처음 200줄입니다.
Diterjemahkan oleh : CalVter
Aku selalu berhati-hati dalam hidupku. Bagaimana aku bisa terjebak dengan pria ini?
Darimana datangnya begundal ini?
Hah? Apa kaubilang?
Tidak, bukan apa-apa.
Ahjumma, ketik alamat nenekmu di GPS-nya..
Berhenti!
Berhenti!
Ada masalah apa?
Apa yang kaulakukan di sini?
Apa mereka mengusir kita? Mengeluarkan barang-barang kita?
Sudah kuduga. Itu tak masuk akal.
Jin Rak, jangan khawatir. Itu takkan pernah terjadi lagi.
Kita akan mendapatkan kontrak Webtoon. Kita harus tegar. Semangat.
Aku duluan.
Aku duluan melihatnya.
Siapa sebenarnya bajingan itu!
Kenapa segalanya begitu mudah baginya!
Baiklah...
Kau manis sekali.
Sampai ketemu nanti.
Kenapa kau bersikap seperti itu tadi?
Aku sangat malu tadi.
Apa masalahnya?
Enrique? Apanya yang duluan?
'Zombie Soccer'? Dia yang duluan membuatnya.
Karakter-karakter itu bukannya dibuat sebulan dua bulan.
Jangan hubung-hubungkan aku dengan Enrique.
Omong-omong tentang Enrique... Apa tetangga kita dan Enrique benar pacaran?
Apa perasaan mereka mulai tumbuh ketika ia menuliskan tips mengurangi biaya bulanan?
Tutup mulutmu.
[Apa tak ada yang namanya kebohongan putih atau kebohongan baik?]
Hentikan mobilnya di sana.
Kupikir-pikir, kita tak seharusnya pergi bersama.
Kau bilang nenekmu dalam bahaya. Kenapa kau bicara begitu?
Apa tadi kubilang nenekku dalam bahaya?
Sepertinya aku tak bilang begitu...
Orang yang sudah tua bila sakit tentu berbahaya.
Kita harus merawat kakek dan nenek kita dengan baik.
Waktu takkan menunggu.
Aku hanya membawa ponsel. Aku tak membawa tas atau dompet.
- Kurasa aku harus pulang. - Tak apa, pakai saja punyaku.
Kenapa kau ingin pulang? Kau bilang ini darurat.
Mulai sekarang, kita tak boleh berhenti. Kita akan terus jalan hingga tiba.
Jin Rak, tadi kau benar-benar marah padaku, 'kan?
Belakangan ini kau kenapa?
Walau aku tahu kau orangnya pemarah, sebelumnya kau tak pernah...
...berteriak memarahiku seperti itu.
Itu sebabnya dunia jadi serba salah.
Ketika sesuatu tak berjalan dengan baik, dan ada masalah keuangan,
Orang-orang akan sangat marah...
Apa, Oh Jae Won?
Tutup mulutmu!
Kecilkan suaramu.
Hei, awasi di depan.
Kartu ucapan?
Sepertinya waktu berhenti berputar di gedung ini.
Go Dok Mi?
Go Dok Mi...
Dia tinggal di sini?
- Go Dok Mi? - Go Dok Mi?
Gadis sepatu kaca!
Kau yang kemarin...
Terima kasih banyak atas bantuannya kemarin.
Tapi apa yang kaulakukan di sini?
Salah seorang temanku tinggal di sini.
Takdir apa ini?
Temanmu tinggal di apartemen nomor berapa?
402.
Aku di 401.
Kau dan aku mungkin sudah ditakdirkan?
- Kerennya! - Ya, Tuhan!
Lalu pria yang kemarin...
Ya ampun, aku bahkan belum tahu namamu.
Namaku Cha Do Hwi.
Wow... Nama yang cantik.
Namaku Yoo Dong Hoon.
Ah, temanku?
Oh Jin Rak.
Bukankah namanya agak aneh?
Di sini seperti taman bunga saja.
Lalu bagaimana denganmu, ahjussi? Kenapa kau begitu rapih hari ini?
Yah, kau tahu aku. Panggil aku kupu-kupu di padang bunga.
Aku baru saja menerima telepon saat aku di kamar kecil...
Nenekku sudah baikan sekarang dan dia pergi ke spa di dekat rumah.
Kurasa tadi itu salah sambung.
Hai, sayang. Aku? Aku sedang di perpustakaan.
Rasanya aku harus belajar seharian.
Tidak, jangan datang.
Setiap aku melihat wajahmu...
Aku merasa tak butuh apa-apa lagi di dunia ini...
...hingga aku tak bisa konsentrasi belajar.
Sayang, sudah dulu, ya?
Sayang!
Aku bersama orang tuaku sekarang.
Sayang, kutelepon kau lagi nanti, ya?
Apa yang kaulakukan di kamar kecil?
Siapa yang kautelepon? Apa yang kaulakukan?
Ada masalah apa?
