처음 192줄입니다.
ZainuddinAri mempersembahkan
perjumpaan yang sulit diterka
hajimari sore ha aimai
namun semua titik temu terkesan rapi
kirei ni narabetai keredo
sebenarnya ada kata yang khusus hanya untukmu
hountou ni tsutaetai kotoba dake
namun semuanya tertutup dan terbelenggu
kanamihotsurete ienai
perlahan kutarik napas
yukkuri suikomi
berdoa agar harapan baikku kan terus berlanjut
yasashii kibou ga zutto tsudzuku you ni
apa kau bisa lihat tempat ini?
mieru kana kono basho ni iru koto wo
apa tanda penunjuk di jariku bisa menuntunku padamu?
yubisaki ni egaita michishirube todoku kana
kuyakin di kala ku tertawa hari ini
watashi ha kyou wo waraeru you ni
dirimu pun kan tersenyum esok
anata ha ashita hohoende kitto
itulah harapanku
kitto ne
Cerita
Kenangan Pengukir Lilitan Kisah Masa Lalu ...
Hujannya sudah reda, ya.
Untungnya aroma buah kecubung pun berkurang setelah hujan.
Ya.
Apa kau sudah selesai susun ulang dokumen dari Laxdo?
Sudah, tapi aku tak punya banyak data sewaktu masa penyembuhan.
Wajar saja, habisnya terlalu jauh untuk diperiksa.
Ya, benar.
Situasi yang tak mengenakkan begini buatku bingung.
Tuan!
Aku sudah kembali.
Obi, bukankah aku hanya berimu waktu libur dua hari saja?
Maaf, aku jadi keasyikan karena sudah lama tak ke luar istana.
Omong-omong, apa yang tak mengenakkan?
Ini soal Shirayuki.
Eh? Soal nona?
Shirayuki jadi pusat perhatian karena banyak yang percaya kalau dia itu tunangannya Zen.
Ada banyak orang yang cari kesempatan untuk mendekatinya,
dan selidiki baik-buruknya.
Aku memang sudah suruh Shirayuki lebih waspada lagi...
Tapi, dia juga punya pekerjaan di sini.
Nah, Obi, aku akan tugaskanmu jadi pengawal Shirayuki.
Aku?
Tak mungkin, Tuan.
Aku pernah coba mengancamnya, lo.
Hal itu biar Shirayuki yang tentukan.
Lagi pula, saat aku berimu libur,
aku juga sudah siap kalau kemungkinan kau takkan kembali lagi ke sini.
Maaf saja, ya.
Aku mulai dari sebelah barat, ya.
Baik.
Shirayuki.
Baru kali ini aku lihat kalian bersama.
Wah, wah, aku dan Nn. Kiki sudah sering berpatroli bersama, kok.
Tak ingat, deh.
Shirayuki, kau tahu kalau orang ini adalah pelayannya Zen, 'kan?
Ya, aku pernah bertemu dengannya.
Padahal tuan yang menunjukku, tapi dia marah-marah sendiri.
Oh.
Zen menyuruhnya jadi pengawalmu untuk sementara waktu.
Eh?
Kepala ahli herba juga setuju kalau itu memang keinginan pangeran.
Malahan, dia suruh untuk tanpa ampun dan jangan segan-segan memperbudaknya.
Eh?
Kau juga boleh mengusirnya kapan pun, Shirayuki.
Untuk sekarang, aku serahkan dia padamu.
Eh? Ta-Tapi...
Oh, apa aku harus perkenalkan diri?
Namaku Obi, tapi punya banyak alias.
Sisanya rahasia.
Lalu, buat apa pakai masker?
Kami mau panen buah kecubung, tapi karena aromanya memabukkan, makanya pakai masker.
Oh, begitu.
Kau mau apa?
Aku mau bantu.
Oh, Ryuu, dia ini-
Aku sudah dengar.
Karena pangeran dan bu kepala sudah mengizinkannya, jadi tak masalah, 'kan?
Ya, sih.
Ayo langsung kita bereskan, Nona.
Tolong panen yang buahnya punya corak bintang empat sudut, ya.
Lalu, hati-hati sama yang agak peyot.
Baik.
Bisa?
Ya?
Tak mabuk karena aromanya, 'kan?
