처음 135줄입니다.
BAKI HANMA
Sudah, terima kasih atas kerja samanya.
Sudah selesai.
Bukan maksudku ikut campur.
Tapi setelah melawan orang terkuat sepanjang sejarah Bumi,
kau perlu menjalani pemeriksaan ini.
Sebenarnya, kalau mengingat jalan hidupmu selama ini,
pemeriksaan ini sangat terlambat.
Tubuh petarung profesional pun
tak terluka separah tubuhmu.
Aku sudah tahu pemeriksaan seperti ini penting,
tapi aku tak bisa mengubah jalan hidupku meski kesehatanku bermasalah.
Ya, aku juga paham itu.
Anggap saja tak ada masalah serius jika tak kuhubungi.
Mohon bantuannya.
Ini aku. Kemarilah. Cepat!
Benar. Sekarang juga!
Masih ada 60 juta perempuan lain di Jepang. Cepat kemari!
Ini sungguh…
Ada apa, Kureha?
Mogi, kemarilah.
Mungkin ada 60 juta perempuan bagimu,
tapi bagiku, bertemu enam perempuan saja belum tentu bisa.
Mogi, lihat ini.
Apa? Ini otak?
Otak Hominidae.
Itu lobus frontal pemuda Jepang berumur 18 tahun.
Lipatan atau kerut otaknya, kok…
Ahli ilmu saraf, Kenjiro Mogi,
aku butuh pendapatmu sebagai pakar terbaik di bidangmu.
Meski tak sehebat dirimu, aku juga ahli ilmu saraf.
Bentuk lipatan otak tidak terkait dengan pribadi seseorang.
Itu sudah jelas.
Tapi, tanpa dibandingkan dengan otak normal pun,
kerut otaknya jelas berbentuk iblis.
Hei, Mogi.
Lipatan otak dan pribadi seseorang tidak terkait, 'kan?
Kureha…
Ternyata kita ini tidak tahu apa-apa soal otak, ya?
Otak itu luar biasa.
Otak itu istimewa!
Entah ini kebetulan atau permainan Dewa,
luar biasa bisa melihat keajaiban ini!
Soal pertanyaanmu…
Hal ini…
sebagai ahli ilmu saraf, ucapanku harus dipertanggungjawabkan.
Lipatan otak dan pribadi, ya?
Aku menunggu jawabanmu.
Kureha, dalam hal ini, pribadi orang ini…
Sudah jelas kalau dia seperti iblis!
Mogi…
Tebakanmu benar.
Tapi aku tak bisa jelaskan alasannya.
Hari ini, di suatu taman di Tokyo…
Esok paginya, koran-koran memberitakan
perpindahan massal tikus.
Namun, tak seorang pun tahu
gerombolan tikus itu muncul akibat pemuda yang melintasi daerah itu
tepat di belakang mereka.
Mengagumkan…
Ekspresi yang mengagumkan.
Paras tampan penuh percaya diri
bahwa dia bisa meraih segalanya.
Dari ekspresi optimistis akan masa depannya
hingga ekspresi saat segalanya kandas.
Kepura-puraan, arogansi, keberanian palsu, kesombongan, harga diri, dan ego.
Air mata, ingus, dan liur…
Cairan yang membawa sifat-sifat itu bercampur menjadi satu…
Indahnya.
Aku tidak salah.
Berapa lama kami berada di situ, ya?
Lalu, setelah bajuku berat dibasahi air matanya…
Dari lubuk hatiku, aku berterima kasih.
Boleh aku bertanya?
Kenapa kau mendekapku begitu lama?
Dekapanmu begitu lembut, penuh emosi, dan penuh kehangatan.
Aku sulit menjelaskannya,
tapi jika aku ibumu, dia pasti akan melakukan hal yang sama.
Tapi aku bukan pasanganmu.
Alasannya karena cinta.
Aku tak paham maksudmu.
Kenapa mencintai yang bukan pacar?
Cinta tak selalu berarti asmara.
Ibumu mencintaimu, bukan berarti berasmara denganmu.
Gadis yang kucintai memang luar biasa.
Dibandingkan denganmu, aku masih naif soal cinta.
Pasti yang menunjukkan cinta itu kepadamu
adalah Baki Hanma, ya?
Aku kalah bertarung
dan patah hati.
Terima kasih atas cinta yang indah ini.
Apa aku ditolak? Jangan bodoh.
Bahkan, Baki Hanma tak perlu susah payah bersaing.
Soal cinta…
aku lebih parah dari pecundang.
Aku berangkat.
Lama sekali kita tidak bertemu, ya?
Kau tak menanyakan kesibukanku?
Kau sibuk apa?
Sibuk bahagia.
Sudah kuduga.
Jangan ditelan mentah-mentah!
"Tak perlu ada aku di sisimu, yang penting kau bahagia."
Aku tak sedingin itu sampai sanggup berpikir begitu.
Belum.
Aku masih ingin kita bersama lebih lama.
Masih belum kapok?
Serahkan dompetmu.
Kure-chan.
Cincang saja dia.
Baiklah.
Bagi berandal seperti mereka,
mampu menilai kekuatan target adalah perkara vital.
Beginilah cara anak muda ini menggambarkan pengalamannya nanti.
"Pisau yang kugenggam…
menyusut.
Mengecil sampai tidak berguna, seperti gantungan kunci."
Tuan Muda…
Tidak boleh menindas yang lemah.
Oh! Pak Kuriyagawa.
Kalian, bersyukurlah aku datang.
Andai aku terlambat sedetik saja kemari,
mungkin kalian sudah mengalami retak tulang wajah, gegar otak,
cedera organ dalam, gigi patah, atau kebutaan.
Pokoknya, keadaan kalian akan mengenaskan.
Cepat pergi.
Lama tak bertemu.
Kau tampak sehat.
Sebentar lagi.
Pertarungan terakhir antara ayah dan anak yang tersengit,
terhebat dalam sejarah, dan terdahsyat di Bumi.
Yah, itu cuma pertarungan biasa antara ayah dan anak.
Pembalasan untuk ibumu.
Sekaranglah saatnya.
Pak Kuriyagawa…
No comments yet. Be the first to leave one.