti tadi,
kau tidak akan bisa memenangkan hati seorang gadis.
Kampungan?
Tapi aku ini adalah seorang penulis dengan emosi yang kompleks, sensitif..
dan lembut. Kau yakin barusan mengataiku kampungan?
- Ya. Memang. - Ya. Memang.
Apa yang kau bicarakan? Aku cemas karena aku selalu berwajah tak berdosa.
- Wajah tak berdosa? - Wajah tak berdosa?
Apa maksudmu wajah yang mudah terbaca?
Semua emosimu tergambar jelas di wajahmu.
Saat kau tidak menyukai seseorang, kau akan bersikap bak seorang tentara yang penuh dendam.
Seperti seorang pejuang yang rela mengorbankan nyawa demi apa yang dipercayainya.
Seperti seorang tentara yang siap menyerang titik vitalmu.
Kau akan bersikap masa bodoh saat kau tidak menyukai seseorang.
Tapi saat kau berada di depan seseorang yang kau suka..
Penulis Han?
Kau jadi seeperti itu.
Memangnya aku ini mainanmu?
Penulis Han!
Wajahmu akan jadi begitu.
Lihat wajahnya hampir sama dengan anjingnya Pavlov.
Anjingnya Pavlov?
Ivan Pavlov adalah seorang psikolog Rusia..
yang melakukan riset tentang kondisi klasik..
dengan memeriksa seberapa banyak air liur anjing yang keluar saat mereka diberi makan.
- Sekretaris Kang. - Dan saat eksperimen,
dia secara tidak sengaja menemukan fakta bahwa anjing bahkan mengeluarkan air liur..
saat mendengar langkah kaki orang yang akan memberinya makan..
atau saat melihat mangkuk makannya.
Jadi, anjing belajar mengasosiasikan langkah kaki..
dengan mangkuk dan makanannya.
Dan dia mulai memberikan respon tanpa sadar.
Oh, ya. Kau sudah memberi Gyun Woo makan?
Haruskah kita lakukan tes?
Pertama, aku akan membawa seseorang yang akan membantu kita melakukan tesnya.
Silakan masuk, Seol.
Penulis Han?
Kau lihat itu?
Mirip seperti anjingnya Pavlov yang mengeluarkan air liur..
begitu mendengar langkah kaki dan melihat mangkuk makanannya..
kau langsung tanpa sadar bereaksi saat mendengar nama Seol.
- Sekeretaris Kang. - Penulis Han.
Kau harus mengakuinya sekarang.
Kau ini benar-benar orang yang simpel.
Dalam urusan kencan, kau adalah tipikal manusia dua dimensi..
atau tiga dimensi.
Kau hanya punya bagian depan dan belakang.
Kau ini adalah manusia 2 dimensi yang sama simpelnya dengan boneka kertas.
Bukankah itu membuatku semakin memesona?
Tidak memesona sama sekali. Para gadis lebih tersentuh dengan...
ucapan berantakan yang dikatakan oleh pria yang dia suka..
daripada ucapan cinta sempurna dari seseorang yang tidak disukainya.
Tidak ada rasa segan lagi ya di antara kita.
Tentu saja tidak ada.
Saat seorang pria menangkap ikan dan meletakkannya di dalam tangki..
dia akan bersiap menangkap ikan yang lain.
Sayangnya, insting berburu inilah..
yang sudah diciptakan dalam diri seorang pria.
Dae Han,
sepertinya aku tahu kenapa kau tidak pernah bisa berkencan.
Apa maksudmu aku tidak pernah berkencan dengan siapapun?
Kau mempelajari cinta dari teori di dalam buku.
Terima kasih untuk nasehatmu,
tapi aku akan mengikuti caraku sendiri.
Bagaimana caramu?
Tidak ada yang nama putar balik dalam cinta. Yang ada hanya jalan lurus.
Aku tidak akan main-main.
Aku hanya akan melangkah ke depan.
- Aku permisi. - Kenapa?
Makanannya sudah mau siap. Kau tidak makan dulu?
Aku lebih butuh tidur daripada makan.
Aku sudah begadang bermalam-malam di rumah sakit dan aku lelah.
Apa kau begadang dengan Se Ju?
Bang Jin, nikmati waktumu.
Dae Han, maaf soal yang kukatakan barusan.
Kau adalah pria baik, aku yakin sesuatu yang baik akan datang padamu.
Sampai jumpa.
Itu bukan doa, 'kan?
Dia baru saja menolakku. Dia menikamkan sebuah pisau ke jantungku.
Kudengar kau sedang mencari pekerja paruh waktu.
Tunggu. Dae Han.
Maafkan aku, tapi kami sudah dapat orangnya dua hari lalu.
Benarkah?
- Ya. - Apa ada yang lain yang bisa kubantu?
