처음 180줄입니다.
Kepada Dewa Api, mengadakan perjamuan besar.
Semoga hidup harmonis selamanya.
Semoga hidup harmonis selamanya.
Kabarnya putri Klan Chi tidak ingin menikah kemari.
Putri itu sudah punya orang yang dicintainya.
Hanya saja, pernikahan ini dijodohkan oleh kaisar.
Kalau dia tidak menikah, dan membuat kaisar marah,
maka seluruh Klan Chi akan terlibat masalah.
Nona Besar, masih sempat kalau membatalkannya sekarang.
Nona Besar, begitu kau melangkah keluar
dari tenda ini, kau tidak bisa pulang lagi.
Tuan Adipati dan nyonya sudah tua.
Mereka hanya punya kau seorang putri.
Apakah kau benar-benar tega meninggalkan mereka?
Meski aku tinggal di sini, seumur hidup ini,
aku juga tidak bisa melihat mereka lagi.
Apa bedanya dengan mati?
Pemberian mas kawin.
Diterima.
Aku tidak akan menikah dengan orang yang tidak kucintai.
Namun, Nona Besar, orang yang kau sukai tidak mungkin menikahimu.
Nona Besar.
Diam!
Silakan Tuan Putri menerima mas kawin.
Persembahan pertama.
Persembahan kedua.
Persembahan ketiga.
Semoga hidup harmonis selamanya.
Minum arak pernikahan.
Ada Iblis Pasir! Cepat lari!
- Cepat lari! - Ayo! Cepat lari!
Ayo!
(Seumur hidup ini, akhirnya tidak ada orang)
(yang bisa memaksaku untuk menikah lagi.)
Siapa?
Guru!
Kau memperlakukan barang pemberianku seperti ini?
Guru.
Kenapa kau tiba-tiba datang kemari?
Aku...
Kupikir seumur hidup ini, aku tidak bisa bertemu lagi denganmu.
Bukankah kau yang mengundangku untuk menghadiri acara pernikahanmu?
=Janji Abadi=
=Episode 1=
(Di seluruh alam semesta, di seluruh dunia,)
(Lang Gan dari Kongsang memimpin Yunhuang,)
(jago memprovokasi pikiran jahat untuk kepentingan sendiri.)
(Karena dihasut oleh dewa penghancur, ada enam raja bertarung dalam Kongsang.)
(Di luar ada konfrontasi angkatan laut Manusia Duyung )
(Namun, jika dewa senang melihat makhluk hidup menderita,)
(lantas, mana mungkin layak disembah dan dikagumi oleh manusia?)
(Selama ini, belum pernah ada manusia yang membunuh dewa.)
(Bunga Salju di Istana Jialan sangat cantik.)
Bunga ini paling cantik.
Paling cocok diberikan kepada pangeran.
Tuan Muda, kau yang membantuku?
Kau bilang ingin memberikan bunga kepada Pangeran,
apakah kau mengenal pangeran?
Setelah aku memberikan bunga ini kepadanya, aku akan mengenalnya.
Kau ingin bertemu dengannya?
Kenapa?
Aku sebagai putri Klan Chi, tentunya aku harus belajar beberapa sihir hebat
untuk melindungi Gurun Barat, 'kan?
Namun, ayahku tidak mengizinkannya.
Katanya aku adalah seorang gadis,
seharusnya aku minum teh dan mengerjakan kerajinan tangan
bersama tuan putri lainnya.
Cukup belajar beberapa sihir untuk melindungi diri saja.
Jadi, aku ingin mencari pangeran, minta dia untuk mengizinkanku belajar sihir.
Dengan begini, ayahku tidak berani melarangku lagi.
Kenapa tidak meminta persetujuan dari kaisar?
Kaisar pasti sama seperti ayahku.
Pastinya berpikir anak perempuan
punya hal yang seharusnya dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.
Namun, pangeran berbeda.
Semua orang bilang dia sangat bijak.
Hangat bagaikan matahari dan bunga pada musim semi.
Dia pasti memahami pikiranku.
Permaisuri tiba.
Tuan Muda, aku pergi dulu.
Sampai jumpa jika berjodoh.
Hangat bagaikan matahari dan bunga pada musim semi.
(Selir Qiushui, Manusia Duyung, Selir Kaisar)
Selir Qiushui sedang hamil.
Mohon Permaisuri menghindar dulu.
Maafkan aku, Permaisuri.
