릴리스 정보

Love With Flaws (2019) Sub Indo Lengkap
다음의 해설 hanaoki
Credit for Sultan Khilaf

태그

other
게시일: 2020-03-25
다운로드: 38
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

Bagaimana...

Bagaimana mereka bisa habiskan makanan itu hanya dalam tiga hari?

Dapatkan daging perut setengah harga!

Daging perut yang lezat kini diskon 50 persen!

Ini semua karmaku.

Ini karmaku.

Aku tidak bisa menyalahkan orang lain

atas karmaku.

Apakah kamu?

Apa?

Siapa kalian?

Bisa-bisanya dia bersama gadis seperti ini.

- Gadis seperti ini? - Hei.

Beraninya kamu tinggal bersama kekasihku?

Kali ini yang mana?

Tidak, bukan begitu.

- Hei, dia bilang bukan begitu. - Tidak mungkin.

- Dia mengabaikanmu. - Yang benar saja.

- Kamu mau mati? - Hei, dia kekasihku!

- Dia milikku! - Beraninya kamu!

Tidak, aku adiknya!

- Aku adiknya! - Apa?

Adiknya?

Ya! Adiknya!

Beraninya kamu menipuku!

Hei, lepaskan aku.

Bagaimana mungkin adiknya berkeliaran dengan penampilan ini?

Aku adiknya!

- Lepaskan saja dia. - Beraninya kamu!

Apa maksudmu?

Hei! Sial!

- Apa-apaan ini? - Akan kubalas kalian!

- Ada apa denganmu? - Kamu bukan adiknya!

Sakit!

- Lepaskan aku. - Lepaskan.

Tidak, kamu yang lepaskan.

Astaga!

Sial!

Dasar berengsek!

Siapa kali ini?

Siapa yang memutuskannya seperti ini?

Apa ini? Kalian memilih untuk setia?

Kalian akan seperti ini?

- Apa yang Kakak lakukan? - Aku bahkan tidak mandi.

- Apa-apaan kamu? - Hei, hentikan.

- Astaga. - Ayolah, Seo Yeon.

Jika kalian tidak jujur,

aku akan mengunggah ini di internet.

Mari kita lihat apakah mereka masih tergila-gila pada kalian

setelah melihat ini.

Seo Yeon, mari kita bicarakan.

Berikan kepada kakak. Cepat berikan.

Sial.

- Kemarilah. - Astaga.

- Astaga. - Bisakah kamu berhenti?

- Astaga. - Hentikan.

- Bisakah kamu berhenti? - Sial.

Apa? Apa ini?

Baiklah. Itu ulah kakak.

Dia sangat posesif,

jadi, kakak bilang kepadanya kakak punya wanita lain.

Untung saja ada adik perempuan.

Kamu harus membantu kakak saat kakak dalam masalah.

Benar. Kekuatanmu akan digunakan untuk apa?

Makanya. Ini bukan kali pertama. Jangan amatir begitu.

Kalian semua!

- Astaga, Kak Won Jae! - Sial.

- Tidak! - Apa? Seorang amatir?

Kamu menyebut kakak amatir?

Kakak ini kakakmu!

Dahulu aku

gadis 17 tahun dengan banyak impian.

Seo Yeon, kamu dan ibu

akan tinggal di rumah ini mulai sekarang.

Kamu akan punya ayah

dan dua kakak laki-laki juga.

Kamu pasti Seo Yeon.

Aku yakin kita akan sangat akrab. Bukan begitu?

Ibuku yang cantik, ayah tiri tampan,

dan kakak yang tampan.

Serta

adikku yang juga cemerlang.

Kukira aku akan hidup bahagia selamanya.

Aku

menyukai

kakak sulungmu.

Aku tahu dia punya pacar.

Tapi aku ingin menyatakan perasaanku.

Maukah kamu memberikan ini kepadanya?

Itulah gunanya teman.

Bisa berikan ini kepada kakakmu?

- Bisa berikan ini kepada Seo Jun? - Tolong berikan kepadanya.

- Aku mencintaimu, Won Seok. - Aku mencintaimu.

- Aku mencintaimu. - Bisa berikan ini kepadanya?

- Aku mencintaimu. - Tolong berikan ini kepadanya.

- Ayolah. Aku jatuh cinta padanya. - Tolong berikan ini...

- Buang itu. - Untuk Kakak saja.

