처음 200줄입니다.
Jacob?
Jacob!
Cinta.
Cinta, kita sudah berjanji.
Untuk memiliki dan menjaga.
Dalam suka dan duka.
Untuk mencintai dan menghargai.
Sampai maut memisahkan kita. - Sampai maut memisahkan kita.
Cinta.
Aku tidak pernah bisa mengejutkanmu.
Kamu berkeringat. Di mana handukmu?
Ini.
Pagi baru dimulai, tapi kamu sudah berkeringat.
Tunggu. - Cepatlah.
Maaf, perhatianku teralihkan. - Aku harus menyelesaikan ini.
Daging asap atau aku?
Ayam goreng? Dendeng sapi? - Bandeng goreng.
Kurasa aku mau... Tunggu. - Kamu mau apa?
Mari kita lihat...
Ayolah. - Aku mau sarapan Amerika.
Dengan nasi goreng? - Ya.
Kejutan!
Astaga!
Selamat ulang tahun, Sayang.
Baiklah. - Kelihatannya lezat.
Tunggu. - Ya?
Kamu memesan ini?
Maaf, Sayang.
Aku tidak sempat memasak.
Lagi pula, aku hanya tahu cara menggoreng,
jadi, aku memesan ini.
Aku membeli makanan yang kamu suka dari restoran yang kita datangi.
Kuharap ini cukup.
Bagaimana menurutmu?
Kamu menyukaiku, bukan?
Kamu bahkan tahu makanan favoritku.
Astaga! Apa yang kamu lakukan? - Kamu!
Cinta.
Kamu tidak perlu repot-repot.
Kamu bahkan membuat spanduk.
Kamu bahkan membeli balon.
Hari ini tidak istimewa.
Apa maksudmu?
Sayang, ini hari ulang tahunmu.
Itu istimewa? - Hanya...
Terima kasih.
Untuk semuanya.
Apa yang kulakukan sampai pantas dapat suami sempurna sepertimu?
Aku punya hadiah ulang tahun untukmu.
Ada lagi? - Ya, satu lagi.
Kukira hanya ini.
Bercanda! - Apa itu?
Di sana.
Bukalah.
Ayah datang.
Kejutan, Ayah! - Astaga!
Terima kasih, Sayang!
Astaga! Banyak sekali ciumannya! - Masih ada lagi!
Terima kasih, Sayang!
Astaga! - Terima kasih, Sayang.
Ibu punya banyak kejutan.
"- Selamat ulang tahun, Ayah. - Selamat ulang tahun, Ayah"
"Selamat ulang tahun, Ayah!"
"Selamat ulang tahun!"
"Selamat ulang tahun, Ayah!"
Satu, dua, tiga. - Ayo.
Hore! Selamat ulang tahun!
Selamat ulang tahun. - Terima kasih, Sayang.
Terima kasih, Sayang.
Ibu membeli kue dan aku mendesainnya.
Benarkah?
Hebat! - Ibu tidak bekerja.
Ayah mau pergi ke taman hiburan, bukan?
Itu ide Ayah atau idemu?
Itu ide Luna!
Hore!
Baiklah.
Tunggu di sini.
Kami sudah memesan tempat atas nama Iris Del Rosario.
Biar kuperiksa, Bu. - Ya. Terima kasih.
Suamiku sangat tampan.
Kemeja yang kubelikan sangat cocok untukmu.
Aku selalu tampan, Sayang.
Aku tahu.
Serta lihat gadis ini, tuan putri ibu.
Mereka masih belum tiba?
Ibu. Ayah.
Sedang apa kalian di sini?
Aku mengundang mereka ke perayaan ulang tahunmu.
Kalian sudah menunggu lama, ya?
Kami tiba beberapa saat lalu.
Bayangkan betapa terkejutnya kami saat tiba lebih awal
daripada orang yang mengundang kami.
Begini...
Maafkan kami, Ibu.
Kami pergi ke taman hiburan tadi,
jadi, kami pulang untuk menyegarkan diri.
Sapalah kakek dan nenekmu.
Selamat malam, Nenek dan Kakek.
Kalau begitu, ayo.
Mari makan.
Lewat sini, Pak. - Baiklah.
Ayo.
Kamu bilang hanya kita.
Sayang, aku ingin kita merayakannya bersama orang tuamu.
Sebenarnya, aku ingin mengadakan pesta,
tapi aku tidak tahu cara menghubungi teman-temanmu.
