처음 200줄입니다.
CRASH COURSE IN ROMANCE
HASIL DARI PELUANG DAN KETIDAKTERHINDARAN
RUMAH SAKIT UNIVERSITAS GANGHYEON
- Apa yang kau lakukan, Kak? - Astaga!
Mengagetkan saja!
Gara-gara kau hampir saja berantakan.
Tidak bisa lihat?
Lihat.
Semua anak zaman sekarang melakukan ini.
Riasan mereka lebih bagus daripada orang dewasa.
Kuku kakinya
kakak cat merah agar terlihat berani.
Hae-e pasien koma, Kak.
Saat pemeriksaan, kukunya juga diperiksa.
Dia bisa saja menjalani operasi darurat.
Cepat hapus!
Kakak pikir
dia terlihat lemah karena berbaring saja.
Aku ingin dia terlihat bersemangat.
Kau berani sekali mengajari kakakmu.
Kau pikir kau guru hanya karena pacaran dengan guru?
Kau saja yang hapus, dasar sok!
Aku diam saja agar tidak mengganggunya.
Astaga.
- Keterlaluan. - Astaga.
Seorang pengacara sedang diselidiki polisi karena dikabarkan
membocorkan soal ujian demi putranya.
Ini terjadi di SMA swasta di Nokeun-ro,
- pusat pendidikan swasta… - Itu dekat sini.
Hei.
Bukankah itu sekolah Hae-e?
…peringkat pertama pada UTS semester kedua.
Menurut polisi, kasus ini bisa terungkap
karena murid yang mendapat salinan soal
melaporkannya ke sekolah,
lalu menunjuk ibunya sebagai pelaku,
yang secara mengejutkan merupakan pengacara firma hukum besar Korea.
Choi Hyeon melaporkan untuk Berita JBC.
Itu memang sekolah Hae-e, tapi…
Anak kelas dua yang ibunya pengacara…
FIRMA HUKUM T&A
Bu Jang, kita harus bagaimana?
Wartawan sudah memenuhi pintu masuk, sampai parkiran.
Entah bagaimana mereka bisa tahu dan datang kemari.
Bu Jang.
Itu tidak benar, bukan?
Hanya salah paham, 'kan?
Sebaiknya Ibu pergi sebelum mereka sampai ke ruangan Ibu.
Mau kucarikan kacamata hitam atau topi?
Itu hanya akan makin menarik perhatian mereka.
Dia keluar!
- Dia keluar! - Dia keluar!
- Kau mengakui tuduhan itu? - Ini kali pertama?
- Jika bukan kali pertama… - Kau mengakuinya?
- Katakan sesuatu. Semua menunggu. - Itu benar?
Aku pengacaranya.
Kasus ini masih dalam penyidikan.
Kami tidak akan berkomentar.
Permisi, beri jalan.
- Apa tanggapanmu? - Minggir.
Permisi!
Apa yang sebenarnya dilakukan sekolah sampai keadaan seperti ini?
SMA WOORIM
Kita membicarakan kepala pengajar, bukan orang lain.
Bagaimana bisa sekolah tidak sadar
saat dia dan wali murid bersekongkol membocorkan soal ujian?
Ini sangat mengejutkan.
Bagaimana bisa hal yang hanya kita lihat di berita terjadi di sekolah ini.
- Benar. - Kami sungguh menyesal.
Mohon maaf.
Sekarang, polisi sedang menyelidikinya
- dan kami akan menunggu… - Tidak, cukup.
Sekarang siapa yang bisa jamin ini baru kali pertama terjadi?
Kalian harus periksa nilai Sun-jae dari kelas satu
dan mengoreksinya jika perlu.
- Benar. - Ya. Harus begitu.
- Tolong lakukan itu. - Ya, setuju.
Lalu, beri hukuman yang setimpal untuk murid yang terlibat.
Berjanjilah untuk mengeluarkannya.
Bu Cho.
Sun-jae tak terlibat kecurangan ini sejak awal…
Pada akhirnya, dia mengisi kertas jawaban dan mengumpulkannya!
- Benar. - Meski tahu soal itu bocor…
TRANSAKSI 2.178.000 WON DISETUJUI
Hasilnya, dia mendapat peringkat pertama di sekolah
dan merugikan anak-anak kita yang berada di ujian yang sama…
- Benar. - Ya.
Itu sangat merugikan.
TRANSAKSI DIBATALKAN
Makanya, dia harus dikeluarkan…
Maaf.
AYAH SU-A
RUANG KEPALA SEKOLAH
Ada apa? Aku sangat sibuk.
