All the Things We Never Said

All the Things We Never Said (生きちゃった)

Indonesian 자막 다운로드

릴리스 정보

All the Things We Never Said 2020 1080p BluRay REMUX AVC DTS-HD MA 5 1-NSBC
다음의 해설 ch4nk-san
RAW nya saya pake versi yang NSBC : https://justpaste.it/nsbc2

태그

BluRay
1080
TS
HD
REMUX
게시일: 2021-06-17
다운로드: 84
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

Jika melihat ke belakang, dia ada di sana.

Bunga musim panas yang sedang bermekaran.

Pemandangan yang indah.

Membuatku secara tidak sengaja menyentuhnya.

Dibawah sinar mentari yang cerah setelah hujan,

dia bersinar dan bergoyang.

Selamanya...

~ Ikichatta ~

Kita pindah ke paragraf berikutnya.

Apakah dia beneran ada?

Ya, dia ada.

Tidak, dia tidak ada.

Apakah dia beneran ada?

Ya, dia ada.

Tidak, dia tidak ada.

Kalimat berikutnya dalam bentuk negatif.

Dia tidak benar-benar ada.

Dia...

Apa yang sedang dia lakukan?

Dia sedang memikirkannya.

Yang sedang dia...

Apa yang sedang dia lakukan?

Apa yang sedang dia lakukan?

Kenapa kalian ingin belajar bahasa inggris?

Aku ingin melakukan bisnis perdagangan luar negeri.

Dan juga, aku ingin membuat istri dan putriku bahagia.

Dia pria yang baik.

Aku ingin melakukannya bersamanya.

Impian kami adalah...

Impian kami adalah...

Memulai sebuah perusahaan?

Itu kata yang berbeda.

Mengelola sebuah perusahaan atau mendirikan sebuah perusahaan?

Mendirikan.

Ya, mendirikan.

Ok, apa impian kalian saat masih muda?

Kami dulunya ingin menjadi penyanyi.

Penyanyi?

Sungguh?

Ya, penyanyi profesional.

Tujuan kami menjadi penyanyi top.

Kalian berdua?

Lagu seperti apa yang kalian nyanyikan?

Lagu cinta. - Lagu cinta.

Hebat banget ya...

Kita bisa mengutarakan pikiran kita pake bahasa Inggris.

Delapan tahun setelah Gempa Jepang bagian Timur,

...masih ada banyak polutan nuklir yang tersisa di dekat PLTN Fukushima Daiichi.

Mereka membahas masalah PLTN lagi?

Apa katanya?

Apa lagi yang perlu dikuatirkan.

Tak ada lagi yang bisa kita lakukan dengan itu, kan?

Konyol sekali.

Presenter itu jelas seumuran dengan kita.

Tapi mengatakan sesuatu dengan sombongnya seperti itu...

Mau es lilin?

Kau bisa makan cemilan sambil minum sake ya?

Aku sudah mabuk.

Membesarkan anak itu melelahkan.

Kadang-kadang kepalaku memikirkan hal aneh.

Aku satu-satunya disini yang terus mengumpulkan stres.

Dan kalian bersenang-senang mengejar impian kalian.

Bukannya menurutmu itu tidak adil?

Aku merasa berat untuk pulang.

Soalnya keluarganya At-chan aneh-aneh.

Hei...

Kamu tidak akur dengan Ayahmu sebelumnya, kan?

Gimana dengan kakakmu?

Apa dia masih suka mengurung diri rumah?

Keluarganya At-chan benar-benar kacau.

Kalo terjatuh di kuburan, kamu bisa mati loh...

Kamu bisa mati.

Obon itu apa?

Arwah leluhur kita akan kembali pada hari ini setiap tahun.

Tapi sebenarnya, tak masalah jika mereka tak kembali kemari ya...

Kalo rasanya hambar begini, takkan bisa dimakan.

Kamu tak bisa lakukan apa-apa dengan benar ya...

Kakak...

Gimana?

Kudengar kau berhenti kerja lagi.

Hari ini Obon.

Aku selalu memikirkan soal kakek sepanjang hari ini.

Sudah 11 tahun berlalu.

Sejak dia meninggal.

Meski dia dulu selalu merawat kita dengan baik.

Tapi aku selalu berpikir...

Apa kakek beneran ada ya?

Kakek...

Beneran ada, kan?

Tapi...

Setelah kita meninggal,

Kita juga perlahan-lahan akan dilupakan.

Dan tak ada yang akan tau...

Apakah kita pernah ada atau tidak?

Karena itu, kak...

