처음 200줄입니다.
SEMUA KARAKTER, LOKASI, ORGANISASI, DAN KEJADIAN
YANG DIGAMBARKAN DALAM DRAMA INI HANYALAH FIKSI
Kata-kata terakhir ibuku.
Surat anonim.
Dia mengaku tidak bersalah.
Narapidana hukuman mati...
yang membunuh ayahku.
JANJI UNTUK SEMUA PERBAIKAN HARAPAN
- Semangat, Ayah - Semangat, Ayah
- Ayah punya kami - Ayah punya kami
- Semangat, Ayah - Semangat, Ayah
- Ayah punya kami. - Ayah punya kami
- Aku sayang Ayah! - Ayah!
Apa itu bunyi hujan?
Bagaimana ini?
Bagaimana ini?
Hei.
Kau masih hidup.
Kumohon...
Kumohon, jangan bunuh aku.
Kami menuntut negara hukum yang kuat!
- Kami menuntutnya! - Kami menuntutnya!
Pembunuhan di Penjara Kangchun tiga hari lalu memicu
demonstrasi terkait hukuman mati untuk penjahat kejam.
Im Duksoo, tahanan hukuman mati jangka panjang, yang membunuh
tujuh tahanan dan seorang sipir dengan kejam, memberi tahu polisi
bahwa dia melakukan kejahatan itu karena tidak senang dengan situasinya.
Hukuman mati dihapuskan di negara kita sejak tahun 1997.
Menurutmu mereka akan mengembalikannya setelah insiden ini?
Aku yakin itu cukup mungkin.
Bahkan politikus bereaksi cepat terhadap insiden ini.
Itu akan memainkan peran paling penting dalam pemilu mendatang.
SATU BULAN KEMUDIAN
Pintu terbuka.
Aku Ha Woosin.
Apa tawaran Grup Haesong masih berlaku?
Mari kita lakukan.
Baiklah.
BU YEO SOOJUNG
Mari kita lakukan.
Pimpinan Kwon pasti kenal seseorang yang merupakan penggemarmu,
melihat bagaimana dia memilihmu.
Begitukah? Aku penasaran siapa dia.
Kau akan lihat sendiri, tapi syaratnya...
Syaratnya hebat. Luar biasa.
Biar kubaca dahulu.
KONTRAK TERTULIS
Jujur saja. Kau terlalu sukses
untuk menjadi penulis bayangan.
Kenapa penulis terlaris
memilih menjadi penulis bayangan?
Namun,
ini bukan memoar biasa.
Kita membicarakan Kwon Jaekyu dari Haesong.
"Tulisan akan dilakukan di tempat yang diinginkan klien"?
Ya, di kediamannya.
Aku tak bisa pergi dari rumahnya sampai memoarku selesai?
Karena alasan keamanan.
Bertahanlah satu bulan saja, dan uang itu akan menjadi milikmu.
Aku mengerti kebutuhan untuk perjanjian kerahasiaan,
tapi kenapa aku tidak bisa memakai ponselku?
Mereka akan menyediakan saluran tetap.
Yang akan mereka sadap.
Ayolah.
Menarik sekali. Semuanya akan dirahasiakan,
dan aku hanya akan menjadi penulis bayangan.
Woosin.
Kau akan diuntungkan dari ini, bahkan dengan semua batasan ini.
Aku akan segera menerima tawaran itu jika menjadi kau.
Siapa yang memesan kopi?
Kau bahkan membuat kopi sekarang? Kapan kau menulis?
Aku tidak memintanya. Aku bukan orang seperti itu.
Aku bisa membuat kopi dan menulis.
Aku mungkin muridmu,
tapi dia yang membayarku.
Hei! Ini kontrak!
- Maaf, Bu. - Kenapa kau membawakan kami kopi?
- Mau kubuatkan lagi? - Dasar kau...
HA WOOSIN
Astaga! Woosin!
Aku tidak mengira kau akan menyerah.
Itu jumlah yang besar.
Ayolah. Aku tahu kau bukan tipe orang yang goyah karena uang.
Apa yang ingin kau katakan?
- Apa maksudmu? - Apa yang ingin kau katakan kepadanya?
Aku?
Di antara semua kursi di sini, kau memilih duduk di sampingku.
Kau bersikap lebih ramah daripada biasanya kepadaku.
Kau mencoba membuktikan kepadanya bahwa kita lebih dekat dari dugaannya
agar dia menyetujui apa pun yang kau katakan.
- Itu tidak benar. - Permainan kekuasaan.
Kau ingin dia berpikir bahwa aku memihakmu.
Entah disengaja atau tidak, dia akan berpikir begitu.