Transaksi yang barusan masuk…
Itu hadiah untuk klienku,
tapi aku tak sengaja memakai kartu pribadi.
Sudah langsung kubatalkan.
Baiklah.
Aku sedang di sekolah Su-a.
Sudah, ya.
Apa katanya? Dia curiga?
Tidak sama sekali.
Sudah kubilang.
Wanita ini hanya peduli soal penerimaan masuk universitas anaknya.
Aku bisa lega sekarang.
Aku kupakai dengan baik, Sayang.
Cantik sekali.
Masih kalah cantik denganmu.
Ini aku. Bisa bicara?
Ya. Aku di luar.
Sudah berangkat kerja?
Masih di jalan.
Aku lihat berita tadi pagi.
Itu teman dekat Hae-e, bukan?
Kini aku tahu alasan Hae-e mengumpulkan lembar jawaban kosong.
Kurasa Sun-jae memperlihatkannya tanpa tahu itu soal ujian asli,
karena mereka teman dekat.
Kau pasti sangat terkejut.
Aku tidak enak memberikan kabar yang lebih mengejutkan.
Tentang Pak Ji?
Ya.
Tampaknya tebakan kita benar.
Kami bekerja sama selama enam tahun,
tapi aku seperti tidak mengenalnya.
Mungkin kejadian di yacht juga…
Ini masih belum jelas.
Aku akan ke RS setelah memeriksanya.
Baiklah.
Pak Choi.
Jaga dirimu.
Tentu.
Kenapa rasanya hambar sekali?
Padahal penjaga pasien itu sehat,
kenapa tidak buat lebih lezat agar kita lebih bertenaga.
Pulanglah dan bawakan lauk dari rumah.
Sekalian bawakan aku selimut.
Dingin sekali saat malam, selimut tipis saja tidak cukup.
Tidak seburuk itu. Lapis saja pakaian Kakak.
Hei, bawakanlah.
Kau tahu kakak mudah kedinginan.
Kau mau mengurus kakak jika sakit?
Baiklah. Butuh apa lagi?
- Katakan. - Ada banyak.
Bawakan pengering dan pengeriting rambut.
Kartu, juga.
Bosan sekali seharian hanya menonton televisi.
Hae-e.
Ada apa?
Dia bergerak.
Dia menggerakkan jarinya.
Benarkah?
Dia tidak bergerak.
Kau tidak salah lihat? Dia diam saja.
Tidak, aku jelas melihatnya.
- Selamat atas kembalimu, Pak Ji. - Selamat atas kembalimu, Pak Ji.
Ya, terima kasih sambutannya.
Namun, ini agak memalukan.
Semua juga begitu.
Biasanya pasangan cepat berbaikan setelah bertengkar.
Aku tahu kau akan kembali.
Hubungan kalian tidak akan putus hanya karena berselisih paham.
Tetap saja, aku agak takut.
Pak Choi marah sudah biasa,
tapi aku baru kali pertama melihatmu marah.
Sangat menyeramkan.
- Aku sampai merinding. - Aku juga.
Benar-benar tak terduga.
Aku agak terbawa suasana, ya?
Maaf membuat kalian kaget.
- Tidak apa-apa. - Kami tak apa.
Hyo-won, kau merapikan alismu?
Aku merinding! Hanya kurapikan sedikit.
Ibuku saja tidak sadar.
Matamu tajam sekali.
Bukan karena mataku tajam, tapi karena perhatian.
- Sebentar, ya. - Ya.
Masuklah.
- Pak Choi. - Ya?
Kau tak lupa ada rapat ujian universitas di akademi, 'kan?
Rapatnya pukul 16.00. Sebaiknya berangkat sekarang agar santai.
Bisakah kau menggantikanku di rapat itu?
- Aku? - Ya.
Sepertinya aku terlalu memaksakan diri
sampai muncul herpes di mulutku. Sakit sekali.
Jadwal pemeriksaannya hanya bisa sekarang.
Mau kuundur rapatnya dan mengantarmu ke rumah sakit?
Tidak perlu. Kau saja sudah cukup.
Lagi pula, masih ada rapat kedua.
Baiklah.
Terima kasih.
MATEMATIKA, CHOI CHI-YEOL AHLINYA
Bu Nam, benarkah?
Tangan Hae-e sungguh bergerak?
Ini pertanda bagus, 'kan?
Hae-e akan segera bangun, bukan?
Syukurlah.
Baiklah.
Dah.
Sudah lama sejak aku bertemu Seong-hyeon.
No comments yet. Be the first to leave one.