처음 200줄입니다.
Gafoor, sini sebentar. Prakash tertembak.
Apa kau bilang?
Pratap.
Prakash telah dibunuh.
Aku ingin namanya! Siapa yang berani membunuh Prakash?
Katakan padaku. Sekarang. / Kita akan mencari tahu.
Mereka tak perlu cari masalah. / Kau yang memulainya, Raman.
Kubilang jangan macam-macam dengan Kanya Pathan. lni wilayahnya.
Kenapa kau kirim orang kita ke sana? / Kenapa tidak?
Dia bisa memasuki wilayah kita, kenapa kita tidak? Cukup, paman Gafoor.
Akan kuberi dia pelajaran. / Diam!
Cukup, nanti saja. Sementara hubungi komisaris polisi.
Prakash orang kesayanganku. Kita harus mengambil mayatnya.
Jika ingin mengambil mayatnya, kita harus bilang polisi Prakash adalah orang kita...
Maka bilang pada polisi dia orang kita! Bukan anjing jalanan. Dia seperti anakku sendiri.
Mayatnya harus dikembalikan ke keluarganya. Akan kuantar sendiri ke tempat peristirahatan akhirnya.
Ayah...
Ya, katakan.
Ketemu? Sebentar. Raman.
Tunggu disana. Kubunuh empat dari mereka karena membunuh seorang kita atau namaku bukan Raman.
Para bajingan itu berani membunuh Prakash.
Sedang apa kau disana? Pergilah ke kamarmu!
Ada apa?
Nisha! Aku sangat takut.
Mereka mulai membunuh lagi.
Jangan menangis, sayangku.
Tinggal disana. Kata Salim, dia menembak Prakash.
Hei, Disko. Kecilkan musiknya! Matikan saja!
Hei, pestanya jangan disini!
Bodoh...
Buka, buka kaca jendelanya!
Kau belum mengerti juga?
Lepaskan aku!
Lepaskan!
Berani bunuh Prakashku!
Prakashku. / Dia sudah mati.
Lepaskan aku! / Cepat masuk mobil!
Cukup Raman! Cepat masuk!
Bagaimana bisa terjadi? / Apa lagi yang bisa kami lakukan?
Bisakah aku mati menggantikannya? / Berani membunuhnya.
Kau pikir kami tidak peduli? Bukan kau saja yang menangisinya.
Dia berani membunuh Prakash, atas suruhan Kanya Pathan.
Prakashku, dia sudah kuanggap saudara.
Kubunuh pembunuhnya dengan tanganku sendiri seperti anjing.
Balas dendammu takkan bisa menghidupkannya kembali, seperti dia bisa kembali saja
yang kutahu itu sudah terakhir kali aku melihatnya.
Dia sungguh tak mengerti. Itu yang bisa kami lakukan!
Sampai kapan ini berlangsung?
Jangan pikirkan.
Ayo lanjutkan belajarnya!
Belajar? Belajar adalah tujuan utama pergi ke sekolah.
Aku bahkan tak pernah melihat gedung sekolahan. Seperti inikah kehidupan?
Aku tak bisa pergi keluar dengan bebas.
Berapa lama aku harus terkurung di sangkar ini, Selamanya? Pasrah saja?
Bodoh, kau takkan berada disini selamanya.
Di rumah ini, kau hanya menunggu.
Tak lama lagi, pasti akan datang seorang pangeran.
Dia yang akan membukakan pintu sangkar...
...dan akan membawamu terbang bebas bersamanya.
Kita memiliki satu hal dalam diri kita yang tak dimiliki orang lain.
Kita harus menang.
Kita genggam dunia di tangan kita.
Kita ini istimewa.
Kita penunjuk arah.
Kita arahkan orang jahat ke jalan yang benar.
Hati kita baik.
Kita ubah setan menjadi manusia.
Kita buat semuanya bersatu.
Saat ombak-ombak bergejolak...
...laut tak bisa menghentikannya.
Saat masa muda bergejolak...
...tak ada yang bisa menghentikannya.
