처음 200줄입니다.
~ Episode 29 ~
Minumlah!
Yang Mulia! Yang Mulia!
Apa yang terjadi?
Sadarlah, Yang Mulia!
Ada masalah apa lagi ini?
Ini racun.
Selir Ki telah teracuni!
Cepat bawa ke Rumah Sakit Kerajaan! Cepat!
Baik!
Tidak ada yang salah dari ramuan obatnya.
Bukankah sudah diperiksa sebelumnya?
Para selir yang yang meminum ramuan obat di Balai Jorye,
tumbang satu per satu.
Tidakkah menurutmu ada seseorang yang ingin mencelakakan para Selir?
Orang itu...
mungkinkah, yang anda maksud adalah saya?
Kau tidak sebodoh itu untuk bertindak seperti ini.
Tapi ini terjadi karena kau cemburu dengan para Selir,
jadi, mungkin saja pihak lain bisa salah paham.
Tak perlu mengkhawatirkan saya.
Jika seseorang memanfaatkan masalah ini untuk membuat kekacauan di Istana Dalam,
saya sendiri yang akan mengatasinya.
Dayang Istana Yeon.
Panggil Kepala Pelayan Istana dan Petugas Penyelidik kemari.
Ya, Empress.
Tolong biarkan Menteri Zhang juga ikut menyelidiki insiden ini.
Dengan begitu, rumor-rumor bisa dihindari.
Kalau begitu, Menteri Zhang dan Dayang Yeon,
kalian berdua yang bertugas dalam insiden ini.
Bawa petugas penyelidik ke ruang perawatan untuk memeriksa Selir Ki.
Ya, Ibunda Ratu.
Yang Mulia, bertahanlah sedikit lagi.
Menyingkirlah, kalian semua!
Karena ingin membuatku bertanggung jawab untuk kejahatan ini,
Ibunda Ratu bicara dengan begitu sombongnya.
Tapi, Yang Mulia, kali ini kira-kira siapa yang memberi racun?
Takkan mungkin orang-orang dari kediaman Ibunda Ratu?
Tiap malam, Baginda selalu mencari Selir Ki yang rendahan itu.
Jadi, yang sebelumnya telah meracuni Selir Seol mungkin juga
tidak suka terhadap Selir Ki.
Siapa yang diincar orang itu dan apa hubungannya?
Bagaimanapun, hal ini menguntungkan untukku.
Dengan kesempatan ini, aku bisa memanfaatkan untuk menyingkirkan para selir.
Ya, Yang Mulia.
Nyang telah diracuni dan pingsan?
Bukankah sudah kubilang untuk melapor setiap keadaan Nyang jika diperlukan?
Semua ini terjadi begitu mendadak...
Lalu, di mana dia sekarang?
Beliau ada di Rumah Sakit Kerajaan.
Baginda, mohon bersabarlah untuk menunggu.
Menyuruhku menunggu? Nyang terkena racun dan dia bisa saja meninggal!
Baginda, Kepala Kasim Dok Man hendak menghadap.
Ibunda Ratu meminta saya menyampaikan ini pada Baginda.
Saya yang membuat dia meminum ramuannya.
Racun itu.
Setelah itu, orang yang akan menelan racun selanjutnya
adalah saya.
Kau ingin meracuni dirimu sendiri?
Ya, Ibunda Ratu.
Setelah satu per satu selir mengalami keracunan,
Istana akan kacau-balau, hanya untuk mencari pelaku sebenarnya.
Semakin bertekad menemukan pelakunya, Empress akan semakin terseret dalam masalah ini
dan pada akhirnya itu akan memojokkan dirinya.
Apa alasanmu untuk mempertaruhkan nyawamu sendiri?
Apa mungkin kau lancang memimpikan posisi Empress?
Saat itu, ketika Selir Pak terbunuh,
saya ada di sana.
Hingga sekarang, wajah Selir Pak dan para pelayan istana,
jerit tangisnya saat meminta tolong,
masih jelas di mata dan di telinga saya.
Hentikan. Aku tak inign mendengar lagi.
Mereka bukan manusia!
Menjadi lebih bengis dari binatang demi meraih kekuasaan di istana
adalah hal yang tak bisa saya toleransi.
Bagaimana caramu memojokkan Empress?
Jika aku mengikuti saran gadis itu,
hidup Empress akan berada dalam genggamanku.
Istana Dalam pun akan berada dibawah kendaliku.
Apa itu?
Ada sisa kurma merah di lidahnya.
Bawalah untuk diperiksa.
Ya.
Selir Ki, bila anda telah dipilih Baek An,
tidak boleh tumbang hanya karena secuil racun.
Anda harus membuka mata anda kembali.
dan berdiri tegak di hadapan saya.
Baginda tiba!
Selamat datang, Baginda.
Baginda meminta semuanya keluar.
Pertarunganmu ini terlalu bernafsu
hingga kau harus menelan racun.
Maafkan aku, Nyang.
Aku tidak memahami kepahitan yang kaurasakan.
Tolong maafkanlah, Kaisar yang tak kompeten ini.
Nyang.
Apa yang terjadi?
Ini kurma.
Racun ada dalam kurmanya!
Selama meramu obat, siapa yang bertugas mengurus kurma?
Kurma untuk ramuan berasal dari balai obat.
Pasti ada seseorang yang membubuhkannya dengan saja.
Masalah ini biar saya yang tangani.
Ya, lakukanlah.
Sekarang kita sudah tahu asal racunnya,
pelakunya harus bisa tertangkap.
