처음 200줄입니다.
= Episode 8 =-
Sebetulnya, Won Deuk...
bukanlah namanya.
Terus?
Won Deuk sebetulnya siapa?
Itu... Ayah juga tidak tahu.
Ayah menikahkanku dengan pria yang tidak ayah ketahui asal usulnya?
Demi menyelamatkanmu. Hanya itu yang terlintas di pikiran ayah.
Ayah pikir itu lebih baik...
daripada dipukuli sampai mati atau jadi selir.
- Kau mau kemana? - Aku harus katakan padanya...
kalau dia bukan Won Deuk.
Hong Shim.
Tidak bisakah kita hidup seperti ini?
Dia menyebabkan masalah, tapi sebetulnya dia pintar dan baik.
Yang ayah lihat, dia cocok untukmu.
Bagaimana bisa ayah bilang begitu?
Mungkin saja dia seorang yangban.
Keluarganya mungkin tengah mencarinya.
Tidak, dia pasti sudah dianggap mati.
Ayah menyelamatkannya dari kematian.
Kalau bukan karena ayah, dia pasti sudah mati.
Lantas ayah akan menjadikannya hidup sebagai Won Deuk...
meskipun dia bukan Won Deuk?
Aku tidak bisa.
- Hong Shim. - Abeoji.
Aku tidak pernah merasa kecewa padamu
seumur hidupku hingga sekarang.
Tapi...
tindakan ayah kali ini salah.
D
Da
Dam
Damn
Damn!
Damn! S
Damn! Su
Damn! Sup
Damn! Super
Damn! Super
Damn! Super S
Damn! Super Su
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub I
Damn! Super Sub In
Damn! Super Sub Ind
Damn! Super Sub Indo
Damn! Super Sub Indon
Damn! Super Sub Indone
Damn! Super Sub Indones
Damn! Super Sub Indonesi
Damn! Super Sub Indonesia
Diterjemahkan oleh: ~ Ifabee Sejabin ~
Itu tadi anak panah, kan?
Kurasa Park Yeonggam mengirim bajingan lagi untuk balas dendam.
Aku harus lapor Amhaeng-eosa.
- Dia pasti belum jauh. - Sekarang jangan bergerak dulu.
Kita tidak tahu berapa banyak yang dikirim...
atau berapa banyak panah yang mereka punya.
Aku akan memancing mereka ke sana.
Kau tetap di sini saja.
Jangan pergi.
Tetaplah di sini, di sampingku.
Se-Sejabin mengandung?
Benarkah?
Sudah cukup lama Sejabin mengetahuinya,
namun tidak membiarkan orang lain tahu.
Sejabin pun kesehatannya tidak bagus,
jadi sepertinya beliau khawatir
mungkin bisa keguguran.
Pasti... karena kutukan Jungjeon Mama.
Jimat yang ditulis dengan darah dan kesialan...
hampir merenggut darah kerajaan.
Jeonha.
Tindakan jahat ini tidak boleh kita anggap enteng.
Hal ini bisa mempermalukan untuk generasi,
jadi Baginda jangan meninggalkan aib di pemerintahan Baginda
dengan mencopot Jungjeon dan Seowon Daegun.
Hari ini sungguh hari yang menyenangkan.
Saat ini kita harus lebih berhati-hati demi kestabilan Sejabin Mama.
Bagaimana kalau Baginda meminta tabib istana untuk memeriksa Sejabin?
Iya, kita harus lakukan itu.
Terima kasih atas kemurahan hati Jeonha.
Namun berdasarkan "Puisi klasik",
jika seorang raja tidak bisa mendapatkan dukungan rakyat,
dia akan kehilangan haknya sebagai raja.
Maka, dia tidak lagi jadi seorang raja.
Baginda akan kehilangan apa
dan apa yang Baginda dapatkan?
Proses dan peraturan harus tetap diikuti..
meskipun untuk mengusir istri dari rumah.
Bagaimana aku bisa memutuskan
mengusir Jungjeon dari kerajaan ini dalam semalam?
Beri aku waktu.
Butuh waktu lama mendapatkan dukungan dari rakyat.
Namun kehilangannya cukup sekejab saja.
Mohon...
ambil keputusan atas masalah ini secepatnya.
Aku mengerti.
Bagaimana kalau kita bakar Gunung Mokmyuk...
dan mengalihkan perhatian barang sebentar?
Itu yang kau sebut tindakan balasan?
Kalau kita lakukan itu, mereka akan makin geram lagi,
mengatakan ini semua karena perbuatan Jungjeon.
