처음 200줄입니다.
TERIMA KASIH
KAMI MERINDUKANMU
PERSEMBAHAN NETFLIX
Hari ini ada tamu istimewa.
Mari kita sambut, Jatin Ahuja, dari Big Boy Toyz.
Hei, semua, selamat datang di Drive Nights Big Boy Toyz.
Kini saatnya perlombaan terakhir malam ini.
Pemenangnya akan dapat setengah juta.
Kalian siap?
Guri, nyalakan kamera!
Lomba dimulai dari Gerbang India, menyusuri Chattarpur
dan akan berakhir di depan kita di gudang ini.
Semoga berhasil!
Satu, dua, tiga. Mulai!
FINIS
Entah mana yang lebih seksi, kau atau kemampuan mengemudimu!
Ayo minum sampanye.
Sampanye hanya untuk orang biasa.
Karma
Karma
Karma
Karma
Kau berjalan dengan tak peduli Masa bodoh siapa yang kau temui
Aku menunggu saat ini Saat kita berpapasan, hei!
Kau berjalan dengan tak peduli Masa bodoh siapa yang kau temui
Aku menunggu saat ini Saat kita berpapasan
Seperti itulah sikapmu Seolah dunia berputar di sekelilingmu
Tak lama lagi kau sadari Kenapa dunia katakan
Karma itu kejam!
Karma itu kejam!
Karma itu kejam!
Tidak akan ada kata ampun, sungguh
Mereka menyebutku Karma Dan aku si kejam itu
Karma itu kejam!
Kau tak tahu
Karma membalas balik semua perbuatanmu
Jika kau baik, kau tak akan hancur
Tapi jika kau tak hormat Jangan harap, tidak!
Seperti itulah sikapmu Seolah dunia berputar di sekelilingmu
Tak lama lagi kau sadari Kenapa dunia katakan
Karma itu kejam!
Karma itu kejam!
Karma itu kejam!
Tidak akan ada kata ampun, sungguh
Mereka sebut aku Karma Aku si kejam itu!
Karma itu kejam!
Karma itu kejam!
Cek masuk gerbang VIP.
Pak, cek masuk gerbang VIP.
Bu Vibha Singh, Direktur Otoritas Moneter,
pengenalan wajah dikonfirmasi.
Bagaimana rekam masuknya?
Pukul 10.15, parkiran bawah tingkat dua,
masuk lift 12.
Keluar, masuk ke aula besar.
Selamat pagi, Bu Vibha.
Baik, akan kubicarakan. Sungguh.
- Halo, Pak Singhania. - Halo, Bu Vibha.
- Apa kabar? - Baik.
Maaf terlambat.
Sebenarnya ada kasus penipuan baru, aku sibuk terlibat investigasinya.
- Tidak apa. - Silakan.
Pak Singhania, semua transaksi bisnismu secara tunai.
Jadi, ada banyak tekanan padaku tentang kasusmu.
Bisa kita selesaikan dengan jalan damai.
- Tentu saja. - Pagi, Bu.
Karena itu, aku buat penawaran.
Percayalah, keamanan daring hanya mitos...
Astaga.
Maaf, Pak.
Hei.
PEMERINTAH INDIA RAJ NAIK
Kejahatan Siber?
- Ambil ini. - Pak, kau salah paham...
- Ayo ikut. - Pak...
Pak Singhania, tawaranku cukup jelas.
- Kau perlu surat bebas tuduhan... - Halo, Bu Vibha
...dan untuk itu aku hanya minta 40 persen.
Zaman sekarang, bahkan bank-bank Swiss pun bekerja sama.
Semuanya tak masalah, Bu Vibha, tapi jatah 40 persen terlalu besar.
Terlalu berat bagiku.
Silakan masuk.
Pak Singhania, tolong tenang dan pikirkan. Waktumu banyak...
- Aku tak buat apa pun. Tidak, tolong... - Hamid.
- Berengsek! - Hamid.
Rupanya Ibu.
- Pagi, Bu. - Pagi.
- Ini... - Darah?
Bukan darahku, miliknya.
Dia akuntan Industrialis Kumar.
Dia akan bicara dengan beberapa pukulan lagi.
Aku akan membuatnya membayar 30 persen denda dan 30 persen pajak.
Lalu aku akan atur penyidikan yang menggentarkan leluhurnya.
- Hei, ayo bicara, sekarang. - Tidak, Pak...
Jadi, Pak Singhania...
- Tidak, 40 persen tak masalah. - Baiklah.
Baik. Akan kukirimkan.
- Dah. - Dah.
Pak, tolong jangan.
Hamid, di mana kau temukan akuntan Kumar itu?
Bukannya dia kabur ke Dubai?
