처음 169줄입니다.
Jashin-chan Dropkick Episode 3 Subtitle Indonesia
Penerjemah : Itsuki
Minos.
Kau sedang apa?
Ah, Yurine-chan.
Aku sedang membakar lobster.
Ta-da!
Bukannya itu udang karang—
Saat kubilang pada Jashin-chan
Aku ingin mencoba makan lobster...
Aku dapat banyak di Kanal Shimizu di bagian sudut!
Lalu dia memberikan padaku sebanyak ini!
Banyak
- Yurine-chan mau? - Tak mau.
- Mau kubakarkan. - Nggak usah.
Sebentar lagi matang!
Ayo coba. Aduh! panas.
Ah, ayo makan!
Muantap! Lobster memang luar biasa!
100% Beef
- Memangnya udang karang enak? - Yurine-chan juga coba dong!
- Tak usah. - Renyah banget.
Ini lumayan enak, lho!
Bagaimana dengan hadiahku?
Ya, tentu saja akan kubelikan.
Benarkah? Terima kasih!
Benar juga.
Hari Natal, ya.
Perutku keroncongan.
Padahal Hari Natal.
Tapi aku malah makan remah roti.
Tuhanku juga sudah pernah melewati banyak cobaan.
Aku harus bersyukur dengan makanan yang kumiliki!
- Dinginnya. - Hei, apa yang kau inginkan untuk Natal nanti?
Aku ingin kekayaan, kehormatan dan juga status.
Wah, kau cukup dewasa, ya?
Aku yakin Santa-san akan menjadikannya nyata.
Kalau begitu, aku ingin cinta.
- Apaan tuh, keren banget. - Ya, kan?
Aku ingin cinta.
Keren banget.
Santa? Maksudnya Saint Nicholas, ya?
Dia pasti kerepotan.
Bagaimana dia akan mengabulkan permintaan anak-anak ini, ya?
Kalau Pekola sih, hanya minta sesuatu yang memiliki rasa.
Kenapa aku meminta hadiah Natal
padahal Pekola bukan manusia?!
Lagipula, Natal itu bukan soal hadiah!
Aduh, aku tersedak! Aku butuh minuman!
Susu
Hampir saja.
Aku hampir meminumnya habis.
Padahal jatah hari ini hanya segini saja.
Aku bersyukur dengan makanan yang kumiliki.
Tapi aku ingin sesuatu yang lebih berasa. Seperti kare,
Santa-san, akankah kau datang jika dipanggil seorang malaikat?
Ah, enaknya.
Bau ini kan...
Enaknyaa.
- Kare? - Kare ini enak buaanget.
Tsukaima milik si Yurine Hanazono. Sejak kapan dia di sini?
Tunggu, topi itu kan...
- Apa mungkin dia tsukaima-nya Saint Nicholas? Santa? - Aku dapat diskon untuk take-out.
- Enaknyaaa! - Apa dia dikirim karena permintaanku tadi?
- Saking enaknya, aku telah menghabiskan semuanya. - Ternyata aku salah.
Kumakan yang kedua juga ah.
Aromanya enak sekali!
Kare...
Juiciy banget!
Juicy...
Kenapa kau lihat-lihat?
- Aku tak akan memberimu, lho. - Ma-Maaf, ini tak sengaja.
Memalukan sekali.
- Aku ingin itu. - Eh?
Berikan padaku.
Bukannya tadi kau sudah makan banyak?
Pekola hanya punya ini, tahu.
Aku sudah selesai makan, jadi berikan itu padaku.
Dasar serakah. Nanti kau bisa ke neraka, lho.
Hah? Tapi aku kan lahir di sana.
Aku tak peduli! Aku masih ingin makan!
- Hentikan! Pekola hanya punya ini! - Berisik! Berikan padaku!
Su-Susuku yang berharga!
Celahmu terbuka lebar!
Merry Christmas!