Kamu tahu aku tidak punya teman.
Namun, kamu masih punya orang tua.
Aku tidak mau kamu menyesal tidak menghabiskan waktu bersama mereka.
Ini, Luna.
Selamat ulang tahun, Sayang.
Kukira makan malam ini hadiahmu.
Ayo, bukalah.
Ibu memberi ayah hadiah.
Periksa di belakang.
Inisialmu kucetak.
Terima kasih, Sayang.
Selamat ulang tahun.
Sayang, lihat. Ibu memberi ayah hadiah.
Ibu menerima pesanku
tentang foto masa kecil Jacob?
Kami membutuhkannya untuk proyek Luna.
Ya, ibu membawanya.
Sayang, aku tidak punya foto masa kecil.
Kami kehilangan itu saat pindah rumah.
Sayang sekali.
Aku ingin melihat seperti apa rupamu saat kecil.
Dia pasti mirip dengan Ayah.
Ya.
Ibu, aku punya rekan kerja yang menjual anggrek.
Aku tahu Ibu mengoleksinya.
Aku bisa memberi Ibu nomornya.
Kamu masih bekerja?
Bukankah penghasilan Jacob dari toko cukup?
Ibu. - Dengar, jika butuh bantuan...
Tidak sama sekali, Ayah. Kami tidak butuh bantuan.
Kami baik-baik saja. Aku hanya suka bekerja.
Anakmu makin besar.
Kamu tidak ingin berada di sana saat dia tumbuh besar?
Ibu tidak melepas apotek Ibu,
tapi membesarkan Jacob dengan baik.
Aku tidak melihat ada yang salah dengan pekerjaanku.
Bahkan, aku membantu banyak orang.
Aku ingin menunjukkan kepada Luna
bahwa dia bisa menjadi apa pun yang dia inginkan.
Aku harus berterima kasih kepada Jacob untuk itu.
Aku beruntung memiliki suami
yang mendukung karierku sebagai polisi.
Ya, kamu beruntung memiliki Jacob.
Ibu, boleh aku buang air kecil?
Tentu. Ayo.
Permisi. Kami akan segera kembali.
Kemarilah.
Kalian seharusnya tidak datang.
Apa yang akan dipikirkan istrimu
jika kami tidak datang untuk ulang tahun putra kami?
Selama memakai marga kami,
kamu bagian dari keluarga ini.
Cukup.
Tidak perlu bertengkar.
Habiskan makananmu.
Sayang.
Maaf, aku baru dapat pesan. Mereka membutuhkanku di kantor.
Aku akan mengantarmu. - Tidak perlu.
Tidak apa-apa. Aku akan naik taksi.
Ibu, Ayah, maafkan aku.
Aku harus bekerja.
Permisi. Selamat ulang tahun, Sayang.
Maaf, Sayang, tapi ibu harus pergi.
Ibu, jangan pergi. - Tidak apa-apa. Ayah di sini.
Mengerti? Kamu akan baik-baik saja.
Maaf, Sayang. Sampai jumpa.
Maafkan aku.
Sampai jumpa, Sayang. - Dah, Ibu.
Kamu tidak akan meminta Iris berhenti bekerja?
Aku tidak melihat ada yang salah dengan itu.
Apa itu lelucon?
Ibu tidak tahu siapa yang lebih bodoh.
Kamu, karena menikahi polisi wanita,
atau dia, karena menikahimu.
Astaga!
Kamu tampak cantik hari ini, Iris! - Apa ini hari ulang tahunmu?
Ini hari ulang tahun suamiku. - Astaga.
Jika kamu istriku,
aku akan menahanmu di rumah dan memperlakukanmu seperti ratu.
Kamu punya putri, bukan?
Kenapa kamu masih bekerja?
Kenapa?
Apa menjadi ibu berarti menyerahkan bagian lain dari hidupku?
Iris dan aku...
Kami ditakdirkan bersama.
Apa ada yang benar-benar ditakdirkan untuk orang sepertimu?
Kami tidak bisa mencegahmu menikahinya.
Sebab kini kalian punya anak bersama, katakan kepada ayah...
Apa kamu mencintainya?
Maksudku,
suamiku tidak bergantung kepadaku.
Dia punya bisnis sendiri. Aku? Aku bekerja karena ingin.
Suamiku perhatian, penyayang, dan ayah yang baik.
No comments yet. Be the first to leave one.