Salah hamba sedang hamil.
Tabib telah memberi peringatan bahwa kondisi janin tidak stabil,
tidak boleh sering naik turun.
Mohon Permaisuri memaklumiku karena tidak bisa menghindar.
Berikan jalan.
Kita jalan di sebelah sini.
Hanya Manusia Duyung saja, budak bagi orang Kongsang.
Hanya karena agak disayangi oleh kaisar, langsung melupakan identitasnya sendiri.
Diam!
Manusia Duyung dan kita adalah rakyat Yunhuang.
Mulai sekarang, tidak boleh ada prasangka seperti ini.
Kalau tidak, akan menimbulkan masalah.
Ada pembunuh!
Tidak!
Aku bukan pembunuh.
Aku tidak sengaja menabrak Nyonya Selir.
Benar-benar...
Nyonya selir sedang hamil.
Jika terjadi sesuatu karenamu, bisakah kau bertanggung jawab?
Berpakaian merah tua.
Kau adalah putri dari Klan Chi?
Apakah ayahmu tidak suka melihatku memiliki anak kaisar,
jadi, dia sengaja menyuruhmu datang untuk menabrakku?
Tidak!
Nyonya Selir.
Ayahku tidak tahu sama sekali.
Aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku sendiri.
Mohon Nyonya Selir hukum aku saja.
Beraninya kau membantah!
Bungaku!
Kembalikan kepadaku!
Bunga ini adalah bukti bahwa Klan Chi ingin mencelakaiku.
Lepaskan aku!
Bungaku!
Kembalikan kepadaku!
Bungaku!
Kau...
Kau...
Kenapa kau memfitnah ayahku?
Kau sangat cantik, tapi hatimu malah sangat kejam.
Kau...
Katakan sekali lagi!
Hentikan!
Hormat kepada Pangeran.
Untuk apa Nyonya Selir bertindak heboh seperti ini?
Tentu saja aku punya alasanku sendiri.
Apakah Pangeran ingin ikut campur dalam urusan harem?
(Aku malah mengatakan banyak perkataan yang menyinggung.)
Aku tidak akan ikut campur.
Hanya saja, berdasarkan aturan Kongsang, pangeran harus mendidik semua saudara.
(Apakah Pangeran datang untuk membantuku?)
Karena Nyonya Selir sedang hamil anak kaisar, tentu saja
aku harus menjalankan kewajibanku untuk mendidik adik dalam kandungan.
Kaisar berbudi luhur.
Setiap hari besar, pasti akan mengampuni kesalahan seluruh dunia.
Semua penjahat akan terbebaskan dari hukuman.
Apalagi seorang anak kecil.
Apakah adik mengerti perkataanku?
Baik.
Karena Pangeran mendamaikan, kulepaskan gadis ini.
Ayo kita pergi.
Baik.
Tunggu!
Pangeran masih ada urusan apa?
Ajaran leluhur Kongsang mengatakan, setiap ulang tahun kaisar,
para pangeran harus menyalin sepuluh halaman
kata bijak Kaisar Xingzun untuk dijadikan sebagai hadiah ulang tahun.
Sekarang adik masih berada dalam kandungan,
jadi, terpaksa meminta Nyonya Selir untuk membantunya.
Silakan kembali ke Paviliun Qiushui untuk menyalinnya.
Kau!
Pangeran pasti sengaja menghinaku karena aku adalah Manusia Duyung.
Sengaja mempersulitku.
Orang Kongsang dan Manusia Duyung sama-sama adalah rakyat Yunhuang.
Tidak ada perbedaan.
Sebaliknya Nyonya Selir, hanya karena masalah kecil,
Anda ingin memukul putri bangsawan Kongsang,
juga ingin melibatkan adipati Kongsang.
Aku hanya menampar gadis itu saja.
Pangeran malah berkata panjang lebar seperti ini.
Baiklah.
Sudahlah.
Akan kulihat
Pangeran masih bisa berlagak sampai kapan.
Pangeran reinkarnasi dewa itu sedang berdiri di sini.
Aku sembarang berbicara waktu itu.
Mohon ampun, Pangeran.
Apakah wajahmu baik-baik saja?
Tidak masalah.
Hanya ditampar sekali saja.
Terima kasih, Pangeran.
Hanya saja,
Bunga Salju ini sayang sekali.
Awalnya ingin kuberikan kepada Pangeran.
No comments yet. Be the first to leave one.