Tapi dimana gejolakkan itu?
Kita memiliki satu hal dalam diri kita yang tak dimiliki orang lain.
Kita harus menang.
Rohit, ayo!
Ayo cepat pergi!
Tangkap gadis itu!
Pasti di sekitar sini. / Harus kita temukan!
Jangan biarkan gadis itu lolos. / Tidak, ayo!
Kita potong-potong dia jika ditemukan!
Periksa disana! / Jangan biarkan dia lolos.
Kami datang.
Lepaskan dia!
Jangan diam saja dan bicaralah! / Dia teman masa kecilnya.
Jika dia tidak menghadiri pernikahannya ... / Kau jangan ikut campur!
Atas izin siapa kau pergi?
Bisakah kau bicara?
Sapna.
Kemarilah!
Kenapa kau pergi tanpa memberitahuku?
Bagaimana jika terjadi sesuatu?
Jika dihitung, ayahmu memiliki lebih banyak musuh dibandingkan hari-harimu.
Pernikahan teman lebih penting ketimbang hidupmu dan martabatku?
Mulai sekarang, kau tidak akan melangkah keluar rumah ini lagi.
Kau dengar?
Pergi ke kamarmu. Pergi!
lni semua salahmu. Kau tahu dia keluar, tapi kau tidak menghentikannya.
Biar kuperjelas. Jika sesuatu terjadi pada adikku, kau mati.
Dan kau ... kemari! Atas izin siapa kau mengeluarkan mobil?
Kali ini Kanya sudah kelewat batas.
Bunuh bajingan itu!
Yang lebih penting adalah mengantisipasi tindakan dia berikutnya.
Dalam bisnis kita, kelemahan dari seseorang adalah kekuatan dari orang lain.
Kanya telah melihat kelemahanku. Jadi, Aku harus menyingkirkan kelemahanku.
Apa maksudmu? / Hubungi Hasmukh Patel di London.
Katakan bahwa teman baiknya ingin bicara dengannya.
Katakan untuk tinggalkan semuanya dan datang bersama putranya.
Sudah saatnya untuk menjodohkan Sapna dan Rishabh.
Aku ingin putriku menikah dan pergi ke tempat yang jauh.
Peluru bertebangan, seperti di film-film Hindi.
Tapi aku tak berencana kabur. Aku dengar suara gadis, aku turun dari motor.
Kubilang padanya, biar kuurus semua ini dan melawan mereka...
Tunggu, pahlawan kita Rohit tak tersebut dalam ceritamu. Salah cerita.
Lupakan, dia tak terlihat. saat senjata ditembakkan...
...dia langsung kabur. Akulah sendiri...
Diam! / Aku ada disana kan?
Kita semua terbirit-birit saat dengar suara tembakan. Rohitlah yang sendiri
...membahayakan hidupnya, menantang mereka.
Gadis itu berhasil lolos, tapi sepertinya teman kita yang terjebak.
Pembunuhan putri Dholakia digagalkan.
Penyerangan terjadi di Link Road jam setengah dua belas tadi malam.
Ada apa denganmu?
Sekarang aku tahu nama dan tempat tinggalnya, tinggal memikirkan bagaimana menemuinya.
Lupakan, teman, Lupakan. Kau tidak tahu siapa Dholakia?
Ya, siapa? / Seperti Sandy, drumer?
Bukan, dia itu Don (mafia/orang jahat).
Don? Jadi tidak ada cinta. Rohit kisah hidupmu...
sepertinya akan langsung tamat tepat saat "baru dimulai".
Berakhir, lebih cepat dari saat kau memulainya. / Jangan begitu!
Siapa yang berakhir? / Lihat ini!
Dholakia? Aku akan tampil di kediamannya, bersama grup kita.
Kenapa menepuk dahi?
Ide! / Ide apa?
Bertemu Sapna. / Siapa Sapna?
Putri Dholakia. / Kenapa kau ingin bertemu dengannya?
Aku melihatnya sekali saja membuatku tak bisa tidur.
Aku mengerti! Sekali kau melihatnya lagi kau tak bisa bangun.
