처음 200줄입니다.
The Law of Jungle di Alam Liar Korea.
Sebelumnya.
Diturunkan di pulau terpencil tanpa peringatan,
Suku Byung Man harus menjalani latihan penyintasan bencana.
Aku merasa tersesat.
Dengan alat penyintas dan persediaan
yang digunakan dalam keadaan darurat sungguhan,
mereka menemukan cara untuk bertahan hidup.
- Haruskah kita mengukusnya? - Ini enak.
Kali ini, Suku Byung Man menuju lautan liar.
Suhu menurun.
Namun, dengan peralatan minimum,
bagi Kepala Suku pun itu sulit.
"Lautnya dingin dan ganas"
Bisakah mereka berdua mengakhiri pencarian tanpa masalah?
"Direkam sebelum Jaga Jarak Level 2,5"
- Besar sekali. - Aku akan memakai ini di sana
dan menyelam ke dalam air.
Ini akan menjaga suhu tubuhku dengan sisa kehangatan yang ada.
Bukankah ini rumput laut?
- Apa ini rumput laut? - Ya.
Bukankah itu lezat?
- Ini? - Ya.
Aku mengumpulkannya.
Kurasa aku akan menangkap gurita yang agresif.
"Kuharap kita bisa makan gurita"
"Kepala Suku, tolong tangkap gurita"
- Aku akan menangkap gurita, Jae. - Baiklah.
"Makanan ideal untuk Suku Byung Man yang lapar"
"Kepala Suku pergi menangkap gurita!"
"Direkam dengan izin Kepala Desa"
"Dan kerja sama para penduduk"
"Di lautan luas ini"
"Bisakah dia menemukan gurita?"
Kurasa dia menyelam lebih dari lima meter.
Tidak apa-apa?
Karena diberi tahu
ada gurita, aku terus mencari.
Setelah masuk ke dalam air, aku tidak bisa melihat satu pun.
Hanya ada kulit kerang.
"Dia mencari ke mana-mana, tapi tidak melihat gurita"
"Kepala Suku menyelam lagi dan mencari dengan lebih teliti"
"Dia menemukan sesuatu di antara batuan!"
"Menusuk dengan kailnya"
"Dia menangkap gurita!"
- Heo Jae. - Gurita!
"Ini tangkapan sambutan yang dia cari"
- Astaga. - Astaga!
Ini segar.
Lihatlah. Ini melekat di cangkang.
"Cangkang itu menempel"
Dia bersembunyi di balik cangkang kerang.
Aku melihat gerakan di belakang.
Aku memasukkan kail ke dalam dan menariknya,
dan gurita itu melompat ke arahku.
Ini sangat segar.
"Aku belum pernah melihat yang sesegar ini"
"Suara yang melekat"
- Ini sangat segar. - Ini kuat.
"Tenaga mengisap yang kuat, sangat segar"
Astaga, ini hanya...
"Dia bahkan mengumpulkan beberapa remis besar"
"Kepala Suku kembali dengan selamat"
Beri dia tisu.
"Untuk mencari makanan bagi anggota suku"
Airnya dingin sekali, aku merasa pusing.
- Itu pasti dingin. - Aku tadi tidak bisa bernapas.
Aku harus minum taurin.
Itu menghilangkan rasa lelah.
"Tangkapan itu memberinya energi"
Itu yang terbaik.
Kamu tahu cangkang simping? Dia bersembunyi di balik itu.
- Dia kuat. - Dia menutupi celah masuknya.
Dengan ini? Itu sebabnya cangkang menempel di tentakelnya.
Dia berusaha keras untuk bersembunyi.
Aku melihat tiga remis ini di bawah air.
Ukurannya besar sekali.
Duet veteran ini memberanikan diri masuk ke air sedingin es
untuk perburuan laut pertama di Alam Liar Korea
dan berakhir sangat sukses.
Dengan bawaan berat dan hati senang,
mereka kembali ke perkemahan.
Mereka kembali. Kepala Suku!
- Mereka kembali. - Mereka membawa banyak bawaan.
- Bawaan mereka banyak. - Mereka mendapatkan sesuatu.
"Bangga"
Bawaan mereka banyak.
Lihat.
Kedua tangannya penuh.
Apa itu?
Apa itu?
- Ada gurita juga. - Gurita?
- Tidak mungkin! - Gurita.
- Astaga. - Rumput laut.
Apa ini?
Aku punya satu kail.
Aku menggunakannya untuk menarik guritanya.
