처음 200줄입니다.
SELURUH NAMA, ORGANISASI, DAN INSIDEN DALAM DRAMA INI FIKSI
Apa kau sudah di jalan?
Berhenti merengek. Aku menuju ke sana.
Memang kau tahu aku di mana?
Kau terus ada di sampingku.
Apa yang kau lakukan? Apa kau karyawanku?
Benar.
Ayo kemari dan selesaikan kodenya. Itu saja yang tersisa.
Duduk saja dengan baik di sana dan jangan bergerak.
Ayo kita selesaikan kali ini.
Apa kau tak apa dengan itu? Kau bisa mati nanti.
Tidak, siapa yang berkata bahwa aku akan mati.
Hei, bom nuklir akan jatuh besok.
Ada satu hal yang sebenarnya aku sesalkan.
Aku tak bisa melihat ledakan luar biasa itu secara langsung.
Tae-sul, kau tak bisa bayangkan seberapa lama aku menunggu ini.
Hei, Sigma. Hentikan. Hentikan itu semua.
Kali ini pun, kau tak akan bisa melihat ledakan itu, jadi, hentikan.
Bila aku tahu akan mencarimu seperti ini, aku harusnya menembakmu kemarin.
Kau berlari sangat cepat sambil menangis.
Kau seharusnya menekuni olahraga, bukan seni seperti sekarang.
Dengan begitu kau tumbuh baik dan tidak seperti ini.
Kau tertawa? Apa-apaan ini?
Aku mengatakan hal yang serius.
Ada orang yang tak akan bisa berhasil dengan usaha apa pun. Seperti dirimu.
- Teruslah berbicara. - Apa kau marah?
Bila kau tak berkata apa pun, tidak akan ada yang terjadi.
Bagaimana bisa kau menyalahkan orang lain di saat seperti ini?
Inilah kenapa kau tidak bisa berhasil.
Kau juga melakukan ini saat kecil.
Kau melempar semua rasa bersalah atas apa yang kau lakukan padaku. Benar?
Sama saja dengan komentar burukmu padaku.
Kau saja yang terbaik. Orang lain di sekitar yang bersalah.
Perang nuklir?
Kau juga ingin berkata bahwa itu karena aku, 'kan?
Ada apa? Coba jelaskan padaku.
Kenapa kau diam saja? Jawab pertanyaanku.
- Kau yang bicara. - Ada apa denganku?
Aku kenapa? Aku tak pernah menyalahkan orang lain.
- Kau… - Karena itu semua orang membencimu.
Tutup mulutmu!
Lihat bagaimana kau ubah ucapanmu. Bukankah kau mau aku terus bicara?
Kau tahu apa tentangku?
Orang seperti kalian. Kau, Gang Seo-hae,
orang tua yang menjual tali dan arang kepadaku tanpa berkata apa pun.
Sopir taksi yang hanya sibuk meminta ongkos, walau aku keluar
dengan kepala berdarah dan tanpa sepatu. Polisi!
Aku menggigil selama dua malam di taman.
Tidak ada satu pun yang bertanya apakah aku baik-baik saja.
Tak ada seorang pun.
Taksi!
Kantor polisi. Cepat!
- Darah? - Apa?
Dia berdarah.
Ada apa denganmu?
Han Tae-sul… Dia datang ke rumahku.
- Sudah tulis surat permintaan maafnya? - Dan dia menembakku.
Aku minta kau menulis surat, malah membuat masalah.
- Bukan! - Kenapa kau terlihat seperti ini?
- Hei, Berengsek! - Han Tae-sul benar-benar menembakku!
- Aku serius, dia menembakku. - Pak Detektif, dia tidak bayar ongkos!
- Hei, Pak. - Dasar pengemis!
Dia menembakku dengan pistol!
Hentikan, Berengsek! Hentikan! Hentikan semua ini!
Apa kau membayar ongkos taksi?
Tidak. Tapi Han Tae-sul…
Apa kau sudah gila? Untuk apa Han Tae-sul menembakmu?
Itu karena…
Aku juga tak tahu alasannya.
Kau benar-benar sudah gila.
Hei. Introspeksi diri bila kau bersalah.
Itu fitnah. Kau benar-benar seperti sampah.
Kusuruh kau menulis surat permintaan maaf, bukan membuat omong kosong!
Tangkap saja dia. Beraninya tidak bayar ongkos taksi!
- Apa kau tak mau sadar juga? - Dasar pengemis!
- Sadarlah! - Dasar berengsek!
- Ada apa denganmu? - Kau ini kenapa?
- Apa yang kau lakukan? - Bayarlah bila sudah naik taksinya.
- Berengsek. - Bayar!
- Hei! Tangkap dia! - Bayar aku!
Aku terus memikirkannya.
Kenapa kau
sangat ingin membunuhku?
Aku merasa tak adil.
Kurasa aku tak melakukan apa pun hingga layak diperlakukan begitu.
Coba beri tahu sebagai yang pintar.
Apa aku melakukan sesuatu hingga harus ditembak? Begitu?
Namun,
sebenarnya alasanmu ingin menembakku tidak penting.
Dunia ini
pada dasarnya memang tidak pernah adil.
- Lihat! Silakan pegang. - Keren sekali.
