처음 200줄입니다.
SERIAL NETFLIX
Dokter Yang, aku Min-ha.
Apa malam ini kau ada janji?
Jika tidak, mari makan di restoran steik depan rumah sakit.
Pukul 19.30.
Jangan merasa terpaksa. Kau boleh tidak datang.
Aku bisa makan dengan teman yang tinggal dekat sini jika kau tak bisa.
Meski begitu, kuharap kau datang.
MAAF, MAKANLAH DENGAN TEMAN-TEMANMU
MAAF, MAKANLAH DENGAN TEMAN-TEMANMU, SELAMAT NATAL
MAAF, MAKANLAH DENGAN TEMAN-TEMANMU
YOON SIN-HYE
Halo?
Sudah pindai CT?
Dia masih sadar?
Ya, pemindaian CT sudah.
Dokter Bedah Saraf tadi sempat bilang mereka akan memantaunya malam ini.
Namun, aku tetap khawatir. Bagaimana ini?
Aku segera ke sana.
INSTALASI GAWAT DARURAT
SELAMAT NATAL
RESTORAN STEIK DEPAN RUMAH SAKIT
Makanlah dahulu.
Astaga.
Ya, silakan.
MAAF, MAKANLAH DENGAN TEMAN-TEMANMU
BANGSAL
INSTALASI GAWAT DARURAT
Hei, Seok-hyeong! Kau belum pulang?
Ini Kang So-ye, teman baikku.
Dia di luar setahun, dan akan bergabung tahun depan,
tetapi datang lebih awal untuk belajar. Bagus, 'kan?
Ya, bagus.
- Selamat malam. - Ya.
Tadi Profesor Yoon Seon-ju…
Yoon Seon-ju, usianya awal 70 tahunan, masuk karena pendarahan otak, 'kan?
Ya. Dari hasil CT, ada pendarahan intraserebrum di ganglia dasar kanan.
Volumenya sekitar 15 cc.
Syukurlah tak banyak.
Menurut hasil angiogram CT tak ada kelainan.
Dia sadar, tetapi motorik kanannya kurang merespons.
Kami akan terus mengawasinya malam ini. Kenapa? Kau kenal?
Dia dosen ternama, 'kan?
Aku di sini!
Siapa dokter bedah saraf yang berjaga malam ini?
Dokter Choi Hyeong-su. Dia tadi sudah kemari.
Seok-hyeong.
Ya.
INSTALASI GAWAT DARURAT
Siapa dia?
Bersulang!
Ini hadiah natal dari kepala koki. Selamat menikmati.
Kepala kokinya pelit sekali.
Kenapa kecil sekali?
RESTORAN STEIK DEPAN RUMAH SAKIT
Hei, nanti saja kau mandi. Di kamar mandi masih banjir.
Halo. Kau baru dari luar? Tadi aku meneleponmu dua kali.
Aku baru selesai belajar. Kenapa? Ada masalah?
Tidak, tak ada masalah.
Kenapa tidak ada? Aku yakin ada.
- Apa? - Kau merindukanku, ya?
Astaga, bagaimana ini? Itu tak ada obatnya.
Haruskah aku ke sana? Aku naik bus sekarang?
Aku sungguh sangat merindukanmu.
Karena terlalu rindu, aku nyaris terkena…
Tunggu sebentar.
Pergi. Enyah.
Aku memang mau pergi.
Karena tak tahan melihat ini.
Maaf, tadi ada Jeong-won.
Ik-sun, cincinnya diretur.
Tadi dikirim ke rumah sakit.
Diretur? Kenapa?
Tertulis, "Penerima tak dikenal."
Aneh. Aku selalu di rumah sejak pekan lalu.
Sebentar. Biar kutanya temanku di kamar sebelah. Nanti kuhubungi lagi.
Ya, baiklah.
Sebelah lengannya tak bisa diangkat. Tadi pun dia muntah.
Sungguh tak perlu dioperasi?
Benar. Pendarahan yang sedikit akan lebih baik dengan obat-obatan.
Itu langkah tepat saat ini,
memantau sambil menurunkan tekanan otak dan darah tinggi.
Bagaimana jika pendarahannya makin memburuk semalaman ini
dan kondisinya makin parah?
Pendarahan bisa meningkat,
tetapi staf Unit Perawatan Intensif pasti akan terus memindai CT.
Jika volumenya bertambah sedikit, akan dipasang selang panjang
bernama kateter untuk mengeluarkan darah,
dan jika pendarahan bertambah,
barulah dia harus dioperasi.
Namun, kita masih belum tahu.
Kita belum tahu pendarahannya akan bertambah atau tidak.
Kita amati saja dahulu, baru putuskan nanti
Inilah alasan kita harus punya kenalan di rumah sakit.
Terima kasih sudah datang.
Tidak apa.
Unit Perawatan Intensif penuh saat ini. Kurasa kalian harus menunggu.
