처음 200줄입니다.
Cepat masuk. Katakan yang sebenarnya.
Hei, minggir ke kiri mu!
Kau akan menabrak kami.
Beera
Beera beera beera beera
Beera ke dus maathe "Beera punya 10 kepala"
Beera ke sau naam "Beera punya 100 nama"
Chede jo beera ko Dhama dham dham dham "Nafas Beera terengah-engah"
Beera beera beera beera
Arey beera uthti aandhi Beera ek toofan "Beera adalah angin badai, Beera lah badai"
Saans mein ugle agni beera "Hembusan nafas Beera adalah api"
Jalti jaan jalti jaan, beera "Panasnya jiwa Beera"
Janam na poocho Jaat na poocho "Jangan nanya tempat kelahiran dan kastanya"
Poocho jo pehchan "Jika hendak nanya"
Beera ka abhimaan hai, beera "Jatidiri Beera adalah keangkuhan nya"
Beera beera beera beera
Cepat, cepat.
Hemant, pak.
- Katakan, Hemant. - Pak..
Ada apa?
Ya. Katakan, Hemant.
Pak, disini ada kecelakaan.
Aku bisa mendengarmu. Katakan.
Ada kecelakaan perahu, pak.
Penculikan.
Siapa yang diculik?
Siapa, Hemant?
Istri anda diculik, pak.
Saya curiga bahwa Beera terlibat.
Kami sedang mengupayakan sebisa kami. Menjelang malam, pak..
Siapa itu?
Tolong!
Ratu ku, kenapa menutup matamu?
Siapa itu?
Iblis dan brandalan.
Siapa kau?
Kenapa kau membawaku kesini?
Kau akan menyesal.
Kau membuat kesalahan besar.
Kau bisa dibunuh.
Pengecut.
Kau pengecut.
Aku tak takut padamu.
Sepertinya dia tenggelam.
Hidupnya belum berakhir.
Dia akan mati 14 jam lagi.
Kata Beera begitu.
Buka gerbangnya.
Kau buta apa? Buka!
'Lihat, jika matamu untuk melihat..'
'..Gerbang ini tetap ku tutup.'
'Jika kau sangat lapar..'
'..Cari saja coklat ke tempat lain.'
Kau mau ku bunuh?
Sepertinya kau tak suka puisiku.
Aku pun tak suka pistolmu.
Akan ku layani kau.
'Aku takkan melukai..'
'..Monyet riang.'
'Jangan bersedih, bersenanglah.'
Kata penyair Sanjeevani,
'Dunia ini tak bersalah. Untuk segudang bunga..'
'..Akulah malaikat pelindung.'
'Akulah penjaga.'
'Lihat, jika matamu untuk melihat..'
'..Gerbang ini tetap ku tutup.'
'Jika kau sangat lapar, cari saja coklat ke tempat lain.'
Turun. Atau kutarik kau.
Ayo lihat seberapa jauh dia bisa pergi.
Jadi kau Sanjeevani Kumar? Penjaga hutan?
Sudah 28 tahun.
Departemen Kehutanan memujimu.
Kau sedang diskors.
Diskors lagi. Selama 48 hari.
Apa monyet mu minum alkohol?
Kau mau bermain perangkap?
Aku menghentikanmu hanya untuk menunjukkan jalan.
Kau lihat, aku tak bisa membiarkanmu pergi sendirian.
Kata siapa kau akan ikut pergi?
Kau tak baca papan tandanya? Disitu tertulis..
'Dev Pratap mau menyelamatkan istrinya..'
'..Denganku..'
'..Untuk membinasakan semua kejahatan.'
Pak, dia tak tahu jalan di hutan ini.
Dia mungkin orangnya Beera, pak.
Dia sering mabuk. Mana bisa dia menunjukkan jalan?
Pak, dia tak tahu jalan di hutan ini.
Dia mungkin orangnya Beera, pak.
Dia sering mabuk. Mana bisa dia menunjukkan jalan?
Beera.
Usianya 32 tahun.
Penjahat yang kejam. Lelaki yang juga meneror daerah Laal Maati..
Dan melindunginya.
Makanya aku dipindah tugaskan kesini.
DSP Hemant Sinha.
Daerah Laal Maati.
Saya takkan beri hormat dan berkata, 'Selamat datang di Laal Maati'.
Saya tahu anda tak peduli diperlakukan begitu.
Saya yakin, disini banyak orang yang tak suka polisi.
Saya suka orang seperti itu.
Beera menghantui siapapun.
Semua orang slalu membicarakan kebaikan atau keburukannya.
Saya datang ke laal Maati ingin menemui lelaki yang tak suka kita..
..Memberitahu mereka tentang tugas kita.
