시즌 2

릴리스 정보

The Quintessential Quintuplets - S02
다음의 해설 Dhalopez
Bstation Retail

태그

TS
게시일: 2022-06-10
다운로드: 34
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 197줄입니다.

Aku melihat sebuah mimpi...

Lihat, lihatlah!

Kita bisa melihat stasiun Kyoto yang tadi.

Wah, serius?

Mimpi tentang pertemuan pertama kita... mimpi tentang hari itu.

Hei, bisakah kau mengajariku?

Tolong ajari aku.

Ajari aku di bagian ini.

Tolong ajari aku!

Bisakah kau mengajariku?

Setelah menjalani wisata sekolah yang menjadi bencana itu.

Aku jatuh sakit karena demam yang semakin parah.

Setelah itu,aku dirawat di Rumah Sakit.

Ini adalah pengalaman yang berakhir buruk.

Saat itu...

sepertinya mereka datang.

Bagaimana mungkin?

Nino?

Tak ada orang, kan?

A-Apa?

Ini ruanganku!

Tak apa-apa, kan?

Menurutmu siapa yang bayar?

Meski begitu,

tak perlu ruangan yang mewah seperti ini.

Para perawat di sini mengira aku anak haram Direktur.

Apa boleh buat, kan?

Gadis-gadis itu khawatir kau mati.

Bukankah yang membayar biaya rumah sakitku adalah ayah kalian?

Benar sekali.

Artinya, kami yang membayarnya!

Wah, sombong sekali nona ini!

Tapi, dari semua orang aku tak menduga kalau kau yang menjengukku.

Eh? Benar juga.

Ini bukan saatnya aku seperti ini.

Dengar, rahasiakan keberadaanku, ya?

Pak Uesugi, apa Nino ke sini?

Yotsuba!

Halo, sudah lama sejak sekolah wisata, ya?

Bagaimana kondisimu?

Kalian juga.

Syukurlah. Aku lega karena kau masih hidup!

Dasar,

siapa yang menyuruh kalian datang?

Hah? Aku mencium aroma Nino!

Apa gadis itu sebau itu?

Kasihan.

Aroma parfum!

Kami sampai cemas sekali.

Suhu tubuhmu tinggi seperti suhu musim panas yang paling panas.

Aku senang kau sudah pulih.

Kalau kesepian, bilang saja.

Aku akan datang untuk merawatmu kapan pun.

Terima kasih.

Tapi sendirian itu lebih mudah untukku.

Fuutaro, itu kata-kata yang tidak baik.

Dan ini lembaran untukmu saat tidak masuk kelas.

Mereka menitipkan ini, tapi aku senang bisa menyerahkannya kepadamu.

Eh, kau benar-benar datang ke sekolah?

Ya.

Mungkin aku akan berhenti sekolah.

Jadi kau tak bisa memenuhi tekadmu, ya?

Dasar, kau memang suka menggodaku.

Sekolah itu tempat yang membosankan,

aku sempat berpikir bisa segera berhenti.

Tapi untuk saat ini aku akan tetap seperti ini...

karena aku memiliki kenangan

dengan orang dingin, tak peka dan jahat.

Kenapa...

Itu mungkin kau.

Apa ada yang tak kau suka dari makan siangmu?

Kalau kau bilang, aku bisa membuatkan untukmu.

Tidak, aku hanya kurang nafsu makan.

Begitu, ya.

Hei!

Kau harus makan dengan benar!

Apa-apaan ini?

- Nino, ketemu! - Apa kau anjing?

- Ayo. - Hentikan!

- Baiklah, kami akan pergi. - Tenang saja. Tenang saja. - hentikan!

- Tenang saja. - Hentikan! - Kuharap kau segera sembuh.

Eh?

Apa ini?

Aku merasa sedikit lega.

Uesugi, kau bisa pulang besok.

Ya.

Apa kau cemas karena ketinggalan pelajaran?

Benar juga.

Aku tak masalah,

tapi ada murid bodoh yang harus aku ajari.

Begitu rupanya.

Baiklah, pemeriksaannya selesai.

Ja-jangan dorong aku!

Nino, jangan berisik di Rumah Sakit.

Apa boleh buat, kan? Aku takut dengan hal seram!

- Tak ada yang perlu ditakuti. - Mereka...

- Bukankah tahun lalu sudah? - Aku benci hal menakutkan. - Dasar. - Aku berterima kasih atas kedatangan mereka.

