처음 200줄입니다.
"Jun Ji-hyun"
"Ju Ji-hoon"
"Sung Dong-il"
"Oh Jung-se"
"Cho Han-chul"
"Joo Min-kyung"
"Go Min-si"
"Jirisan"
"Ini adalah fiksi berdasarkan kisah Jagawana Taman Nasional"
"Semua karakter, peristiwa, wilayah"
"Organisasi tergambar dalam acara ini fiksi"
- Kau orang baru? - Aku baru dikirim ke Haedong...
Ikuti dia.
Ke mana?
Gunung.
Ini kasus orang hilang.
Kembali.
Waktu emas 30 jam hampir habis.
Kau menyerahkan hidupmu demi mayat?
"Pak Kepala."
"Dia mungkin sudah mati."
Dia belum mati.
"Dia masih hidup. Aku yakin itu."
Yi-gang!
Di sini!
Itu dia.
"Pendaki Hilang: Yang Geun-tak, Memakai jaket trekking biru"
"Pendaki hilang"
yang kita cari.
Di mana orang ini menghilang?
Tidak ada saksi.
"Ratusan orang mencari selama lebih dari sebulan dengan sia-sia. Namun kau..."
Aku melihat tempat ini.
"Ini bukan kali pertamaku."
"Aku terus melihat"
"tempat para pendaki yang hilang berada di gunung ini."
"Seseorang mengirimiku sinyal"
"dari atas sana."
Aku ingin tahu siapa.
"Itu sebabnya aku kembali."
"62 hari lalu"
"Tahun 2020"
"Episode Dua"
Anjing di persimpangan Haedong-ri menghilang.
Dia memakai kalung.
Sapi seorang mandor desa melahirkan anak sapi.
Selamat.
"Kepolisian Damseong"
Hai, ada yang bisa kubantu?
Yi-gang.
Kapan kau kembali?
Apa kabar?
Kau baik-baik saja?
Aku datang untuk menanyakan sesuatu.
Kau seharusnya meneleponku jika ingin menanyakan sesuatu.
Aku akan mendatangimu.
Astaga, kau.
Bagaimana kabarmu?
Kau akan kembali untuk selamanya?
Kau tahu sesuatu tentang kasus ini?
"Kantor Polisi Haedong, Laporan Kasus Hilang"
"Foto Orang Hilang"
"Nama: Yang Geun-tak, Hasil: Jasad Ditemukan"
Bukankah ini Yang Geun-tak yang ditemukan baru-baru ini?
Benar.
Yang kudengar hanyalah kematiannya tidak disengaja.
Bagaimana dengan pita kuning itu?
Ada sesuatu terkait itu?
Aku hanya petugas berpangkat rendah. Aku tahu apa?
Namun jika ditutup seperti itu, mungkin tidak begitu berarti.
Kenapa kau bertanya tentang pita kuning?
Kau menemukan sesuatu yang aneh?
"Tim Fasilitas Jalur"
"Ransel untuk pangkalan dan patroli"
Itu memang Iblis Seo. Penggila kerapian.
Dia melakukan semua ini?
Luar biasa!
Astaga. Gu-yeong, sudah lihat ini?
Dia mengatur seluruh dokumen yang kau tunda selama sebulan.
Luar biasa.
Bukannya aku ingin menundanya.
Aku sangat sibuk dengan patroli dan penyelamatan.
Namun apa kalian berdua sungguh seusia?
Sulit dipercaya.
Manis sekali!
Secara teknis, dia lebih tua dariku.
Beberapa bulan.
Ke mana dia pergi?
Entah apa dia sudah makan.
Aku tersinggung.
"Puncak Yangseokbong, Lembah Mujin, Yiseokjae"
Apa yang kau lakukan?
Kau mencari tandanya?
Ya.
Jika aku menemukannya, itu akan menunjukkan siapa yang meninggalkannya.
Aku masih tidak percaya.
Kurasa itu kebetulan. Ini pasti lelucon.
Kau tahu betapa besarnya Gunung Jirisan.
Mengarah tepat ke pendaki yang hilang di gunung luas ini?
Ini
tidak mungkin kebetulan.
Namun
kenapa kau melihat foto-foto itu
setelah dirawat selama setahun dan hampir mati?
Apa karena Hyun-jo?
"Aku masih tidak mengerti apa yang terjadi saat itu."
