처음 200줄입니다.
SERIAL NETFLIX
17 TAHUN KEMUDIAN
Jangan berisik!
Usulan grasi umum,
yang diajukan oleh Kabinet kepada Majelis Agung Nasional Turki,
dipilih hari ini oleh para anggota.
Grasi umum tidak akan diberikan
kepada terdakwa komunisme dan/atau spionase, residivis,
dan terpidana yang telah mendapat manfaat dari grasi umum yang dikeluarkan pada1950.
- Usulan tersebut mulai berlaku... - Matilda.
...setelah dipilih oleh Majelis...
Tuhan memberkati.
...dan dikirim kembali ke Kabinet.
Mereka memberikan grasi!
Syukurlah!
Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah kami, Raja alam semesta,
yang menyucikan kami dengan perintah-Nya
dan memerintahkan kami untuk menyalakan lilin Sabat.
Amin.
Ester, ayo! Ayo bermain!
Kau suka warna ini?
Haruskah kupakai yang ini?
Ibu, haruskah?
Ayolah.
Pintunya!
Biar kubuka.
Bu, penjahitnya datang.
Masuk.
Cepat. Penjahitnya sudah datang.
Matilda?
Senang kau bebas.
Terima kasih.
Kau dapat grasi juga?
Ya.
Tn. Davit...
Tn. Davit sedang menelepon. Panggilan penting.
Akan lama.
Kenapa kau kemari?
Ada yang bisa kubantu?
Aku kembali nanti.
Matilda.
Aku paham kenapa kau ingin ke Israel.
Tapi sudah lebih dari 400 tahun.
Ini rumah kita sekarang.
Matilda, dengar.
Kita masih keluarga besar di Kula.
Aku tak punya keluarga.
Aku ingin memberimu ini.
Berikan pada ulang tahunnya yang ke-18.
Mordiko? Masuklah, Nak.
Anakku.
- Selamat datang. - Terima kasih.
Terima kasih.
Kau dulu suka ini.
Kau tak mau tahu namanya?
Raşel.
Temui saja dia.
Aku tak mau ganggu hidupnya.
Hidup apa yang kau bicarakan, Matilda?
Dia tinggal di panti asuhan.
Panti asuhan?
Kenapa?
Aku harus bagaimana?
Siapa yang mau mengadopsinya?
Aku tak tahu harus apa, kecuali mencegahnya kelaparan.
Setidaknya dia ada di tempat kita bisa menengoknya.
Aku berjanji kepadamu saat itu.
Untuk diam.
Kupenuhi janjiku.
Aku tak punya apa pun selain amplop ini.
Itu konyol. Kau punya dirimu.
Ibu adalah teman terbaik bagi putrinya.
Aku tak bisa.
Aku akan ke tempat Kepala Rabi, mengambil dokumen perjalananmu.
Kembalilah besok.
Karena kau tak ingin menemuinya atau bicara dengannya,
mungkin kau ingin tahu wajahnya.
Ayo, Davitiko. Cepat. Ambil barangnya.
Tutup pintunya.
Ada kamar kosong di atas.
Jam malam dimulai sore.
Mereka bebaskan orang-orang jahat dengan grasi.
Semoga Tuhan menolong kita.
Ayo.
ISRAEL - KTP
Ayolah. Ceritakan.
Apa?
Kau berikan suratnya?
Jangan heboh hanya karena sopir, Tasula.
Raşel!
- Ayo, cerita. - Jangan marah. Baiklah.
Aku menunggu berjam-jam.
Akhirnya, Tn. İsmet Hebat tiba.
- Aku tampak seperti pengemis hari itu. - Lalu?
Hanya demi temanku, aku rela ke Pera dengan penampilan jelekku.
Tn. İsmet Hebat akhirnya tiba.
Dia dikelilingi wanita.
Seolah dia air mancur umum di Tatavla.
Aku baru mau menyapa
saat gadis cantik mirip Marilyn Monroe
mendorong dan menyelakku.
- Permisi. - Dia datang lebih dulu.
Bu, biar kuperkenalkan. Ini İsmet Hebat.