Jika kau takut disuntik, kau tak akan pernah bisa melubangi telingamu.

Disuntik?

Oh, Pak Uesugi!

Apa yang kalian lakukan di sini?

Apa yang kami lakukan disini? Vaksinasi.

Setiap tahun, kami selalu melakukannya.

Meski begitu, Itsuki dan Nino selalu kabur.

Aku benci kesakitan.

Tapi kami senang karena bisa sekalian menjenguk Pak Uesugi.

Sekalian?

Kalian! Bersiaplah!

Hei! Jangan berteriak di Rumah Sakit!

Cepat, pasien itu harus istirahat!

Baik.

Uesugi,

kau harus lebih berusaha.

Orang itu... kurasa aku pernah melihatnya.

Jauh di masa lalu,

Tapi... itu adalah pemandangan yang ada dalam ingatanku.

Benar, itu adalah...

Uesugi Fuutarou,

Sampai jumpa!

Kenapa... aku ingat kejadian waktu itu.

Apa? Ternyata Itsuki!

Jangan mengagetkanku!

Se-seharusnya aku yang mengatakan itu!

Yotsuba dan yang lain sedang mencarimu.

Oh, haha. Apa maksudmu?

Aku datang ke sini untuk menanyakan sesuatu.

Tolong beri tahu aku!

Alasan kenapa kau belajar?

Itu adalah tugas utama seorang pelajar.

Itu saja.

Apa yang kau lakukan?

Aku akan terus melotot sampai kau mau jujur!

Oh, begitu?

Bagaimana kalau aku yang melotot ke arahmu sampai kau menyerah?

Boleh saja, mari kita lihat siapa yang akan mengedipkan mata duluan.

Bergairah sekali.

Lucu sekali.

Aku tak akan menjauh sampai kau jujur.

Ampuni aku.

Bagus! Aku menang!

Artinya, kau kena hukuman!

To-tolong jangan lakukan itu!

Sejak saat itu, aku tak berani makan ikan!

Bagaimana, ya?

Hei, Fuutarou.

Jangan berisik di dalam kereta.

Apa?

Hei, Takebayashi. Jangan mengatakan hal membosankan saat wisata sekolah!

dan kau harus bergabung!

Baiklah, apa boleh buat.

Sebagai gantinya, kau harus mengajak Sanada.

Karena kita berlima satu kelompok.

Hmm, tak usah memikirkanku.

Kau...

mengerjakan matematika di sini, Apa kau bodoh?

Buang saja hal yang tak diperlukan!

Menurutku, ini saja sudah cukup!

Wah, hebat sekali!

Keren!

Aku mengambilnya dari tempat alat kerja ayahku.

Bagaimana, Takebayashi?

Apa kau mau aku foto...?

Ini...

Kau baik-baik saja?

- Ya, Terima kasih. - Mereka berdua sudah berteman sejak kecil.

Rumah mereka dekat dan orang tua mereka sangat rukun.

Kudengar mereka juga melakukan wisata keluarga bersama.

Mereka berdua sangat cocok sebagai perwakilan kelas, ya.

Fuutarou, berhentilah memotret. Ayo pergi!

Iya.

Sa-sakit... sakit, sakit, sakit...

Ada apa?

Tiba-tiba perutku sakit.

Usus sialan. Kerjamu terlalu bagus.

Aku mau ke toilet. Kalian pergi duluan.

Buang saja hal yang tak dibutuhkan!

Jadi akulah yang tak diperlukan...

Hei!

Kau baru saja memotretku, kan?

Hah? Apa maksudmu, Nenek?

Memotret tanpa izin. Itu memotret tanpa izin.

- Dia memotretku tanpa izin! - Aku tak melakukannya.

Ada apa?

Dia terpesona oleh kecantikanku dan diam-diam memotretku!

Tangkap dia! Tangkap dia!

Aku tak melakukannya!

Sudah, sudah, tetap tenang.

Kami mengerti.

Baiklah, kami akan memeriksa kameranya.

Maaf, apa aku bisa pinjam?

Ya.

Ada apa?

hmm, begini...

Orang itu tak bersalah.

Aku melihatnya.

Berita terbaru! Benda terbang asing di atas langit Jepang!

Kami adalah alien Shougi.

The Quintessential Quintuplets subtitles in other languages

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left