- Abalone, keong... - Rumput laut!
Aku menginginkan itu.
- Remis? - Ya.
- Kamu juga menemukan remis. - Ya.
Ini luar biasa.
- Aku bisa membuat jjamppong remis. - Segar sekali.
Apa itu? Gurita?
Gurita dan abalone.
Ada juga teritip.
- Aku merasa pusing. - Ada juga gurita?
- Ini. - Ini luar biasa.
Berbagai makhluk laut yang ditangkap duo veteran ini
dan belut laut
yang masuk ke dalam perangkap si Banyak Bekerja.
Apa yang harus kita lakukan sekarang?
Suku Byung Man bekerja keras sejak pagi untuk makan besar ini.
Bisakah kita mulai memasak?
Kita akan memanggang satu tanpa tambahan
- dan satu lagi... - Dengan saus.
- Kemarin... - Kamu memakai itu?
Ya. Bagaimana kita membersihkan ini?
Pakai ini. Potong di sini.
- Kita butuh sebanyak ini. - Ya.
Setengahnya?
"Adrenalin mereka terpacu! Bisakah kita mulai bekerja?"
Kurasa ini juga ide bagus.
"Si Banyak Bekerja, sang penangkap belut"
Sudah cukup.
Kita masukkan keduanya?
- Tidak, masing-masing satu. - Masing-masing satu.
- Itu harus ditutupi. - Tentu saja.
Taburkan garam dan tutup.
- Atau akan menjadi kotor. - Aku harus membersihkannya.
Ini penampilanmu yang terkeren sejak kita menikah.
Karena dia koki terbaik di antara kami semua,
kurasa dia berperan dengan baik di hutan ini.
Aku bangga kepadanya.
Tidak ada apa pun di sini
dan dia berhasil membuat makanan lezat untuk kami.
"Mengirim hati"
Tolong masak makanan lezat untukku setiap hari di rumah.
Bagus untukmu, Suamiku.
"Pasanganku selama 28 tahun yang terbaik"
Ini penampilanmu yang terkeren sejak kita menikah.
- Iris dan taburkan garam laut. - Ya.
Ukurannya pas.
Ini sangat pas.
Kita butuh pegangan.
- Di tengah. - Garamnya sangat berguna.
Kemarin ada kiriman persediaan.
Akhirnya masuk.
"Mereka menutupnya memakai bambu dan mengikatnya dengan erat"
Akhirnya masuk.
- Di atas api? - Di atas.
"Ke dalam api"
Pastikan talinya tidak terbakar.
Dengan kecap asin dan bumbu lalu memotongnya.
- Dengan saus? - Ya.
"Koki Bong Won membuat saus untuk belut lainnya"
Kamu sungguh membuat saus sendiri?
Rasanya lebih enak seperti itu.
"Tambahkan gula dengan hati-hati!"
- Pastikan cukup. Belutnya besar. - Baiklah.
"Gerakan ahli"
- Ini akan sedikit pedas. - Ya, pedas.
Kamu suka makanan pedas?
"Saus belut laut Koki Bong Won sudah siap!"
"Ini cukup enak"
Itu tampak seperti ala Sincheon.
- Sichuan. - Ya, Sichuan.
Ada Stasiun Sincheon di Korea.
Stasiun Sincheon.
- Sudah selesai? - Ini enak.
Sichuan.
Aku juga.
Senang ada koki yang bisa diandalkan.
- Tulangnya keras sekali. - Tidak apa-apa jika sudah matang.
- Ini perlu dicuci. - Dengan ini...
Dengarkan suara itu. Keras sekali.
Itu suara saat aku memotong tulang belakangnya.
Apa pancinya bisa dipakai?
"Dia memasak belut laut lebih dahulu sampai warnanya keemasan"
"Saus dimasukkan"
- Aku akan merebusnya. - Apa tidak akan gosong?
Kamu akan merebusnya?
"Dididihkan agar sausnya meresap ke dalam belut"
"Aromanya"
Panas.
"Adukan Koki Bong Won"
"Menciptakan belut pedas yang lezat"
Belut pedas.
Bisakah seseorang mencicipinya?
Aku penasaran dengan rasa belut pedasnya.
Hati-hati tulangnya.
Aku tidak yakin jika ini enak.
Panas. Hati-hati.
"Panas. Hati-hati"
"Satu suapan besar"
Ada tulang.
Sudah matang?
Sudah matang?
"Mengacungkan jempol"
- Sudah matang? - Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.