처음 200줄입니다.
DESTINED WITH YOU
Terima kasih…
sudah menyelamatkanku.
Kau belum bisa dikatakan selamat
sebelum menerima roh ke dalam tubuhmu.
Aku…
tidak mau menjadi dukun.
Jika kau menolak,
kau akan mati karena penyakit akibat roh.
Jika kau ingin mati…
aku tak akan mencegahmu.
Dukun tak hanya meramal peruntungan.
Untung dan sial.
Bahagia, marah, sedih, sukacita, cinta, benci, rindu.
Sudah tugas kita untuk meninjaunya dan menyelamatkan…
nyawa orang yang sekarat
dan orang yang ingin mati.
EPISODE 13
Entah apa yang dia katakan,
tapi katamu itu tak penting.
Kau bilang yang terpenting adalah saat ini.
Kau tak ingat?
Tangan berdarah itu.
Apa kau tahu…
itu aku?
Apa kau
mengelabuiku…
untuk mencuri Buku Mantra?
Siapa pun yang membunuhku…
akan dikutuk.
Akulah yang mengutukmu.
Itu tak penting.
Itu penting bagiku.
Lantas?
Aku tak bisa
bertemu denganmu lagi.
Itu masa lalu.
Tidak.
Mungkin itu bukan masa lalu.
Itu karena ocehanku
tentang kutukan.
Mungkin kau memimpikan
hal serupa karena itu tertanam di benakmu.
Tidak.
Aku ingat dengan jelas saat aku ditikam.
Tekstur, aroma, dan rasa sakit itu.
Semua itu sangat jelas hingga aku tak bisa bertemu denganmu lagi.
Itu tak terjadi sekarang.
Tatap aku.
Aku ada di hadapanmu.
Berikan aku waktu.
Dia membunuhku,
jadi dia terkutuk mantraku.
Pada akhirnya,
Sin-yu sakit
karena mantra itu.
Tangan berlumur darahmu
memegang Sin-yu dan tak melepasnya.
Apa boleh buat.
Aku enggan memercayai semua ini.
Entah apa itu memang kehidupanku pada masa lalu, dan walaupun benar,
kami masih bisa hidup bahagia.
Jika kalian berdua belum bertemu,
kalian bisa saja hidup bahagia.
Namun, kau bisa apa?
Kalian ditakdirkan bertemu.
Karma ini sangat kuat
hingga kalian ditakdirkan bertemu pada akhirnya.
Lantas aku harus bagaimana?
Aku tak peduli dengan kejadian di kehidupan silam kita.
Aku menyukai…
Sin-yu.
Reinkarnasi
berputar-putar seperti roda.
Karena akulah yang mengutuknya,
seharusnya bisa kupatahkan, 'kan?
Mungkin itu alasanku mendapatkan buku mantra itu.
Kau sudah tahu.
Sebelum kau mati,
tak ada yang berakhir.
Kalau begitu…
bagaimana jika…
aku melepasnya?
Kau larut berpikir.
Kapan kau masuk?
Aku mengetuk, tapi kau tak sadar.
Apa terjadi sesuatu?
Tidak ada. Ada perlu apa kemari?
Haum akan menangani pembangunan kawasan Gunung Onju.
Itu diputuskan lewat tender kompetitif.
Tidak masuk akal menggantinya tanpa alasan.
Kau tahu itu.
Barang seharga 1.000 won bisa dikembalikan hanya dengan alasan berubah pikiran.
Pembangunan ini bernilai miliaran.
Boleh berubah pikiran.
Kau tahu ini balas dendam pribadi, kenapa kau terus membela Wali Kota?
Aku penasihatnya.
Tugasku membantu Wali Kota.
PENINGKATAN TRANSPARANSI USAHA PERTAMANAN
Astaga.
Kenapa kau sudah tampak lesu sepagi ini?
Aku baik-baik saja. Aku merasa bersemangat.
Bagaimana kalau kau gelar pesta pindah rumah?
Tiba-tiba begini?
Aku bahkan tak pindah.
Kau tak lahir di rumah itu. Kau pasti pindah sebelumnya.