- Kuambil. - Aah!
Enaknya! Makanan hasil rebutan memang mantap!
Sedikit kering sih, tapi tetap saja mantap!
Ja-Jahat banget...
Salahmu sendiri karena kau lengah.
Dan bagi iblis, 'jahat' adalah sebuah pujian.
Berikan kembali makananku yang berharga!
Aku tak takut padamu, dasar malaikat tanpa lingkaran halo!
Kau ngapain sih?
Ah! Yurine...
Kubilang agar kau pulang dengan membawa kare selagi aku pergi mengambil ayam itu.
Si penyihir, Yurine Hanazono.
- Aku tak tahu. - Hm? Apa?
Aku tak tahu.
Kau makan kare-nya?
A-Aku tak tahu!
- Keduanya? - Aku tak tahu apa-apa.
Ini dimana? Aku siapa?
Aku tak tahu.
- Dia yang memakannya! - Apa?
Padahal dia kecil, tapi dia makannya banyak.
- Padahal kubilang "jangan!!", tapi... - Jashin-chan.
Kenapa kau bohong?
Ya! Ya! Aku memakannya!
Lalu?
Dasar.
- Sebagai hukumannya, tak ada ayam untukmu. - Ayolah...
T-Takoyaki... Darah...
- Takoyaki... - Pekola.
Sepertinya kau telah direpotkan Jashin-chan.
Kuberikan ini sebagai permintaan maaf.
Ini ayam jatahnya Jashin-chan.
Makanan yang berasa!
A-Aku tak bisa menerima pemberian dari seorang penyihir.
Aku tak mungkin menerimanya!
Meski begini, aku masih tetap malaikat.
Bisa saja kau telah meracuninya.
Ini adalah sebuah permintaan maaf. Terima saja.
Kalau masalah memakannya atau tidak, itu terserah kau saja.
Jashin-chan, ayo pulang.
Sudah waktunya untuk menghias kamar kita. Kau mau jadi pohonnya?
Chicken! Makanan yang berasa!
Yurine Hanazono.
Mungkin saja kau adalah seorang penyihir, tapi bagiku kau adalah Santa!
Bagaimana kalau aku berikan dagingmu pada Beth?
Tolong jangan...
Kau menyukainya? Makan yang banyak, ya?
Hei, Jashin-chan. Kau tahu?
Kenapa baju Santa Claus merah?
Itu karena baju itu berlumuran darah.
Merry Christmas.
Merry Christmas-sacre! Eh?
Jashin-chan, kau di mana?
Jashin-chan... Jashin-chan...
- Jashin-chan... Jashin-chan... - Dia terlihat tak berdaya di jalanan.
- Jashin-chan... Jashin-chan... - Akankah dia menemukannya?
Aku ada di sini, sedang disalib.
Musim telah berubah dalam satu kejapan mata.
Saat ini musim gugur.
Latihanku selesai.
Metode pernafasanku membuahkan hasil.
Perut berotot ini akan menjadikan dropkick-ku lebih ampuh.
Yurine, pukul aku di bagian perut.
Coba saja perut besi ini.
Oke.
Sial...
Jashin-chan?
Ya!
Halo, namaku adalah Yusa.
Terima kasih karena telah merawat adikku.
Yusa? Anu...
Silahkan.
Terima kasih.
Padahal aku berniat memakan kue ini sendirian!
Sudah kembali sadar
Harusnya aku memakan ini sebelum latihan!
Kori-chan telah membantu kami saat musim panas.
Tapi bisa kau hentikan badai salju ini? Ini dingin sekali.
Ah, maaf.
Aku tahu kalian adalah bersaudari,
tapi apakah kalian adalah makhluk yang sama?
Ya.
Penampilan kami, Iblis Es, berubah saat kami tumbuh.
Kami terlahir dengan sebuah kemampuan saat kecil.
No comments yet. Be the first to leave one.