처음 200줄입니다.
Halo?
Kim Woo Sung.
Ya?
Isterimu cantik.
Dan puterimu mirip isterimu.
Siapa kau?
Aku orang yang mengetahui segalanya tentangmu.
Aku juga orang yang mengetahui...
..pada 10 Juni 2004...
Jika kau lanjutkan,
aku akan memberitahu segalanya pada semua orang.
- Telepon dari siapa? - Oh, kantor.
Apa maumu?
Serahkan dirimu.
12 tahun lalu,
kau telah menusuk pemilik sebuah supermarket demi uang, lalu kabur.
Aku pergi ke kantor polisi sesuai keinginanmu. Aku akan mengakui semuanya.
Kejadian sebenarnya malam itu.
Aku menyerahkan diri. Kau lihat?
Aku... Jang Do Han.
- Aku... - Reporter Kim Myung Mi.
Geomsanim menyuruhku menelepon 10 menit kemudian.
Ya, kerja bagus.
Kau bisa kembali tidur sekarang. Mimpi indah, ya.
Penerjemah .: Writer Ayra :.
[Pelaku : Han Dong Hoon, Jaksa : Oh Kwang Ho]
Jaksa Oh Kwang Ho.
Katanya, pelaku sebenarnya kasus Supermarket Samil menyerahkan diri.
Dalam kasus itu, Anda penanggung-jawabnya, 'kan?
Aku bahkan berhadapan dengan reporter pagi ini.
Silakan tunggu dan lihat saja. Saya akan mengurus semua ini.
Sebagai gantinya, tolong kenalkan saya pada Geomsajangnim nanti.
Aku akan datang lagi.
Yoon Seung Ro Geomsajangnim.
Penerjemah .: Writer Ayra :.
Benar, kau.
Yu Na-ku, kau yang membawanya ke atap.
Ah, halo.
Anda pasti ibunya Yu Na.
Kita bertemu sebelumnya saat saya sedang melakukan pekerjaan sukarelawan.
Apa... terjadi sesuatu pada Yu Na?
Jangan pura-pura tak tahu apapun.
Yu Na-ku kau dorong dari atap!
Siapa kau?
Ada apa ini?
Kantor Polisi Metropolitan Seoul, Jo Soo Ji.
Putera Nyonya ditahan atas tuduhan...
...tindakan mencelakakan anak usia 7 tahun.
Itu mustahil.
Ini foto mereka naik ke gedung itu bersama.
Nyonya tidak mengenali wajah, pakaian, serta tas...
...yang dikenakannya?
Yu Na... jatuh dari atap?
Yu Na baik-baik saja? Dia tidak terluka parah, 'kan?
Kau tidak bisa menuduh puteraku hanya dengan sebuah foto kabur begitu.
Tapi, Anda mengenali dia di foto ini.
Aku tidak mau mengatakan apa-apa.
Jika kau ingin menginvestigasinya, bawa surat perintah resmi.
Ya, akan kami bawakan.
Kejaksaan Seoul, Kim Eun Joong Geomsa.
Jika kalian tidak merespon permintaan investigasi kami,
kami akan membawakan surat penahanan resmi.
Ayah anakku... biar aku diskusi dulu dengan dia.
Jika kau dari Kejaksaan Seoul,
Geomsajang Yoon Seung Ro, kau pasti mengenalnya.
Kau bisa terlambat. Ayo pergi.
Dia orangnya.
Kau yakin?
Ada stiker menempel padanya. Yu Na yang tempel.
Tapi beraninya dia berbohong mengatakan tak tahu apa-apa.
Tenanglah. Kita harus menemukan bukti dulu.
Jika tidak, kasusnya tidak akan berprogres.
Aku akan menemukannya.
Apa pun itu,
aku pasti akan menemukannya,
lalu menahan dia.
Kim Geomsa.
- Oh. - Sedang apa kau di ruanganku?
Aigoo, tentu menunggumu. Ayo pergi makan bersama.
Makan saja sendiri.
Gimbap lagi? Kenapa kau hidup begini? Kau bukannya orang miskin.
Ayahmu seorang Ketua Mahkamah Agung. Jenjang karirmu itu bagus.
Kenapa kau bekerja keras dan menghalangi jalanku?
Ayo keluar. Kutraktir, deh.
Lupakan saja.
Pajak dari rakyat digunakan membayar gaji kita. Selain bekerja, apalagi yang harus kita lakukan?
Kerja saja dengan baik...
...daripada sibuk mendekati para petinggi.
Aku kemari juga untuk kerja. Ingin tanya sesuatu padamu.
Tapi, kau sudah menemukan anak ini?
Kenapa kau peduli soal itu?
Anu, aku hanya mencemaskan Detektif Jo.
Kasus kecelakaan puterinya akan mempengaruhi kasus Kim Woo Sung tidak?
Kedengarannya, kau berharap ada dampaknya.
Kau sudah salah paham.
Jadi, ketemu?
Bukan urusanmu. Minggat sana!
Belakangan kau jadi semakin dingin saja.
Hei, aku bahkan malas bicara denganmu. Pergi saja... aish... sial!
Hei, maaf. Aku ambilkan.
Hei... hei... keluar saja sana!