- Kakak bisa apa? Kakak seseksi itu. - Kamu tahu, kakak tidak tertarik.

Astaga, aku terlalu populer.

- Aku merindukanmu. - Kamu cantik sekali.

- Aku mencintaimu. - Berikan saja kepadanya.

Buang saja.

- Katakan kakak tidak di sini. - Apa dia seksi?

Cinta berubah.

Kakak tidak pernah mendengarnya. Buang itu.

Beraninya kamu bersikap kurang ajar di usia itu.

- Kakak tidak tertarik. Kamu tahu. - Aku muak dengan ini.

Namun...

Sial!

Aku sama sekali tidak bahagia.

Saat aku menyaksikan semua orang yang disakiti mereka,

aku belajar satu pelajaran hidup.

Mereka yang sangat tampan tahu bahwa mereka tampan.

Tidak ada pengecualian.

"Episode 1"

Apa aku sudah gila?

- Apa? - Dua puluh menit.

Tidak, aku akan tiba 15 menit lagi.

Lupakan soal kontrak.

Kalau begitu, aku akan tiba lima menit lagi.

- Kuberi waktu 10 menit. - Baiklah.

Apa? Kenapa?

Aku menemukan sesuatu yang menarik.

- Aku mau ke toilet. - Baiklah.

Permisi.

Apa itu pacarmu?

Apa?

- Kenapa kamu... - Maafkan aku.

Tidak.

Dia hanya teman.

Kalau begitu, bisa berikan nomormu?

Terima kasih.

Apa? Kurasa kamu menulis sesuatu.

Seorang wanita memberiku nomornya, tapi dia bukan tipeku.

"Joo Yeon Ah"

Tepat 15 menit.

Itu semua kopermu?

Aku tidak akan lama di sini.

Omong-omong, hal menarik apa yang kamu bicarakan?

Hei, dengarkan aku dahulu.

Jangan sentuh aku!

Ada apa?

Beraninya dia.

Apa maksudmu?

- Dengarkan aku. - Lepaskan aku!

Ini anggaran untuk kompetisi lintasan dan lapangan

yang akan dimulai dalam sebulan.

Kondisi dan rekor para murid sangat baik.

Jika Lee Joo Hee dari kelas 11 terus berusaha dengan baik,

aku yakin dia akan unggul selama kompetisi ini

dan menerima beasiswa kuliah.

Apakah salah satu dari tiga universitas terbaik?

Apa?

Atau level dua?

Atau level tiga?

Mungkin bukan salah satu sekolah

yang Anda sebutkan, tapi...

Jadi, kamu meminta sekolah menghabiskan uang mereka

pada murid yang akan pergi

ke universitas tanpa nama.

Benar, bukan?

Dia sangat berbakat.

Aku yakin dia akan tampil baik...

Baiklah. Aku mengerti.

Tapi lupakan soal anggaran untuk saat ini.

Posisi dirut kosong saat ini.

Kita bisa bicara lagi setelah Dirut kembali.

Kompetisinya satu bulan lagi.

- Tolong ulas... - Bu Joo.

Bukankah kontrakmu berakhir tahun depan?

Bersikap proaktif tidak akan menguntungkanmu.

Kamu harus mendengarkan orang tua.

Menjadi proaktif hanya akan menyebabkan masalah.

Tapi...

Benar. Aku akan meninggalkan sekolah ini tahun depan.

Ini sekolah yang menjijikkan!

Terima ini! Dan ini!

"Lee Joo Hee, Hong Nu Ri, Jang Hee Won, Kim Eun Hye"

Nomor yang Anda hubungi tidak aktif.

Anda akan dialihkan ke kotak suara.

Joo Hee, ini ibu.

Kenapa kamu tidak datang ke sekolah hari ini?

Kamu sakit?

Kompetisi sudah dekat.

Telepon ibu begitu kamu dengar ini. Tidak masalah kapan.

Pesan suara Anda sudah direkam.

Kamu keren sekali!

Kamu baik-baik saja? Astaga.

Kamu baik-baik saja?

Ada apa?

- Sakit! - Hei, bangun.

- Bu Joo! - Kumohon.

- Ayolah. - Diam!

Pulanglah jika kelas kalian sudah selesai.

- Ayolah! - Jangan ganggu dia.

Kalian semua akan dapat poin penalti.

- Bu Joo, itu terlalu... - Apa?

Minggir!

Kamu.

Yang dapat tugas bersih-bersih harus melakukannya,

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left