Walau kau arahkan pistol kepadaku, aku tetap penjahatnya.
Benar, perkataanmu benar.
Itu karena dari dulu semua orang menyukaimu dan membenci aku.
Alasan apa lagi selain itu?
Aku tak akan mati di tanganmu.
Dengan adanya serangan kepada negara kita saat ini,
status keamanan nasional dinaikkan hingga tingkat tertinggi.
Dimulai dari serangan ke Pembangkit Tenaga Nuklir Wolsong,
serangan nuklir terus terjadi di seluruh penjuru daerah.
Bom juga terjatuh di tengah-tengah kota…
Karena itu kau mau membuat perang?
Tak ada orang yang menyukaimu sehingga kau ingin membunuh mereka semua?
Tidak semua orang.
Bukankah aku masih hidup?
Aku menutup semua jendela agar aku bisa mati,
tapi malah menyelamatkanku dari ledakan.
Aku sudah makan semua yang bisa kumakan.
Aku bertahan seperti itu selama dua bulan.
Aku tak bisa mengetahui tanggal dan hari.
Jadi, mungkin lebih sebentar atau lama dari itu.
Ketika sudah tak ada makanan
dan air yang tersisa,
aku akhirnya keluar.
Suasana di luar menjadi sunyi.
Siang hari pun terlihat gelap.
Tidak ada siapa pun di sana.
Mereka yang mengucilkan aku,
mereka yang memandang rendah aku, mereka yang menyebalkan.
Mereka semua menghilang.
Saat itulah aku mengerti.
Yang harusnya mati bukanlah aku,
melainkan orang-orang tersebut.
Kau tahu bahwa kau aneh, 'kan?
Bagaimana ini? Sayang sekali.
Aku padahal sudah berusaha memikirkan keuntungan bagi karyawan.
Walau ini terasa tak adil, kau dipecat dari sini. Dasar gila.
Mari kulihat.
NAMA PENGGUNA SANDI
MEMATIKAN
PENGEBUTAN SISTEM
"Memastikan keamanan yang ketat"?
Omong kosong macam apa itu? Aku bisa masuk begitu saja.
MASUK KE AKUNMU
INFORMASI PERSONEL
Jumlah karyawan di gedung ini adalah 6.000 orang.
Yang bekerja dari awal ada 300 orang.
Bila dikurangi karyawan wanita, jumlahnya menjadi 170 orang.
Dengan umur 53 tahun, mari kita tambahkan dan kurangi tiga tahun untuk perkiraan.
TIDAK ADA
Apa ini?
MEMASTIKAN KEAMANAN YANG KETAT
"'Keamanan."
Bagaimana caranya kau masuk ke rumahku
dan menuliskan pesan agar aku tak cari kakakku di belakang lukisan itu?
Begitu.
Aku
bisa masuk ke mana pun.
Orang yang bisa masuk ke mana pun.
Orang yang selalu berada di sampingku
dan bisa masuk ke mana pun.
DEPARTEMEN PERSONALIA
Dia pasti punya posisi tinggi.
Namun, kenapa tidak ada namanya?
Tebakanku salah.
Sialan.
Berengsek.
RUANG STAF PEMBERSIH
ATURAN PERILAKU PELAYANAN
DILARANG MENGGANGGU KARYAWAN LAIN
Sial.
Kau sepertinya banyak menonton film hingga suka berada di tempat seperti ini.
Kali pertama kau ke sini, 'kan?
Padahal aku menunggumu terus di sini.
Aku terus memberi petunjuk padamu.
Bila kau peduli dengan apa yang ada di sekitarmu,
kau pasti sudah menemukanku.
Begitu rupanya. Pada akhirnya, aku tetap datang untuk menemukanmu, 'kan?
Cepat kemari.
Kau selalu bertindak seperti kau yang paling hebat
dan tahu segalanya.
Berengsek!
Apa kau tahu kenapa mereka memanggilku komisaris?
Itu karena aku telah bekerja di sini sejak perusahaan berdiri.
Di luar dari kau sebagai perintis,
aku karyawan terlama di sini.
Aku menang lagi di petak umpet ini.
Waktu itu aku juga menang.
Beberapa saat sebelumnya pun aku menang. Dan kini aku menang lagi.
Hei, sudah kukatakan, jangan senang dulu. Aku belum selesai.
Bila kau selesaikan kode pengunggah,
aku akan kembalikan kakakmu seperti janjiku.
Dasar orang gila.
Obat untuk kakakmu akan segera muncul.
Dia harus bisa naik pengunggah dan kembali dengan adiknya
agar cerita ini bisa dimulai kembali.
Kau.
- Apa yang sebenarnya kau inginkan? - Apa?
Entahlah. Apa mauku?
Aku baru ingat!
Aku benci wajahmu saat kau sedang kesal akan sesuatu.
Jangan dekati aku.
Enyahlah sana!
Mata itu.
Kau sama saja seperti anak-anak yang lain.
Aku sangat membenci wajahmu yang selalu berlagak paling hebat.
Aku ingin melihat kau jatuh terpuruk
sekali saja.
Keluarga, teman, perusahaan, orang yang kau percayai.
No comments yet. Be the first to leave one.