Kau tahu betul betapa berbahayanya gunung bersalju.
Jadi, kenapa kau naik ke sana hari itu?
Apa sebenarnya
yang terjadi di antara kalian berdua?
Bukan apa-apa.
Kami hanya berusaha melindungi gunung.
Karena itu tugas kami.
Baiklah.
"Jagawana Haedong Tahun 2018, Kang Hyun-jo"
"Kang Hyun-jo, Kantor Taman Nasional"
"Tahun 2018"
Selamat pagi.
Kau sudah bangun?
Kau mau ke gunung?
Kau libur, bukan?
Aku ingin berlatih.
Begitu rupanya.
- Bukankah katamu kau dari Seoul? - Ya.
Kenapa tidak ke Gunung Bukhansan? Itu jauh lebih dekat.
Kau tinggal di dekat sini?
Kalau begitu, akankah dia makan mi instan di sini sendirian sekarang?
Apa yang kau makan sendirian?
Aku harus menjaga kesehatanku sendiri.
Katanya itu bagus untuk kesehatan dan kulitmu.
Kurasa kau membutuhkannya.
- Beri aku satu. - Hanya itu yang kupunya.
Ini.
Aku terus mengatakan ini.
Lebih perhatikan patrolimu daripada tubuhmu.
Sebagai ketua timmu, izinkan aku bicara.
Saatnya memasukkan serpihan.
Mi instanku bukan urusanmu. Perhatikan area patrolimu.
Hei, itu milikku! Buat sendiri punyamu.
- Baiklah. Selamat menikmati! - Sampai jumpa.
Masak mi instan-mu sendiri! Aku harus naik setelah ini.
Sebagai ketua tim, kau harus menjaga anggota timmu.
Ini hari liburmu.
Aku harus naik dan bekerja.
Itu bukan masalahku.
Apa katamu?
Sial!
Kau kesal karena ini?
- Baik. Aku tidak akan memakannya. - Aku tidak mau.
Aku tidak mau! Lepaskan aku.
Semuanya milikmu. Astaga, kau picik sekali.
Apa pemilikmu sudah turun dengan selamat
tanpamu?
"Jiwa Korea bangkit dari sini"
"Jiwa Korea bangkit dari sini"
- Hai, Teman-teman. - Kenapa kalian lamban sekali?
Tolong satu panekuk bawang daun!
Aku datang!
Ini panekukmu.
Tambah makgeolli di sini!
- Kau sudah mulai minum? - Ya.
Ini. Hati-hati.
Kau harus mengocoknya.
- Bersulang! - Bersulang!
Astaga.
Di mana dia?
Di jam sibuk ini...
Makanlah sebanyak yang kau mau.
Aku tahu Yi-gang tidak membuat hidupmu lebih mudah.
Itu tidak benar. Dia luar biasa dalam pekerjaannya.
Meski terkadang dia bisa sedikit keras kepala.
Dia juga sangat tangguh.
Dia tertabrak motor saat masih kecil.
Dia terbang, dan aku takut dia sudah mati.
Namun tidak ada jari yang patah.
Dia bahkan tidak meneteskan air mata di usia semuda itu.
Dia hanya bangun dan berlari ke gunung lagi.
- Astaga. - Ke gunung? Kenapa?
Entahlah. Dia pergi ke sana setiap kali aku memarahinya.
Gadis kecil itu sangat keras kepala.
Dia tidak mau pergi ke rumah teman.
Hanya ke gunung.
Gadis yang tangguh.
Dia pernah tidak turun selama tiga hari.
- Dia pikir dia siapa, "gerilya"? - "Gerilya"?
Dia membuatku gila.
Nenek!
Sedang apa kau di sini bermalas-malasan seharian?
Bagaimana menurutmu? Aku membuat pelanggan senang.
Karena kau di sini, bawakan kami panekuk lagi.
Ya, bawakan panekuk lagi.
Panekukmu yang terbaik.
Berhenti makan panekuk sialan itu!
Apa katamu?
- Hei! Maaf, aku terlambat. - Sama sekali tidak.
- Bu. - Halo, Kapten! Selamat datang.
Kau sudah makan? Kau mau sesuatu?
Tentu saja panekuk bawang daun.
Panekuk bawang daun!
Hei, bawakan panekuk bawang daun!
No comments yet. Be the first to leave one.