2 saudaranya, komplotannya..
..Mangal dan Hariya.
Kita bisa berteman..
..Atau bisa jadi musuh.
Kalian takkan temukan musuh yang lebih buruk dari saya.
Dia iblis bagi sebagian orang.
Juga malaikat bagi yang lain.
Dialah aturan hukum dan pembuat hukum di Laal Maati.
Tapi bagi kami, dia hanya penjahat biasa.
Beera slalu ada saat darah orang ditumpahkan..
..Atau membalas dendam dengan membunuh.
Dia Raavan? Atau Robin Hood?
Bagi kita, dia Raavan.
Berapa banyak kasus tentang dia?
Kata mereka, Beera bisa ada di 10 tempat saat bersamaan.
Dia punya 10 jiwa. 10 wajah.
10 kepala Raavan.
Pilih waktu yang tepat membunuh Raavan saat Perayaan Dussehra.
Kau sudah berseragam. Lakukan sesuatu!
Sekarang dia disini. Akan terjadi sesuatu.
Akulah orang yang akan menghancurkan Raavan.
Jadilah pemberani, Ragini.
Pak Dev!
Hentikan mobil jip nya!
Inspektur, jangan cari ke dalam air.
Tukang perahunya disini.
Jangan mengunyah ini.
Beera? Dia ke timur?
Ke tebing bebatuan.
Kau tau darimana?
Dia sendiri yang bilang?
Beera memang gila.
Dia mengikat tukang perahu dan bilang sendiri dia mau kemana.
Kita yang mencari dia? Atau dia yang mencari kita?
Dia bilang apalagi?
Jika polisi tak bisa menemukan..
..Ayah mereka sendiri..
..Mana bisa mereka menemukan Beera?
Kau mau aku mengulanginya lagi? Ku bunuh kau.
Jangan mati dulu.
Ambilkan air.
Ragini?
Apa Ragini bersama mereka? Kau melihat Ragini?
Bagaimana keadaannya? Katakan.
Katakan. Bagaimana keadaannya?
Bangun!
Pergi!
Lepaskan aku.
Jangan sentuh aku. Lepaskan.
Lepaskan.
Diam!
Diam. Duduk.
Diam! Atau ku cincang kau.
Kau akan segera mati.
Beera akan membunuhmu. Mampus kau.
Aku tak mau mati.
Memang kau siapa mau membunuhku?
Apa kebencianmu akan hilang dengan membunuhku?
Bunuh dia.
Bunuh dia atau dia akan tetap mengoceh.
Kau mau balas dendam.
Ajarkan dia balas dendam.
Aku tak mau mati.
Kebisingan bunyi pisau di kepalaku.
Balas dendam yang manis.
Aku tak mau mati.
Satu perbuatan baik. Satu perbuatan buruk.
Satu pertanyaan. Satu jawaban.
Kematianmu mau bagaimana?
Kau tak bisa membunuhku.
Jika mati tertawa, kau akan tertawa sampai 7 kelahiran mendatang.
Kematianku harus sesuai keinginanku.
Hei wanita.
Arrey aankh se boondh gira koi Chingari ka tukda jala koi "Air mata jatuh, memercikan tetesan"
Umeed ko aag laga zara "Membakar cahaya harapan"
Sehra ki pyaas buja zara "Membasuh dahaga liar"
Umeed ko aag laga zara "Membakar cahaya harapan"
Sehra ki pyaas buja zara "Membasuh dahaga liar"
Gan itna baras ke galne lagun "Wahai hujan, hanyutkanku.."
Main paani ke upar tarne lagun "..Ke dalam aliran air"
Behene de mujhe behene de Mujhe behene de mujhe behene de "Biarkan aku mengalir"
Behene de ghangor ghata Behene de paani ki tara "Biarkan aku mengalir laksana air mengalir"
Sagar mein ja girna hai Behene de nadiyan ki tara "Terbawa arus sungai hanyut ke samudera"
Diam!
Kau sudah selamat. Kenapa nangis?
Aku tak menangis.
Hapus air matamu.
Berhenti menangis.
Atau kau takkan menemukan manusia yang lebih buruk dari aku.
Tak ada manusia yang lebih buruk dari dirimu.
Iblis yang kejam. Kau monster.
Iblis. Di dunia ini tak ada umpatan yang pantas untukmu.
Bagus, Beera.
Lebih baik dengarkan umpatan dari wanita yang menangis.
Beh gayo beh gayo Jo reh gayo reh gayo "Apa sisanya yang telah hanyut"
Behene de mujhe behene de Mujhe behene de mujhe behene de "Biarkan aku mengalir"
No comments yet. Be the first to leave one.