Setiap aku melihat wajahmu, aku merasa tak butuh apa-apa lagi di dunia ini...
Dan yang kubutuhkan hanya kau. Itu yang kupikirkan setiap kali aku melihatmu.
- Kau janji kau tak berbohong? - Tentu!
Itu bukan berbohong...
Ahjumma!
Toko camilan Korea memang yang terbaik. Benar-benar unik!
Ada cumi-cumi seperti...
Dengan semua tentakelnya...
- Ahjumma, sebenarnya aku mau mengaku... - Aku mengaku duluan!
Nenekku baik-baik saja.
Aku membohongimu karena aku tak mau pergi.
Begitu aku mulai berbohong, kebohongannya akan semakin besar.
Maafkan aku.
Kau berhak marah. Kau boleh marah padaku hingga kau merasa baikan.
Aku benar-benar menyesal.
Kalau begitu kita pulang saja.
Tapi aku juga punya pengakuan.
Setelah kuterima SMS bohonganmu itu...
Aku sangat terkejut jadi aku buru-buru pergi...
...hanya dengan kunci mobil di tanganku. Tanpa apa-apa lagi.
Aku lapar, bensin juga habis. Bagaimana ini?
Maafkan aku. Semua ini salahku.
Jika kau minta maaf sekali lagi, aku akan benar-benar marah.
Baik... Apa kita bereskan saja masalahnya?
Kalian manis sekali!
- Kalian sudah punya pacar? - Belum.
Kurasa kalian datang bertiga karena kalian tak punya pacar. Sayang sekali!
Bagaimana jika kuganti uangnya saat kukenalkan kalian pada beberapa pria di Seoul?
Hanya 10,000 won.
Kenapa dia melakukan itu?
Paman dan bibiku tersayang... Lihat? Ini aku! Sudah kubilang...
- Benar, 'kan? - Ya, kau benar.
- Hanya 10,000 won? - 10,000 tak apa. Kalian malaikatku!
Kenapa kau berdiri di jalan?
- Ada apa dengan ahjumma ini? - Menjengkelkan! Minggir.
- Hei! Apa kau merayunya duluan? - Apa kau gadis penggoda?
- Apa yang kaulakukan di rumah? Hah? - Jawab.
- Katakan pada kami! Katakan yang sebenarnya! - Kubilang jawab aku!
Kau tak mau menjawabku?
Ahjumma...
Go Dok Mi...
Kenapa kau duduk di situ?
Apa kau tak kedinginan?
Lihat dirimu. Kau membeku.
Kau baik saja?
Aku baik saja.
Ayo.
- Ayo kita pulang. - Kau tampak kurang sehat.
Kita cari makananan hangat dulu.
Aku mau pulang sekarang!
Dong Hoon. Ini, minum jus-nya.
Oh, minum! Kau cepat belajar.
[Kau bilang ingin gambarnya lebih moderen. Kau suka?]
Aku tak suka. Gambar kembali.
Bagaimana bisa gambar anak ini tetap bagus padahal setiap malam kerjanya hanya keluyuran?
Bahkan tulisan tangannya begitu cocok dengannya.
Aku tahu kau lapar, tapi aku tetap bersikeras meminta pulang.
Maafkan aku.
Bisakah kau berhenti meminta maaf?
Aku sudah menyalakan pemanasnya.
Kursimu akan segera terasa hangat.
Istirahatlah.
Akan kunyalakan GPS-nya agar kita kembali dengan selamat.
Beres.
Aku ingin pulang sekarang!
Mereka selalu takut kebobolan dan mereka harus menjaga gawangnya sendirian.
Jadi mereka kesepian dan tugas mereka paling sulit.
Ahjumma-lah sang penjaga gawang.
Bisakah kau...
Astaga!
Aku salah menekan bel.
Ini nomor 401?
Maafkan aku.
Kau baik saja?
Aku baik saja.
Tapi, sepertinya kita pernah bertemu...
Aku ingat!
Kau menolongku semalam.
Ketika hak sepatuku patah.
Kau tak mengingatku?
Ah, iya.
Ini benar-benar takdir.
Aku ingin menekan bel kamar 402.
Kalau begitu...
Kau kemari untuk menemui 402?
Ya.
Ahjumma, maafkan aku.
Sepertinya aku salah mengetik alamat di GPS-nya.
Di dunia yang begitu besar ini, ahjumma, aku, dan GPS...
Rasanya hanya kita berdua di dunia ini.
Dia tak mengatakan apa-apa?
Kenapa dia seperti baru melihat laut untuk pertama kalinya?
Diterjemahkan oleh : CalVter
Buat tanda "V"! Jangan malu-malu!
- Itu pose yang sempurna! - Awas belakangmu...
Ombaknya...
Dia tak menjawab ponselnya.
Kenapa cepat sekali kau menutupnya?
Maksudku...
Walaupun rasa-rasanya teleponnya sudah berdering di sana...
Tapi bisa saja teleponnya sama sekali tak berdering...
No comments yet. Be the first to leave one.