처음 158줄입니다.
Maaf membuatmu menunggu, Asuna.
Shinonon!
warna dari jiwa itu berwarna apa?
tamashii no iro ha naniiro desu ka
"aku telah hancur seperti semestinya"
"mou isso oreta mama de"
makin kularikan diri makin banyak yang terbuang
suteru hodo nigedasu hodo
lihatlah, sebenarnya aku tidaklah kuat
tsuyokunai yo hora
sekali lagi jantungku berdebar kencang
mou ichido kodou takanaru
apa yang benar
nani ga tadashii ka nante
aku pun tak tahu
wakaranai kedo
sesuatu yang tak berbentuk
katachi no nai mono bakari ga
bisa menjadi berharga
taisetsu ni natte yuku
hanya kata-kata tanpa hiasan saja
kazaranai kotoba dake ga
yang mengikatnya dengan erat
tsuyoku musubareteru
tersandung lagi dan jatuh
mata tsumazuite korogatte
namun ku takkan hancur
sore demo kudakenai
warna dari jiwa itu berwarna apa?
tamashii no iro ha naniiro desu ka
walau terluka dan hanya berkata kuat
tada kizutsuite tsuyogatte
namun ku masih ingin mencarinya
sore demo mitsuketai yo
serta memastikan bentuk dari jiwa itu
tamashii no katachi tashikameteru yo
selamanya
zutto
selamanya
zutto
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
Perang Besar Underworld
Perang Besar Underworld
Perang Besar Underworld
Perang Besar Underworld
Perang Besar Underworld
Perang Besar Underworld
Perang Besar Underworld
Perang Besar Underworld
Perang Besar Underworld
Perang Besar Underworld
Perang Besar Underworld
Perang Besar Underworld
Perang Besar Underworld
Perang Besar Underworld
Perang Besar Underworld
Perang Besar Underworld
Perang Besar Underworld
Perang Besar Underworld
Perang Besar Underworld
Perang Besar Underworld
Perang Besar Underworld
Asuna, sekitar lima kilometer ke arah selatan, terdapat reruntuhan yang terbengkalai.
Sepertinya kita bisa melawan balik dari sana tanpa harus terkepung.
Aku mengerti, Sinon.
Mau berapa pun jumlah pemain VRMMO dari Amerika,
mereka takkan bisa datang langsung sekaligus.
Selama mereka yang ada di sini kita kalahkan, menurutku musuh takkan bisa berkutik lagi.
Oke, serahkan saja padaku.
Oh ya, omong-omong, apa Kirito ada di regu ini?
Sudah sejauh ini kenapa cara bicaramu kaku begitu?
Kirito ada di sini, kok.
Benarkah?
Kalau begitu aku mau menyapanya dulu.
Dewi Solus?
Halo! Salam kenal.
Aku mungkin berwujud Solus, tapi sebenarnya bukan.
Namaku Sinon.
Ya, sama seperti Asuna, aku datang dari dunia nyata.
Dan aku temannya Kirito.
Oh, begitu.
Perempuan semua!
Dan bukan hanya kita saja.
Meskipun jiwamu sudah terluka parah,
masih ada banyak orang yang mengenal jiwamu dengan baik.
Kau bisa merasakannya, 'kan?
Bagian dirimu yang ada pada diriku.
Sifatmu yang sarkas, menyebalkan, keras kepala, dan juga naif,
serta dirimu yang paling baik dan juga terkuat.
Tenang saja, Kirito pasti akan segera sembuh.
Terutama di saat kita paling butuhkan bantuannya kelak, benar, 'kan?
Baiklah, aku akan pergi terbang duluan ke reruntuhan untuk pelajari wilayahnya.
Tolong jaga Kirito. Bisa, 'kan?
Eh, Sinon, tadi kau bilang mau "terbang"?
Berarti, kau bisa terbang?
Benar.
Sepertinya, ini kekuatan unik yang dimiliki oleh akun Solus.
Bahkan katanya tak ada batasan waktu atau apa pun.
Kalau begitu bukan kita yang perlu kaubantu!
Tapi Alice! Tolong kejar dia yang sudah diculik oleh Kaisar!
Gerbang Timur - Reruntuhan Tanah Kegelapan
Len.
Sebenarnya untuk apa kita bertarung?
Kenapa kau harus mati demi mereka?
Sakitnya!
Aduh!
Jangan lihat! Jangan menatapku!
Eh, selamat siang.
Ya.
Atau selamat pagi, ya?
Kenapa kau tak lari? Kenapa kau tak berteriak?
Padahal kau manusia, tapi kenapa...
Kenapa?
Karena kau pun juga manusia, 'kan?
Manusia? Aku? Bicara omong kosong apa kau ini?
Kau tak lihat apa? Aku ini Orc!
Orc, yang kalian para Ium anggap sebagai manusia babi!
Berarti, kau termasuk manusia, 'kan?
Habisnya, kita sekarang sedang berdiri sambil mengobrol, mau bukti apa lagi?
Apa lagi?
Daripada itu, kita ada di mana sekarang?
Eh, namamu siapa?
Namaku Lilpilin.
Lilpilin? Nama yang bagus, aku Leafa.
Hai, salam kenal, ya.
Kau itu kesatria dari Pasukan Wilayah Manusia, 'kan?
Kalau begitu akan kusandera kau.
Dan kubawa ke hadapan Kaisar!
Yang kau maksud Kaisar itu, Vecta sang Dewa Kegelapan, 'kan?
Benar!
Baiklah.
Bawa aku kepadanya.
Gadis ini siapa, sih?
Kalau bisa mengobrol, aku termasuk manusia?
Para goblin, ogre, dan raksasa juga bisa bicara,
tapi hanya karena wujud kita berbeda, manusia selalu memandang rendah kami.
Sedangkan gadis ini malah...
Ayo.
Apa ini?
Kau, Dee Eye Ell!
Aroma ini... Oh, aromanya!
Begitu harum bagaikan aroma kehidupan!
Sungguh indah sekali sanderamu ini!
Kerja bagus, Babi.
Sebagai hadiah, akan aku perlihatkan sesuatu yang menarik padamu!
Bagaimana? Kau belum pernah lihat tubuh wanita manusia sepenuhnya, 'kan?
Apa ini terlalu berlebihan untukmu?
Padahal keseruan sebenarnya baru akan dimulai.
Saksikanlah.
System Call!
Transfer Human Unit Durability, Left to Self!
Luar biasa! Menakjubkan!
Betapa kuat dan manis rasanya!
Apa yang kaulakukan?
Gadis ini adalah sanderaku! Mau kubawa dia ke Kaisar!
Diam kau, dasar babi sialan!
Apa kau lupa kalau Kaisar sudah serahkan komando padaku?
Keinginanku mewakili Kaisar.
No comments yet. Be the first to leave one.