Mana mungkin aku pergi?
Kenapa kau menulis nama Geomsajangnim dan puteranya?
Meramal keberuntungan mereka?
Itu sama sekali bukan urusanmu!
Jangan mengamuk begitu. Kau mencurigakan sekali.
- Jangan-jangan... - Tulis novel saja sana di rumah!
Inilah sebabnya aku menyukaimu.
Kau itu transparan, jadi terlihat jelas semuanya.
- Jangan kurang ajar! - Tapi, kenapa kau tersipu begitu?
Aku... atau kasus ini?
Aku ini sedang marah, tahu!
Berhentilah menguji kesabaran orang lain.
Kau tidak akan dapat apa-apa dariku!
Kalau begitu, aku akan lakukan langkah terakhir.
Geomsajangnim... aku akan tanya langsung saja padanya.
Lalu selanjutnya apa?
Entahlah.
Geomsajangnim tidak bisa mengambil alih kasus puteranya sendiri,
tapi kita bisa melakukan untuknya.
Bujangnim, Anda mungkin tidak bisa membebaskan Kim Woo Sung,
tapi Geomsajangnim pasti bisa.
Sekarang ini, kau mengajakku bernegosiasi?
Tidak, bukan negosiasi. Itu hanya... hanya...
...saling memijat punggung masing-masing (saling membantu).
Ada seorang jaksa di bawah kepemimpinan saya yang dapat diandalkan.
Kami bisa mengurus segalanya untuk Anda.
Masyarakat selalu mengkritik kejaksaan terlalu politis,
serta menyelidiki asal-asalan.
Anggap kasus putera Anda pun begitu, lalu...
Kita selesaikan ini sebelum menjadi tidak terkendali.
Itu terbaik untuk Geomsajangnim, juga kejaksaan ini.
Masalahmu itu, aku merasa risau sekali.
Kau memenjarakan seorang pria tak berdosa,
dan menghancurkan citra kejaksaan kita. Lalu, sekarang kau berani bicara ini demi kebaikan kita semua?
Aku pikir kau hanya tak tahu malu, rupanya kesadaran saja tak punya.
- Maafkan saya. - Jangan minta maaf.
Dunia memang dipenuhi orang-orang sepertimu.
Seorang jaksa yang memanfaatkan situasi krisis orang lain...
...dan demonstran yang ingin menggulingkan pemerintahan...
...karena akarnya, Sang Presiden, pun korupsi.
Kalian semua bodoh...
...dan tidak bisa melihat sesuatu dengan benar.
Bukankah kau bilang seorang anak jatuh dari atap?
Ya.
Stabilitas organisasi kita,
tidak boleh goyah karena seorang anak sepertinya.
Orishin benar sekali.
Buktikan padaku.
Alasan kau harus kupertahankan.
Jangan kuatir. Saya akan pastikan kasus putera Anda selesai dengan tenang.
Yu Na-ya.
Eomma dan Halmeoni di sini.
Kau masih ingin tidur saja?
Karena Eomma tidak memenuhi janji, kau masih marah.
Tunggu sebentar, ya.
Eomma akan menangkap pelakunya...
...dan memastikan dia mendapat hukuman.
Yu Na-ku harus bagun setelahnya, oke?
Cucuku ini anak baik. Kau pasti akan memenuhi keinginan ibumu, 'kan?
Eomma...
- Silakan tunggu di luar. - Astaga.
Beri suntikan hipertensi dan bawa tas ambu kemari.
Anda ibunya?
Kondisinya sudah stabil kembali.
Terima kasih. Terima kasih.
Artinya, dia baik-baik saja sekarang?
Ah, dia masih belum sadarkan diri, jadi hal seperti ini masih bisa terjadi.
Kita tunggu dulu ia memenangkan pertarungannya (untuk membuka mata).
Terima kasih.
- Aku pergi dulu. - Kemana?
Menangkap pemuda itu.
Kali ini, aku harus memenuhi janjiku.
Aku mengerti. Jaga dirimu.
Yu Na... biar aku saja yang menungguinya di sini.
Kali ini, aku tak akan lengah lagi.
Ibu.
Oh.
- Sampai ketemu. - Ya.
Jika kau tidak sanggup, biar aku sendiri saja.
Pukul 2.10 siang, Yu Na mengikuti Yoon Si Wan...
ke gedung ini.
Tak butuh waktu lama,
...mereka sampai di atap ini.
Tapi, kau bilang Yu Na takut ketinggian.
Kenapa kira-kira dia mau mengikuti pemuda itu kemari?
Ini...
Ini gambar Yu Na.
Ada satu lagi.
Eomma, wajah Appa seperti apa?
Tidak ada satupun foto Abeoji-ku.
Kenapa kita tidak punya foto Appa?
Appa?
Lihat, 'kan? Ini sebabnya aku tidak pernah membicarakannya.
Eomma dan Halmeoni sama-sama tak suka membicarakan Appa.
Bukan begitu.
Pembohong.
Oh, Halmeoni memang tak menyukainya.
Tapi Eomma tidak. Kau lihat Eomma, 'kan?
Apa kelihatan seperti orang yang tak suka membicarakannya?
No comments yet. Be the first to leave one.