Silakan duduk dan istirahat. Aku yakin tidak akan lama.
Tolong bantu kami, Seok-hyeong.
Kita tetap keluarga di masa lalu, bukan?
Baik.
Sudah makan malam?
Belum.
Kami hendak makan malam bersama di luar,
tetapi ayah mendadak pingsan, jadi, kami kemari.
Kami tak sempat makan.
Begitu rupanya.
Ibu pasti lapar.
Apa di dekat sini ada kedai gimbap? Toserba juga boleh.
Tepat di depan rumah sakit ada kedai gimbap.
Pasti masih buka.
- Temani aku. - Apa?
Baik.
Salju turun lebat di luar.
- Tidak perlu. - Terima kasih.
Kami hanya akan pergi sebentar untuk beli gimbap.
Ayo, Seok-hyeong.
INSTALASI GAWAT DARURAT
Astaga, dingin!
PUSAT MEDIS YULJE
Gawat. Bagaimana ini?
Aku sudah sampai. Tepat di depan IGD.
Astaga, saljunya lebat sekali.
Aku baru baca pesanmu.
Kau sudah kembali? Katamu hendak berkencan?
Aku bilang begitu, ya?
Aku bercanda. Kencan apanya?
Pokoknya, aku segera naik.
Tunggu aku di sana, ya?
Astaga, dinginnya!
INSTALASI GAWAT DARURAT
- Selamat natal. - Ya.
Ternyata gwamegi cocok juga dengan anggur.
- Benar. - Ini enak.
Pilihan tepat, Ketel.
Ketel apa? Mereka apa?
Dia memanggilku "Ketel."
Rupanya begitu.
Kau sedang apa? Cepat kemari!
Kabar baik sesuai dugaan ibu, 'kan?
Kau mau pulang membahas itu, 'kan?
Memang apa kabar baik dugaan Ibu?
Apa lagi? Tentu kabar kau akan terus menemani ibu.
Kita bicara langsung akhir pekan.
Baiklah. Ibu akan memasang karpet merah dan menunggumu.
Ibu menyayangimu, Nak!
Jong-su, tuangkan aku anggur sampai penuh.
Astaga, ada apa? Apa kata Jeong-won?
Kurasa dia tak akan berhenti bekerja.
Serius?
Syukurlah.
Luar biasa. Ini benar-benar berita baik!
Sungguh? Dia memberitahuku akan segera pergi.
Jeong-won tak pergi. Dia berubah pikiran.
Dia akan ke Yangpyeong hari Minggu ini,
tetapi penerbangannya untuk hari Sabtu.
Apa artinya? Itu berarti dia tidak jadi pergi!
Selain itu, kurasa Jeong-won punya pacar.
Dari keluarga mana?
Apa pekerjaan ayahnya?
Mana aku tahu? Lagi pula, itu tak ada hubungannya denganku.
Aku sudah bersyukur putraku punya pacar di usia 40 tahun.
Itu sungguh kabar baik bagi rumah sakit.
Terus terang, aku sempat cemas mengurus Divisi Bedah Anak tanpa Dokter Ahn.
DOKTER BEDAH ANAK AHN JEONG-WON
Astaga. Ini dari Dokter Ahn.
Jawablah. Cepat!
Halo, Dokter Ahn? Ada apa malam-malam begini?
Aku? Aku sedang bersama ibumu.
Ya.
Bolehkah aku ke kantormu sebentar besok pagi?
Aku mau bicara.
Tentu saja. Pasti. Tak hanya sebentar, sepuluh jam pun aku rela.
Datanglah kapan pun. Pagi, siang, sore, malam.
Baiklah kalau begitu. Aku akan mampir sebelum praktik rawat jalan.
Baik. Sampai jumpa besok.
Selanjutnya kita berlatih lagu apa?
"Padahal kini aku baik-baik saja. Aku tak butuh cinta."
"Bodohnya aku. Mengapa aku menangis?" Omong-omong…
ada yang berpacaran?
Apa Seok-hyeong berpacaran?
Dia? Entahlah. Aku belum dengar apa-apa.
Pilihan lagunya mencurigakan.
Hei! Aku tahu alasannya. Astaga, yang benar saja!
Tunggu sebentar.
Sebentar, ya.
Diretur karena tak ada orang?
Itulah aturan di sini.
Petugas paket mungkin datang saat aku keluar sesaat pekan lalu.
Kata Se-gyeong, bisa dikirimkan kembali
jika kuhubungi kantor pos dan mengonfirmasinya,
tetapi harus secepatnya.
Astaga, aku tak percaya kenapa harus diretur?
Biar kukirim lagi.
Jangan, tak usah. Bagaimana kalau terulang lagi?
Berikan saja nanti saat aku pulang ke Korea.
Kapan kau pulang?
Tidak tahu.
Baiklah. Biar aku simpan dahulu.
Jangan sampai kau terjebak di rumah, menunggu cincin ini datang.
No comments yet. Be the first to leave one.