Ak berhenti dari pekerjaanku karena ingin belajar tentang masakan Italia.
Tapi kami tidak punya rencana mencari pgawai tambahan lagi.
Aku akan bersih-bersih, menghidangkan makanan sekaligus mencuci piring.
Mohon izinkan aku belajar saat aku punya waktu. Ya?
Astaga. Bagaimana, ya?
Kau harus mempekerjakannya, Bos.
Kudengar kau kekurangan tenaga akhir-akhir ini.
Haruskah?
Kalau menurutmu begitu, baiklah.
Dia juga sama saja dengan anjingnya Pavlov.
Permisi.
Terima kasih. Berkat kau aku dapat pekerjaan ini.
Tak masalah. Bosmu adalah seorang pria yang baik,
jadi mohon lakukan yang terbaik untuk membantunya. Sampai jumpa.
Kita 'kan harusnya bertemu langsung. Kenapa malah menelponku?
Jangan bilang kau sudah berubah pikiran.
Kau mau aku mengubah lokasi pertemuannya?
Duduklah.
Kau lebih berani dari yang kuduga.
Kau bahkan punya nyali memanggilku ke ruang kerjamu.
Aku tidak bisa menemukan tempat yang lebih baik untuk bicara secara pribadi denganmu.
Kau bisa bicara banmal padaku, kok.
Kalau kau bicara sopan, bukan berati aku akan berhenti mengancammu.
Kau hanya membuatku merasa tidak nyaman.
Apa yang kau mau dariku?
Kau ini ternyata tidak sepintar itu, ya?
Apa yang mau kudapatkan dengan mengancammu? Tentu saja uang.
Bagaimana, kau mau bayar tunai atau lewat cek?
Sebelumnya,
kau harus lihat ini dulu.
Kau sepertinya sudah mempersiapkan sebuah kartu yang kuat.
Apa kau mengutus seseorang untuk mengekoriku?
Jangan cemas.
Selagi kau tidak mengoceh macam-macam,
aku juga tidak akan melakukan apa-apa.
Bagaimana menurutmu?
Apa kesepakatannya memuaskanmu?
Tidak juga.
Tapi kuakui kau ini sangat susah diatasi.
Kuharap hidupmu menyenangkan Penulis Baek Tae Min.
Haruskah aku memberikanmu sebuah nasehat?
Targetmu, Han Se Ju, bukan orang yang mudah kau atasi.
Dia mungkin sekarang sedang berusaha menangkapmu.
Kenapa kau mengira Han Se Ju adalah targetku?
Lantas siapa?
Aku tidak tahu.
Kalau bukan Han Se Ju,
lantas menurutmu siapa?
Astaga, segar sekali rasanya minum ini setelah mandi.
Mandi setelah tidur siang yang panjang..
membuatku bersemangat kembali.
Rasaya susah sekali menghilangkan daki dari punggung ibu.
Lenganku rasanya mau patah.
Memangnya ibu penghapus?
Kenapa dakinya tidak berhenti keluar?
Itu bukan daki. Yang kau gosok itu kulitku.
Kau tidak akan percaya seberapa kuat si kunyuk ini menggosok kulitku.
Lihat. Sampai merah begini.
- Astaga, sakit sekali. - Dia tidak becanda.
Kau jadi kuat setelah makan bermacam jenis seollongtang.
Astaga, Penulis Han.
Hei, kau tidak bisa membodohiku lagi.
Aku tidak bercanda.
Astaga.
Dia di sini lagi. Kenapa dia terus-terusan datang?
Jangan dorong aku, Nyuk.
Apa kau baru saja pulang dari sauna?
Dia seharusnya tidak menanyakan pertanyaan semacam itu pada seorang wanita.
Penulis Han ternyata masih amatir.
Tidak.
Astaga, apa dia barusan berbohong?
Dia pasti tahu Seol berbohong karena dia tidak pakai make up sekarang.
Kau masih di sini.
Apa kau sudah mencoba koinnya lagi?
Kenapa? Kau bilang kau mau melempar koin lagi.
Aku memutuskan untuk mengikuti kata hatiku..
daripada mengikuti apa yang dikatakan sekeping koin padaku.
Kau sudah membuat sebuah keputusan bagus.
Tapi kenapa kau tidak menatapku?
Kau pasti sedang tidak pakai riasan.
- Astaga, jangan bilang begitu. - Astaga, jangan bilang begitu.
Kalau tidak ada yang mau kau katakan lagi, aku akan masuk sebentar.
Apa kau benar berhenti..
bekerja sebagai asistennya Tae Min?
Astaga, setidaknya aku perlu ke dalam untuk mengoleskan sedikit BB krim.
Kenapa kau tanya itu lagi?
Karena aku tidak mau kau berada di dekatnya.
No comments yet. Be the first to leave one.