릴리스 정보

Seni Pedang Daring: Alicization - Perang di Underworld - 47
다음의 해설 Inisial ZA
47. Dunia Baru

태그

other
게시일: 2020-09-23
다운로드: 19
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 157줄입니다.

Alice hilang?

Ya, aku selalu khawatir dan takut kalau dia memaksakan diri.

Tapi tiap kutanya, "Apa kau lelah? Mau istirahat?",

dia hanya senyum sambil menggelengkan kepala.

Pertama, kita sebaiknya bertemu dulu.

Supaya lebih mudah bertindak saat dapat kabar tentangnya.

Jangan-jangan...

Alice!

Ada paket.

Dari Rath?

Apa isinya?

Bisa tolong jangan berisik dan bantu menarikku keluar?

Kirito.

Dunia Baru

Dunia Baru

Dunia Baru

Dunia Baru

Dunia Baru

Dunia Baru

Dunia Baru

Dunia Baru

Dunia Baru

Dunia Baru

Dunia Baru

Dunia Baru

Dunia Baru

Dunia Baru

Dunia Baru

Dunia Baru

Dunia Baru

Dunia Baru

Dunia Baru

Dunia Baru

Dunia Baru

Alice, kenapa kau sampai melakukan ini?

Aku mohon maaf karena pakai kabur segala.

Tapi aku sangat ingin menemuimu, bukan pakai wujud virtual,

tapi bertemu langsung tatap muka berdua.

Kirito.

Aku marah padamu.

Kenapa waktu itu kau tak bilang?

Kalau kita mungkin akan berpisah selamanya?

Kalau kau beri tahu aku saat di Altar Ujung Dunia, aku...

Aku...

Aku pasti takkan pergi sendirian!

Aku ini kesatria!

Seseorang yang ditakdirkan untuk bertarung! Tapi...

Kenapa kau memilih untuk melawan musuh menyeramkan itu sendirian?

Apa sebegitunya kau tak ingin bersanding denganku?

Bagimu, aku ini, keberadaan Alice Synthesis Thirty,

apa sebenarnya di matamu?

Kau adalah

harapanku.

Bukan hanya bagiku seorang.

Tapi juga bagi mereka yang hidup dan mati di dunia itu juga,

kau adalah harapan yang tak tergantikan.

Karena itu aku tak bisa kehilanganmu.

Harapan itu...

Ingin kuhubungan ke masa depan.

Masa depan...

Masa depan seperti apa yang kaumaksud?

Setelah aku datang ke dunia nyata yang kacau, dengan tubuh besi berat ini,

melalui rasa kesepian seorang diri, apa yang akan menantiku?

Maaf. Aku saat ini juga belum tahu,

tapi dengan keberadaanmu di sini saja, dunia akan berubah dan kaulah yang mengubahnya.

Setelah melalui semua ini, harapan dari Cardinal, Administrator, Bercouli, Eldrie,

dan Eugeo pasti akan terwujud pada waktunya, aku percaya itu.

Prof. Rinko harus diberi kabar.

Soalnya aku tak ingin membuatnya khawatir lebih dari ini.

Ya, benar juga.

Ya.

Dia sudah mulai tenang.

Baik, aku mengerti.

Sampai nanti.

Tenang saja, dia tak marah, kok.

Malahan, dia merasa bersalah.

Jadi, katanya kau boleh bermalam di sini.

Benarkah?

Ya.

Kalau begitu, tolong pandu aku keliling rumah ini.

Karena ini pertama kalinya aku lihat bangunan tradisional dunia nyata!

Oh. Boleh, kok.

Tapi ini kediaman keluarga biasa, jadi, mau dipandu ke mana...

Oh, ya!

Aku pandu ke sana saja.

Ini...

Aula latihan?

Benar, meski di sini namanya dojo.

Dojo.

Ini pedang bambu buat latihan, 'kan?

Beda sekali dengan yang ada di Underworld.

Apa?

Sudah jelas.

Hanya satu hal yang bisa dilakukan di aula latihan, 'kan?

Eh, Alice...

Tubuhmu itu...

Tak usah menahan diri.

Jadi terkenang lagi, ya.

Di taman lantai 18 katedral dulu, adalah saat kita pertama kali bertarung.

Saat itu aku kalah telak, sih.

Tapi kali ini takkan sama.

Aku yang menang, ya?

Teknik penentunya adalah jurus rahasia, Hentakan Kepala Besi.

Aku tak tahu ada jurus begitu.

Soalnya baru kuciptakan.

Kirito, aku sudah tak apa-apa.

Aku bisa jalani hidup di dunia ini.

Selama bisa memegang pedang, mau di mana pun aku tetap jadi diri sendiri.

Sekarang, aku sadar

kalau pertarunganku masih belum usai.

Begitu juga dengan pertarunganmu.

Jadi, teruslah menatap lurus, lihat ke depan, dan jangan berhenti melangkah maju.

Lalu, kakak jatuh jadinya...

Oh? Jadi, Kirito pernah begitu juga, ya.

Benar-benar deh, Kazuto dulu memang bandel!

Kazuto, ada banyak yang harus kita bicarakan.

Tapi pertama, aku ingin dengar penjelasan darimu secara langsung.

Ayah, Ibu, aku minta maaf karena selalu buat kalian khawatir.

Kami sudah terbiasa, kok.

Apalagi kali ini, kau berhasil selesaikan tugas yang sangat penting, 'kan?

Saat seseorang terima sebuah artikel,

pekerjaan, apa pun itu harus dituntaskan sampai akhir.

Ibu, jangan curhat, dong.

Ibu mungkin bilangnya begitu,

tapi saat kau menghilang, ibumu sangat panik sampai stres, tahu.

Aku paham kau sudah selesaikan tugas penting,

tapi jangan sampai lupa...

Kazuto, apa kewajibanmu sebenarnya?

Menjadi anak SMA.

Benar.

Jadi, harusnya sudah jelas ke mana semua usaha harus kau kerahkan saat ini.

Belajar dan masuk universitas.

Sekarang sudah musim panas tahun ajaran baru.

Kalau tak salah, ibu bilang kalau kau ingin sekolah ke Amerika.

Apa persiapannya sudah?

Mengenai itu, sebenarnya...

Maaf. Aku ingin ganti tujuan.

Coba katakan.

Aku ingin masuk jurusan teknik elektrik di Universitas Jepang,

kalau bisa Institut Teknologi Toto.

Lalu, pekerjaan yang kutuju adalah Rath...

Bukan, tapi bergabung dengan Institusi Penelitian dan Penjelajahan Sumber Daya Laut.

Ayahanda.

"Ayahanda"?

Ayahandaku tak pernah memaafkanku karena memilih untuk jadi seorang kesatria.

Tapi dengan bertindak sesuai dengan apa yang kupercaya,

aku percaya kalau ayahanda akhirnya bisa memahami pilihan hidupku.

Kirito.

Maksudku, Kazuto. Merupakan seseorang yang memilih apa yang dia percayai.

Alasan kubilang begitu adalah, meskipun di dunia ini dia hanya murid sekolah,

tapi di dunia sana, tak diragukan lagi kalau dia adalah pendekar pedang terkuat.

Seorang pahlawan yang bertarung dengan gagah berani demi lindungi banyak orang.

Alice.

Alice.

Ibunya dan aku sudah tahu akan hal itu.

Kazuto soalnya sudah jadi pahlawan juga di dunia ini.

Benar begitu, 'kan, Pendekar Pedang Hitam?

More Indonesian subtitles for Sword Art Online

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left