Bu, ini bukan akuntan Kumar.
- Dia dari Kejahatan Siber. - Ya.
Kejahatan Siber?
Ya, kupikir Singhania harus lihat apa yang terjadi jika tak bayar kita.
Tak ada orang lain yang mirip akuntan.
Kebetulan aku bertemu si bodoh ini,
jadi, kupilih saja dia.
Akuntan dan anggota Departemen Kejahatan Siber mirip, 'kan?
- Mau pergi? - Ya, Pak!
Pergilah.
- Hei, tutup pintunya. - Baik.
Ya.
Singhania sepakat?
Aku pun akan setuju membayar 40 persen setelah melihatmu.
- Halo? - Halo, Bu Vibha, tolong tunggu.
Perdana Menteri ingin bicara denganmu.
Perdana Menteri... Baik.
Halo, Bu Vibha, ini Kirit Ojha,
Sekretaris Operasional Khusus Perdana Menteri.
Maaf karena dia harus menghadiri rapat,
tapi dia butuh bantuanmu untuk urusan pribadi.
Bantuanku?
Utusanku akan menemuimu.
Namanya Irfan. Dia akan jelaskan semua.
- Baik, tapi... - Terima kasih banyak, Bu Vibha.
Perdana Menteri...
Halo, Bu.
Halo.
Aku Irfan. Utusan Perdana Menteri.
Dia Hamid, anggota staf paling senior departemenku.
Bu, jika boleh, bisa kita duduk dahulu?
Tutup pintunya.
Silakan jelaskan padaku.
Tiga malam lalu,
sekitar 300 kg emas batangan dicuri dari Toko Perhiasan Mehta & Mehta.
TOKO PERHIASAN MEHTA & MEHTA
Bos? Dia sudah tiba.
Dia sendirian.
Bagus. Begitu dia keluar bersama emasnya, tangkap dia.
- Emasnya... - Tunggu...
- Mereka bukan pencurinya? - Benar.
Geng yang berbeda.
Kurasa pencuri ini merusak rencana mereka
dan mereka ada di sana untuk membalas.
Lalu?
Lalu pencuri itu melakukan sesuatu
yang seharusnya tak dilakukan pencuri mana pun.
Bos, dia menyalakan alarm.
Kenapa dia menyalakan alarm?
Karena alarm itu langsung memberi peringatan kepada Pak Mehta.
Kedua, juga informasikan kantor polisi terdekat.
Ayo!
Cepatlah!
Masuklah. Tangkap dia dan bawa bersama kita.
Angkat tangan!
Jangan bergerak! Angkat tangan!
Meski ada polisi, bagaimana si pencuri mencuri emas itu?
Untuk mencuri dari brankas, dia perlu dua hal.
Pintu masuk bagi anggota gengnya untuk membawa 300 kg emas batangan itu.
Kedua, kunci untuk membuka brankas itu,
yang didapatnya dengan menyalakan alarm.
Alarm kantor polisi dicegat dan dialihkan.
Tak pernah sampai pada mereka.
Siapa pencurinya?
Sang Raja.
Raja meninggalkan kartu di setiap lokasi pencuriannya.
Di balik kartu itu, dia memberi tahu lokasi pencurian selanjutnya.
Saat dia mencuri berlian dari Surat,
dia meninggalkan kartu dengan foto museum Bengaluru.
Di museum itu, dia meninggalkan kartu Toko Perhiasan Mehta.
Lalu kartu yang dia tinggalkan di sana...
adalah ini.
Ini lokasi selanjutnya.
Tapi ini...
Ya, Bu.
Istana Kepresidenan.
Tapi itu mustahil.
Baiklah.
Aku yakin Perdana Menteri akan merasa sangat aman saat kukatakan,
"Bu Vibha bilang, 'Itu mustahil.'"
Maaf telah merepotkan.
Pak Irfan, aku mengerti.
Katakan aku harus bagaimana, akan kutangani.
Terima kasih.
Emas Pak Mehta dibeli dengan uang gelap.
Uang gelap adalah yurisdiksi departemen kalian.
Pak Ojha merasa investigasiku harus dimulai dari departemenmu
agar tak ada yang tahu apa yang terjadi.
Ada petunjuk dari tempat Pak Mehta?
Rekaman kamera pengawas, sidik jari?
- Tidak. - Tidak?
Tapi kami menemukan jejak ban mobil geng lain itu.
Jejak ban?
Ban bertapak khusus yang biasanya dipakai untuk balapan.
Balapan?
Balapan liar.
Pak, jejak ban yang kau temukan cocok dengan ban mobil wanita itu.
Namanya Tara, dia pemilik perusahaan kurir lokal.
Pendapatan kurir lokal besar?
No comments yet. Be the first to leave one.