처음 200줄입니다.
Ada apa?
Ada apa?
Maaf, Tn. Falcón. Kuda itu bergerak.
Guillermo Falcón, 48 tahun.
Sudah kaya sejak lahir.
Lahir di keluarga Argentina-Yahudi, dia mewarisi
$3,7 miliar dari kakeknya dalam salam Falcom Group.
Fokus utama grup itu adalah industri otomotif.
Pada usia 20 tahun, dia mulai meragamkan bisnisnya.
Perusahaan induknya memperluas cabang di sektor komponen elektronik,
teknologi, dan kelautan.
Minat utamanya adalah tim balap motor Formula Satu
Falcom DC.
Kini dia memimpin 64 perusahaan
dengan kantor pusat di lebih dari 40 negara.
Andaikan besok dia kehilangan 1% dari kekayaannya,
dia takkan tahu.
Tapi apa kalian tahu berapa banyak 1% itu dalam pecahan 50 euro?
Truk kontainer dengan empat as roda.
Itu momen terindah…
Jika aku ditanya apakah aku benci orang kaya, jawabannya…
Ya. Dengan segenap jiwaku.
Kalian tahu alasannya?
Karena mereka menjebak kita.
Impian Amerika tidak ada di sini. Tangga sosial hanya dongeng.
Yang terlahir miskin akan mati miskin.
Di tempat sampah.
Lalu saat lelah dipermalukan,
kita melakukan unjuk rasa dan membakar tiga tempat sampah.
Lalu kita bergegas pulang karena besok kita harus bekerja.
Ada dua
revolusi yang mengubah keadaan,
Rusia dan Prancis.
Kalian tahu sebabnya? Mereka meruntuhkan segalanya.
Tapi revolusi mustahil terjadi saat ini karena kita dijinakkan.
Dengan gaji 1.000 euro, piza yang diantar ke rumah, dan Netflix.
Biar kuberi tahu.
Di tahun pertama, hanya ada 150 juta orang di dunia.
Hari ini, ada sembilan miliar orang.
Apa artinya itu?
Sumber daya makin berkurang?
Tepat. Karena itu, orang miskin terus bertambah.
Kalian tahu berapa penghasilan Tn. Falcón tahun lalu?
Sebelas miliar dolar.
Saat aku mengetahuinya, aku mengumpulkan petunjuk
dan mendapat pencerahan.
Kita tak bisa mengusik monster kapitalisme.
Kita harus bergabung.
Bukan dengan memberontak.
Semua orang mementingkan diri sendiri.
Dan kita hanya perlu memahami dua hal.
Pertama, ada sebuah garis…
di antara kita
dan klub terpilih berisi orang-orang dengan harta di atas $250 juta.
Kedua…
kita hanya bisa mengubah kelas sosial dengan melompat.
Karena di sini aku kaya.
Di sini, aku miskin.
Di sini, sepatuku tak diperiksa di bandara.
Di sini, aku harus mengantre.
Aku naik jet.
Aku menumpang mobil.
Lobster. Kentang.
Prada. Barang palsu.
Garis yang memisahkan kita tidak tergoyahkan,
tapi kita akan melompatinya
dan menjadi anggota terhormat di Klub 250.
Tanpa senjata,
tanpa risiko,
dan tanpa korban.
Roxán, buka pintunya.
Minerva, hal mengerikan terjadi.
Dia sangat kesal kemarin.
Setelah operasi, dia agak… aneh.
Dia tak merayakannya dengan kita.
Dia langsung menuju ke kubah.
Saat Alain menemukannya pagi ini,
aku memeriksa rekaman untuk melihat bagaimana dia kemari.
Untuk apa dia kemari?
Dia berteriak sebentar.
Tampak gelisah.
Terus mondar-mandir.
Itu tampak seperti serangan kecemasan.
Bisakah kami melihatnya?
BILLIONAIRES' BUNKER
Aku bertanya-tanya apa yang akan kita bicarakan.
Setelah apa yang kita bicarakan?
Soal ibu toksik pemicu muntah dan suami medioker yang menyedihkan.
Tak perlu lakukan apa pun, Sayang. Kita dari kelas atas.
Kita cukup mengabaikan hal yang tidak menyenangkan.
Tidak.
Jangan diabaikan.
Aku ingin mengatakan itu pada Ibu sejak dulu.
Dulu Ibu takkan peduli.
Tapi hari ini, ucapanku terdengar jahat.
Akan kucoba menjalani hidup baru.
Tanpa Rafa.
Yah…
Dan hubunganku dengan Ibu.
Aku menyesal memberi tahu Ibu di waktu dan tempat yang salah.