Tidak kok, selama yang kupetik punya corak bintang empat sudut, 'kan?
Benar.
A-Ada apa?
Oh? Bukan!
Lo? Tanganku bergerak sendiri?
Kalau masih bisa bergerak, bawa juga yang ini.
Ya, baik.
Habis ini, difermentasikan di gudang bawah tanah, 'kan?
Ya, hasil fermentasi dalam guci enam bulan lalu sudah bisa dibawa,
jadi kita tinggal periksa hasilnya di ruang pengobatan.
Pekerjaan ini butuh kesabaran tinggi, ya?
Masa?
Justru asyik kalau terus dilanjutkan, lo.
Oh.
Setelah jadi asisten ahli herba dan berteman dengan pangeran,
sepertinya kau sudah dapat segala hal menyenangkan dalam hidupmu, ya.
Rapatnya lama sekali.
Zen.
Sepertinya, dia jalani tugasnya dengan baik.
Ya.
Oh ya, Nona, apa kau pernah berharap kalau Pangeran Zen bukanlah seorang pangeran?
Sini.
Eh?
Kalau diulangi lagi, aku anggap hal itu sebagai penghinaan.
Baik.
Ya ampun, Pangeran Zen memang luar biasa, deh.
Nona, tunggu dulu, dong!
Nona!
Itu kecubung hasil fermentasi enam bulan lalu.
Kau harus meminumnya supaya tahu bagaimana rasanya, Shirayuki.
Lalu, kau...
Namaku Obi!
Obi juga, ya.
Pedas!
Enak!
Bu Kepala, yang itu bukan kecubung, tapi arak, 'kan?
Benar! Ternyata kau tahu juga, ya!
Pantas saja rasanya enak!
Eh?
Shirayuki!
Hoi, hoi.
Walah, walah.
Shirayuki, jadi kau tak kuat minum arak?
...apa kau pernah berharap kalau Pangeran Zen bukanlah seorang pangeran?
Zen!
Zen!
Ada apa, Kakanda?
Dia adalah Mitsuhide Louen, anggota Kesatria Sereg dari timur.
Mulai hari ini, dia akan bersamamu.
Bersamaku?
Jadi, beliau ini Pangeran Zen?
Anda mau ke mana?
Hanya mau jalan-jalan.
Saya akan menemani.
Tak perlu.
Saya sudah diperintahkan Pangeran Izana untuk selalu bersama Anda.
Sebenarnya, kau sangat ingin layani kakanda, 'kan?
E-Eh? Tidak, aku...
Sudah jelas dari sejak pertama berkenalan.
Caramu memandang kakanda sangat berbeda.
Tak kusangka, ternyata beliau peka terhadap sekitarnya.
Duh, kenapa malah aku yang tak peka?
Pangeran Zen, tolong tunggu!
Atri!
Pangeran!
Lama sekali.
Kukira Anda tak bakalan bisa kabur.
Jangan anggap remeh kemampuan kaburku.
Habisnya, kudengar Anda dapat pelayan baru, sih.
Jangan dibahas, ah.
Lo? Anda tak menyukainya?
Bukan masalah sama orangnya, sih.
Aku hanya bingung tanggapi orang yang bersamaku karena diperintahkan.
Rasanya tak nyaman.
Oh? Pasti berat jadi pangeran, ya.
Jangan sok tak ada hubungannya, dong.
Memang tak ada.
Pemanah kerajaan sepertiku sih, tak mengerti hal serumit itu.
Wajar, soalnya kau ini bego.
Yang penting wajahku ganteng,
dan jago memanah.
Bagian mananya?
Memangnya tak lihat cowok ganteng di depan Anda ini?
Kasihan sekali.
Justru kau yang kukasihani!
Rasakan!
Apaan itu?
Tertangkap!
Atri.
Awas kau-
Pangeran Zen!
Oh, jadi itu pelayan baru Anda?
Pangeran Zen! Anda di mana?
Ya, maaf, aku harus kembali.
Aku turunnya nanti saja, ya.
Bisa gawat kalau pangeran terlihat bermain bersama orang sepertiku.
Maaf, ya.
Oh!
Pangeran Zen!
Syukurlah!
Kita kembali.
Ba-Baik!
No comments yet. Be the first to leave one.