Petugas penyelidik dengarkan perintahku.
Pelakunya pasti menyembunyikan racun arseniknya.
Kediaman para selir,
termasuk tempat para kasim dan dayang, harus kalian geledah dengan seksama.
Akan kami laksanakan, Yang Mulia.
Wang Yu, ini adalah takdir buruk yang harus diakhiri sampai disini.
Tolong jangan salahkan aku.
Yeon Bi Su.
Kenapa kau mau membunuhku?
Kau tidak seharusnya kemari.
Apa kau sekutu Pedagang Eungbak?
Sepertinya aku salah menilai orang.
Apa kau sudah lupa mimpimu untuk membangun kembali kaum Turk?
Berhenti bicara omong kosong!
Yang Mulia, apa yang terjadi?
Masuklah.
Yang Mulia.
Di luar tidak ada pembunuh lainnya?
Tak nampak ada bayangannya.
Siapa yang berwenang di propinsi ini sekarang?
Wakil Urusan Tata Negara yang ditugasi menggantikan Baek An.
Tak ada tempat aman selain disana.
Bangunkan Mu Song. Kita harus tinggalkan tempat ini diam-diam.
Ya, Yang Mulia.
Jika kau bermaksud menjadikanku sandera, urungkan saja niatmu itu.
Kita berdua akan mati.
Sekali diincar Pedagang Eungbak, tak ada pilihan lain selain kematian.
Apa yang terjadi?
Sejak tadi malam, ketua dan orang-orang itu menghilang tanpa jejak.
Ketua Yeon pasti telah tertangkap dan dibawa sebagai sandera.
Mereka pasti masih di ibukota Liaoyang. Cepat cari mereka. Cepat!
Ya, Ketua.
Sampai kapan kau akan menahanku?
Meski kau terus begini, tak sekalipun aku akan berkedip padamu.
Sebaiknya bunuh saja aku. Cepat bunuh aku!
Cepat bunuh aku! Cepat...
Aku akan membunuhmu saat waktunya tiba.
Leavest IDFL SubsCrew
Berapa yang harus dibayarkan?
30 nyang.
Seperti ini berharga 30 nyang?
Benar-benar menghamburkan uang.
Aku akan tetap membayarmu 20 Nyang. Kembaliannya untukmu.
20 nyang? Terima kasih.
Ini.
- Kau boleh pergi. - Baiklah.
- Sampai bertemu lagi. - Ya!
- Apa kau tahu siapa aku? - Apa?
Bagaimana bisa? Menghabiskan uangmu untuk membeliku?
Saat nanti kau bertemu Baginda, beliau pasti menanyakan tentang Sung Nyang.
Mengenai bayi, jangan sampai kau mengatakannya, mengerti?
Bayi? Bayi Sung Nyang adalah anak Yang Mulia...
Yang Mulia tidak tahu tentang kehamilannya.
Kalaupun harus tahu, Sung Nyang sendiri yang harus mengatakannya.
Tak pelu khawatir. Aku juga bisa membaca keadaan.
Yang Mulia.
Kau sudah datang.
Kudengar kau yang menyelamatkan Sung Nyang. Apa dia baik-baik saja?
Melihat teman-temannya dibunuh, dia sangat terpukul.
Harusnya aku tak meninggalkannya sendiri di Yuan.
Semua ini salahku.
Saat Baek An kembali, anda bisa bertemu kembali, Yang Mulia.
Dan dia sehat-sehat saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Terima kasih suda menjaga Sung Nyang.
Kami permisi. Lewat sini.
Yang Mulia, bagaimana sebaiknya kita menangani Yeon Bi Su itu?
Dia berniat membunuh anda, Yang Mulia. Kita harus menghabisi akar masalah.
Kita bisa memanfaatkannya karena dia punya banyak informasi tentang Kelompok Pedagang Eungbak.
Dia tipe orang licik dan tak mudah diajak sepakat.
Penjarakan dia dan jangan beri makan.
Apa ingin tahu apakah cara seperti ini bisa berhasil.
Ya, Yang Mulia.
- Mulai geledah. - Ya.
Berikutnya adalah kediaman Selir Ki.
Bagaimana keadaannya?
Dia belum terlihat di kediamannya, jadi dia pasti masih belum sadar.
Apa perlu kita menggeledah kamarnya? Panggil petugas penyelidik.
Ya, Yang Mulia.
Kau sudah bangun?
Mengapa saya ada disini?
Aku membawamu kesini dari Rumah Sakit Kerajaan.
Tolong bantu saya memanggil Kasim Park. Saya ingin kembali ke kamar saya.
Aku takkan membuatmu kecewa lagi.
Aku akan menyerahkan segalanya untukmu.
Bagaimanapun, bila kau mati, aku juga tak bisa melanjutkan hidupku.
Tidak masalah jika aku tak berada di hatimu.
Meski kau hanya memanfaatku untuk balas dendam, aku takkan menyalahkanmu.
Jadi, tetaplah di sisiku. Hanya itu yang kuinginkan.
Hentikan!
Siapa? Diantara kalian, siapa yang memasukkan kurma beracun?
Saya bersumpah pada Langit, bukan kami yang melakukannya.
Sebagai tabib, kalian menyelamatkan nyawa orang lain, tapi kenapa tak bisa menyelamatkan hidup kalian sendiri?
Tolong ampuni kami, Jenderal.
Kebencian apa yang kalian miliki hingga ingin membunuh kami semua?
No comments yet. Be the first to leave one.