Ini telat, tapi selamat.
Maaf, sebagai seniormu, aku tak membantumu pindah rumah.
Mari saling membantu mulai sekarang.
Kapan hari yang cocok untuk pesta?
Maaf,
tapi aku merasa kurang sehat untuk pesta pindah rumah.
- Sempurna! - Sempurna!
Maka kita makin perlu membuat acara baru dan membangkitkan semangatmu.
Selain itu…
jika hanya kita, pestanya kurang meriah, jadi…
undanglah Pak Kwon jika kau mau.
Ide bagus.
Ayah tak paham.
Ayah saja yang presdir perusahaan sempat datang,
tapi PNS biasa tak sempat?
Kau meremehkan PNS?
Terserah. Putuslah dengannya.
Ayah belum bertemu dia, tapi sudah tak suka.
Dia melembur.
Dia bekerja keras.
Akan kuajak lain kali.
Jika melembur, dia pasti lapar, 'kan?
Akan Ibu bungkuskan makanan.
Katakan.
Ada masalah di antara kalian, 'kan?
Tentunya masalah pekerjaan.
Kontraktor proyek Gunung Onju mungkin diganti menjadi Haum.
Ayah tahu.
Kenapa tak memarahiku?
Jika Ayah marah, apa kau akan menurut?
Haum tak akan mengambil alih.
Takkan kubiarkan apa pun yang terjadi.
Jangan cemaskan bisnis itu.
Sebaiknya cemaskan hubunganmu saja.
Seharusnya bawa pacarmu
agar Ayah bisa putuskan menerima atau menolaknya.
Jadi, Ayah ingin aku membawanya.
Astaga, kenapa supnya asin sekali?
GROOT
Hai, Hong-jo.
Ibuku membungkuskan ini.
Ini untukmu. Ibu menyuruhku mengajakmu lain kali.
Semuanya terasa enak, kecuali japchae.
Ibu memasaknya sendiri.
Ibuku tak pandai masak, sama sepertimu.
Apa takdirku hidup dengan yang tak bisa memasak?
Ambillah. Lenganku pegal.
Sin-yu,
aku sedang tak ingin bercanda.
Tidakkah kau merasa waktu cepat berlalu?
Meski aku bersamamu sepanjang hari,
itu tak cukup bagiku.
Hubungan ini membawa sial dan akan tetap begitu.
Namun, kau keluar karena rindu.
Aku ingin mengembalikan ini.
Simpan saja.
Sebaiknya tidak.
Eun-wol memberitahumu apa?
Kenapa?
Apa aku akan mati jika kita bersama?
Aku tak peduli.
Semua orang pasti mati.
Kau menyuruhku
untuk menyaksikanmu mati?
Mari menjaga jarak untuk sementara waktu.
Jangan bertemu untuk sementara.
Maka kau mungkin akan membaik.
Jika tetap sama…
maukah kau mendampingiku?
Mari bicarakan hal ini saat waktunya tiba.
Mungkin waktuku tak banyak.
Mungkin waktumu tak banyak karena aku.
Hati-hati di jalan.
Kau sedang berdiet?
Kenapa pipimu tampak menirus setiap kita bertemu?
Aku makin cantik karena itu, 'kan?
KAU PUNYA DOKUMEN BARU
PERMINTAAN KONSULTASI HONG-JO KEPADA SIN-YU
MEMINTA KONSULTASI HUKUM TENTANG KELUHAN POHON TAMAN NURI.
Masuklah.
Sudah terima hadiahku?
Ya, sudah kuterima.
Kuharap perusahaan kesulitan,
tapi itu tak cukup.
Berkat kau, ayahku tak lagi menganggapmu baik.
Sayang sekali.
Kukira dia tetap membelaku.
Tidak mungkin.
Kau kelihatan murung.
Maaf mengatakan ini,
tapi aku sangat bahagia.
Sungguh? Maka perlu kubuktikan.
Kau bilang ingin melindungi orang tercinta.
Bagaimana kau melindunginya?
No comments yet. Be the first to leave one.