처음 200줄입니다.
Mereka terkejut dan takut, menyangka bahwa mereka melihat hantu.
Dia berkata pada mereka, "Mengapa kamu terkejut dan apa sebab timbul keragu-raguan didalam hatimu?"
"Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku. Aku sendirilah ini!"
"Rabalah Aku dan lihatlah; karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."
Lukas 24:37-39
...::: Penerjemah: ulla14 :::... Amirullah Kharim
Masih subuh. Ada apa?
Ada yang meninggal.
Siapa?
Kau kenal Cho, si petani ginseng?
Ya.
Istrinya meninggal.
Diluar hujan lebat...
Hei, kau mau kemana?
Ada yang meninggal.
Siapa?
Istri si petani ginseng.
Hanya itu yang kutahu.
Tapi dia masih sangat muda.
Seperti katamu.
- Jangan keluar sebelum sarapan. - Aku harus bergegas.
Sedikit saja!
Walaupun bergegas yang meninggal takkan hidup kembali.
Tapi aku harus pergi.
Makanlah dulu, oke?
Ayo.
Apa yang terjadi?
Belum pasti. Kupikir seseorang membunuhnya.
Orang seperti apa yang tega membunuh?
Dasar brengsek.
Ada yang meninggal?
Makanlah, sayang.
Siapa yang meninggal?
Makan sarapanmu.
Daah, yah.
Kenapa lama sekali?!
Beri aku jas hujan.
Cepat!
Ada dua mayat.
Mana Kapten?
Dia ke Seoul, ingat?
Oh iya.
Ayo!
Aku datang.
Lihat aku, Heung-guk!
Lepaskan aku!
Aku pamannya!
Jong-gu!
Heung-guk, mengapa kau melakukannya?
Sersan.
Memakai ini, menurutku. Dia menikamnya, mungkin, 20 kali?
Sial.
Apa itu?
Sepertinya mayatnya dipindahkan kemari setelah dibunuh.
Kacau sekali.
Itu Cho, suaminya?
Sepertinya iya.
Oh sial.
Dan anak mereka?
Sudah dibawa ke kerabat.
Mengapa dia melakukannya?
Aku tak mencium bau minuman keras, tapi dia tak mau bicara.
Mungkin dia teler akan sesuatu. Bagaimana lagi dia bisa seperti itu?
Apa yang terjadi?
Bagaimana perkembangannya, Sersan?
Aku pamannya! Lepaskan aku!
Dasar bodoh.
Apa dia tak tahu menggunakan GPS? Mengapa aku harus menjemputnya?
Itukah?
Ambil pemotong kawat.
Tarik.
Bau apa ini?
Jadi, Cho dibunuh disini.
Ada apa dengan semua ini?
Jadi dia mengundang Cho kemari, membunuhnya,
menaruh mayatnya dalam karung, membawanya kerumahnya, dan lalu membunuh istrinya?
Benar-benar nafsu membunuh.
Pastikan kau memotret semuanya.
Disini, disitu, semuanya disebelah sana.
Jong-gu!
Kemarilah!
Sersan, coba kemari.
Sial!
Oh Tuhan...
Bajingan itu.
Orang gila seperti apa dia?
THE WAILING RATAPAN
Itu menakutkan, atau apa?
Apanya yang menakutkan.
Bagaimanapun juga, seluruh desa membicarakannya.
Siapa yang cerita padamu?
Byeong-gyu.
Bajingan satu itu...
Sekarang dia juga menyebar cerita itu padamu?
Ya, dari yang kudengar,
ada yang aneh dengan orang itu.
Aneh seperti apa?
Pemilik toko di sudut jalan jadi gila.
Orang di penggilingan meninggal,
dan kemudian Heung-Gu juga meninggal dua hari lalu.
Jadi?
Semua itu terjadi semenjak pria Jepang itu tiba.
Berhentilah omong kosong bodoh.
Siapa yang kau sebut bodoh?
Dengar, hasil otopsi Heung-guk keluar hari ini.
Ternyata, dia memakan beberapa jamur liar.
Apa?
Kau tahu. Orang yang kau kira memakai obat-obatan.
Darahnya penuh dengan itu.
Dan disana ada banyak jamur kering dirumahnya.
Kau percaya itu?
Itu hasil otopsinya!
Kau tak pernah memakan jamur itu waktu kecil?
Tidak pernah.
Sepengetahuanku, jamur tak mempengaruhimu seperti itu.
Kau lihat orang miskin itu.
Jamur takkan membuatmu seperti itu.
Tapi aku benar tentang si pria Jepang.
Jika semua orang membicarakannya,
pasti ada alasannya.
Ada apa ini?
Jaringannya putus lagi.
Sial.
Aku selalu memberitahu Kapten agar memperbaiki kabel listrik itu.
Dia tak pernah mendengarkan!
Dasar sial!
- Ada apa? - Demi Tuhan apa itu?
- Makhluk diluar itu. - Apa yang ada diluar?
- Diluar, itu... Sial! - Apa masalahmu?
Apa itu?
Coba kau periksa.
- Aku? - Ya, kau! Brengsek.
Kau ingin aku keluar?
Sekali lagi kubilang, brengsek, cepat keluar dan periksa!
Oh Tuhan...
Baik, aku akan keluar.
Ayo, cepat!
Sial.
Siapa kau? Makhluk apa kau?
Hentikan!
Hentikan, pelacur kotor! Dasar pelacur!
Makan ini juga.
Oh, kau sangat berat.
Aku sudah terlalu tua untuk ini.
Jangan bodoh.
Seorang nenek memberitahuku pria masih bisa bercinta diatas usia 70.
Kalau begitu belikan aku obat kuat.
Aku selalu bermimpi buruk.
Apa yang kau lakukan disitu?
Oh sial!
Jangan! Menjauh dari mobil.
- Jangan buka! - Apa yang kau lakukan?
Demi Tuhan!
Ayah!
Ayah!
Lihat.
Bagaimana?
Cantik.
Sangat cantik.
Berapa lama kau mengintip?
Seberapa banyak yang kau lihat?
Jangan khawatir, aku takkan cerita.
Jadi kau melihat semuanya.
Bukan hal besar. Itu bukan pertama kali.
Apa?
Ini.
Apa?
Tak apa. Coba sedikit.
Cepat!
Dasar brengsek!
Kenapa kau lama sekali? Mengacuhkan teleponku?
Mertuaku sedang sakit.
Sekarang kau menjadikan mertuamu sebagai alasan?
Kau pasti ketiduran!
Tidak. Aku bersumpah.
Cepat kerja.
Permisi, bu?
Ada apa itu?
Apa yang kau lakukan? Hentikan dia.
Ya, Pak.
Ikut denganku, bu.
Lepaskan aku!
Sersan, bawa dia dari sini.
Tolong mundur.
Ada apa dengannya?
Tolong, tenanglah.
Si bodoh itu...
Tenanglah, bu.
Jong-gu.
Pergilah mandi dulu.
Hei, jangan menyalahkan dirimu.
Itu bukan salahmu...
...kalau kau seperti perempuan kecil yang penakut.
Oh Tuhan.
Halo!
- Hei. - Hai, Hyo-jin.
Halo, Kapten.
- Bagaimana kabarmu? - Baik.
- Bawa pakaian bersih untuk ayahmu? - Ya.
Ibu memberikanmu celana dan pakaian dalam bersih.
No comments yet. Be the first to leave one.