Dia tak layak dipercaya.
Kau akan dituruni di jalan. Begitulah dia.
- Ada apa ini? - Boleh aku masuk?
Biar kuingatkan bahwa aku tak layak dipercaya.
Kau sangat mengenal dirimu!
Kau mencari masalah?
Aku anggap itu ya.
Sebentar.
Kau gadis kecil berambut keriting temannya Tasula.
Aku tak menyadarinya dengan riasan dan pakaianmu ini.
Kau cantik, tapi sekarang lebih cantik.
Terima kasih.
Hei, Hebat. Dia datang.
Salam, Tuan-tuan.
Tn. İsmet bahkan tak mau menjawab salam Allah.
Bukankah sudah kubilang jangan mendekat?
Beruntung kau tak kutabrak, Ali Şeker.
Beraninya kau menyebut Allah?
Tuan-tuan, silakan.
Apa itu ayahmu?
Bajingan.
Kuanggap itu ya.
Bagaimana? Kau sudah berikan suratnya?
Sudah.
Dia bilang apa?
Tidak ada. Dia mengambilnya dan pergi dengan Pakize.
Siapa Pakize?
Si...
Pirang yang kuceritakan.
Nama pelacur itu Pakize!
Pakize si Pirang!
Dia bersenang-senang dengan Tasula, tapi menikahi Pakize.
Begitulah mereka.
Meniduri gadis non-Muslim,
lalu menikahi Muslim.
Aku mendengarkan.
- Apa? - Apa maksudmu?
Kau tak berpenampilan seperti ini hanya untuk jalan-jalan.
Jadi, katakan. Aku berbuat salah kepada siapa?
Jika kau belum tahu...
Aku tahu, tapi...
Kau juga tahu kau buat dia marah.
Kau tahu banyak, ya?
Tapi kau buta.
Buta dan bodoh.
Kau bodoh karena kau di sini bersama pria yang tak kau kenal,
hanya karena dia suruh.
Kau buta
karena tak bisa melihat aku menyukaimu, bukan Tasula.
Lidah nona ini digigit kucing, Pakize.
Pakize?
Mobil ini punya nama?
Kau tak punya?
Aku Aysel.
Sejak kapan...
kau menyukaiku?
Aysel, aku ini jahat. Aku hanya akan melukai hatimu.
Siapa tahu? Mungkin aku yang melukai hatimu.
Ada apa?
Aku sangat mencintainya.
Hatiku sakit. Dadaku sesak.
Seolah aku dicap murahan karena aku penari.
- Tasula... - Dengar.
Dia mengambil KTP-ku dan mengusirku.
- Siapa? - Çelebi.
Manajer kelab. Hidung belang.
Tapi siapa yang peduli kepadaku?
Aku peduli, Sayang.
Tasula!
Mungkin sebaiknya jangan.
Aku tak bisa bekerja di Pera jika kita ketahuan.
Siapa yang tak izinkan? Konyol.
Siapa pria ini?
Dia mengusirmu, mengambil KTP-mu...
Dia penjahat atau apa?
Dia menyimpan KTP-ku
agar aku menemuinya dan memohon agar dia mengembalikan pekerjaanku.
Itu penjahat namanya.
Di mana kantor Çelebi?
Wow. Jadi, ini Kelab Istanbul.
Lebih besar dari panti asuhanku!
- Diam! Ada penjaga di depan. - Baiklah.
Raşel!
- Kenapa Çelebi memecatmu? - Karena İsmet.
Aku terlambat karena dia.
Dia membuatku kesal.
Dia pasti tak membaca suratku.
Pasti sudah dibuang.
KEPADA İSMET
Di mana kau taruh KTP-nya, Çelebi?
Pasti ada di laci.
- Mereka penyelundup? - Raşel!
Ini gudang Çelebi.
Dia bekerja dengan si bedebah, Ali Şeker.
Mereka beli miras murah di luar dan menukarnya dengan yang bagus di kelab.
- Terkunci. - KTP-nya pasti ada di sana.
Ambil sesuatu.
No comments yet. Be the first to leave one.