Sejabin... apa benar-benar mengandung
bayinya Seja Jeoha?
Semua tahu kalau hubungan pasangan itu tidaklah baik.
Membicarakan hal itu, Mama bukan diusir
tapi malah mungkin dihukum mati.
Mohon kendalikan diri Anda.
Kalau bukan karena Daesagan Jung, tidak akan terjadi apa-apa.
Bagaimana bisa dia menemukan jimat itu?
Apa kau bisa mengendalikan keluargamu?
Maafkan saya.
Sekarang ini, kau pikir bisa selesai hanya dengan maaf?
Tidak bisa begini.
Sekarang juga aku harus bertemu Jeonha.
Tidak dengan pakaian itu.
Kalau Anda mau menemui Baginda, pakailah pakaian putih.
Beri aku sesuatu untuk dimakan sebelum membunuhku.
Pembunuhan tersadis di dunia
membiarkan orang kelaparan sampai mati.
Aku mau kau masuk, temui aku,
bunuh aku dengan cara yang baik dan bersih.
Kupikir aku cukup pintar,
tapi selama ini aku salah.
Karena menemukan jimat itu Anda mau membunuhku?
Kalau mau membunuhmu mungkin sudah kulakukan dari tadi.
Karena kekacauan yang kau sebabkan,
kau tahu situasi sekarang bagaimana?
Bisa diramalkan.
Jungjeon Mama mungkin akan diusir. Bukan begitu?
Kau telah dimanfaatkan oleh Jwasang.
Justru kau malah melempar mangsa ke Jwasang
yang mencari kesempatan untuk mengusirnya.
Toh rakyat akan tahu.
Orang di balik pembunuhan Jeoha...
Jungjeon tidak memerintahkannya.
Sudah tugasku merencanakan hal semacam itu,
tapi aku tak pernah melakukannya.
Jangan bilang...
Anda menculikku untuk membuktikan bahwa Anda tak bersalah.
Aku tak tahu kenapa kau membuat masalah di sana-sini,
tapi jangan bertindak ceroboh lagi.
Orang sepertimu...
tak seharusnya ikut campur dalam masalah ini.
Aku mau minta tolong.
Aku butuh 2 hal.
Seragam dan tandu.
Hidup saya toh di ujung tanduk.
Kita tidak bisa terus seperti ini hingga petang.
Aku harus periksa.
Jangan coba memancing mereka.
Kita tidak tahu berapa banyak berandalan di sana.
Aku tak bisa membiarkan mereka mengejarmu.
Sekarang kau begitu mengkhawatirkanku,
aku harus mengirim orang lain.
Apa?
Kurasa mereka sudah pergi.
Lihat, tidak terjadi apa-apa.
Apa yang kaulakukan?
Harusnya kau lempar sepatu jeramimu, bukan sepatuku.
Kau menyuruhku jalan tanpa alas kaki?
Kau buang ke mana?
Di mana ya?
- Di mana? - Coba pakai ini.
Aku maunya membelikan yang bersulam beotkkot,
tapi tinggal yang bersulam bunga maesil.
Nanti,
kupastikan memberimu hadiah yang bersulam beotkkot.
Kenapa tidak kau coba?
Sudah pasti kau ingin aku yang memakaikannya.
Tidak, tidak.
Tidak usah. Akan kupakai sendiri.
Pas sekali.
Aku...
mau mengakui sesuatu padamu.
Aku tahu apa yang ingin kau akui.
Kau sebetulnya dari keluarga yangban.
Apa? Aku tak mengerti kau bicara apa.
Apa yang dilakukan wanita dari keluarga yangban?
Kalau begitu, kau tahu buku yang kusembunyikan.
Artinya kau bisa membaca.
Aku belajar beberapa aksara saat melakukan pekerjaan aneh.
Kau bisa membaca tapi tidak menulis buku baru.
Kau 'kan bisa mendapatkan keuntungan dengan cara itu.
Mungkin kau ingin menyembunyikan statusmu.
Toko buku baru buka belum lama.
Kau juga tahu seonbi miskin yang adalah Amhaeng-eosa.
Padahal hal itu sulit diketahui.
Dia terus saja bicara. Begitulah aku tahunya.
Kadang kau bicara dengan dialek Hanyang.
Aku bekerja pada kerabatku di Hanyang.
Aku bisa beberapa kata.
Kalau tidak mau bilang, tak perlu kau katakan.
Aku tak keberatan menemukan semua hal kecil mengenaimu.
Kenapa kau terlihat begitu muram?
Kau tidak suka sepatunya?
Tidak, tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.