Benarkah? Begitukah?
Dia salah.
Kalau begitu, aku akan meninggalkan kalian berdua.
Aku punya rencana makan siang.
Pak.
Pak, jangan pergi begitu saja.
Pak!
Katakan.
Apa maksudmu?
Ada apa?
Bisakah aku mendapatkan...
Mendapatkan apa?
Tingkat kepuasan terhadap Hwang Byungchul dari Partai Masa Depan Baru
meningkat empat persen.
Tingkat kepuasannya
terus meningkat sejak dia berjanji
mengembalikan hukuman mati.
Jika aku jadi presiden berikutnya...
Penjahat keji pantas dihukum mati!
- Mereka pantas mendapatkannya! - Mereka pantas mendapatkannya!
Kami menuntut negara hukum yang kuat!
- Kami menuntutnya! - Kami menuntutnya!
- Tolong tunjukkan KTP-mu. - Baiklah.
- Kami menuntutnya! - Baiklah.
Penjahat keji pantas dihukum mati!
BERITA LOKAL KIM SEOHEE
Kenapa aku sangat gugup, padahal tidak melakukan kesalahan?
Jangan terintimidasi.
Apa?
Itu dia, 'kan?
Tunggu.
- Hei... - Maaf, kau tak boleh parkir seperti itu.
Tolong pindahkan. Kau tak boleh parkir di sini.
- Baiklah. - Sekarang.
Baik.
GONG DAECHUL
Masuklah.
Jaksa... Kau bukan dia.
Apa kau...
- Ya. - Tidak mungkin.
Benar kau, 'kan?
Ya.
Aku banyak mendengar tentangmu. Aku Kepala Bagian Gong.
Astaga. Tapi dia tidak ada.
JAKSA SONG SUHYEON
Ini kasus yang belum pernah terjadi di seluruh sejarah konstitusional.
PEMBANTAIAN PENJARA KANGCHUN
Masyarakat memiliki harapan tinggi kepada kejaksaan.
Kita tidak boleh mengecewakan mereka.
Lagi pula, kita pelindung keadilan yang dibayar oleh negara kita.
Baik, Pak.
Hanya kau yang bisa menyelamatkan harga diri kita.
Jaksa Song, kau yakin?
- Hei. - Kepala Yang.
Ya, Pak.
Kau tertawa?
Maaf, Pak.
Itu terlalu lucu hingga aku tidak bisa menahan diri.
- "Lucu"? - Ya, Pak.
Apa yang lucu?
Fakta bahwa kau ingin departemenku
mengambil alih kasus ini.
Sepertinya kau berencana
mencuri hati publik dengan kasus kontroversial ini
dengan mendukung hukuman mati.
Aku hanya ingin kau membantu persidangan.
Yang kau inginkan adalah mendukung Kandidat Hwang semampumu.
Dia kandidat paling menjanjikan.
Jika dia terpilih, itu juga akan menguntungkan kita.
Kurasa itu tidak relevan bagiku.
Ada banyak orang di Departemen Khusus yang ingin sukses, jadi, minta mereka saja.
Hei, kau pikir aku memilihmu karena menyukaimu?
Pembunuh ayahmu
masih hidup, bukan?
Begitu rupanya. Jadi, itu alasanmu memilihku.
Putra korban pembunuhan menjadi jaksa
dan memimpin kasus ini. Itu akan menarik.
Jaga ucapanmu.
Tidak, terima kasih.
Bahkan jika Kandidat Hwang memintaku secara langsung, jawabanku tetap tidak.
Aku mengerti.
Aku tahu kau menentang merencanakan hal seperti itu.
Tapi bantu aku sekali ini saja, ya?
Tidakkah menurutmu akan ada saatnya kau juga membutuhkan bantuanku?
Aku tidak mengandalkan orang lain untuk kesuksesanku.
Aku juga tidak butuh orang lain untuk mendukungku.
- Song Suhyeon. - Pak?
Hidup ini panjang.
Kau akan menyesali ini suatu hari nanti.
Kalau begitu, sampai jumpa saat hari itu tiba.
Apa?
Si bodoh itu.
Hei, Song Suhyeon!
Di mana Song Suhyeon?
Dasar gila!
Dia harus tenang.
Pak, tolong tenanglah.
Sial!
Beraninya dia tidak mematuhi wakil kepala.
Dia pikir dia hebat
karena wakil kepala selalu baik kepadanya?
Sial! Di mana dia?
Aku tak tahu, Pak.
Astaga.
Semua orang di sini sulit dipercaya.
Mereka serius tentang hal paling konyol.
Ada apa lagi kali ini?
No comments yet. Be the first to leave one.