릴리스 정보

백일의 낭군님 💯 Days My Prince E05 NEXT
다음의 해설 DSS_Indo
Damn!SuperSub >> ngesub.com ║Follow>>Twitter : @Dssindo║ LIKE : facebook.com/DamnSuperSubIndo

태그

other
게시일: 2018-09-26
다운로드: 61
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

= Episode 5 =-

Dia kena anak panah?

Terkadang hal itu terjadi saat dia dinas militer.

Dia kembali dalam keadaan tak karuan.

Kubalur lukanya dengan kulit pinus dan kkonmureut,

dan hampir sembuh.

Lukanya berdarah lagi karena infeksi.

Terus? Apa terjadi hal buruk padanya?

Biar kulihat.

Denyutnya tak terasa, dia lesu.

Tapi, kurasa bukan karena itu dia pingsan.

Kekurangan energi dan gizi begitu lama

menyebabkan pusing dan jantung berdebar.

Aku benar-benar tertekan.

Jelaskan dengan istilah yang sederhana, bisa?

Maksud Anda ini parah atau tidak?

Orang awam menyebutnya

dia pingsan karena lapar.

Apa?

Dia tak makan terlalu banyak karena sangat pemilih.

Apa maksud ayah?

Tempo hari, dia makan semangkuk gukbap di pasar.

Harusnya tidak boleh begitu.

Lukanya jadi makin parah kalau makan sup panas.

Dia beli sendiri.

Akan kuberi resep herbal yang bernutrisi.

Rebus herbal untuknya dengan segenap hatimu.

Ada tanduk rusanya, jadi lumayan mahal.

Tapi akan sangat manjur.

Apa... tanduk rusa?

Pastikan dia makan sebelum meminum obatnya.

Kalau merasa lemah

penyakit yang hampir sembuh bakalan kembali bisa ganas lagi.

Ah, aku tak perlu khawatir.

Dia bahkan bukan manusia. Dia dokkaebi yang makan uang kami.

Kenapa kau biarkan tabib pergi begitu saja?

Kita harus dengarkan dia dan beli obat untuk Won Deuk.

Ayah sendiri yang tak makan apa-apa tak bisa berak selama 10 hari.

Kita tak bisa beli obat herbal dengan tanduk rusa.

Hanya satu cara Won Deuk bisa makan tanduk rusa.

- Apa? - Aku akan menangkap rusa.

Tapi aku sama sekali tak lihat seekor rusa pun di Gunung Chunwoo.

Dengan kata lain, tak mungkin menangkapnya.

Ayah harus lakukan sesuatu. Paling tidak aku harus coba dapat daging.

Ayah mana bisa dapat daging gratisan.

Dia sudah hutang 30 yang. Ayah mau nambahin hutangnya?

Kau bilang ingin dia bekerja.

Kalau begitu setidaknya kita harus membuatnya sembuh dulu.

Kalau terus terbaring begitu,

gimana caranya dia melunasi hutang?

Tapi kan...

Tidak boleh nambah hutang lagi.

Jadi kau tak mau dengar ayah?

Baik, dia suamimu, jadi lakukan apapun yang kaumau.

Kalau mau biarkan saja dia mati. Ayah akan berhenti peduli.

Aigoo, aku harus bagaimana?

Kalau yang hutang uang mati, siapa yang bakalan bayar hutangnya?

Siapa yang akan bayar?

Masa aku sih?

Kutukanku.

D

Da

Dam

Damn

Damn!

Damn! S

Damn! Su

Damn! Sup

Damn! Super

Damn! Super

Damn! Super S

Damn! Super Su

Damn! Super Sub

Damn! Super Sub

Damn! Super Sub I

Damn! Super Sub In

Damn! Super Sub Ind

Damn! Super Sub Indo

Damn! Super Sub Indon

Damn! Super Sub Indone

Damn! Super Sub Indones

Damn! Super Sub Indonesi

Damn! Super Sub Indonesia

Diterjemahkan oleh: ~ Ifabee Sejabin ~

Aigoo.

Sebetulnya, aku senang dia sakit.

Karena sakit, mereka bisa tidur sekamar.

Aku harus bisa membuat mereka tidur sekamar entah mereka bertengkar atau tidak.

Aku tak boleh ikut campur.

Aku mau ke gunung.

Harusnya kan tidur terpisah. Kenapa kau tidur di sini?

Aku menyelamatkanmu dari kematian, eh bicaramu kok tak enak begini.

Itu karena aku merawatmu semalam suntuk.

Apa yang terjadi?

Sekarang kau tak ingat apa yang terjadi beberapa hari lalu?

Kau terjatuh dan pingsan.