Lebih baik terus terang sekarang daripada kau menundanya sampai Ibu mati.
Tapi kita masih bisa memperbaiki waktu yang terbuang.
Kita bahkan bisa tertawa kecil.
Empat menit lalu, dia naik ke jembatan dan melompat.
Aku ingin melihat rekamannya.
Apa kau penasaran dengan tragedi ini
atau kau tak memercayaiku, Tn. García?
Aku bahkan tak memercayai nenekku.
Putar videonya.
Aku juga ingin lihat.
Ayo kita lihat.
Yang paling mencengangkan bagiku adalah kalian tak merasakan dukaku.
Dan kalian, dengan sikap dingin, menuntut penjelasan.
Dan kau, García, menabur ketidakpercayaan saat kita seharusnya kooperatif.
Bayangkan betapa kooperatifnya aku.
Aku memercayai kau dan saudaramu dalam kegilaan ini.
Tak banyak orang yang bersedia.
Secara cuma-cuma. Tapi kalian tampak aneh sejak awal.
Aku hanya ingin tahu apakah aku salah memercayai kalian.
Selamat pagi, Kancing.
Kancing?
Aku memanggilmu begitu saat…
Saat aku 12 tahun dan aku masih adik pacarmu.
Aku bukan gadis itu lagi, jadi berhentilah merendahkanku.
Baiklah.
Selamat pagi, Asia. Apa tidurmu nyenyak?
Kau lihat basis data TV?
Ada 5.000 film.
Kau sudah baca panduan TV di bunker ini?
Ya.
Ada film Armageddon.
Aku suka film itu.
Armageddon?
Max, aku tak tahu apa kau memprovokasiku atau kau memang begitu.
Tidak. Aku memprovokasimu.
Aku juga tak tahu apa kau begitu atau pernah tertawa.
Bagimu mungkin biasa saja
saat teman-temanmu dari dua atau tiga tahun terakhir
baru saja dijatuhi bom.
Tapi aku punya teman-teman di luar sana.
Dan ini memengaruhiku.
Aku membaca buku di penjara.
Kebisingan Mental.
Katanya, dalam 98% waktu kita,
kita mengkhawatirkan hal yang takkan pernah terjadi.
Mungkin teman-temanmu baik-baik saja sekarang.
Itu alasanmu tak makan?
Boleh kumakan curo dan telurmu?
Baguslah mereka memberimu buah.
Ya.
Kau harus mengambilnya.
Tiap tamu hanya dapat satu.
Mereka mencatatnya.
Asia…
Halo.
Maaf. Kau harus duduk di meja khusus keluargamu.
Benar…
Begini, ada
restrukturisasi di unit keluargaku.
Sudahlah. Akan kucari tempat lain.
Permisi.
Kepada para tamu,
harap pergi ke kubah segera untuk pertemuan darurat.
KIMERA DALAM KENANGAN
Sesuai komitmen kami untuk transparan dengan kalian,
saya ingin menyampaikan dua peristiwa tragis.
Yang pertama adalah meninggalnya kepala keamanan kami
sebagai akibat dari paparan radiasi.
Yang juga telah pergi…
adalah dokter kami, Julia Baldini.
Dia tidak kuasa menanggung penderitaan akibat peristiwa terbaru.
Lalu dia bunuh diri.
Saya sudah peringatkan bahwa keputusasaan adalah musuh terburuk di sini.
Sayangnya, kita harus terus mengikuti protokol
dan menerapkan kuncitara tanpa batas waktu
dengan semua yang diperlukan.
Seperti yang kalian perhatikan, kami mulai membatasi makanan.
Tn. Varela…
Tolong maju.
Apa Anda mengerti ucapan saya?
Ya.
Semoga Anda mengerti bahwa Anda telah gegabah dan egois
dengan masuk ke sepen malam itu
dan memakan jatah para tamu.
Bukan hanya Anda yang melanggar aturan.
Putra Anda juga.
Max Varela,
tolong maju juga.
Dia membahayakan keamanan bunker karena melawan petugas
dengan kekerasan dan merebut senjata resmi petugas.
Saya takkan menoleransi hal itu.
Dalam situasi ini, keselamatan adalah yang utama.
Bagi kita semua.
Jika ada seseorang yang meragukan upaya pengamanan kami,
keamanan takkan terjaga.
Aku mau Taser itu di kantorku sepuluh menit lagi.
Aku melihat dua orang itu masih hidup kemarin.
Mereka terus muncul di benakku. Aku sangat stres…
Saat aku mengalami serangan panik,
dan terkadang rasa paniknya begitu besar,
No comments yet. Be the first to leave one.