Jangan terlalu keras kepala!

Jalanilah hidup dengan nyaman!

Suzu...

Papa...

Kenapa jangkriknya nangis?

Ini bukan rubah tapi anjing.

Gitu ya....

Apa Suzu pengen punya anjing?

Aku tidak bilang gitu.

Tidurlah!

Saya merasa agak pusing.

Mungkin gejala flu.

Begitu ya. Kalo gitu, kamu boleh pulang beristirahat.

Sial!

Maaf...

Papa!

Ayo makan ini juga!

Enak.

Maaf sebelumnya,

tapi tolong jangan tulari flu-mu pada Suzu.

Karena aku tak merasakan cinta lagi padamu.

Aku sepanjang waktu merasa menderita.

Kamu mungkin tidak mengerti bagaimana perasaanku.

Tapi, aku menderita.

Sampai sekarang, sepanjang waktu.

Sepanjang waktu?

Sepanjang waktu.

Sebelum kita bersama,

kamu pernah tunangan dengan wanita yang namanya Sachiko-san, kan?

Kamu bahkan membatalkan pertunangan kalian demi menikah denganku.

Waktu itu,

kamu merasa bersalah pada Sachiko-san, kan?

Kamu merasa...

...sudah menyakitinya, kan?

Kamu merasa aku seperti orang bodoh, kan?

Entah bagaimana keadaan Sachiko-san sekarang.

Kasihan sekali dia.

Kenapa kamu membahas soal ini sekarang?

Aku yang akan membesarkan Suzu.

Kuserahkan urusan menafkahi kami padamu.

Urusan tunjangan dan kebutuhan Suzu lainnya...

...akan kita bicarakan lagi nanti.

Gimanapun masalah itu tak bisa diselesaikan sekarang.

Dan juga, meski aku merasa bersalah padamu,

tapi aku takkan memindahkan Suzu ke TK yang lain.

Kita akan lanjutkan hidup kita disini.

Kamu mengerti maksudku, kan?

Katakanlah sesuatu!

Bahkan jika kamu ingin menyangkal yang kukatakan.

Aku mengerti sepenuhnya.

Tapi, yang tidak aku mengerti...

Apa kakekku sebenarnya pernah ada atau tidak?

Kemarilah lihat ini!

Cantik, kan?

Impianku adalah membangun rumah beserta kebunnya,

demi istriku dan putriku.

Dan, aku ingin memelihara anjing.

Ok.

Maaf, hari ini adalah hari terakhir kami datang kemari.

Aku ingin ucapkan salam perpisahan.

Aku perlu uang.

Kami juga akan berhenti belajar Bahasa Cina.

Aku perlu uang juga.

Gak apa-apa, kau tak perlu bohong seperti itu.

Soal kau ingin membangun rumah itu.

Aku tidak bohong.

Itu beneran adalah impianku.

Impianku mendirikan perusahaan denganmu juga takkan berubah.

Impian takkan bisa berubah dengan mudah.

Gitu ya.

Kau tak apa-apa?

Ya.

Kami mengunjungi Chiba sebelumnya.

Aku beli kue itu disana.

Benar-benar menyenangkan.

Kami juga pergi ke Hokujo.

Suzu juga bilang kalo ini enak.

Natsumi...

Kau licik sekali.

Take-chan, kamu tau apa?

Aku tanya apa yang kamu tau?

Menuduhku tanpa tau apa-apa juga licik.

At-chan juga bersikap seolah korban.

Dia juga licik.

Dia tidak selingkuh.

Tak perlu dikatakan lagi, kan?

Menurutmu seberapa keras aku sudah menahan diri selama 5 tahun terakhir ini?

Kamu tak tau itu, kan?

Demi membuat hidup Natsumi bahagia,

dia selalu bekerja keras selama ini.

Selain itu Atsuhisa-san, saat kau mengalami kesulitan...

dia rela meninggalkan tunangannya demi menolongmu.

Aku tau itu, terus kenapa?

Kenapa?

Karena itulah aku merasa sedih.

Dia tak pernah bermaksud menolongku.

Dia hanya berharap aku mencintainya.

Saat kami membahas soal perceraian,

mata At-chan terus melihat ke arah lain.

Dia tak mau melihat mataku.

Kami pasangan suami-istri yang seperti itu, kamu mengerti sekarang?

Lalu pada akhirnya,

Apa hal terbaik yang seharusnya dilakukan sejak awal?

Kupikir, sebaiknya aku menikah dengan Take-chan saja.

Berhenti bercanda!

All the Things We Never Said subtitles in other languages

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left