처음 181줄입니다.
=Romansa Bunga Persik dan Giok= =Episode 1=
(Ini tempatku tumbuh dari kecil hingga besar.)
(Setiap hari orang yang hidup di sini selalu sibuk seperti ini.)
(Demi menjalani hari-hari lebih hidup dan lebih bermakna.)
(Namun, tidak disangka demi kehidupan ini,)
(aku hampir saja mengorbankan nyawa keluarga.)
(Justru karena ada yang pertaruhkan diri untuk melindunginya,)
(barulah ada ketenangan dan kedamaian sekarang ini.)
Bagus!
Satu lagi, mari.
- Bagus! - Bagus!
Dompet wewangian dan gantungan lain.
Mari, lihatlah.
Pao.
Pao yang panas.
Pao yang panas.
Lihatlah.
Betapa bagusnya buah ini.
(Tujuh sen satu pasang, berbagai sepatu kain)
Bos.
Sepatu ini bisa jual lima sen?
Tidak jual.
Kau tidak bisa baca?
Sudah sekakmat.
Bayarlah.
Beraninya kau menertawakanku.
Aku bukan menertawakanmu.
Aku menertawakan Pak Tua ini tidak jujur.
Catur ini jelas-jelas masih bisa dimainkan,
dia malah berlagak seakan sudah menguasai kemenangan…
untuk kau lihat.
Hanya ingin kau mengaku kalah sendiri.
Anak muda.
Jangan menilai tindakan yang benar dengan pikiran yang picik.
Kuda dari lima ke tujuh.
Anak muda.
Nonton catur tanpa suara adalah pria sejati.
Jenderal.
Pak Tua.
Kau yang kalah.
Bayar.
Hebat.
Kita sudah kenal begitu lama.
Kau malah ingin menipuku.
Ini…
Peraturan lama, melawan yang dikenal.
Bayar.
Bos.
Sepatu ini…
Bisa dibicarakan.
Kau temani aku main sekali lagi.
(Wei Shuyun, Kakak Ipar Pertama Keluarga Hu)
Masih muda sudah pandai memotong.
- Tidak pernah lihat. - Mari, Kakak, 200 gram daging.
Mari, ini uangnya.
Baik.
Mulai hari ini tanah ini diurus oleh kami tiga bersaudara.
Berikan uang keamanan.
Mengerti?
Dulu juga tidak ada peraturan ini.
Pintar.
Ambil.
Ambil jimat keselamatan.
Cepat pergi.
Selalu aman di luar, semoga penuh berkah.
Terima kasih bayarannya, 80 sen.
Bayar.
Daging cincang 250 gram, harganya 100 sen.
Gadis kecil ini ingin mengambil uangku?
Teknik memotong apa ini?
Teknik Pisau Yingfeng.
Pamit.
Ayo.
Kakak Pertama.
Jangan-jangan kau menyukai gadis itu.
Ayo pergi.
Apakah Tuan tahu…
ada penjual daging bermarga Hu di timur kota?
Penjual Daging Keluarga Hu, 'kan?
Cukup lewati jembatan.
Terima kasih.
Mari.
Tuan Muda.
Kau ingin beli daging?
Aku adalah suamimu.
Kau asal bicara.
Aku tidak kenal padamu.
Bocah liar dari mana kau?
Suamiku.
Minggir, jangan mengenaimu.
Kak Houfu.
(Hu Houfu, Kakak Pertama Keluarga Hu)
Qingjia?
Kak.
Kenapa kau bisa kenal dengan bocah liar ini?
Tentu saja aku kenal.
Mari.
Ini adalah calon suamimu.
Dia?
Tubuhnya begitu kurus.
Tidak bisa mengangkat dan memikul barang.
Bagaimana Ayah menilainya?
Untuk apa orang terpelajar punya banyak tenaga?
Kelak aku akan lulus ujian kenegaraan.
Tidak akan membiarkanmu mencari uang di talenan ini lagi.
Selanjutnya.
Kenapa hari ini banyak yang antri?
Sudahlah, ayo.
Ayo.
Selanjutnya.
Sama seperti yang di depan.
Cepat.
Kenapa?
Masih mau jualan tidak?
Jika tidak, tutup saja dari awal.
Benar.
Benar, 'kan?
Masih mau jual daging tidak?
- Kalian masih jual tidak? - Cepatlah tutup.
A-Jiao.
Kulihat mereka memang datang untuk buat onar.
Sampai di sini saja hari ini.
Tutup saja.
Lihat.
Penduduk yang serius ingin beli daging juga tidak bisa beli.
Tidak boleh tutup.
Jika tutup, tujuan mereka akan tercapai.
Mereka pasti akan datang lagi besok.
Namun, mereka sudah jelas datang untuk buat onar.
Bagaimana kalau kuminta kakakku bawa orang biro pengawal kemari…
untuk mengusir mereka?
Tidak bisa.
Jika bisa bertarung,
aku sendiri sudah bisa menghadapi mereka.
Tidak perlu Kak A-Niu.
Namun, jika kita memukul duluan, maka kita yang akan disalahkan.
Kalau lapor ke pengadilan?
Sudah dilaporkan.
Kata anggota pengadilan,
orang-orang ini tidak punya catatan kriminal.
Mereka berbaris beli daging dengan baik.
Anggota pengadilan tidak bisa melarang mereka beli daging.
Daging sebanyak 150 gram juga termasuk daging.
Kalau begitu, jual daging utuh saja, minta mereka cincang di rumah.
Lagi pula, mereka terlalu santai.
Itu lebih tidak boleh lagi.
Saat masih hidup, ibuku pernah bilang…
meski orang lain beli beberapa sen daging,
tetap harus diurus dengan baik.
Itu adalah prinsip Toko Daging Keluarga Hu.
Tidak boleh bedakan miskin dan kaya.
Selanjutnya.
Aku sama dengan mereka.
Bukankah tadi kau sudah beli?
Tidak.
Kau jangan asal menuduh.
Sungguh keterlaluan.
Kau merasa aku tidak bisa memotong lagi?
Kak.
Kenapa?
Apakah ini cara berbisnis Keluarga Hu?
Kami orang miskin tidak pantas makan daging Keluarga Hu?
- Benar. - Apakah kami tidak sanggup?
Kau adalah orang yang memerintahkan mereka?
Bukan.
Aku hanyalah orang yang mengutamakan kebenaran…
dan tidak takut pada pisaumu itu.
Sepertinya kau juga ahli memotong?
Kuliti dia!
Bukan.
Aku tidak punya kekuatan apa pun.
Lalu, kenapa kau tidak takut dengan pisauku?
Karena tekadku yang teguh dan semangat bela kebenaran ini.
Tutup saja.
Begitu ramai?
- Lihat, sudah lulus ujian. - Keluarga siapa?
A-Jiao!
Kabar bagus!
Sudah lulus!
Apanya yang lulus?
Qingjia, Tuan Muda Xu.
No comments yet. Be the first to leave one.