처음 200줄입니다.
Sebelumnya di Dig...
Jurnal Emma Wilson. Aku mengambil dari apartemennya.
"Ini semua mengenai 19."
Bab 19... "Katakanlah kepada orang Israel supaya mereka membawakan kepadamu lembu betina merah."
Lembu betina?
Sapi.
Aku takkan mengecewakan anda.
Orang-orang ini berbahaya.
Tapi kepergiannya ke gurun membuatnya najis.
Oh, Tuhanku.
Jadi kami harus mengambil rencana alternatif.
- Apa kau masih bersama kami? - Aku harus keluar dari sini.
Tolong jangan telpon lagi.
Charlie!
Terima kasih sudah menghubungiku, Deputi Barry.
Joshua, kau siap untuk pulang?
Sudah kubilang dia akan gagal.
Tinggal satu batu lagi untuk ditemukan.
Batu yang tersulit. Sekarang keluar dari sini.
Yussef Khalid ada di gedung ini.
- Evakuasi. - Nyonya Duta Besar,
Yussef Khalid tidak memasuki gedung ini.
Kau bilang kau ingin menjauhi segala yang bisa mengingatkanmu akan dirinya.
Memecahkan kasus ini takkan mengembalikan putrimu.
Aku sudah salin semua artikel yang kudapat mengenai Rabbi Lev dari Pusat Warisan Yerusalem.
Baik.
Aku disini sampai jam 7 malam, jika ada yang lain...
Kurasa cukup.
Anggota Bawah Tanah Yahudi Ditahan.
Ini bahkan belum pagi.
Apa? Whoa, whoa, whoa, whoa, whoa.
Pelan-pelan.
Gak bisa nanti saja?
Sekarang?
Oke. Oke.
Oke.
Dari orang Amerika itu?
Siapa lagi?
Bisa kau antar Giddy sekolah nanti pagi?
Buat apa kau dan mantan istrimu membuatnya kalau kalian tak ada yang mau merawatnya?
Iya nanti kuatar. Sana selamatkan dunia.
Sebaiknya ini penting.
Ini lebih dari sekedar membunuh seorang gadis belaka.
- Lebih bagaimana? - Lihat.
Nggak, gak, gak, gak. Jelasin dengan singkat.
Baik, disini disebutkan di tahun 1991,
Rabbi Lev dan sekelompok pengikut radikalnya pernah ketahuan mencoba meledakkan Bait Suci.
Shin Bet mengetahui rencana tersebut.
Mereka menangkap 6 rekan konspiratornya tengah memasang bahan peledak.
Sedangkan Rabbi Lev?
Digiring untuk interogasi, tidak dituntut.
Well, mereka jago menutup kebusukannya.
Kau menceritakan pelindung dada itu dengan seseorang, siapa?
- Pamanku, Shimon. Kenapa? - Kita perlu bicara dengannya.
Enggak, nggak, nggak. Ini masih jam 5 pagi.
Orang-orang ini berencana membangun ulang Kuil tersebut.
Itu gila.
Jika terjadi apa-apa pada Bait Suci, bangsa Arab akan meledak.
Mereka akan memulai Perang Dunia ke-III.
Tepat sekali.
SPLIT, KROASIA -
Anakku!
Selamat datang di Kroasia!
Aku sempat takut takkan bisa mengenalimu.
Tapi kau, nak, mana mungkin bisa salah.
Habis ninggalin Talmud, hah?
Aku hanyalah hamba biasa yang ditugaskan untuk mengantarmu beserta kargo rahasiamu yang berharga.
Anda tidak tahu isinya?
Aku tak berhak tahu itu apa atau menanyakan kenapa ia begitu penting.
Naiklah, nak!
Shh... Dia takkan menggigit, anak muda.
Ini putriku, Elena.
Aku tidak diijinkan duduk di sebelah...
Kami bukan suami-istri.
Pilihannya ya menikahkan kalian dulu atau membuat pengecualian.
Tapi karena kalian takkan menikah.
Jadi Naiklah. Ayo.
- Lynn. - Duta Besar.
Mari duduk disana. Biar lebih nyaman.
Duta Besar, saya tahu ada sejumlah masalah di kantorku selama beberapa minggu ini.
Saya pastikan saya akan mengatasinya.
Masalahmu itu punya nama.
Kau punya titik buta.
Aku ngerti. Dia itu bosmu saat dulu masih di Amerika.
Peter...
Agen Connelly mengajari saya segala yang saya tahu soal penegakan hukum.
Tindakannya disini tidak menentu.
Atase deputi legalmu itu mengeluarkan pistolnya di depan umum,
yang mana membuat kepolisian Israel tidak senang,
yang mana membuat Washington tidak senang, yang mana membuatku tidak senang.
Saya mengerti.
Bagiku jelas sekali dia tak ada gunanya.
Aku heran kenapa kau tidak melihatnya demikian.
Anda ingin saya memecatnya?
Para wanita sudah buktikan kalau mereka cukup kuat untuk pekerjaan ini, Lynn.
Mereka juga harus tiada cela secara personal.
- Yang artinya? - Artinya...
Kau tidak tidur dengannya, kan?
Jangan terlalu lunak padanya.
Kendalikan dia.
Jika tidak?
Terima kasih sudah datang kemari.