Ayahnya akan membuatmu tidur selamanya. / Sandy, dengar dulu!
Aku cuma ingin mengenalnya. / Jika ketahuan, mereka akan membunuhmu. Lupakan saja!
Festival itu dua hari lagi. Ujian kampus dua bulan lagi.
Tanpa bantuanmu pun, aku tetap akan menemuinya. Tanpa bantuanku, kau takkan lulus ujian.
Kau akan bernasib kembali ke sawah mengendarai traktor. Mengerti?
Aku lebih milih mengendarai traktor daripada tertembak.
Aku tak mau terpedaya olehmu. / Sandy, dengar! Temanku ini!
Dengarkan aku...
Aku mohon. Tolong bantu aku.
Kau pegangi kakikku. Nanti kepalaku yang hilang.
Baiklah, akan kucoba memasukanmu ke dalam grup.
Sandy, kau melihatnya? / Aku tak mau ikut campur.
Dewi Agung, seperti setiap tahunnya, lindungi kami pada hari yang suci ini.
Berkati kami agar kami bisa merayakan sembilan malam ini.
Katakanlah, kemuliaan bagi Dewi Agung. / Mulia!
Kenapa kau di sini? / Do'a nya sudah selesai.
Do'a nya selesai Perayaannya belum.
Kau saja, aku sedang tak ingin. / Ikuti saja, nanti kau juga akan senang.
Sepanjang tahun, hanya sembilan hari ini...
...kita bisa bergaul dengan bebas.
Kita bisa ngobrol, bernyanyi, menari. / Kakak ipar ayolah, aku sedang sakit kepala.
Baiklah.
Sapna, mau kemana? / Mau merayakan.
Sepanjang tahun, hanya sembilan hari ini...
...kita bisa bergaul dengan bebas.
Kita bisa ngobrol, bernyanyi, menari. / Sakit kepalamu?
Sudah hilang.
Hai Sapna, kemana saja kau? / Kita sudah mencarimu.
Ingin menari?
Ingin menari.
Lihat, perkenalan dimulai. / Jika ayahnya melihat, langsung perpisahan.
Malam itu, terima kasih. / Malam ini, terima kasih.
Kau bekerja di band? / Agar bertemu denganmu.
Ayah memanggil.
Ini keterlaluan! Apa kau harus perbaiki geiser itu?
Hanya geiser itu yang tersisa dan kau meledakannya juga?
Kenapa tak minta bantuan orang lain? Aku tak paham.
Untung kau datang, lihat apa yang ayahmu perbuat.
Menyuruhmu kuliah teknik mesin, dia sendiri terobsesi suka membongkar mesin.
TV, kulkas, kipas angin, pendingin, dia rusak semuanya.
Yang tersisa hanya radio tua setiap hari yang aku lakukan jika tidak...
...mendengar lagu-lagu bodoh, ya harus melihat tampang ayahmu.
Salah. Ada 24 jam BBC World Service juga di Radio.
Dan dalam 25 tahun, ayahmu tak bisa berhenti mendengarkannya.
Kau lakukan semua ini? / Lupakan saja. Ayolah!
Kau datang selasa pagi bukan sabtu malam... ada apa?
Aku kangen masakan ibu.
Belum lama kau datang sekarang mau pergi lagi?
Kita belum sempat mengobrol.
Ini buat teman-temanmu.
Ada kentang goreng...
...manisan.
Rujak mangga.
Dan ini madu. Dimakan setiap pagi dengan jeruk nipis ...
Ini seperti perlengkapan anak gadis saja.
Bagaimana dia membawa semua ini? Ayo, Nak. Kuantar keluar.
Kenapa tasnya tak bisa ditutup? - Aku saja.
Sebaiknya cepat sebelum ibumu memberi lebih banyak lagi.
Jaga diri!
Dah, ayah.
Pergi tanpa memberitahu maksud kedatangan?
Aku ayahmu. Aku bisa mengerti bahkan sebelum kau bisa membuka mulut...
No comments yet. Be the first to leave one.