Kau juga memecahkan tempayan di Gunung Chunwoo.

Kau terlihat segar bugar,

tapi membawa tempayan air saja tak kuat.

Kenapa kau memecahkannya?

Aku naik gunung dan kepalaku mulai pusing tak tertahankan.

Dadaku terasa sesak dan aku tak bisa bernafas.

Aku ingin tahu apa yang terjadi padaku.

Mungkin kau cari kayu bakar dan bertemu harimau atau apa gitu.

Saat kembali aku jadi penasaran

dengan kisahku.

Dan...

dengan kau juga.

Katakan, orang seperti apa aku ini.

Oh, kau pria yang baik.

Hmm, kau pria yang sangat baik.

Yang lebih khusus.

Jadi, kau itu...

Won Deuk?

Dia lelaki sejati dan bisa diandalkan.

Dia juga tidak ribet orangnya.

Katakan dia bisanya apa, bukan sifatnya.

Kerjaan macam apa yang bisa dilakukannya untuk membayar hutang?

Yang pasti wajahnya ganteng.

Ah.

Apa?

Cuman itu saja?

Kau pekerja keras dan cekatan.

Menanam padi, membajak, atau memberi makan ternak,

kerjaanmu selesai setengah hari saja padahal yang lain butuh waktu seharian.

Bukan itu jawaban yang kuinginkan.

Aku tak bisa menggambarkan diriku sendiri dengan cerita itu.

Begitukah?

Kalau begitu...

Aku harus bilang apa?

Aigoo. Gawat.

Aku lagi merebus air dan hampir saja lupa.

Kau saja tak tahu siapa dirimu,

jadi mana aku tahu kau orangnya gimana?

Tapi kok ya jadinya seperti ini?

Panas.

Kenapa kau berdiri di situ?

Aku dengar saat tidur

kalau ayahmu melakukan tugasnya.

Toh waktunya bukan hari ini.

Gu Dol pura-pura sakit lagi?

Kampret satu itu tak punya tanggung jawab.

Bagaimana keadaanmu?

Sudah baikan.

Harusnya begitu setelah semua yang kulakukan untuk merawatmu.

Aku mencari di mana-mana di gunung

untuk memberimu makanan yang sehat.

Apa karena itu, pipimu terluka?

Aku akan masak untuk sarapan, tunggu saja di dalam.

Kalau tidak, bisa-bisa kau pingsan lagi.

Apa itu?

Aku bikin sup cacing.

Apa...

Yang tadi malam apa juga sup ini?

Iya, ini bukan sub cacing biasa.

Cacing ini ada garis putih di lehernya.

Sebentar.

Jangan dimuntahin.

Kau tak tahu betapa berharganya cacing-cacing ini.

Telan! Kalau mau keluar, telan lagi!

Kau tak apa-apa? Mualnya berhenti?

Kau sudah gila apa?

Bagaimana bisa kau memberiku makan dari makhluk menjijikkan itu?

Tapi kau lahap betul makannya.

Karena aku tak tahu dimasak dari apa.

Aku juga tengah tak sadar.

Kau tak tahu kisahnya Monk Won Hyo?

Dia masuk ke gua dan meminum air.

Saking segarnya, dia menenggaknya.

Tapi keesokan harinya dia baru tahu air itu dari tengkorak.

Menurutmu dia muntah sepertimu

setelah mengetahuinya?

Tidak, justru dia menyadari.

Air yang sama kemarin terasa segar, tapi hari ini terasa menjijikkan.

Dia salah mengira.

Dia menyadari semua tergantung pada hatimu.

Inilah yang disebut Pencerahan Pikiran.

Kau mengguruiku?

Cacing-cacing itu hidupnya di tanah,

jadi kenapa kau menilai hanya dari penampilannya saja?

Kenapa kau tak coba memakannya?

Aku tak akan pernah memakannya.

Jujur saja, aku tak suka sup.

Keterlaluan.

Hal ini tak akan kubiarkan.

Aku harus menghukummu.

- Kenapa? - Karena aku senang.

Sebetulnya aku khawatir,

apa kondisimu makin parah.

Tapi melihatmu teriak-teriak, aku merasa kau sudah lebih baik.

Mulai sekarang, jangan sakit lagi.

Tubuhmu bukan sepenuhnya milikku.

Apa maksudmu?

Tubuhmu milikku hingga kau bayar hutang.

Kau ini kenapa sih?

Lepaskan tanganku.

- Kau pengirim tanda? - Iya.

Saya mau bertugas.

Anda siapa?

Aku pengawal istana dari Hanyang.

More Indonesian subtitles for 100 Days My Prince

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left