Aku sudah bicara dengan atasannya.
Jika dia tak bisa mengatasi masalah ini, aku sendiri yang akan lakukannya.
Nah, sudah sampai mana kalian dengan batunya?
- Dalam proses. - Sampai kapan?
Kita akan mendapatkannya hari ini.
Itu pacarmu?
Menurut paman?
Jawab saja pertanyaannya.
- Apa? - Silahkan.
Terima kasih.
Itu tak akan terjadi.
Orang Yahudi sudah bicara untuk membangun ulang Kuil sejak bangsa Roma menghancurkannya.
Well, kami yakin Pusat Warisan Yerusalem sedang mengumpulkan batu-batu pelindung dada itu.
Terus kenapa? Seandainyapun mereka menemukan semua batunya,
agar nubuat ini terwujud, mereka masih perlu...
Lembu betina merah tanpa cela.
Imam besar yang lahir melalui garis keturunan Imam Besar Pertama,
dibesarkan dalam pengasingan sejak lahir tanpa pernah menginjak tanah sampai berumur 13 tahun, ya.
Kulihat kau sudah mempelajarinya.
Dengar, aku mengenal Lev.
Dia itu gila, tapi bukannya tidak waras.
Dan seandainyapun dia waras,
tak ada orang Israel waras yang mau berperang atas Bait Suci.
Itu sebabnya warga Israel melindungi Kubah Shakhrah dari minoritas ektrim.
Aku yakin kalian begitu. Tapi aku juga yakin
kalau Rabbi Lev sedang mengumpulkan batu-batu itu, jadi dimana dia mencarinya?
Kuenya bibi Shula.
Silahkan. Ini buatan sendiri.
- Batu-batunya? - Mm.
Batu-batu itu disebar ke empat penjuru bumi.
Disembunyikan agar aman.
Katanya ada bagian pada Tablet Perang yang mendeskripsi lokasi salah satunya.
Tablet Perang?
Kau tidak ingat?
Enggak, nggak pernah dengar.
Sifat masa bodohmu membuatku meringis.
Ditulis oleh orang Eseni, sekte agama kuno yang tinggal di gurun dekat Laut Mati.
Mereka menyebut diri mereka "Putra Cahaya".
Melindungi pelindung dada itu artinya menjaga agar bebatuannya jangan sampai ditemukan.
Mereka rela mati untuk melakukannya.
Jadi dimana kami bisa temukan Tablet Perang ini?
Properti Museum Israel.
Jadi gimana ceritanya kau yang berasal dari keluarga beriman bisa tidak... beriman?
Kau saja pernah ikut seminar. Kenapa sampai keluar?
- Hei. - Kapan bisa ke kantor?
Tidak dulu sementara ini. Aku harus pergi ke Museum Israel.
Museum, ngapain?
- Itu pacarmu? - Apa?
Aah... mau melihat gulungan perang.
Mungkin bisa bantu melacak keberadaan batu-baru pelindung dada imam besar.
Batu-batu? Peter...
Apa hubungannya itu dengan kasus Emma Wilson?
Nanti aku jelaskan.
Dengar... Duta Besar saat ini sedang tertarik padamu dan kuyakinkan padamu bukan karena kau manis.
Lucu.
Berani sumpah aku rasa malah begitu.
Cuma sekelebat.
Aku cuma perlu tunjukkan kalau kau bisa diatur.
Ubah sikapmu, kau dengar?
Dengan jelas. Ubah sikap.
BELEN, NEW MEXICO -
Permisi, pernah lihat wanita ini?
Maaf, gak pernah lihat.
Aku tak yakin dia masih terlihat seperti ini sekarang.
Sudah tiga tahun soalnya.
Tapi tiba-tiba saja dia menghubungiku, dan aku menutup telponnya.
Maaf, man. Aku gak pernah lihat.
Tapi dia terlihat bahagia disini.
Yeah, kupikir juga begitu.
Makasih.
Kau harus makan, Debbie.
Kami semua berdoa untuk kesembuhanmu.
Kami sayang padamu.
Ada kamar kecil di pom ini.
- Elena, tolong bajunya. - Tak apa, aku tidak memerlukannya.
Avram, kau akan terlalu menarik perhatian, ayolah.
Ayo.
Ayah, ayah ngapain?
Shh.
Permisi, bu?
Boleh aku bertanya.
- Kau pernah lihat wanita ini? - Oh, Tuhan.
- Kau mengenalnya? - Ya, kau pernah melihatnya?
Hell, yeah. Dia memukul seorang wanita tanpa ampun di toilet kami kemarin.
- Apa? Siapa? - Entahlah.
Orang yang bersama dengannya.
Meninggalkannya pingsan di lantai.
Dia hampir mematahkan hidungnya.
Kau tahu kemana dia pergi?
Kurasa dia kembali ke kamp.
Kamp apa?
Milik Tad Billingham. Tahulah, pastur itu.
Kau pasti pernah lihat di TV.
Dia punya operasi besar di pinggiran Rute 7 sana.
Bagaimana cara kesana?
Ada jalan pintas pas setelah papan mil 19.
Tapi aku gakkan mau kesana jika jadi kau.
Orang-orang ini sedikit gak beres.
No comments yet. Be the first to leave one.